Siwon membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Apa dia sedang berhalusinasi seorang Choi Kibum sedang ada di kantornya? Atau ini semua memang nyata. Siwon melihat seorang yang sangat mirip dengan istrinya sedang berjalan keluar dari perusahaannya. Dengan agak berlari ia segera menyusul sosok itu lalu segera membalikkan badanya agar berhadapan dengan dirinya.

"Bu-Bummie..."Siwon membelalakkan matanya tak percaya.

Author pov*

Siwon segara memeluk tubuh Kibum dengan sangat erat tak perduli orang yang sedang dipeluknya meronta hebat, yang terpenting saat ini ia hanya ingin memeluk tubuh istrinya tersebut.

"Bummie aku sangat merindukanmu,"ucap Siwon masih memeluk tubuh Kibum erat.

"YA! Lepaskan. Dasar namja pervert."teriak Kibum keras sambil meronta dalam pelukan Siwon.

"Aku suamimu Bummie, dan kau istriku. Apa kau tak merindukanku?"tanya Siwon sambil melepaskan rengkuhan posesifnya pada tubuh Kibum.

"Ya! Aku bukan istrimu. Mungkin kau salah orang,"teriak Kibum kencang.

"Ani. Aku tidak mungkin salah orang, kau itu Choi Kibum istri Choi Siwon,"Jelas Siwon panjang lebar.

"Namaku Lee Kibum bukan Choi Kibum. jadi kau salah orang,"jawab Kibum ketus.

"Ani, kau itu Choi Kibum bukan Lee Kibum. kau itu istriku!"Jelas Siwon tegas sambil menggenggan tangan Kibum erat.

"Kibum-ah kenapa kau disini?"tanya sebuah suara pada Kibum yang ternyata adalah Donghae yang sedang berlari ke arahnya.

"Oppa. Akhirnya aku menemukanmu. Aku tersesat tadi, mianhae,"ucap Kibum merasa bersalah.

Siwon hanya melongo saat mendengar panggilan menjijikkan yang keluar dari mulut Kibum barusan.

"Mwo? o-oppa? Hahh,"uca Siwon meremehkan.

"Apa kau mengenalnya Kibum-ah?"tanya Donghae heran.

"Ani, khajja oppa!"Kibum segera menarik tangan Donghae untuk segera pergi dari sana, namun sebuah tangan kekar sudah menahannya.

"Bummie khajima,"ucap Siwon, membuat Kibum menoleh padanya kesal.

"Mianhae tuan, munkin anda salah orang. Aku bukan istri anda,"jelas Kibum berusaha sabar.

"Kau itu istriku Choi Kibum,"ucap Siwon lantang membuat wajah Donghae seketika itu berubah pucat pasih.

DEG...

'apa orang ini mengenal Kibum? apa dia masalalu Kibum yang terlupakan karena ia amnesia sekarang?'berbagai spekulasi muncul di benak Donghae, rasa takut menguar pada dirinya. takut akan kehilangan sosok Kibum yang ia cintai.

"Kibum-ah cepat kita pergi dari sini, jangan hiraukan semua perkataan dia."ucap Donghae lalu melepaskan genggaman Siwon pada tangan Kibum membuat Siwon sangat marah pada namja ikan tersebut.

"Aku yakin itu kau chagi. Tapi kenapa kau tak mengingatku?"tanya Siwon lemah pada dirinya sendiri. Ia segera mengambil iPhone yang ada pada saku celananya lalu dengan cepat menghubungi seseorang.

"Cepat kalian kesini, aku punya tugas penting untuk kalian,"ucap Siwon pada orang yang sedang ia telpon lalu segera mematikan telponnya dan mengikuti Kibum dan Donghae yang sudah berjalan menjauhinya.

.

.

.

Donghae dan Kibum ternyata berhenti di taman untuk makan siang bersama. Siwon masih setia mengintip mereka berdua di balik pohon yang cukup besar yang ada di taman tersebut. Tangannya mengepal kuat saat namja berwajah puppy fish itu memeluknya, ia benar-benar tak terima karena tubuh Kibum hanyalah miliknya seorang dan tak ada yang boleh menyentuhnya selain dirinya.

"Aku akan mematiskan kalau itu benar kau chagi, dan kalau sampai benar itu terbukti dirimu, aku akan benar-benar menghancurkan namja sialan itu karena sudah berani menyentuhmu."ucap Siwon marah sambil memukulkan kepalan tanganny pada pohon besar tadi.

"Kibum-ah kenapa kau melamun eoh?"tanya Donghae heran saat melihat tatapan mata indah Kibum terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"Aniyo oppa, hanya saja panggilan itu sepertinya tidak asing bagiku."ucap Kibum termenung.

"Panggilan apa?"tanya Donghae lagi.

"Saat dia memanggilku 'Bummie' tanpa sadar aku menoleh padanya. Apa mungkin dia orang yang aku kenal di masalalu oppa?"tanya Kibum lagi membuat wajah Donghae berubah menjadi pucat pasih.

"Kenapa kau malah memikirkan ucapan namja tidak jelas itu Kibum-ah. Jelas kau merasa familiar dengan panggilan itu karena dulu aku sering memanggilmu seperti itu,"jelas Donghae berbohong pada Kibum.

"Jinjja?"tanya Kibum antusias.

"Ne, Kibummie. Bummie chagi,"Donghae mengulas senyum palsunya kembali. Sudah beribu kebohongan yang kelaur dari mulut namja tampan ini. Dia sebenarnya bukanlah tipe orang jahat atau pembohong, namun kalau itu menyangkut Kibum-Nya, maka ia akan berusaha apapun itu caranya agar Kibum-nya tetap berada di sampingnya. Di sisi-nya.

~ flashback ~

Di beranda sebuah villa mewah duduklah seorang namja tampan dan yeoja cantik yang sedang menikmati indahnya sunset. Tampak sang namja tampan sedang memandang intens pada yeoja cantik tersebut.

"Apa kau masih tidak bisa mengingat apa-apa Kibum-ah?"tanya namja berwajah puppy fish tersebut.

"Ne,mianhae aku tidak bisa mengingat dirimu oppa?"ucap sang yeoja cantik yang di ketahui bernama Kibum itu sedih.

"Aku sangat sedih kau tak mengingatku Kibum-ah,"ucap Donghae berpura-pura sedih karena sebenarnya tidak ada yang bisa Kibum ingat tentang dirinya.

"Mianhae oppa, seberapa besar aku berfikir tapi tetap aku tidak bisa ingat oppa,"Kibum menundukkan kepalanya dalam.

"Seharusnya kau ingat pada namjachingumu sendiri,"ucap Donghae bohong. Kibum membelalakkan matanya tak percaya.

"Jinjja?"tanya Kibum terkejut.

"Ne, kau seharusnya mengingat diriku Kibum-ah,"ucap Donghae berpura-pura kecewa.

"Tapi tak apa, kita akan membuat kenangan kita yang baru ne."ucap Donghae pasti. Ia lalu merangkul pundak Kibum yang tertunduk sedih.

"Ne oppa,"ucap Kibum memberi persetujuan.

~ Flashback end ~

Author pov end*

Siwon pov*

Aku masih duduk termenung di dalam kamarku, aku benar-benar tak bisa tenang istriku tinggal bersama namja lain. Aku sudah mendapat laporan dari orang yang aku suruh bahwa ternyata Kibum tinggal satu atap bersama namja ikan tersebut. Darahku seolah mendidih mendengarnya.

"Bummie sebenarnya kau kenapa? Kenapa kau tak mengenaliku, suamimu sendiri?"tanyaku lemah pada diri sendiri.

Aku segera menyambar kunci mobilku yang ada pada meja nakas disamping ranjangku. Segera aku lajukan mobilku di jalanan padat kota Seoul, akhirnya tak berapa lama mobil mewahku berhenti tepat di sebuah taman yang ada di pusat kota Seoul tersebut. Taman yang menyimpan banyak memori antara diriku dan istriku tercinta.

Aku melangkah gontai menuju sebuah bangku taman yang ada di tengah-tengah taman tersebut lalu duduk disana. Memori-memori indah pun langsung berputar di kepalaku.

~ Flashback ~

"Wonnie cepat kemari,"teriak Kibum saat mendapati suaminya berjalan sangat lelet di belakangnya.

"Ne, Bummie chagi,"Siwon dengan cepat berlari ke arah istri tercintanya lalu memeluknya erat dan mendaratkan sebuah ciuman singkat di bibir merahnya.

"Bummie aku ada sesuatu untukmu,"ucap Siwon semangat.

"Jinjja? Apa itu Wonnie? cepat berikan, aku sudah tidak sabar,"ucap Kibum tak kalah semangat.

"Eitss tapi cium dulu,"Siwon menyeringai.

"Aishh kau ini selalu saja begitu,"Kibum segra mendaratkan bibir merahnya pada dahi, kedua pipi Siwon serta hidung mancung sang suami tercinta.

"Sudah hanya itu?"Siwon merasa tak puas dengan ciuman yang diberikan istrinya tersebut. Kibum tertawa melihat tingkah laku suaminya yang sangat kekanak-kanakan tersebut.

CUPP...

Sebuah ciuman singkat segera mendarat pada bibir joker Siwon, Siwon tersenyum senang lalu mengelus surai hitam Kibum lembut. Siwon segera mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dari dalam jas kerjanya.

"Ini, bukalah Bummie,"Kibum segera membuka kotak merah tersebut. Terpampanglah sebuah kalung berlian yang berkilau indah di mata Kibum.

"Ini untukku Wonnie?"tanyanya polos.

"Aishh tentu saja ini untuk Nyonya Choi Kibum,"jelas Siwon sengaja menekan kata-katanya saat mengucapkan 'Choi Kibum'.

"Gomawo chagi, jeongmal saranghae,"Kibum segera memeluk tubuh kekar Siwon, Siwon dengan senang hati membalas pelukan sang istri tercinta.

"Nado saranghae Bummie,"ucap Siwon sambil semakin mempererat pelukannya pada tubuh seksi Kibum.

"Wonnie."panggil Kibum membuat Siwon menundukkan wajahnya untuk dapat melihat Kibum.

CUPP...

Siwon membelalakkan matanya tak percaya. Biasanya dirinyalah yang meminta cium pada Kibum, tapi kini tanpa ia meminta Kibum dengan senang hatinya mencium Siwon. benar-benar moment yang sangat langka.

~ flashback end ~

Aku segera tersadar dari lamunanku, aku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru taman ini secara detail. Sudah lama sekali ternyata aku tak mengunjingi taman ini. biasanya seminggu sekali aku pasti akan mengajak Kibum kesini untuk sekedar menghabiskan waktu berdua setelah kesibukanku di kantor.

Aku kembali melangkahkan kakiku meyusuri taman ini. banyak sekali keluarga yang sedang bercengkrama hangat bersama keluarga mereka masing-masing. Aku benar-benar iri pada mereka semua. Kenapa aku kini kehilangan itu semua. Kehilangan orang yang sangat berharga di hidupku, kehilangan separuh jiwaku yang telah pergi.

"Andai kau disini Bummie,"aku menghela nafas dalam lalu menghembuskannya kembali agar rasa sesak di dadaku sedikit berkurang. Saat aku hendak pergi dari taman ini, mataku tanpa sengaja menangkap sosok 'dia' lagi. Aku segera mendekat padanya dan mengamatinya yang kini sedang mengajak seekor kucing bicara.

"Apa kau lapar? Ini untukmu,"Kibum berbicara pada kucing tersebut lalu mengelus bulu putih sang kucing.

"Kibum juga sangat menyukai kucing, aku sangat yakin kau itu Choi Kibum istriku,"ucap Siwon lirih. Ia segera mendekati Kibum yang masih setia mengajak bicara kucing berbulu putih itu, meskipun ia tahu sang kucing tak akan bisa membalas ucapannya.

"Annyeong,"sapaku padanya.

"Ehh, kau kan namja pervert itu kan?"tanyanya spontan membuatku membelalakkan mataku tak percaya.

"Namja pervert? ah sepertinya kau salah paham denganku,"aku berusaha menahan emosiku agar tak keluar, aku tak mau membuat Kibum-ku lari terbirit-birit karena diriku tentunya.

"Buktinya kau main peluk aku kemarin,"Kibum mengerucutkan bibirnya imut, aishh sungguh aku ingin melumatnya sekarang juga kalau dia terus berpose seimut itu di depanku.

"Ah mianhae, aku sungguh mengira kau itu istriku soalnya istriku sangat mirip denganmu,"jelasku panjang lebar dan dia hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

"Gwaenchana tuan,"ucapnya sambil masih mengelus bulu halus sang kucing.

Aku harus cari tahu tentang dia, aku benar-benar tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

"Kenalkan, Choi Siwon imnida. Bangapseumnida,"ucapku berusaha mengenalkan diriku padanya.

"Lee Kibum imnida,"ucapnya lagi memperkenalkan dirinya. aishh aku sungguh ingin muntah mendengar marganya. Sungguh itu sangat tidak pantas dan tidak serasi karena yang pantas untuknya hanyalah 'Choi Kibum' . Just it.

"Boleh aku tanya sesuatu?"tanyaku ragu padanya.

"Ne, kau mau tanya apa?"Kibum menolehkan wajahnya tepat dihadapanku. Oh God sungguh aku sangat rindu padanya. Aku ingin segera memeluknya dan memenjarakan tubuhnya dalam dekapan posesifku. Ahh tapi itu sekarang tidak mungkin mengingat dia sekarang tak mengenaliku lagi.

"Namja yang bersamamu kemarin siapamu?"tanyaku hati-hati.

"Dia Lee Donghae, namjachinguku."satu kalimat yang keluar dari mulutnya telah berhasil membuat hatiku luluh lantah, sakit sekali mendengarnya. Aku memalingkan wajahku darinya, aku berusaha meredam amarahku yang kini sedang memuncak.

"Gwaenchana?"tanyanya membuatku kembali menoleh padanya.

"Ah ne, oh ya bagaimana kau bisa mengenal namjachingumu?"tanyaku lagi sambil berusaha mengembangkan senyumku.

"Emmm, sebenarnya aku juga tidak ingat bagaimana kami bisa bersamanya,"jelasnya dengan raut wajah sedih.

"Kenapa kau tidak ingat?"tanyaku lagi semakin penasaran.

"Kata Donghae oppa aku kecelakaan, dan karena benturan keras di kepalaku aku jadi tidak ingat dengan masa laluku,"jelasnya masih dengan raut wajah sedih.

"Jadi maksudmu kau amnesia?"tanyaku semangat membutnya heran padaku.

"Begitulah,"ucapnya lagi. Aku serasa ingin meloncat girang mendengar kenyataan ini.

"Memang sejak kapan kau amnesia?"tanyaku lagi semakin penasaran.

"Emmm, sekitar enam bulan yang lalu."

DEGG...

Jantungku seolah terhenti mendengar jawaban dari Kibum barusan, hatiku seolah ingin meloncat dari tempatnya. Sekarang aku benar-benar yakin kalau dia memanglah Choi Kibum, istriku yang hilang dalam kecelakaan enam bulan yang lalu.

'Jadi ini alasannya kau tidak ingat padaku Choi Kibum. aku akan membuatmu mengingatku kembali istriku. Aku janji.'ucapku dalam hati.

To be continued

Annyeong my beloved readers^^

Adakah yang kangen dengan kehadiran saya #plakk . Mianhae updatenya kecepetan deh kayaknya yak readers haha #jedotin kepala di tembok. Oh ya adakah yang menunggu updatenya FF my ex wife? *gak ada yak #nangis di pojokan TT

Oh ya sama mau ngumumin juga mungkin chapter 10 atau 11nya mw ex wife bakal akuh publish di WP pribadi aku. Dan bakaln aku protect, dan aku hanya akan berikan password sama readers yang uda setia baca dan selalu mereview di FFku.

Okeh sekian pengumuman dari saya haha^^ gomawo udah mau dengerin ocehan gak pentingku.

*RistaMbum: jangan bingung lagi yak soalnya uda akuh buatin tuh penjelasnnya tentang status HaeBum ^^ semoga gak bingung lagi ne.

*wonniebummie: uda akuh buatin flashback hubungan Sibum tuh chingu ^^ .

The big thanks to:

Iruma chan: ney : DindaR : SiBum forever : Kyu : Shofy Nurlatief : RistaMbum : ichigobumchan : KimShippo : yuukishima7 : zakurafreeze : Mbum Choi : imelia : fardil : cho97 : wonniebummie : bumhanyuk : yeye : KimShippo : aegya yunjae : Shim Yeonhae : nina317Elf : mitade13 : Sibum shipper :

.

.

.

Jeongmal gomawo readers ^^

.

.

Review again please^^