"Memang sejak kapan kau amnesia?"tanyaku lagi semakin penasaran.
"Emmm, sekitar enam bulan yang lalu."
DEGG...
Jantungku seolah terhenti mendengar jawaban dari Kibum barusan, hatiku seolah ingin meloncat dari tempatnya. Sekarang aku benar-benar yakin kalau dia memanglah Choi Kibum, istriku yang hilang dalam kecelakaan enam bulan yang lalu.
'Jadi ini alasannya kau tidak ingat padaku Choi Kibum. aku akan membuatmu mengingatku kembali istriku. Aku janji.'ucapku dalam hati.
Author pov*
Seorang yeoja cantik terlihat sedang menyirami bunga-bunga yang sedang bermekaran di halaman rumahnya. Sesekali alunan melodi menguar dari bibir ranumnya. Seorang namja tampan segera menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Annyeong chagi,"namja tampan yang kita ketahui bernama Lee Donghae itu semakin mempererat pelukannya pada pinggang ramping yeoja cantik tersebut yang terindetifikasi bernama Kibum tersebut.
"Oppa sudah pulang? Kenapa cepat sekali?"tanya Kibum heran, pasalnya Donghae biasanya terlalu sibuk dengan pekerjaan yang ada di kantornya dan terkadang pulang larut malam.
"Apa kau tidak suka kalau aku pulang cepat hemmm?"Donghae mengendus aroma tubuh Kibum yang selalu berhasil membuatnya merasa fresh kembali setelah seharian penat di kantor.
"Aniyo oppa, aku senang kau bisa kembali lebih awal,"ucap Kibum memberi jawaban.
"Bummie kau tadi kemana? Tadi siang aku pulang untuk mengajakmu jalan-jalan, tapi ternyata kau tidak ada,"tanya Donghae dengan raut wajah kecewa.
"Emmm mungkin aku tadi pergi ke taman oppa, mianhe membuat oppa khawatir,"Kibum membalikkan tubuhnya menghadap Donghae, Donghae tersenyum sangat manis melihat wajah yeoja yang sangat dicintainya itu terlihat sedang tersenyum imut padanya.
"gwaenchana chagi, kau ke taman sendirian lagi?"tanya Donghae.
"Aniyo, disana aku ternyata bertemu dengan namja yang tempo hari memelukku oppa. Ternyata dia orang yang baik kok, tidak seperti yang aku bayangkan. Dia juga sudah menjelaskan kalau tempo hari dia tidak sengaja memelukku karena aku mirip sekali dengan istrinya yang hilang. Dia sangat kasih—"ucapan Kibum terpotong saat Donghae membentaknya.
"CUKUP BUMMIE!"bentak Donghae keras membuat Kibum seketika itu terdiam.
"O-oppa wae?"tanya Kibum takut saat menyadari raut wajah Donghae yag tampaknya sedang marah besar padanya.
"Jangan bertemu lagi dengan namja itu Bummie, aku tidak suka! Dia juga terlihat bukan orang baik-baik. Jadi kumohon jangan bertemu dengannya lagi."setelah berucap panjang lebar, Donghae segera masuk ke dalam rumahnya. Hatinya sangat gelisah sekarang, ia sama sekali tak bisa tenang kalau namja itu terus ada di dekat Kibum-Nya. Ia sangat takut akan kehilangan Kibum sekarang. Ia takut namja itu benar masa lalunya yang akan kembali merebut Kibum dari dirinya.
Donghae membanting pintu kamarnya dengan keras, membuat Kibum semakin merasa bersalah pada namjachingunya tersebut. Ia segera bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi hangat untuk kekasihnya itu dan segera membawanya ke dalam kamar Donghae.
"Oppa?"Kibum berusaha memanggil Donghae yang sekarang sedang bersembunyi di balik selimut tebalnya. Karena merasa tak mendapat respon dari Donghae, ia segera mendekati tubuh namja itu dan duduk disampingnya.
"Oppa, mianhae,"lirih Kibum, matanya kini mulai berkaca-kaca saat Donghae sama sekali tak merespon ucapannya.
"Oppa hikss... mianhae, aku janji tidak akan bertemu dengan namja itu lagi kalau Donghae oppa tidak suka itu hikss..."tangis Kibumpun pecah sudah saat ini, ia takut karena Donghaelah yang ia kenal di dunia ini. ia sangat takut kalau ia akan kehilangan Donghae.
"Uljima Bummie,"akhirnya Donghae luluh juga, ia adalah orang yang sangat tidak sanggup melihat Kibum menitikkan air matanya yang sangat berharga tersebut. Ia amat mencintai Kibum daripada dirinya sendiri. Donghae akhirnya bangkit dari tidurnya sendiri dan memeluk tubuh Kibum erat seolah Kibum akan pergi darinya.
"Bummie sangat sayang pada Donghae oppa,"ucap Kibum membuat hati Donghae semakin lega.
"Aku juga sangat mencintaimu Bummie,"ucap Donghae seraya mendekatkan tubuhnya pada Kibum. Akhirnya bibir keduanyapun menyatu, dengan lembut Donghae mencium bibir ranum Kibum yang sungguh membuatnya melayang. Pelan namun pasti Donghaepun menuntut lebih dari bibir ranum Kibum, dengan sengaja ia mengigit bibir bawah Kibum agar memberinya akses untuk memasukinya lebih dalam. Setelah bibir Kibum membuaka sedikit, ia tak menyia-nyiakannya dan langsung melesakkan lidahnya ke dalam mulut Kibum dan mengeksplorasi apa yang ada di dalam mulut manis Kibum. Lidah keduanya saling bertaut panas, desahan kini mulai terdengar dari mulut keduanya. Donghae semakin mempererat pelukannya pada pinggang ramping Kibum, tangannya semakin menekan kepala Kibum agar ciumannya semakin dalam. Karena kuranngnya pasokan oksigen, Kibum memukul dada Donghae keras menyuruhnya menghentikan aktivitas panas mereka.
"Saranghae Lee Kibum,"ucap Donghae sembari mengelus surai hitam Kibum lalu meminum kopi yang telah dibuatkannya untuknya.
Sementara di tempat lain, seorang namja dengan balutan jas sedang melamun di atas kursi kerjanya. Dia sedang memikirkan cara bagaimana untuk mendekatkan dirinya kembali pada istrinya yang sedang hilang ingatan tersebut, mengingat kata dokter bahwa orang yang amnesia itu tidak bisa di prediksi kapan ia akan ingat kembali dengan masalalunya. Tanpa terasa hari telah beranjak sore, namja tadi yang diketahui bernama Choi Siwon itu pun segera melangkahkan kakinya keluar dari kantornya. Ia bergegas menuju taman tempat ia bertemu dengan Kibum kemarin dengan mobil sportnya. Ia berjalan menyusuri taman tersebut untuk mencari keberadaan sang pujaan hatinya. Ia duduk di bangku taman sendirian menunggu Kibum untuk datang. Hingga malam tiba yeoja itupun tak datang juga membuat Siwon mendesah kecewa karena tidak bisa bertemu dengan istrinya tersebut. Ia melangkah gontai meninggalkan taman tersebut, sesekali ia melihat ke belakang berharap sosok itu muncul di hadapannya. Namun harapannya harus ia kubur dalam-dalam saat ia sama sekali tak mendapati sosok itu disana. Ia segera meninggalkan taman itu dengan wajah yag kusut dan tak bertenaga.
Keesokan harinya ia selalu pergi ke taman tersebut untuk hanya sekedar berharap bahwa ia akan bertemu lagi dengan pujaan hatinya yang beberapa hari ini sama sekali tak menampakkan batang hidungnya di taman ini. hatinya mencelos sakit, ia amat rindu dengan istrinya tersebut hingga demi bertemu dengannya ia rela meninggalkan pekerjaan kantornya yang sangat benyak itu. hari sudah beranjak sore, namun Siwon masih tetap setia menunggu disana. Tak diperdulikannya badannya yang sakit karena sedari tadi ia hanya duduk termenung disana. Berharap ada sebuah keajaiban yang akan terjadi.
Tubuhnya hampir saja ambruk kalau saja ia tidak melihat sosok yang sangat dicintainya itu tengah berjalan-jalan sore sendirian. Tenaganya seolah terpompa kembali, tak diperdulikannya badannya yang sudah sangat letih tersebut. Ia berjalan mendekat pada Kibum yang kini sangat cantik memakai dress di atas lutut berwarna biru muda tersebut.
"Annyeong Kibum-ssi,"sapa Siwon pada yeoja cantik tersebut yang sedang duduk di bangku salah satu taman. Kibum terlonjak kaget saat mendapati Siwon sudah duduk disampingnya. Ia ingat akan pesan Donghae untuk tidak dekat-dekat dengan namja yang ada disampingnya ini.
"Annyeong, mianhae aku harus segera pulang,"ucap Kibum buru-buru beranjak dari duduknya, namun tangan Siwon dengan cepat menarik tangan Kibum agar ia tak pergi.
"Wae? Kenapa kau sepertinya menghindariku?"tanya Siwon lembut. Dengan kasar Kibum melepaskan tautan tangan Siwon pada tangannya.
"Sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi Siwon-ssi dan anggap saja kita tidak saling kenal,"ucapan Kibum membuat hati Siwon sangat sakit, apakah ia sudah tidak ada artinya lagi bagi Kibum? ia terus bergulat dengan pemikirannya sendiri.
"Apa alasannya? Kenapa kau berbicara seperti itu?"tanya Siwon heran.
"Namjachinguku tidak suka melihatmu dekat-dekat denganku, jadi kumohon jangan mendekatiku lagi,"jelas Kibum apa adanya.
"Aku tidak mau!"Kibum melotot mendengar ucapan Siwon barusan.
"Ya! Kenapa kau tidak mau eoh? Kita baru saja kenal,"ucap Kibum kesal.
"Aniyo, aku sudah sangat lama mengenalmu!"ucap Siwon apa adanya, membuat Kibum semakin kesal.
"Aishh dasar ahjussi menyebalkan! Terserah kau sajalah,"Kibum segera meninggalkan Siwon yang tampak tak terima di panggil dengan sebutan 'ahjussi' tersebut.
"Ya! Kenapa kau memanggilku ahjussi eoh? Bahkan umur kita tidak terpaut cukup jauh!"Siwon segera berlari mengejar Kibum yang hendak naik bis, namun sial dirinya yang tak terbiasa naik bis akhirnya terjatuh dengan tidak elitnya saat hendak menaiki bis yang sedang berjalan tersebut. Tubuhnya berguling-guling di aspal cukup lama hingga menimbulkan luka lecet yang lumayan banyak pada tubuh atletisnya.
"Awww appo..."teriak Siwon kesakitan. Kibum yang melihat ha itu segera menghentikan bis yang ditumpanginya dan berlari menuju Siwon yang sedang merintih kesakitan.
"Siwon-ssi Gwaenchana?"tanyanya khawatir melihat disekitar tubuhnya terdapat luka lecet.
"Ya! Apa kau masih perlu tanya aku masih baik-baik saja atau tidak! Cepat bantu aku!"teriak Siwon tepat dihadapan Kibum membuat Kibum kesal terhadap namja yang ada dihadapannya ini.
"Aishh dasar cerewet!"Kibum segera membantu Siwon duduk di halte bus untuk mengobati lukanya.
"Kibum-ssi aku tidak bisa pulang sendiri, maukah kau mengantarku?"tanya Siwon dengan wajah memelas membuat Kibum tak tega juga melihatnya. Rencana Siwon akhirnya berhasil, ia tahu bahwa istrinya ini tidak bisa melihat orang yang tidak berdaya seperti dirinya saat ini.
"Aishh kau ini merepotkan sekali!"ucap Kibum sambil memapah tubuh Siwon ke dalam taksi. Sepanjang perjalanan Siwon melancarkan aksi aktingnya dihadapan Kibum untuk mencoba dekat dengannya. Siwon dengan sengaja menyandarkan kepalanya di bahu Kibum, dan dengan tidak berperasaannya Kibum malah mendorong kepala Siwon hingga ia terbentur kaca taksi tersebut membuat ia meringis kesakitan sedangkan Kibum malah tertawa nista melihat penderitaan Siwon.
"Aishh kau tega sekali denganku,"ucap Siwon dengan nada yang dibuat sedih.
"Siapa suruh kau mencuri kesempatan untuk dekat-dekat denganku Siwon-ssi,"ejeknya dengan mengeluarkan senyuman khasnya yang mampu membuat Siwon seketika itu terdiam saking terpesonanya.
Setelah sampai di depan rumahnya, Kibum segera membantu Siwon untuk masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Namun ia tampak sangat terkejut saat melihat sebuah foto yang sangat mirip dengan dirinya di pajang di rumah Siwon.
BRUKKK...
Kibum secara tidak sadar melepaskan tubuh Siwon dan berjalan menuju sebuah foto pernikahan yang terpampang di ruang tamu keluarga Choi tersebut. Siwon meringis kesakitan kala tubuhnya dengan keras terbentur lantai dingin rumahnya.
"Ya! Appo, kenapa kau malah menjatuhkanku disini?"teriak Siwon kesakitan, seketika itu Kibum langsung menghampirinya dan meminta maaf padanya.
"Hehehe mianhae, aku tidak sengaja. Habisnya aku sangat terkejut melihat foto itu,"jari telunjuk Kibum menunjuk sebuah foto yang ukurannya tidak bisa dibilang kecil yang terpampang di dinding ruang tamunya tersebut. Ada sebuah senyum yang tersembunyi di balik wajah Siwon.
"Tapi, kenapa aku bisa begitu mirip dengan eonni itu ya?"tanya Kibum pada dirinya sendiri.
'karena itu memang dirimu sendiri chagi,'jawan Siwon dalam hati.
Author pov end*
Siwon pov*
Andaikan waktu bisa berhenti berputar, aku memilih berhenti di detik ini. aku benar-benar sangat bahagia, ini adalah kali pertama aku berada dalam posisi yang sangat dekat dengannya semenjak kejadian mengenaskan tersebut. Dengan perlahan aku mencoba mendekatkan diriku pada dirinya yang sekarang sedang mengoleskan obat pada luka lecetku. Aku mencoba menghirup aroma tubuhnya yang sudah menjadi candu untukku. Ah dia sama sekali tak berubah, ia malah semakin bertambah cantik saja sekarang. Di dalam hati aku ingin sekali memeluknya, menyalurkan rasa rinduku yang selama ini tertahan karena ia sekarang tak mengenaliku kembali. Kibum dengan telaten mengobati lukaku, aku hanya diam terpaku menikmati wajah cantiknya yang tepat ada dihadapanku sekarang.
"Gomawo,"ucapku tanpa sadar.
"Untuk apa?"tanyanya sinis.
"Gomawo kau masih hidup Bummie,"ucapku apa adanya, namun seketika itu matanya membulat sempurna.
"Mwoo! Apa kau menyumpahiku mati eoh?"teriaknya sebal.
"Aniyo, kau salah paham."aku membela diriku sendiri sedangkan dia sedang mengerucutkan bibirnya imut, sungguh ingin sekali aku melumat bibir ranum tersebut.
"Jeongmal Gomawo,"ucapku kembali membuat ia lagi-lagi mengerutkan keningnya heran.
"Untuk apa lagi eoh?"tanyanya masih dengan nada kesal. Aishh dia kenapa tampak imut sekali saat memasang tampang menggemaskan seperti itu, andai saja ia tak lupa ingatan pasti aku akan segera memakannya saat ini juga.
"Karena sudah mau mengobatiku dengan tulus,"aku memamerkan senyum jokerku.
"Cheonmanayo Siwon-ssi,"Kibum memamerkan killer smilenya dihadapanku membuat jantungku berhenti berdetak sesaat.
"Tunggulah disini, aku akan mengambilkan air hangat untukmu minum obat,"ucapnya segera beranjak dari sampingku, namun aku segera menarik tangannya kembali hingga membuatnya menoleh padaku heran.
"Memangnya kau tahu dimana letak dapur di rumahku?"tanyaku bingung, seketika itu ia juga mengernyitkan dahinya tampak seperti sedang berpikir.
"Benar juga, dimana letaknya?"tanyanya padaku.
"Kau lurus saja, nanti disana ada sebuah kamar mandi lalu kau belok saja ke kanan. Nah disitu dapurnya,"jelasku panjang lebar dan ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Ne, baiklah tunggu sebentar ne,"ia berpamitan denganku. Dengan cepat ia pergi meninggalkanku dan berlalu menuju dapur.
Tanpa sadar aku kini malah senyum-senyum sendiri melihat kepergiannya. Hatiku sedang berbunga-bunga sekarang, aku sangat senang sekali karena bisa sedekat ini dengannya. Aishh aku sangat merindukannya. Lamunanku kabur begitu saja saat suara ketukan pintu menginstrupsiku untuk segera membukakan orang yang berada di luar sana. Siapa yang berani-beraninya menggangguku yang sedang berbuga-bunga saat ini. dengan malas aku melangkahkan kakiku perlahan untuk membuka pintu keemasan tersebut. Mataku membulat sempurna tatkala tahu siapa orang yang sudah berhasil membuat suasana hatiku suram kembali. Aura kebencian yang amat sangat menguar begitu saja saat melihat namja berwajah kalem tersebut tengah berdiri dihadapanku.
"Dimana Bummie!"bentaknya tepat di depan wajahku, sungguh aku ingin sekali menghajar wajahnya saat ini tatkala ia menyebut Kibum dengan panggilan sayangku.
"Aku tidak tahu,"ucapku enteng tanpa menoleh padanya.
"Jangan macam-macam Siwon-ssi,"ucapnya garang sambil mendekat ke arahku.
"Hahh! Dia itu bukan siapa-siapamu Donghae-ssi, jadi jangan menganggap kalau dia itu milikmu!"bentakku keras padanya, dia tampak terkejut atas apa yang aku katakan barusan.
"Kau bicara apa? Bummie itu calon istriku Siwon-ssi,"bohongnya padaku, sungguh andaikan tidak ada hukum di negaraku tercinta ini mungkin aku sudah membunuhnya karena dengan seenaknya ia mengaku Kibumku adalah calon istrinya.
"PEMBOHONG! Cukup sudah kau membohongi istriku yang sedang amnesia Donghae-ssi. Aku tidak akan membiarkanmu bertindak lebih jauh lagi terhadapnya,"ucapku dengan nada penuh amarah.
"A-apa? Kau suaminya? Hahh kau yang pembohong Siwon-ssi,"dia berusaha membela dirinya sendiri dihadapanku membuatku semakin muak terhadapnya.
"Lepaskan Kibumku brengsek! Atau aku akan membuat karirmu hancur Donghae-ssi,"ancamku padanya, namun ia sama sekali tak gentar akan ancamanku barusan. Ia tertawa meremehkan.
"Huhh, kau mencoba mengancamku eoh? Terserah kau mau mengambil semua dariku, tapi satu hal yang perlu kau ketahui Siwon-ssi, aku tak akan pernah mengembalikan Bummie padamu, camkan itu Siwon-ssi,"ucapnya tegas di hadapanku. Dia benar-benar mencari mati rupanya denganku.
"Haahh punya nyali juga kau Lee Donghae, tapi seberapa kuat kau memisahkan kita berdua, hatinya akan selalu menuntunnya kembali padaku, ingat itu Lee Donghae!"ucapku sinis padanya.
Siwon pov end*
Kibum pov*
Aku terus berjalan menyusuri rumah manusia pervert tersebut, huhh tak kusangak ia punya rumah sebesar ini. aku kira ia hanya seorang pengangguran. Tapi kenapa rumah ini sepertinya tidak asing bagiku, aku juga paham seluk beluk dapur ini. apa sebelumnya aku sudah pernah kemari ya? Aku terus bergelut dengan pikiranku sendiri sambil mencoba mengingat-ingat masalaluku yang sudah terlupakan olehku akibat kecelakaan tersebut.
"Chagi kau sedang masak apa heumm?"tampak seorang namja sedang memeluk istrinya dari belakang dengan penuh kasih sayang.
"Aku sedang masak nasi goreng untukmu Wonnie, jadi berhenti menggodaku,"ucap yeoja cantik itu yang tampak geli saat sang suami dengan usilnya menciumi bahu mulusnya.
"Baiklah Bummie, aku tidak akan menggodamu lagi chagi. Tapi... jatah morning kissnya mana?"tanyanya dengan raut wajah yang dibuat seimut mungkin.
CUPP...
Sebuah ciuman singkat didaratkan sang istri pada suaminya, membuat sang namja itu perlahan patuh pada istrinya, dan duduk di kursi meja makan melihat istrinya yang cantik memasak.
"Akhhh..."Kibum memegangi kepalanya yang sangat sakit, sekelebat memori muncul di dalam pikirannya membuat ia bertanya-tanya kenapa yang ada di dalam memorinya malah si namja pervert itu dan bukan Donghae?
To be continued...
Annyeong my beloved readers ^^
Adakah yang menunggu updatenya FF ini? haha PD, padahal gak ada yang nungguin TT
bagaimana dengan chap ini? apakah membosankan? Apakah garing? Atau mau di END aja? Silahkan suarakan isi hati kalian di kotak review yang ada dibawah ne ^^
baiklah gak bisa banyak omong sekarang. Mohon review ne chingudeul ^^
The big thanks to:
Iruma chan: ney : DindaR : SiBum forever : Kyu : Shofy Nurlatief : RistaMbum : ichigobumchan : KimShippo : yuukishima7 : zakurafreeze : Mbum Choi : imelia : fardil : cho97 : wonniebummie : bumhanyuk : yeye : KimShippo : aegya yunjae : Shim Yeonhae : nina317Elf : mitade13 : Sibum shipper : bumranger89 : wonnienyabriyan : shim : siwonsemekibum : widy : lovesibum :
.
.
.
Jeongmal gomawo readers ^^
.
.
Review again please^^
