I Wish I can Be the Best for You
Author © Lee Hyoura
Genre : Romance, Friendship
Disclaimer : Super Junior and SNSD belong to their parents, god, and their management I'm just borrow them to my story :3
A/N : Typo, EYD rada berantakan, bahasa korea yang ngga terlalu lancar-_-
Bales review dulu ne ^^
RedChiliPeppers : Hahaha... Oh ya, jangan panggil Hyou author-san dong._. Jadi berasa author tanpa nama._.
Ini beneran ff pertama hyou-_- tapi ff yg itu gagal buatnya-_-
Ne... Di repost ff hyou ini yg baru rnr kalian ^^ memang belum gereget sih._. di chappie 2 ini insyaallah bakalan bikin kalian gereget deh :3
Oh ya, utk istilah korea Hyou blm italic-in._. Hyou males baca ulang._. *digampar chingu*
Hyou juga tau._. emang susah bikin pair idolxOC kayak gini._. Hyou akan berusaha membuat pair idolxOC sebaik mungkin agar mendapat review yang banyak (^-^)9
Gamsha hamnida ne untuk kritikan kalian... ^-^d Hyou akan berusaha lebih baik lagi kok ^-^d semoga di chappie yang kedua ini bisa memuaskan kalian ne ^^
A/N : annyeong chingudeul... balik lagi sama ff hyou di chapter dua ini... udah berapa lamma ya belum nge-publish ni ff? Ngga sempet buka FFn gara2 Twitter nih #alasan #bletak okelah, kita langsung ke ff-nya aja ne? Kajja... ^-^
Bel istirahat berbunyi. Hikaru segera keluar kelas dan berjalan menuju koridor loker. Sesampainya di loker milik Hikaru (loker Hikaru pintu bagian depan ditempelin sama hasil gambarnya sementara di bagian belakang ditempelin poster BLAQ% Concert._.), Hikaru terkaget melihat sosok namja yang ada di samping lokernya.
"Ya! Kim Ryeowook! Kau lagi! Apa yang kau lakukan di sini?!" seru Hikaru sambil membanting pintu lokernya. Hampir seluruh murid di koridor loker tersebut terkaget mendengar bantingan Hikaru tersebut.
"Aku hanya ingin mengajakmu makan siang bersama saja. Kau mau?" ajak Ryeowook dengan senyum menawannya itu.
"Shireo. Aku akan makan siang sendiri. Untuk apa makan siang bersama kau? Yang ada hanya menambah masalah saja," tolak Hikaru sambil mengambil surat-surat yang terdapat di lokernya itu, 'fanboy lagi... Cih! Tidak ada bosan-bosannya...,' batin Hikaru kesal.
"Surat dari fanboy hm?" tanya Ryeowook sedikit mengejek Hikaru.
"Bukan. Ini hanya sampah tak berguna yang ada di lokerku. Sudahlah! Menjauh dariku," usir Hikaru sambil menutup pintu lokernya dan berjalan menuju kantin. Sepeninggalan Hikaru, Ryeowook hanya tersenyum tipis.
"Kau suka dengan Hikaru noona ya, hyung?" tanya Kyuhyun tiba-tiba yang telah berada di samping Ryeowook.
"Ya! Evil magnae! Kau mengagetkanku!" seru Ryeowook sambil menjitak kepala Kyuhyun. Tapi keburu Kyuhyun berlari meninggalkan Ryeowook sambil menjulurkan lidahnya.
'Sialan kau evil!' batin Ryeowook kesal, 'eh? Bagaimana dia bisa di sampingku? Hebat,' batin Ryeowook lagi heran sambil berjalan menuju kantin.
Di kantin, Hikaru, Sooyoung dan Taeyeon sedang menunggu makanan yang telah dipesan Taeyeon beberapa meint yang lalu. Hikaru yang masih kesal dengan para fanboynya itu langsung merebahkan kepalanya di atas meja makan.
"Hikaru? Wae geurae? Kau baik-baik saja?" tanya Taeyeon sambil mengelus punggung Hikaru pelan. Hikaru hanya menunjukkan 360 lembar surat *setebel apa tuh suratnya? :o* yang diterimanya dari para fanboynya itu ke depan wajah Taeyeon.
"Fanboy lagi? Kau benar-benar terkenal Hika-ah... Sampai-sampai hampir seluruh siswa di sekolah kecual 3 pangeran HISHS itu suka padamu," kata Sooyoung sambil mengambil setengah dari tumpukan surat-surat tersebut dan melihat siapa-saja pengirimnya. Hikaru yang tidak setuju mendengar itu langsung membanting kepalanya di atas meja makan. Sooyoung dan Taeyeon yang mendengar benturan yang lumayan keras itu terkaget.
"Ya! Hizuka Hikaru! Memangnya tidak sakit membenturkan kepalamu seperti itu?" tanya Taeyeon terkaget dan hampir terlonjak dari tempat duduknya.
"Untuk saat-saat frustasi saat ini tidak terlalu sakit," jawab Hikaru cuek. Taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengurut dadanya sendiri karena kaget.
"Kau ini benar-benar tahan banting ya, Hika-ah. Coba ah saat aku sedang frustasi nanti," ucap Sooyoung polos dan berhadiahkan sebuah jitakan dari Taeyeon dan Hikaru.
"Kau ini mau bunuh diri ya?!" tanya Taeyeon sambil mencubit pipi Sooyoung. Sooyoung yang merasa pipinya dicubit langsung melepaskan cubitan Taeyeon dan beralih ke pipinya. Hikaru yang malas melihat pertengkaran konyol TaeSoo hanya mengalihkan pandangannya ke taman sekolah sambil meminum milkshake-nya yang sudah tersaji di hadapannya.
"Hei Wookie. Kau tidak apa-apa 'kan? Kenapa kau melamun sambil tersenyum sendiri seperti itu?" tanya Yesung sambil menepuk bahu hoobae-nya itu.
"Eh, hyung. Tidak. aku tidak apa-apa," jawab Ryeowook yang tersadar dari lamunannya itu.
"Sepertinya Wookie hyung memikirkan Hikaru noona, Yesung hyung. Lihat saja wajah Wookie hyung yang memerah sendiri mengingat pertengkaran kecilnya tadi di depan loker milik Hikaru noona," sambar Kyuhyun setnegah berbisik ke telinga Yesung.
"Jeongmalyo? Jadi hoobae-ku yang satu ini sedang jatuh cinta ya?" tanya atau lebih tepatnya goda Yesung sambil mencolek bahu Ryeowook.
"Hyung! Jangan percaya dengan apa yang dikatakan magnae evil ini! Aku tidak sedang jatuh cinta dengan siapa-siapa!" seru Ryeowook kesal sambil memukul punggung Kyuhyun dengan keras.
"Appo... Pukulanmu keras sekali hyung... Bisa-bisa aku patah tulang ini...," rintih Kyuhyun sambil mengelus punggungnya yang terkena pukulann maut Ryeowook. Ryeowook yang memang masih kesal dengan Kyuhyun tadi pun langsung berjalan menuju meja yang ditempati oleh Hikaru dan teman-temannya.
Di meja kantin yang ditempati Hikaru, Taeyeon dan Sooyoung, Hikaru masih saja bermain PSP miliknya hingga tidak menyadari bahwa Ryeowook telah duduk tepat di sampingnya.
"Annyeong Hizuka Hikaru. Boleh 'kan gabung makan siang disini?" tanya Ryeowook.
"Annyeong- Ya! Kim Ryeowook! Kau lagi! Hah! Aku sudah selesai!" seru Hikaru kesal sambil menggebrak mejanya dan meninggalkan mereka bertiga.
"Mianhae ne, Ryeowook-ssi. Hikaru memang sensitif kalau bertemu orang yang dibencinya," ujar Sooyoung meminta maaf kepada Ryeowook. Ryeowook hanya tersenyum mendengarnya.
"Gwaenchana, Sooyoung-ssi. Tidak usah meminta maaf kepadaku," kata Ryeowook memperlihatkan senyum andalannya yang membuat Sooyoung dan Taeyeon merasa melihat senyum malaikat.
'Omona... Tampannya... Andai dia menjadi namjachingu-ku, pasti aku akan bahagia sekali...,' batin Sooyoung dan Taeyeon bersamaan.
"Kalau begitu, kami permisi Ryeowook-ssi...," pamit Taeyeon dan Sooyoung bersamaan (lagi-_-) sambil berjalan menuju kelas mereka dan bertemu dengan Hikaru yang sedang membaca novel karangan miliknya sendiri.
"Hikaru-ah. Sepertinya kau salah menilai Ryeowook," komentar Sooyoung tiba-tiba sambil duduk di kursi yang ada di depan meja Hikaru dan menurunkan novel Hikaru hingga wajah Hikaru menghadap wajah Sooyoung.
"Apalagi? Sudahlah. Jangan mengomentari tentang Kim Ryeowook lagi. Aku bosan mendengarnya," tebak Hikaru kesal dan menghadap ke arah luar jendela.
"Hikaru... Jebal... Kali ini dengerin aku... Pasti kamu jadi tertarik deh...," Sooyoung dan Taeyeon memohon bersamaan sambil memasang aegyo-nya.
"Oke oke... Baiklah... Aku akan mendengarkan... Tapi jangan salahkan aku kalau aku tertidur ya. Arasseo?" Hikaru pun membuat kesepakatan dan disetujui oleh Sooyoung dan Taeyeon. Mereka berdua (Sooyoung dan Taeyeon) pun mulai bercerita tentang Kim Ryeowook.
Sementara di ruang musik...
"Huatchim!" bersin Ryeowook mengejutkan Yesung dan Kyuhyun yang sedang asyik dengan urusan masing-masing.
"Hei, Ryeowook hyung. Waeyo? Mengapa kau bersin sekeras itu?" tanya Kyuhyun sambil menoleh ke arah Ryeowook.
"Entahlah. Mungkin ada yang sedang membicarakanku," jawab Ryeowook sambil mengangkat bahunya, lalu melanjutkan mengganti-ganti lagu yang ada di mp3 miliknya.
"Begitu ceritanya...," Sooyoung dan Taeyeon pun mengakhiri cerita mereka. Hikaru hanya menatap mereka heran.
"Jadi, kalian sempat melihat senyuman maut dari seorang Kim Ryeowook yang menurut kalian tampan itu?" tanya Hikaru dengan wajah dinginnya.
"Ne... Kau tahu tidak? Senyumannya itu sangat menawan... Benar 'kan Syoo?" tanya Taeyeon yang disambut oleh anggukan semangat dari Sooyoung.
"Aigoo... Senyumannya itu seperti malaikat yang paling tampan di dunia ini... Andai saja dia menjadi namjachingu-ku...," ujar Sooyoung dan Taeyeon bersamaan dengan tatapan berharap. Hikaru hanya sweat drop melihat tingkah laku sahabatnya itu.
"Sudahlah. Sekarang lebih baik kita segera keluar dari kelas. Sudah waktunya pulang 'kan?" ajak Hikaru sambil menggendong tasnya dengan malas.
"Ah, ne. Kajja Taeyeon-ah...," ajak Sooyoung sambil menenteng tasnya itu dan menarik lengan Taeyeon. Mereka pun akhirnya pulang dari sekolah dan tanpa sadar mereka sedang dilihat oleh ketiga namja dari ruang musik.
'Ah, sepertinya aku tertarik dengan Hizuka Hikaru,' batin Ryeowook sambil memegang dadanya yang berdebar kencang itu.
TO BE CONTINUED...
Annyeong hasseo chingu... Balik lagi sama Hyou... Huft... Hyou publish-nya pas mau tidur nih... Mata Hyou juga udah tinggal 10 watt lagi... Jadi mianhamnida kalo ada typo... Hyou males nge-check ulang nih... Okelah, ngga perlu banyak omong lagi, Hyou minta Review dari chingu sekalian... ^^ Gamsha Hamnida... ^^
Sign,
Lee Hyoura
