Fanfic ini terinspirasi dari komik yg berjudul Sinful Love.

Desclaimer : Vocaloid milik Yamaha Corp. Komiknya karya sensei Yoshinaga Yuu. Fanficnya punya kita.

Warning : some Typo maybe detected, bahasa sehari-hari.

Saatnya balas review :)

Hikaru Kisekine

Bukan Kaito kalau nggak baka, hehe.

iya tokoh yang baka kayaknya cocok jadi pasangan tokoh yang polos XD

iya, aku nemu typonya, udah dibenerin, hehe :D

terima kasih ya atas reviewnya, sampai jumpa lagi di cerita lain~

UNTITLED LOVE

Previously on Untitled Love :

"Oi, Kaito, pacarmu lagi berantem tuh! Menakutkan. Hentikan dia." Teriak Len, teman sekelas Kaito.

"Hah? Pacar? Pacarku yang mana, ya?' Tanya Kaito dengan polosnya pada Len. Len pun sweatdrop mendengar pertanyaan Kaito yang terkesan bercanda itu.

"Ikh, sudahlah. Terserah kau saja! Urus sana pacarmu yang lagi berantem di toilet!" Kata Len.

"Iya, iya baiklah." Jawab Kaito seraya keluar dari kelas dan pergi menuju kearah toilet yang tak jauh dari kelas 2-2.

Ternyata…

Chapter 3 : Unbelievable

Ternyata mereka telah keluar dari toilet tetapi masih dalam keadaan bertengkar. Kaito pun segera mendatangi mereka.

Terdengarlah suara bentakan Meiko.

"Merebut cowok orang lain! Apa sih maumu?!"

Kaito tercengang mendengar bentakan Meiko. Dengan sigap, Kaito pun menarik pundak Meiko sembari berkata.

"Hentikan Meiko! Apa sih yang kau lakukan?"

"Menurutmu? Lepaskan aku!" bentak Meiko. "Kamu membelanya? Berselingkuh dengan cewek macam dia, nggak malu apa!" lanjut Meiko masih dengan nada membentaknya.

"Hah? Aku? Berselingkuh? Hahahahahahahaha! Ups!" jawab Kaito, menurutku jawabannya itu terdengar seperti kata seorang model iklan di produk shampoo. Aku pun tertunduk lesu, 'apa maksud Kaito barusan? Apa dia sudah lupa tentang hubungannya denganku?' tanyaku dalam hati. Hal yang kulakukan memang dosa besar! Tapi…tapi…

"Hei, Meiko. Aku bukannya berselingkuh." Kata Kaito. Kata-kata Kaito tadi cukup membuatku terkejut.

"Aku nggak selingkuh, kok! Ciusss, deh! Aku serius dengannya!" tegas Kaito. Lagi-lagi kata Kaito yang diselipi secuil bahasa gaul itu telah sukses membuatku terkejut tak percaya.

"Bukannya kamu ya yang duluan selingkuh, huh? Menutup mata terhadap kesadaran sendiri! Memangnya nggak gelap apa?" Kata Kaito lagi.

Hmm, ini Kaito daritadi bicaranya kok kayak nggak serius sih, padahal kulihat daritadi Meiko sudah menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua telapak tangannya ketika mendengar perkataan Kaito yang setengah bercanda itu.

PLAK!

"JANGAN BERCANDA!" teriak Meiko, seraya menampar Kaito, lalu pergi jauh meninggalkan aku dan Kaito.

"Kaito, maaf! Gara-gara aku…" akupun segera menghampiri Kaito. Aku merasa bersalah, karena perterangan kecilku dengan Meiko tadi, malah Kaito bertengkar juga dengan Meiko dan terkena tamparannya.

"Haha, nggak apa-apa! Cepat atau lambat pasti akan begini jadinya…" jawab Kaito dengan santainya seraya memegangi pipi kirinya yang telah berubah warna menjadi merah.

Aku berpikir, sepertinya sakit sekali, ya kena tampar seperti tadi. Lalu, Kaito melanjutkan lagi kata-katanya.

"Aku memang mau putus sama Meiko. Tapi, Meiko nggak mau! Lalu ketika kuberitahu dia bahwa ada gadis lain yang kusukai, Meiko malahan darah tinggi!" kata Kaito

"Eh? Hah? Darah tinggi?" tanyaku bingung. Memang Meiko sudah setua apa bisa cepat terkena darah tinggi.

"Eh! Maksudku Meiko malahan semakin naik darah gitu, hehe." Jawab Kaito seraya menunjukkan cengirannya.

Oh, ya ampun apa Kaito ini memang susah ya untuk bicara dengan serius. Kaito pun melanjutkan lagi ceritanya.

"Awalnya aku Cuma ingin menghibur diriku sendiri…lalu, aku mulai merasa kalau Miku itu…" kata-kata Kaito terputus, karena aku penasaran kutanyakkan saja pertanyaan padanya.

"Aku itu…kenapa?" tanyaku penasaran. Entah kenapa hatiku saat ini berdegup kencang menunggu lanjutan dari penjelasan Kaito tadi. Aku merasa kalau mukaku panas, mungkin sekarang wajahku sudah memerah semerah bebek peking.

"Kamu itu…sungguh manis, Miku" lanjut Kaito

Hah? Apa katanya? Aku manis? Senang sih aku dibilang begitu, tapi apa dia serius mengatakannya.

"A…apa-apaan sih? Waktu itu aku melihatmu selingkuh tau!" balasaku. Kulihat Kaito kaget ketika mendengar ucapanku barusan.

"Oh…dia Cuma senior di tempatku les, haha. Lagian dia sudah berpacaran, kok! Saat kau lihat aku itu, kau tidak lihat ada satu orang cowok lagi di depanku, ya? Dialah pacar seniorku itu, hahaha." Jelas Kaito sambil tertawa karena ucapanku yang terkesan sok tau itu.

Mendengar penjelasan itu, kini aku memasang tampang sedih dengan wajah merona merah karena menahan malu.

"Makanya, jangan menuduh sembarangan, dong. Aku mau kita melanjutkan selingkuh…eh! Maksudku aku mau kita pacaran baik-baik" Kata Kaito.

Yak, kata-kata Kaito tadi sukses membuatku terkejut sesaat, walupun lagi-lagi kata-katanya tadi diberi sedikit sentuhan kata yang terdengar setengah bercanda..

"Aku tertipu!" kataku seraya memejamkan mata dan menitikkan sedikit air mata.

"Eh? Kau kenapa, Miku?" Tanya Kaito yang kaget dan bingung dengan kata-kataku barusan.

"Nggak apa-apa!" jawabku seraya memeluknya. Dia, pun membalas pleukanku dan mengusap rambutku dengan lembutnya.

'Aku tertipu, tapi nggak apa-apa kalau ditipu sama Kaito!' batinku sambil terus memeluk erat Kaito, seakan tak ingin dipisahkan Aku tak peduli siswa-siswi di sekolah ini melihat kami dengan tatapan bingung, ada juga yang pipinya merona merah melihat kami berpelukan di depan ruang kelas, aku masih terus memeluknya karena aku tak mau kehilangan dia.

Aku bersyukur, akhirnya aku bukan selingkuhan lagi.

~ The End ~

sampai jumpa di cerita kami lainnya~ XD

"Hah? Aku? Berselingkuh? Hahahahahahahaha! Ups!"