UNTITLED LOVE
Akhirnya bisa update, maap yaa lama...biasa sibuk sekulah QuQ
saatnya bales review dulu :
Hikaru Kisekine : hehe, miku polos ya, kayak bakso /heh -_-v pffft- - -kaito pervert hehe XD tapi dia tetep baka kok tenang saja :3
Aethria1389 : wah, ini udah kami update, kami tunggu lagi reviewnya, ya :3
Terima kasih yaa yang sudah mereview cerita ini, selamat membaca :3
Fanfic ini terinspirasi dari komik yg berjudul Sinful Love.
Disclaimer : Vocaloid milik Yamaha Corp. Komiknya karya sensei Yoshinaga Yuu. Fanficnya punya kita.
Warning : some Typo maybe detected, bahasa sehari-hari. OOC ._.a
let's check this out~!
Chapter 2: Unknown Feeling
SUMMARY:
Miku, seorang siswi teladan mengajukan diri sebagai selingkuhan Kaito, siswa populer di kelasnya. 'Apa cinta ini salah? Cinta ini, cinta palsu. Semuanya berbohong. Apakah aku juga?'
Keesokkan harinya
Sedari toilet tiba-tiba kudengar keributan kecil di lorong depan kelas 2-2. Ketika ku mencoba melihat siapa yang membuat keributan,
'Aaah, itu kan... Kaito dan Meiko.'
"Kaito, kenapa teleponku kemarin nggak diangkat?" teriak Meiko memenuhi seluruh lorong kelas.
"Maaf, aku ketiduran," kilah Kaito.
"Bohong! Aku telepon kamu berkali-kali tau!"
'Ingin kuabaikan saja pertengkaran mereka itu, tapi…..entah kenapa aku malah merasa kasihan melihat wajah muram Kaito yang sedang dimarahi oleh pacarnya, Meiko.'
"Ka..Kaito! Kamu dipanggil guru. Sekarang!" kataku secara refleks.
"Eh? Iya…" Jawab Kaito dan dia pun berjalan ke arahku.
"Hei, jangan lupa ya telepon aku nanti!" teriak Meiko pada Kaito seraya meninggalkannya.
"Ya, ya." kata Kaito dengan malasnya dan masih memasang wajah muram. "Lalu, dimana guru yang memanggilku?" Tanya Kaito padaku
"Emmm...nggak … aku bohong." Jawabku.
"Eh! Bohong? Kenapa?" Tanya Kaito dengan herannya.
"Entah… kenapa. Ng…nggak tahu, maaf!" jawabku seraya berlalu meninggalkannya. Namun, tiba-tiba Kaito membelai sedikit rambutku dan berkata,
"Ah! Terima kasih, ya!"
BLUSH!
Oh, tidak! Aku, aku mulai jatuh cinta padanya!
Sepulang sekolah
'Lagi-lagi pulang sendiri. Ah, Kaito. Apa kuajak dia pulang bareng saja, ya?' Batinku seraya berbalik arah kembali ke ruang kelas. Dengan secercah harapan aku berjalan kembali menuju ruang kelas. Tapi, dipertengahan lorong kelas aku dikejutkan dengan… 'i…it…itukan Kaito dan…Meiko.' Batinku.
Mereka berjalan beriringan dan bergandengan tangan. Mereka … mereka memang pasangan. Dasar aku ini. Jangan keliru. Cinta ini…cinta palsu.
Malam harinya
Saat aku berjalan pulang dari tempat les, jalanan ini mengingatkanku ketika bertemu Kaito dengan seorang perempuan yang kuduga selingkuhannya. Saat ku lanjutkan untuk berjalan, tiba-tiba aku dikejutkan dengan pemandangan yang lebih mengejutkan dari tragedi Kaito.
'Barusan itu, Meiko kan? Kok dia bersama seorang pria berambut merah. Kaito? Dimana Kaito? Kok Kaito tak ada disini? Kenapa Meiko juga mengkhianati Kaito? Semuanya berbohong. Apa cinta memang seperti itu? Sungguh keterlaluan. ' Batinku.
"Ah, apa aku juga…sama, ya?" Bisikku seraya menundukkan kepalaku.
Keesokkan paginya
Setelah kucoba renungkan, aku pikir ini tak boleh dilanjutkan lagi. Hubungan ini harus segera diselesaikan. Walau rasa sayang ini sudah terlanjur ada, tapi ini salah. Semuanya palsu. Aku pikir, aku harus cepat-cepat mengatakan ini ke Kaito.
Pelajaran hari ini terasa amat lama, walau mataku tertuju ke arah guru yang berada di depan kelas, tetapi pikiranku melayang jauh pada Kaito dan Meiko. Yang amat sangat kubutuhkan saat ini adalah suara bel istirahat. Kulirikkan mataku kearah Kaito berada, yah…ternyata dia sedang tertidur . Pemandangan yang tak terlalu asing memang bagi kami penghuni kelas 2-2, karena dia memang suka tertidur, tidak hanya Kaito tapi juga ada beberapa siswa lain yang tengah tertidur saat ini. Lagipula pelajaran saat ini memang terasa membosankan dan membuat mengantuk. Tapi, mana mungkin aku bisa tertidur. Guru-guru pasti akan menegurku, atau menceramahiku hingga berjam-jam nanti.
Skip Time
Waktu berjalan dengan alot, dan akhirnya bel tanda istirahat pun berbunyi. Dengan ragu ku tolehkan kepalaku ke arah meja Kaito, tapi ternyata dia sudah tidak ada di kursinya. 'Ah, mungkin dia sudah keluar kelas dan sedang berjalan menuju ke kantin. Lebih baik aku ke toilet dulu saja deh.' Pikirku seraya meninggalkan kelas dan menuju ke toilet yang tidak jauh dari ruangan kelas ini.
.
.
.
'Ah, lega juga akhirnya.' Pikirku setelah melakukan tugas panggilan dari alam (baca : buang air kecil). Lalu aku pun melangkahkan kakiku, berniat untuk segera keluar dari toilet dan mencoba untuk mencari Kaito. Tapi ada seseorang yang menghadang pemandanganku. Ada Meiko di depan cermin toilet. Dia sedang berkaca sambil mencuci kedua tangannya di wastafel. Seketika itu juga, sekelebat memori semalam pun terlintas di pikiranku. Tapi, aku nggak berhak menyalahkan Meiko. Perbuatannya yang hina itu sama sepertiku. Tapi…
"Kamu selingkuh, kan?" Akhirnya aku pun nekat dan memutuskan untuk menanyakan hal itu padanya. Dapat kulihat ekspresinya yang kaget ketika mendengar pertanyaanku barusan.
"Haaah? Apa maksudmu?" Tanya Meiko dengan herannya.
"Kenapa…padahal…kamu punya Kaito!" Gumamku.
'Gawat, aduh gawat, gawat!' Kataku dalam hati
Aku nggak bisa berhenti ngomong!
"PADAHAL KAMU BISA TERANG-TERANGAN PACARAN DENGANNYA!" Bentakku padanya.
BUK!
"Ukh!" Meiko mendorong tubuhku hingga terbentur dengan dinding di toilet tersebut.
"Jangan-jangan kamu, ya? Atau memang kamu, atau…..memang cuma kamu ya perempuan yang merebut Kaito dariku?" Tanya Meiko dengan nada bicaranya yang terdengar sinis.
Sementara itu di kelas 2-2
GRAK! Terdengar pintu suara kelas 2-2 yang dibuka oleh seorang siswa.
"Oi, Kaito, pacarmu lagi berantem tuh! Menakutkan. Hentikan dia." Teriak Len, teman sekelas Kaito.
"Hah? Pacar? Pacarku yang mana, ya?' Tanya Kaito dengan polosnya pada Len. Len pun sweatdrop mendengar pertanyaan Kaito yang terkesan bercanda itu.
"Hei, kamu punya berapa pacar sih memangnya? Kau mau menyaingiku, huh?" Tanya Len, yang dikenal playboy di sekolah ini.
"Hmm…hanya dua kok. Eh! Nggak tau deh ah." Jawab Kaito bingung seraya menggaruk kepalanya. Yang akhirnya membuat Len sweatdrop lagi.
"Ikh, sudahlah. Terserah kau saja! Urus sana pacarmu yang lagi berantem di toilet!" Kata Len.
"Iya, iya baiklah." Jawab Kaito seraya keluar dari kelas dan pergi menuju kearah toilet yang tak jauh dari kelas 2-2.
Ternyata…
~To be Continued~
Next Episode :
Chapter 3 : Unbelievable
"Merebut cowok orang lain! Apa sih maumu?!"
"Kaito, maaf! Gara-gara aku…"
"Aku tertipu!"
Oh, iya kemarin ada peristiwa bulan biru, ada yg lihat?
dan kemarin juga pas banget sama ulang tahun Miku,
Happy Birthday Miku, this world is really MINE! /eh YOURS! hehe :D
