Warning : T rate, dapat merusak otak, Short drabble yang gak jelas alurnya karena cuma buat lucu-lucuan (moga-moga lucu).
Genres : Humor/Friendship.
Pair : SasukeXNaruto.
Disclaimer : Belong to Masashi Kishimoto.
Story belong to Riku for my twin and for all reader.
Semoga bisa menjadi pelepas stress dan membuat kalian tersenyum ^^V.
Chapter 3
Oh Boys!
(Tersangkut!)
.
.
Siang itu Anko memutuskan untuk istirahat sejenak di ruangan kantor guru karena dia benar-benar merasa pusing, apalagi melihat tingkah laku murid-muridnya gak ada yang beres semua. Kepalanya terasa senut-senut, belum lagi mengenai dua muridnya yang bernama Sasuke dan Naruto yang selalu digosipin berpacaran dan selalu membuat ulah di kelasnya. Dengan langkah lebar dia menuju kantor guru berharap bisa tenang, tapi langkahnya terhenti begitu dia mendengar sesuatu yang tak lazim dari ruangannya.
"Gawat! Aku tidak bisa keluar Naruto!" terdengar suara Sasuke dari dalam ruangan kantor guru. Anko berpikir sejenak apa yang kedua murid nakal itu lakukan di dalam ruangannya.
"Serius gak bisa keluar? Aduh, bagaimana ini?" tak salah lagi, suara yang satunya adalah milik Naruto. Pemuda itu terdengar panik.
"Mana kutahu! Tiba-tiba saja tersangkut di dalam!" balas Sasuke yang setengah mendengus sebal. Anko berusaha menerka apa yang tersangkut? Kenapa keduanya sangat panik begitu.
"Baka! Masa bisa nyangkut sih?" balas Naruto yang kebingungan.
"Kau yang baka! Kau yang menyuruhku untuk cepat-cepat memasukkannya, kan!" sambar Sasuke yang sekarang marah-marah pada Naruto.
.
"Tidak mungkin… Mereka benar-benar melakukannya!" sambar Ino setengah tercekat yang entah sejak kapan menguping bersama dengan Sakura.
"Aku juga tak menyangka mereka akan berani melakukannya!" balas Sakura dengan wajah yang memerah. Tiba-tiba saja wajah Anko ikut memerah. Oke, Ino dan Sakura adalah fujoshi tingkat akut dan sepertinya Anko mulai mencerna apa yang sedang terjadi di dalam.
.
"Apa kau bilang? Jangan salahkan aku! Kau yang napsu duluan, kan tadi?" Naruto kelihatannya tak mau disalahkan.
"Argh! Lupakan pertengkaran ini! Sekarang cari akal bagaimana cara mengeluarkannya!" jerit Sasuke yang sepertinya sudah frustasi.
"Bagaimana ya? Aku juga bingung!" balas Naruto yang tak bisa diharapkan sama sekali.
"Aku tidak mau sampai ada orang lain yang melihatku seperti ini! Bisa rusak reputasiku di sekolah!" kata Sasuke yang benar-benar takut ketahuan. Anko semakin merah padam mukanya.
"Aku juga tidak mau ketahuan!" dengus Naruto dengan sebal, sejak tadi Sasuke memikirkan dirinya sendiri padahal mereka melakukannya berdua.
"Cepatlah Naruto! Aku sudah tidak tahan lagi, aku mulai kesakitan!" rintih Sasuke yang sudah tidak tahan lagi.
Anko yang di luar sudah tidak tahan lagi mendengarnya, otaknya benar-benar stress akut. Dia segera masuk untuk menghentikan kegiatan yang sedang dilakukan duo berandal itu.
BRAKK!
"CUKUP!" teriak Anko yang langsung masuk ke dalam ruangan guru dengan muka yang udah merah kayak kepiting rebus bersama Sakura dan Ino di belakangnya.
"Anko-sensei!" Naruto sama Sasuke langsung menoleh kaget ke arah Anko yang udah berdiri sambil berkacak pinggang di depan pintu bersama Sakura dan Ino yang terkekeh geli. Anko melotot melihat keduanya, tapi tatapannya berubah jadi sweatdrop.
JRENG!
Gambar di close up. Diperlihatkan Naruto dan Sasuke masang muka cengo ke Anko.
JRENG!
Lebih di close up tapi kali ini ke tangan Sasuke yang berada di dalam kotak pemilihan ketua Osis.
JRENG!
Terlihat Naruto yang sedang menarik baju Sasuke, berusaha membantu menariknya.
Krik... Krik... Krik...
"A-apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Anko masih dengan muka merah, tapi kali ini merah karena dia sempat salah paham dan berpikir yang tidak-tidak barusan.
"Sasuke berusaha mengambil selembar foto di dalam kotak ini. Dia salah memasukkan kertas!" jawab Naruto dengan polos dan kembali melanjutkan acara tarik-menariknya.
"Hanya foto?" tanya Anko bingung, Sasuke sama Naruto langsung manggut-manggut. Anko berjalan ke meja gurunya dan mengambil sebuah kunci dari sana. Kemudian dia berjalan menghampiri kotak tersebut.
Klek...
Dia membuka kotak tersebut dan begitu terbuka terpampanglah sebuah lembaran foto milik Sasuke dimana dia sedang tidur sambil memeluk bantal berbentuk buah tomat dengan ukuran jumbo. Sasuke dengan cepat menyambar foto itu dan langsung kabur dari sana di ikuti dengan Naruto yang terlupakan.
"Jadi semua itu karena foto?" tanya Anko masih dengan tampang cengonya.
"Benar sensei! Aku melihat Sasuke salah memasukkan kertas ke dalam kotak itu dan menyuruhnya mengambil di ruangan guru!" sambar Ino yang ternyata dia juga tau kejadian ini.
"Kami pergi dulu sensei!" Sakura dan Ino bergegas pamit dari ruangan itu.
"Heh... Jadi foto? Kupikir mereka... " Anko langsung duduk dengan lemas di bangku duduknya sambil geleng-geleng, kenapa bisa-bisanya dia berpikiran nista tadi. Ternyata tangan Sasuke tersangkut di dalam kotak dan tidak bisa mengeluarkannya, dia pikir...
TBC
Riku : Thanks for reading. Hope you'll enjoy it! Semoga bisa melepas stress atau malah jadi tambah stress? Sudahlah.
