Pengumuman!

Diberitahukan kepada siswa-siswi kelas 10 untuk mengikuti ekskul Pramuka.
Wajib! Hari ini, pukul 3 sore.
Bagi yang tidak hadir tanpa keterangan akan dikenakan sanksi esok hari.
Bagi yang berhalangan hadir, bisa mengirim surat.

Jangan lupa membawa alat tulis, air mineral, dan kue (buat senior).

Atas perhatiannya, kami ucapkan terimakasih.

TTD

Ketua Ambalan Putra

Neji Hyuuga

TTD

Ketua Ambalan Putri

Tenten


_oOo_

Nomor Hape Gue!

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

This story is MINE!

Humor/Romance

Warning: AU, OOC, garing, typo, dan keanehan lainnya.

Summary: Nomor hape Sasuke—cowok terganteng abad ini tersebar di sekolah! Gimana nasibnya?

Ps: bagi yang merasa fic ini tidak sesuai dengan selera kamu, jangan dibaca aja. Oke!

Di fic ini, aku memakai ekskul Pramuka (anak pramuka soalnya), trus kalo misalnya ada peraturan atau cara-cara pramuka yang beda, aku mohon maaf. Soalnya aku makenya yang sesuai ma yang ada di sekolah aku. Mohon pengertiannya ya. –lebay-

_oOo_

Draft #2 - Ekskul


Sebuah buku tebal dengan warna sampul merah muda, tergeletak indah diatas meja. Buku tersebut sangat rapid an misterius—sehingga mengundang seorang Ino untuk mencari tahu, apa yang sebenarnya ada dalam buku tersebut. Lalu mendekatlah Ino kearah buku tersebut.

"Buku apaan nih?" tanyanya pada sang pemilik yang tengah asyik mengisi soal-soal di LKS.

Lalu sang pemilik buku menjawab, "itu jurnal aku. Catatan kegiatan yang harus kerjain."

"Oh," Ino ber-oh-ria. Lalu mulai membuka jurnal yang dihalaman pertamanya terukir tulisan `Sakura's Journal`. Lembar per lembar telah terlewati. Dan akhirnya, Ino terkejut melihat satu kolom yang bertuliskan : Pramuka, jumat, jam 3 sore!

"Ra! Serius lo?" Tanya Ino

"Hmm? Kenapa?" bukannya menjawab, Sakura malah balik bertanya. Tentu gadis lugu ini cukup bingung dengan pertanyaan mendadak Ino.

"Lo ikut ekskul pramuka?" Ino kembali bertanya. "Ya ampun Ra, gak usah!" ucap Ino.

Sakura mengerutkan kulit keningnya. "Memangnya kenapa? Ada yang salah ya kalo aku ikut pramuka?" Tanya Sakura. Dia ingin tahu apa alasan Ino melarangnya untuk terjun kedalam dunia kepramukaan.

Ino meletakkan jurnal Sakura tadi ketempat asalnya. Lalu menatap mata Sakura dan memulai ucapannya. "Ra, pramuka itu bikin capek! Ntar tubuh lo yang lemah ini gak mampu lagi, ngerjain hal yang berat-berat di pramuka!" jelas Ino "lagipula, ntar sayang lho! Kulit lo yang putih-mulus-bersih-bersinar gini jadi item di sengat sinar matahari!" ucap Ino.

Terlihat Sakura berfikir. dan siap menyangkal semua pendapat Ino tentang pramuka. "Ino, aku tahu, kamu bilang kayak gitu karena kamu temen aku. Tapi… seharusnya kamu dukung aku. Bukannya malah ngelarang aku kayak gini!"

"Tapi Ra, ini—"

"Ino, aku tahu aku lemah. Makanya dengan pramuka aku mau jadi cewek yang kuat. Aku gak mau selamanya jadi orang yang bisanya cuma ngadu dan nangis kalo lagi susah. Aku tahu kulit aku putih-mulus-bersih-bersinar seperti yang kamu bilang. Tapi aku gak papa kok kalo ntar bakal jadi item. Penampilan gak penting, yang penting inner beauty."

Ino menghela nafasnya. "Ra, kenapa harus ekskul ini? Ekskul laen kan masih banyak," Ino masih berusaha menghasut Sakura. Karena dia masih tidak yakin dengan sahabat yang telah 9 tahun dikenalnya ini mau mengikuti ekskul yang cukup melelahkan ini. "Pramuka itu ada kemahnya. Kalo kemah, lo mesti masak sendiri, jauh dari rumah. Kan ribet!" lanjut Ino.

"Iya sih…" Ino tersenyum senang mendengar respon Sakura barusan. Ia yakin telah berhasil mencegah Sakura, "… tapi itu malah bagus—!" Ino—tepar. "—menurut aku, kita bisa jadi seorang yang mandiri! Aku pengen banget bisa hidup mandiri. Yang bisa tahan hidup jauh dari mama dan papa," ucap Sakura.

Lagi-lagi Ino menghela nafasnya. Kali ini dia benar-benar merasa gagal—bagaikan jatuh kedalam lubang yang dalam dan gelap. "Haaah, ya udah deh. Gue gak sanggup lagi. Semoga lo bisa betah ma ekskul lo itu," ucap Ino. "Gimana, buat ngerayainnya… lo traktir gue jus aja di kantin?" usul Ino.

"Iya deh," jawab Sakura. Lalu mereka bersama-sama menuju kantin. Dimana makanan dan minuman enak telah menunggu mereka disana.

_oOo_

Di sisi lain, Shizuoka High School.

Terlihat lelaki berambut merah terang tengah asyik membenamkan kepalanya diantara lipatan dua lengannya di atas meja. Masih bingung? Mari saya jelaskan, lelaki tampan ini sedang tidur. Tidur dikelas. Untung saja ketika jam istirahat. Lelaki tersebut menikmati benar saat-saat lelapnya dalam tidur, sampai suara menyeramkan menyerangnya...

"DOBE! BALIKIN DOMPET GUE!" suara teriakan yang tentunya akan memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya, dan untung saja tidak ada yang mendengar. Kecuali lelaki berambut merah yang tengah tertidur tadi. Dan untung (lagi) saja, dia tidur, sehingga indera pendengarannya tidak begitu aktif. Sehingga hanya kejutan kecil yang diterima telinganya -tidak sampai tuli. Lelaki ini tidak memperdulikan hal tadi. Baginya, rasa ngantuk ini lebih penting dari pada harus melabrak seseorang yang telah mengejutkannya. Tapi... saat matanya akan terkatup kembali...

"HAHAHA, TEME... KALO MAU DOMPET LO BALIK! CIUM PANTAT GUE! HAHAHAHA," lagi-lagi terdengar teriakan menyakitkan telinga yang sukses membuat pangeran tidur kita naik darah. Dan...

'BRAAK' pangeran tidur berambut merah memukul meja dengan telapak tangannya. Menatap tajam pada dua anak manusia yang tengah melakukan hal gak penting didepannya. Mata pangeran tidur ini memerah (ngantuk. rec), dalam hatinya dia menahan rasa yang sakit! Sangat sakit di bagian jari-jari tangannya yang baru saja menghantam meja.

"Err... lo kenapa Sas, tidur ya tidur aja. Jangan sok nge-drumm gitu donk!" ucap cowok berambut kuning-Naruto a.k.a Dobe. "Ohh... gue tau, lo lagi ngimpi nge-drumm, alias konser di panggung 'kan?" terka Naruto. "Ckckckckc, sombong lo! Mentang-mentang gabung di ekskul band. Liat tuh Sasuke, dia yang anak pramuka aja, gak pernah tu mimpi baris-berbaris pas tidur!"

"Kenapa lo bawa-bawa gue sih? Sini balikin dompet gue!" Ucap Sasuke.

"Lo berdua pada sadar gak sih gue lagi tidur? Bersikap dewasa donk bro, lo pada udah 3 SMA, bentar lagi bakal jadi mahasiswa, ya itu juga kalo lulus sih!" ucap lelaki berambut merah yang dipanggil 'Sas' oleh Naruto. Ehm... siapakan dia?

"Dan, ini tuh sekolah, bukan arena bermaen kale!" Lanjutnya.

"Eh, lo pikir ni hotel. Yang bisa di pake buat tidur. Ini sekolah, buat belajar!" Ucap Sasuke. Dia sudah agak tenang karena dompet yang tadi di jambret Naruto telah kembali kepelukannya. "Siapa suruh tidur di jam istirahat, ya pasti ributlah!"

"Nah, lo jadi lebih bego lagi, Sas, dibandingin ma anak TK 0 kecil. Kalo gue tidur pas jam pelajaran... ya bahaya lah! Bakalan ilang dong, image gue sebagai murid kalem, baik, rajin nan cakep."

Sasuke kembali naik darah. "APA LO BILANG? ANAK TK!" Sasuke mendekat kearah lelaki tadi. "Heh Sasori! Gue anak TK, lo bayi! Yang mau ngapa-ngapain mesti dibantu ma emaknya! Ngompol sembarangan! Cengeng, sukanya digendong!" Ucap Sasuke sambil menarik kerah leher pangeran tidur tadi- Sasori.

"Lho? Kenapa lo manggil gue bayi?" Tanya Sasori, dengan santainya. Tanpa memberikan perlawanan pada Sasuke. "Gue tau kok, gue baby face," lanjutnya di tambah senyum manis ala bayi-bayi ganteng (?).

"Ngajak berantem lo?"

"Ayok! Siapa takut!"

"Hiaaaaaaaaaa..." Baru saja Sasuke akan menyentuh pipi Sasori dengan jemari- tinjuannya. Naruto menghalangi peristiwa menyeramkan tersebut.

"Stop!" bisik Naruto

"Apaan sih, gue mau nonjok cowok sok kalem ini!" ucap Sasuke.

Naruto menarik Sasuke dan Sasori mendekat kearahnya. Lale kembali membisikkan sesuatu. "heh, pada nyadar gak sih, kalian lagi diliatin ma orang-orang diluar?" Sasuke dan Sasori menggeleng serentak. "Coba deh, pelan-pelan liat keluar!" Sasuke dan Sasori pun melaksanakan yang diperintahkan Naruto. Dan...

Sasuke-Sasori terkejut melihat keadaan diluar kelasnya. Terlihat lautan manusia sedang menonton adegan mereka barusan. Terdengar bisik-bisik siswi, yang sedikit tidak mengenakkan Sasuke ataupun Sasori.

"Eh, mereka berantem. Ckckck, gak nyangka Sasuke-waka OSIS badung juga."

"Eh, itu kan drummer band sekolah. Kan terkenal kalem? Tapi serem juga ya?"

"Ya ampun, nakal banget!"

"Omg, emang mereka ganteng banget ya!"

Melihat itu, Sasuke dan Sasori merapikan keadaan mereka. Sasuke mendekat kearah Sasori dan menepuk-nepuk pundak Sasori. "Sas, ntar maen PS rumah gue! Nyokap gue udah masakin semur jengkol tuh, makanan kesukaan lo!" ucap Sasuke sambil tersenyum (paksa).

Sasori pun mengerti dengan apa yang dilakukan Sasori. Dengan senyuman lembutnya, Sasori menatap kearah onyx Sasuke. "Pasti, Sas. Tapi... semur jengkol bukan makanan favorit gue..." ucap Sasori. "Tapi, karena kasian ma nyokap lo, ya udahlah. Ntar gue makan!"

Suasana diluar kelas pun mereda. Tak sepanas tadi. Satu per satu siswa-siswi meninggalkan kelas XII-IPA-3. Sasuke-Sasori bernafas lega. Sampai akhirnya mereka sadar, mereka dalam posisi...
nyaris berpelukan.

"AAAA..." mereka sama-sama melepas rangkulan mereka.

"Jijai!" ucap Sasuke

"Najis!" ucap Sasori.

Dan pertengkaran mulut, kembali berlanjut...

_oOo_

Gadis manis terbangun dari tidur siangnya. Mata emerald-nya menatap kearah jam di dinding kamarnya. Dan betapa kagetnya gadis ini saat melihat jam tersebut.

"A-apa, udah jam 3 kurang 15?" gadis ini histeris, lalu dengan cepat berlari kekamar mandi.

20 menit kemudian.

Gadis ini sudah rapi, ramput merah muda panjangnya tergerai indah tanpa diikat. Tubuh mungilnya dibalut seragam pramuka. Tak lupa dengan ransel cukup besar dipunggungnya. Beruntung dia telah mempersiapkan barang-barang yang diperlukan. Lalu dengan kaki jenjangnya, dia melangkah keluar kamarnya.

Menuju kamar disamping kamarnya. (?)

.

Tok tok tok.

"Kaaaak! Anterin aku pramuka donk!" teriaknya.

Pintu terbuka. Tampaklah lelaki tampan berdiri didepannya. "Sakura adikku sayang yang cantik jelita... kakak lagi belajar, gak sempet nih!"

"Ihh! Kak Sasori jahat banget. Nolong adik satu-satunya aja males!"

"Sakura adikku sayang, masalahnya kakak lagi belajar, kalo kakak gak sibuk pasti kakak anterin kok!"

"Ya udah deh. Met belajar!" ucap Sakura, lalu berjalan kekamarnya dengan wajah murung.

"HAHAHAHA. Ih, adikku bener-bener ngegemesin deh!" ucap Sasori sambil memeluk Sakura dari belakang. "Gitu aja ngambek. Ya udah, sini aku anterin!"

Sakura tersenyum bahagia mendengarnya. "Makasih kak."

_oOo_

Sakura buru-buru turub dari mobil Sasori dan berlari ke gerbang sekolah. "Kak, aku duluan ya. Udah telat nih!"

"Iya. Daaah!"

Sakura berlari secepat kilat menuju lapangan. Dari jauh dia bisa melihat warna coklat-anak pramuka sedang berbaris rapi.

"A-aku telat deh."

Sakura masih berlari, dan sampailah dia pada anak-anak pramuka yang sedang upacara.

Sakura berusaha mengendap-endap agar bisa ikut berbaris didalamnya. Namun, terdengar suara yang membuatnya mematung.

"Ehm ehm, enak banget ya. Telat langsung baris, gak pake ijin lagi!"

Sakura memutar tubuhnya. Dan dihadapannya, berdirilah sosok idolanya.

"Sasuke?" ucap Sakura

"Sopan banget ya, cuma manggil 'Sasuke'?"

"Ma-maaf, kak. Nggak sengaja."

"Kenapa telat?"

"Ketiduran."

"Hmm, enak ya sempat tidur. Gue aja gak sempat!"

"Ma-maaf."

"Buat kali ini gue maafin. Tapi lain kali... awas ya!"

"I-iya, makasih, kak!"

"Sana baris!"

Sakura berjalan kedalam barisan. Namun dia berhenti saat merasakan getaran ponsel yang ada di saku bajunya. Tanpa pikir panjang, Sakura mengambil ponsel itu.

Baru saja sedetik Sakura memegangnya, ponsel itu kini telah berpindah ke tangan Sasuke.

"Gue sita! Sampe pulang nanti!"

"Ta-tapi..."

"Sana baris!"

Dengan jantung berdebar-debar Sakura melangkah kedalam barisan.

Dia bukannya tidak rela ponselnya di sita Sasuke.

Tapi dia takut...

Takut Sasuke membuka isi inbox di ponselnya...

"Sms dari kak Sasuke belum aku hapus..."


TBC...


Yo, i'm back! :D

Hmm. maaf fic ini udah terlantar... kira-kira sebulan. Abisan nge-stuck banget sih! hehehe.

tapi, ini tanggung jawab saya, karena udah seenaknya publish fic gaje beginian. Dan sebisa mungkin bakal saya lanjutin.

Sangat terimakasih buat semua yang mau membaca, dan tentu saja reviewer tercinta, tersayang terkasih...!

maaf gak bisa bales satu-satu.

mungkin saya hanya bisa bales beberapa, dan yg beruntung adalah::

Kiyora Yamazaki : Thanks! Hmm... diusahain SasuSaku :). Maaf sayang... sekuel KKP udah saya delete. T_T berjuta maaf saya haturkan. (lebay). RnR lagi ya!

Uchiha Livia Jones : Thanks! Waahh, dapet temen anti SS nih.. hehehe. Jangan berenti baca ya! -maksa- Sumpah, bangga deh ma kamu, bisa baca fic dgn pair yg dibenci, aku aja gak sanggup. hehehe. RnR lagi ya!

Oichi tyara no sasori : Thanks! Tu, Sasori udah maen! ;) RnR lagi ya!

preciousreina : waahh, sarannya yg BAIK . Thanks! Okedeh, aku ikutin saran kamu. makasih ya. RnR lagi!

Hanayaka Kirei: Hay cantikkkk! gak ganggu kok! Thanks banget udah mau RnR. :) ini udah apdet! RnR lagi ya!

Nah, itulah orang-orang yang beruntung!

Mau seperti mereka? gampang... review aja ok!