Warning : T rate, Bahasa yang mungkin menjebak (?), alur gak jelas, short drabble.

Genres : Humor/Friendship.

Pairing : KibaXShino.

Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto, not mine.

Story by Riku for my twin and all reader, semoga bisa jadi pelepas stress dan terhibur.

Chapter 4

Oh Boys!

(Aku Suka Dada!)

.

.

Saat itu di sekolah tepatnya di dalam salah satu ruangan klub, terlihat ada dua orang pemuda. Yang satu pemuda berambut coklat dengan tattoo segitiga terbalik berwarna merah yang menghiasai wajahnya dan yang satu seorang pemuda berambut hitam dengan kacamata hitam yang selalu bertengger mirip kayak tukang pijit *ditendang*. Kedua pemuda itu sedang saling terdiam tanpa suara, pemuda berkacamata yang biasa dipanggil Shino tampak merona kedua pipinya, sedangkan yang satu menatapnya dengan tatapan tajam.

"Ka-kau yakin mau melakukannya Kiba?" tanya pemuda bernama Shino itu yang akhirnya memecah keheningan yang sempat terjadi diantara mereka.

"He? Sepertinya di dalam ada orang?" kata Konan sambil menempelkan telinganya di balik pintu. Sakura, Ino, Tenten dan Hinata segera melakukan hal yang sama seperti Konan.

"Iya!" jawab Kiba dengan mantap tanpa keraguan. "Tidak akan apa-apa, Shino! Tidak ada yang melihat," bisik pemuda itu dengan suara gonggongan (?) yang menggoda. Semburat merah kembali muncul di wajah temannya itu. Sedangkan para cewek yang sedang menguping ikut-ikutan merona.

"Tapi kalau ada melihat lalu ketahuan bagaimana?" tanya Shino yang tampak adanya keraguan di wajahnya.

"Bilang saja khilaf!" sambar Kiba dengan enteng.

"Wah, Kiba kejam. Gampang banget ngelesnya! Masa melakukan itu dibilang khilaf!" celetuk Sakura sambil geleng-geleng.

Greb…

Kiba membalikkan tubuh Shino ke hadapannya. Dia menggenggam erat kedua pundak sahabatnya itu.

"Percayalah padaku Shino, tidak akan ada yang tau. Kita jaga rahasia ini berdua, hanya kau dan aku… Bagaimana? Mau melakukannya?" kata Kiba yang berusaha meyakinkan Shino. Pemuda itu menatap Shino dengan tajam dan dengan tatapan yang serius.

"Ba-baiklah kalau begitu… " jawab Shino sedikit malu-malu tak percaya kalau dia sendiri akhirnya mengiyakan kemauan Kiba.

"Tak kusangka, Shino juga mau!" Ino menjerit tertahan sambil menggigit dasinya sendiri.

"Nah, gitu dong! Sekarang ayo cepat sebelum ada yang melihat!" Kiba langsung tersenyum lebar dan melepaskan pegangannya tadi lalu berbalik ke arah depan.

"Tapi aku bingung harus mulai dari yang mana duluan?" balas Shino yang tampaknya kebingungan untuk menentukan pilihan.

"Shino bodoh! Gitu aja gak tau!" celetuk Sakura yang baru menyadari betapa dodolnya Shino itu.

"Argh! Mau mulai dari yang mana terserah, pokoknya buruan!" sambar Kiba yang tampaknya sudah tidak sabaran lagi.

"Ka-kalau begitu aku akan memulainya dari dada," kata Shino malu-malu dan kembali tampak semburat merah bahkan lebih jelas dari yang sebelumnya. Anak cewek di depan langsung jawdrop mendengar perkataan Shino barusan.

"Ternyata seleramu seperti itu ya." Kiba langsung menyeringai begitu mendengar ucapan Shino barusan. "Tapi tak apa, aku juga suka dada kok!" timpal Kiba lagi yang ternyata memiliki selera yang sama seperti Shino. Mulut anak cewek di depan makin jawdrop ke tingkat dua.

.

.

"Ini gawat! Kita tidak boleh membiarkan mereka berbuat hal itu di ruangan klub kita!" kata Konan yang otaknya udah macem-macem karena pembicaraan barusan.

"Benar juga! Ayo kita masuk dan suruh mereka menghentikannya segera!" balas Tenten yang paling maju duluan ke depan dan langsung buka pintu dengan penuh napsu.

BRAK!

Pintu dibuka paksa oleh Tenten. Shino dan Kiba yang berada di dalamnya langsung kaget melihat kelima perempuan yang masuk itu.

"Yah, ketauan deh! Kelamaan sih ngambil dada ayamnya! Keburu yang punya dateng, huh!" Kiba langsung menjerit kecewa sambil mendengus. Kemudian dia langsung keluar meninggalkan ruangan klub masak tersebut.

"Kiba tunggu aku!" Shino yang wajahnya masih merah langsung mengejar Kiba (alasan kenapa muka Shino merah, gara-gara dia malu, masa cowok sekeren dia nyolong makanan di ruangan klub masak?).

"Ja-jadi mereka tadi sedang membicarakan a-ayam yang kita bu-buat tadi... " kata Hinata yang menyadari kalau sejak tadi mereka salah paham.

'Kupikir mereka macem-macem... ' batin Ino, Sakura, Konan sama Tenten yang udah mikir aneh-aneh, ternyata mereka lagi ngincer dada sama paha ayam ck ck ck.

TBC


Riku : Selamat menikmati, semoga terhibur dan thanks for reading.