Warning : T rate, alur gak jelas (buat lucu-lucuan doang), bahasa yang sesat.

Pair : Chapter ini SaiXNeji.

Genres : Humor/Friendship.

Disclaimer : Naruto cs milik Masashi Kishimoto.

This story belong to Riku for all reader (especially my twin), smile and have fun when read it!

Chapter 5

Oh Boys!

(Ternoda sudah!)

.

.

Malam minggu sudah menjadi kebiasaan buat Naruto dan Sasuke untuk menginap di rumah temannya secara bergiliran untuk mempererat tali persahabatan mereka. Malam ini mereka sepakat untuk menginap di rumah kediamaan Neji. Malam itu tidak banyak yang datang, hanya Sasuke, Naruto dan Sai saja karena yang lainnya berada dalam rangka belajar buat remed pada hari senin, tapi meski hanya berempat tetap saja suasana kamar Neji sangat gaduh, hal ini membuat Hiashi yang sedang menikmati acara drama dan Hanabi yang sedang belajar merasa terganggu. Kedua orang itu langsung pergi menuju kamar Neji yang ada di atas untuk memberi teguran maut biar mereka tidak berisik. Begitu sampai di atas ternyata sudah ada Hinata yang sepertinya sedang menguping.

"Hinata, ada apa?" tanya Hiashi sambil menaikkan alisnya menatap heran pada putri cantiknya (cie elah) sedang menguping.

"Sssst... " hanya itu respon yang diberikana Hinata. Hiashi dam Hanabi yang penasaran langsung mengikuti jejak Hinata.

.

"A-aku tidak mau Neji!" terdengar suara Sai dari dalam kamar Neji dan sepertinya pemuda itu sedang berusaha menolak sesuatu.

"Enak saja tidak mau! Sekarang giliranku melakukannya, masa kau bilang tidak mau! Itu namanya curang!" dengus Neji yang kesal karena Sai seenaknya saja menolak padahal sekarang adalah gilirannya untuk melakukan hal 'itu' pada Sai dan dia sudah menunggu lama.

"Aku tak mau dinodai oleh mahkluk nista sepertimu!" jerit Sai yang sukses membuat wajah Hinata merah padam dan membuat Hiashi mimisan sambil menutup telinga Hanabi.

"Jangan lari Sai!" teriak Neji yang kemudian terdengar suara rusuh dari dalam kamar Neji.

"Se-sepertinya me-mereka sedang kejar-kejaran di dalam." Hinata sedang mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi di dalam.

"Naruto, Sasuke! Tangkap Sai!" Neji berteriak kembali menyuruh Naruto dan Sasuke untuk menangkap Sai yang sepertinya memang sedang berusaha melarikan diri dari Neji.

.

"Hehehehehe kau sudah terpojok Sai!" Naruto dan Sasuke langsung memojokkan Sai di sudut tembok. Pemuda berambut hitam itu tidak berkutik, dia diam di tempatnya sambil berharap keajaiban akan menolongnya.

"Gyaaaa lepaskan aku!" terdengar jeritan suara Sai dari dalam. Hiashi langsung mimisan di tempat dan ambruk, Hanabi langsung gigit jari sedangkan Hinata makin merah aja mukanya kayak kepiting rebus. Sedangkan di dalam Sasuke dan Naruto sudah memegangi Sai yang berusaha meronta meloloskan diri, tapi cengkraman tangan Naruto dan Sasuke semakin kuat.

"Neji jangan mendekat! Kubilang jangan mendekat!" Sai makin berteriak histeris sambil menatap horror pada Neji yang sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum mengerikan.

"Kenapa Sai? Kau takut? Keadaan berbalik sekarang!" Neji berbicara dengan suara yang terdengar seductive membuat kuping Hinata makin panas dan Hanabi udah terbang melayang mikirin yang macem-macem.

"Jangan! Jangan bagian ini! Huwaaaaa tidaaaak!" Sai kembali menjerit panik dan sepertinya teriakan pemuda yang terakhir itu dia seperti setengah terisak.

Hening sesaat...

Setelah teriakan itu keadaan begitu hening, tak ada yang bersuara. Sedangkan yang di dalam Sasuke dan Naruto menatap tidak percaya melihat keadaan Sai yang mengenaskan saat ini dengan Neji yang sedang berada di atasnya sambil terkekeh.

"Sa-Sasuke... Te-ternyata Neji itu... Sa-sangat menyeramkan kalau sedang me-mengamuk... " kata Naruto takut-takut sambil mengambil jarak mundur ke belakang menghindari Neji. Sasuke tidak menjawab, dia hanya memberi respon sebuah anggukan kecil dengan leher tercekat menahan napas.

"Hiks... Kau jahat Neji... Kenapa kau lakukan ini padaku... Hiks... Sob... Sob... " terdengar suara tangisan Sai dari arah dalam. Hanabi dan Hinata langsung merasa bersimpatik. Hiashi yang pingsan langsung bangun lagi dan ikutan menangis karena merasa kasihan dengan 'kejadian' yang dialami Sai.

"Demi keadilan dan kebaikan kita harus masuk ke dalam dan menolong Sai!" kata Hiashi dengan semangat berapi-api yang membara. Dengan semangat empat lima pria paruh baya itu mendobrak pintu kamar tersebut (padahal gak dikunci tuh! Dasar sok aksi *gaploked*).

BRAK!

Dengan satu tendangan pintu itu roboh. Neji, Sasuke dan Naruto langsung kaget dengan kemunculan mahkluk astral *dibakar*, maksudnya kemunculan Hiashi yang tau-tau nongol itu. Sedangkan Sai sepertinya masih menangis dipojokan sambil menutup wajahnya.

"Sai, sudahlah jangan menangis! Saya akan suruh Neji bertanggung jawab sudah menodaimu," kata Hiashi dengan bijak sambil mendekati Sai dan menepuk punggung pemuda itu yang masih terisak.

"Hiks... Hiks... Aku malu... " isak Sai yang mengatakan kalau dia merasa sangat malu.

"Sudah jangan malu, ayo jangan anak kecil seperti ini. Buka tangannya." Hiashi berusaha membujuk Sai untuk membuka tangannya.

"Aku tidak mau, aku malu!" balas Sai berusaha menahan tangannya.

"Buka!"

"Tidak!"

"Kubilang buka! Neji akan bertanggung jawab!"

Akhirnya setelah terjadi aksi tarik-menarik tangan Sai terlepas juga. Apa yang terjadi? Jreng jreng jreng! Hiashi langsung melompat kodok ke belakang pas melihat wajah Sai yang sudah hancur penuh coretan dengan nista.

"Ke-kenapa wajahmu Sai?" tanya Hiashi yang jantungnya nyaris copot sambil nunjuk-nunjuk muka Sai yang sudah tidak jelas begitu bentuknya.

"Ini gara-gara Neji! Mukaku dicoret-coret, mana dia pakai spidol anti air lagi, bakalan lama nih hilangnya!" dengus Sai kesal dengan wajahnya yang sudah ternodai oleh coretan-coretan nista Neji.

"Siapa yang mulai duluan tadi? Wajahku juga sama!" balas Neji gak mau kalah yang mukanya juga sukses kecoret-coret sama Sai sebelumnya.

"Sebenarnya ada apa ini? Kukira Neji sudah menodaimu!" celetuk Hiashi dengan polosnya sambil memberitahukan dugaannya tadi.

"WHAT? AMIT-AMIT DEH!" balas Sai sama Neji teriak barengan. Enak aja mereka dikira macem-macem.

"Tadi tuh kami lagi main kartu, dan yang kalah dicoret pakai bedak. Tapi Sai nista pas giliranku kalah dia pakai spidol anti air, makanya pas dia kalah kubalas coret dengan spidol ini!" jawab Neji dengan nyolot memberitahukan kondisi mereka sebenarnya tadi.

"Oooooh... !" Hiashi, Hanabi sama Hanabi langsung ber 'ooooh' ria kayak paduan suara yang gagal ikut manggung. Hiashi langsung melengos dan bergumam 'kupikir akan segera dapat mantu' dan sukses didepak Neji berkat gumamannya itu. Hanabi sama Hinata langsung keluar dengan wajah kecewa ck ck ck.

TBC


Riku : Please smile and happy, semoga bisa melepaskan stress dan membuat kalian tersenyum ^_^V.