Warning : T rate, humor garing (?), setting sekolahan, gak jelas, short drabble.
Genres : Humor/Friendship.
Disclaimer : Belong to Masashi Kishimoto.
Pair : This chapter HidanXKakuzu.
This story belong to Riku, dedicated for my twin and for all readers.
Sebagai pelepas stress semoga terhibur.
Chapter 2
Oh Boys!
(Buka Atau Kupaksa!)
.
.
Di sekolah Konohagakure terlihat ada tiga orang yang wajahnya terlihat udah tua banget tapi masih pake seragam, mungkin mereka keseringan gak naik kelas kali ya? *didepak*. Ketiga orang itu adalah Kisame, Zetsu, dan Pein.
"Kemana sih mereka berdua?" tanya Kisame sambil melihat kesekliling halaman. Kayaknya hiu jadi-jadian ini sedang mencari seseorang.
"Tanya anak itu aja tuh, kali aja liat!" Zetsu sang Venusflytrap memberi usul sambil menunjuk-nunjuk seorang pemuda berambut coklat yang sedang menggendong-gendong anjing.
Jadilah ketiga murid sekolah gagal ini mendatangi pemuda itu.
"Oi!" sapa Pein memanggil pemuda itu dengan tampang sangar.
"Ampun om! Saya gak punya duit, jangan palak saya!" pemuda itu malah membalas ketakutan sambil sembah sujud. "Saya gak ada barang berharga, ada juga Akamaru. Silahkan diambil kalau mau!" pemuda itu malah nyodorin Akamaru aka anjingnya ke depan muka Pein.
"HUACCCCHOOO!" Pein yang alergi sama bulu anjing langsung bersin dahsyat banget sampe-sampe dateng badai topan seketika yang meniup sang pemuda itu jauh entah kemana.
"UWAAAA SAMPAI JUMPA KAWAN-KAWAN!" terika pemuda yang mental itu terbang ampe keatas sambil lambai-lambai gaje pake sapu tangan.
"Yah, gimana sih. Gimana cari Hidan sama Kakuzu nih?" tanya Kisame garuk-garuk bingung mau nanya siapa lagi.
"Temen kalian berdua lagi pacaran tuh di UKS! Bertiga malah sama Deidara!" samber cewek berambut coklat aka Matsuri sambil kedip-kedip penuh arti. Pein dan kawan-kawan langsung saling pandang, sesaat muka mereka tampak bingung tapi sedetik kemudian muncul seringai setan di muka masing-masing. Dalam hitungan ketiga, mereka langsung ngacir menuju UKS.
Di depan ruangan UKS…
.
.
"Cepet buka Hidan!" terdengar suara teriakan Kakuzu dari dalam. Pein langsung nyengir berpikir nista, belum apa-apa udah denger buka-bukaan. Otak mesumnya langsung jalan.
"Kagak!" bales Hidan teriak ke Kakuzu.
"Lama! Buruan buka! Kasian tuh Deidara udah nungguin dari tadi!" omongan Kakuzu kali ini sukses bikin trio penguping yang di depan langsung jawdrop, gak sangka kalau Deidara ikut-ikutan juga.
"Enak aja main buka-buka!" kelihatannya Hidan lagi protes di dalam gak mau buka.
"Buka!" Kakuzu udah kedengeran marah sama Hidan.
"Tidak, tidak, tidak!" bales Hidan berkali-kali.
"Buka atau… Kupaksa!" ancaman Kakuzu yang satu ini bikin PeinKisaZetsu melotot gak percaya ternyata Kakuzu demen main paksa, bahkan sama partner-nya sendiri.
"Paksa aja, un!" Deidara ikut menyemangati Kakuzu. Tak disangka Deidara juga demen paksa-paksaan, poor Hidan batin Kisame, Pein sama Zetsu dalam hati.
"Kau merepotkan!" terdengar Kakuzu udah gak sabaran menghadapi Hidan.
"AHH! Apa yang kau lakukan sialan! Jangan menyentuhku!" Hidan teriak histeris, Pein otomatis gigit jari ngeri sambil membayangkan hal yang 'iya-iya'.
"Bawel sekali kau! Atau aku akan mempercepatnya lagi?" balas Kakuzu kembali mengancam Hidan.
'Kakuzu, kau tega sekali!' batin Kisame yang tidak menyangka kalau Kakuzu itu kasar sekali. Meski Hidan seperti itu tapi dia merasa kalau pemuda berambut putih itu tidak boleh dikasari seperti itu.
"GYAAAAA! Lepaskan brengsek! Arghh, kau menyakitiku!" Hidan kembali berteriak-teriak kesakitan.
"Aku sudah tidak tahan lagi mendengarnya! Ayo kita tolong Hidan!" kata Kisame yang merasa kasihan mendengar rintihan Hidan dari dalam.
"Setuju!" balas Pein dan Zetsu sambil mengangguk cepat.
"Ayo kita dobrak!" usul Pein dan dalam hitungan ketiga mereka langsung mendobrak pintu UKS (padahal gak kekunci tuh! Dasar sok aksi).
BRAKKK!
Pintu UKS berhasil didobrak saudara-saudara, dan mereka langsung cengo begitu melihat apa yang sebenarnya terjadi. Disana terlihat Kakuzu yang udah tersenyum puas, Hidan yang berdiri dengan tampang manyun dan Deidara yang lagi duduk dengan tampang kusut.
"Kakuzu brengsek! Gara-gara kau, aku harus memperban tanganku lagi dari ulang!" Hidan misuh-misuh sambil memperlihatkan bagian tangannya yang terluka dan memerah.
"Masalahnya perban itu mau dipake buat kaki Deidara yang keseleo!" bales Kakuzu dengan tampang gak dosa.
"Cih... Gara-gara perban UKS habis, perban yang ditanganku jadi korban!" Hidan yang kesel langsung keluar gitu aja dari UKS.
"Huh, daripada beli, mahal tauk!" desis Kakuzu yang gak mau modal beli perban lagi buat Deidara. "Sini kakinya diperban pake ini!" Kakuzu nyuruh Deidara menjulurkan kakinya buat diperban.
"Kalian bertiga sedang apa disitu, un?" tanya Deidara dengan polosnya yang bingung liat Kisame, Pein sama Zetsu matung gak jelas.
"Ternyata... Kita salah duga... " gumam Pein pelan.
"Ayo kita kembali ke kelas... " sambar Kisame yang keliatannya malah kecewa ck ck ck.
Mereka bertiga berjalan gontai balik ke kelas, bener-bener deh. Dikirain Hidan kenapa-kenapa gitu sama Kakuzu. Gak taunya masalah perban toh ck ck ck.
TBC
Riku : Gak banyak komentar deh, selamat menikmati aja semoga terhidur dengan humor gagal buatan gue. Ada yang bisa kasih saran mengenai bahasa, enaknya pakai gimana? Thanks for reading anyway.
