Main Pairing : Taoris

Rated : M

Warning : Yaoi, ooc, oc, mpreg

Disclaimer : Semua tokoh di ff ini bukan punya saya, saya cuma pinjem nama doang, tapi semuanya—penokohan, alur, dll—murni dari imajinasi saya

.

Don't Like Don't Read

.

Kris duduk termangu di atas sofa tanpa memperhatikan apapun secara khusus, masih kaget dan bingung pada apa yang barusaja di jelaskan Lay. Ia bisa mendengar Chen yang membuka pintu dan mempersilahkan seorang dokter untuk langsung masuk ke kamar Tao, namun kepalanya masih terlalu pening untuk mengatakan sesuatu. "Kris hyung," panggil Suho setelah beberapa kali melambaikan tangan di depan wajahnya.

"Ah! Ya? Ada apa?"

"Kau baik-baik saja?" lanjutnya.

"Bagimana ya," katanya sambil menjambak rambutnya sendiri. "Aku baru saja merasa lega karena hubunganku dengan Tao baik-baik saja setelah kejadian itu—meskipun dia sekarang takut tidur berdua denganku, dan tiba-tiba saja aku masuk ke dalam dorm, lalu Tao memukuliku seperti orang kesetanan, dan yang paling hebat, Lay baru saja mengatakan kalau Tao—seorang namja—hamil. Serius, aku bahkan bingung bagaimana aku masih bisa sadar,"

Mendengar Kris yang berbicara seperti orang gila membuat Suho sadar temannya ini tidak mungkin baik-baik saja. "Yah, aku bisa membayangkannya, dan selamat, kau hebat bisa tetap sadar, kalau aku ada di posisimu, aku sudah ke dokter untuk mengecek apa aku masih waras, hei Kris, kenapa kau tidak ke dokter untuk memastikan otakmu itu masih ada di tempatnya? Karena—aku tidak berbohong—kau terdengar sangat bukan Kris saat berbicara tadi,"

Kris mendengus keras, namun tetap menggeser sedikit tubuhnya agar Suho dapat duduk. "Aneh," katanya tiba-tiba, membuat Suho kembali memfokuskan perhatian padanya. "Maksudku, aku hanya melakukannya sekali dan yah... aneh,"

Ucapan Kris mau tidak mau membuat Suho memutar bola matanya. "Dengar ya, kukira kau akan berkata ini aneh kalau Tao yang seorang namja sedang benar-benar ingin membunuhmu karena kau membuatnya mengandung anakmu," katanya dengan nada sarkastis. "Tapi kau malah mengatakan ini aneh karena kalian baru melakukannya sekali tapi sudah menghasilkan sesuatu, cih… dasar mesum, tapi kalau kau tanya apa pendapatku, maka aku akan bilang, seandainya Tao itu yeoja pengantin baru yang sedang menanti momongan, maka kejadian seperti ini—sekali berhubungan dan langsung jadi—akan membuatnya menjadi orang paling bahagia di muka bumi, tapi berhubung Tao itu namja dan sedang tidak menanti momongan, aku mengerti perasaannya yang benar-benar ingin membunuhmu, dan Kris, kurasa kau harus ke dokter untuk memeriksa kondisi otakmu,"

"Kau sama sekali tidak membantu,"

"Aku memang tidak berniat membantu, aku hanya menyapamu karena yang lain khawatir dengan sikapmu yang seperti baru saja kehilangan kewarasan—tuhkan, kau harus ke dokter—dan karena aku tidak ingin dituntut karena dituduh menjadi leader yang tidak bertanggung jawab, maka aku ke sini dan menyapa teman sesama leaderku ini,"

"Dasar bajingan,"

"Makasih," seorang dokter keluar dari kamar Tao sedetik setelah Suho dan Kris menyelesaikan 'obrolan' singkat mereka. Dokter itu memiliki garis-garis halus di sekitar matanya, memberikan kesan lembut namun ceria pada yeoja dengan jas putih itu. Kris mendengus sebal saat kejadian beberapa menit yang lalu terulang di benaknya. Tao yang memukulinya, lalu Chanyeol dan Kai yang akhirnya berhasil membuat Tao berhenti memukulinya, lalu Xiumin dan Luhan yang menenangkannya dan membujuknya untuk mengunjungi dokter—yang ditolak mentah-mentah oleh Tao. "Aku malu!" katanya tadi setelah entah Luhan atau Xiumin mengusulkan untuk mengunjungi dokter untuk memastikan kondisinya yang sebenarnya. "Apa yang akan dipikirkan orang saat kita semua—boyband exo yang tersohor—mengunjungi dokter kandungan tanpa satupun yeoja?! Atau yang lebih parah, apa yang akan kulakukan saat ternyata benda sialan ini memang benar-benar ada di dalam tubuhku?!" Kris jelas kaget mendengar ucapan Tao, namun ia sadar kalau apa yang diucapkan Tao benar. Entah apa lagi yang dikatakan Luhan atau Xiumin—atau siapapun, Baekhyun mungkin—sehingga Tao setuju untuk bertemu dokter, meskipun dokternyalah yang harus ke dorm, mencegah seseorang menyadari duabelas namja ganteng mengunjungi dokter kandungan tanpa seorangpun yeoja. Dan Tao juga memaksa agar dokternya yeoja, entah kenapa, mungkin yeoja lebih pengertian.

"Dr. Kim, bagaimana Tao?" ucapan entah-siapa-itu—dari suaranya, sepertinya Chen, atau Kyungsoo mungkin, entahlah—membuat Kris menyadari dua hal. Satu, semuanya sudah membentuk kerumunan dengan si dokter pengertian sebagai pusat perhatian. Dan dua, banyak sekali orang dengan marga Kim di Korea.

Dr. Kim menyingkirkan sedikit poni yang menutupi matanya, membuatnya kelihatan sedikit lebih muda, mungkin umurnya sekitar 25 tahun. "Yah… jujur ini mengejutkan," katanya dengan suara jernih, dokter ini tidak mungkin lebih tua dari Kyuhyun hyung, pikir Kris sedikit menyimpang dari topik utama. "Dan bisakah jangan memanggilku Dr. Kim? Tae So kedengaran lebih manis, lagipula, aku belum setua itu, umurku masih 26 tahun, aku bahkan belum menikah—"

"Apa kau benar-benar dokter? Kau yakin umurmu 26 tahun? Kau bahkan terlihat lebih muda dari Kyuhyun hyung,"

"Ya, ya, dan terima kasih atas pujiannya, Kris, aku ingin memanggilmu oppa sebenarnya, tapi karena aku lebih tua, ya tidak bisa, oh… dan untuk Huang Zi Tao, em… ya, dia benar-benar hamil, aku tahu ini memang aneh, tapi serius, seorang bayi sedang tumbuh dan berkembang di dalam tubuhnya, aku pernah mendengar seniorku menyinggung soal namja spesial, tapi nanti akan kupastikan lagi—akan kuhubungi salah satu dari kalian begitu mendapat penjelasan yang kalian butuhkan—dan untuk sementara, akan kuberi tahu semua yang kutahu, jadi dengarkan baik-baik," Tae So menarik napasnya sejenak sebelum melanjutkan. "Tubuh namja jelas tidak dirancang untuk mengandung bayi, berbeda dengan yeoja—itu sebabnya kalian payah, dan pasti akan ada sedikit penolakan dari tubuhnya, aku tidak tahu seperti apa bentuk penolakannya, tapi kuharap kalian tetap berjaga-jaga, lalu kuharap kalian memberi nutrisi yang cukup pada keduanya, karena aku takut kandungan namja akan berbeda dengan kandungan yeoja, bisa saja lebih lemah, jadi sebelum aku memperoleh kepastian dari seniorku, kuharap kalian tetap mengawasinya, ok? Lalu—"

"Aku mau aborsi," ucap seseorang dan Tae So langsung berhenti berbicara.

Setiap pasang mata di ruangan itu menatap Tao yang hanya diam dengan pandangan terkejut. "Maaf, Tao-ssi, anda tadi mengatakan apa?" tanya Tae So memastikan, ternyata dokter aneh ini bisa sopan juga, pikir Kris.

"Aku mau aborsi, kalian tahukan, mengeluarkan benda ini dari tubuhku, terserah bagaimana caranya, aku tidak perduli sakit atau tidak—atau bahkan mengerikan atau aku bisa mati, aku hanya ingin benda ini keluar dari tubuhku,"

"Tao! Apa maksudmu? Kau mau membunuhnya? Dan Tao, dia bukan benda, dia bayi,"

"Kau sudah gila Tao? Anak itu tidak salah apa-apa?"

"Tao, tidak bisakah kau menunggu dengan sabar sampai anak itu lahir?"

"Apa yang merasukimu Tao? Dia anakmu kan?"

Kris tidak mengucapkan apa-apa selagi member lainnya sibuk bertanya apa benar namja di depan mereka ini Tao.

"DIAM!" bentak Tao, dan semuanya memang langsung diam. "Dia hanya bayi, dia anakku, dia tidak salah apa-apa, hah… persetan dengan itu semua! Kalian semua bisa dengan mudah mengatakannya karena bukan tubuh kalian yang dijadikan benda ini sebagai tempat tinggal! Bukan kalian yang akan dicap sebagai namja aneh yang dengan misterius mengandung sesuatu yang akan membuat perutnya membesar! Lagipula pikirkan ini, apa yang akan dipikirkan orang kalau tahu aku, kungfu panda exo, akan segera memiliki anak tanpa pernah sekalipun berhubungan dengan yeoja?! Atau reaksi orang saat melihatku berjalan dengan perut dua kali lebih besar!"

"Tao, soal itu, kita bisa membahasnya dengan manager hyung, kita bisa mencari cara agar… agar kehamilanmu tidak diketahui publik, tapi kumohon, pikirkan dia, dia berhak hidup, dia hanya bayi," Suho terkejut mendengar ucapan Kris, mungkin otak hyungnya itu tidak benar-benar rusak.

Namun Tao malah memberikan Kris tatapan tajam—yang sepertinya tidak terlalu diperdulikan oleh Kris. "Hanya bayi? Kau bilang hanya bayi?! Enak banget kau bilang begitu, oh ya, kan bukan kau yang dimasuki secara paksa dan akhirnya harus mengandung benda sialan ini! Ya ya, aku lupa, bukankah kau yang menyebabkan semua ini?!"

"OK! Aku memang bajingan, dan kau berhak membenciku, lalu apa? Dia—" Kris bergerak mendekati Tao dan sedikit mengelus perutnya. "—dia tidak salah apa-apa Tao,"

Tao tidak berkomentar apa-apa.

"Begini saja, kalau kau memang tidak menginginkannya, kau boleh tidak usah merawatnya, tapi tolong biarkan dia hidup, dia berhak hidup, anggap saja seperti di titipi anak kecil, begitu dia lahir, kita bisa menitipkannya ke panti asuhan, ya kan? Tapi Tao, aku yakin kau tidak membencinya, kau tidak akan bisa membencinya,"

Tao terdiam sebentar sebelum kembali ke kamarnya tanpa sepatah katapun.

"Kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol.

"Oh Tuhan, aku baru saja menyuruhnya untuk menitipkan anakku ke panti asuhan—tempat anak-anak kurang beruntung yang kehilangan orang tua—padahal jelas sekali anak itu masih punya orang tua! Dan kalau tidak salah, sebelas detik yang lalu kau baru saja bertanya apa aku baik-baik saja? Kenapa sih semua orang kelihatannya menganggap aku ini tidak baik-baik saja? Pertama Suho, lalu Chanyeol, aku bersumpah akan membunuh manager hyung seandainya ia tiba-tiba datang dan bertanya 'Kris, kau baik-baik saja?'! Yah… bukan berarti aku baik-baik saja sih, fucking hell, aku jauh dari baik-baik saja, ngomong-ngomong, sudah jam berapa ini? Sepuluh? Wow… waktu benar-benar cepat berlalu ya?"

Chanyeol kaget mendengar jawaban Kris, ia tidak pernah Tahu pertanyaan simpel macam 'kau baik-baik saja' bisa mendapat jawaban sepanjang itu. Sementara Suho menarik lagi pikirannya tentang otak Kris yang mungkin tidak benar-benar rusak.

"Hei, apa menurutmu yang tadi kuucapkan pada Tao sudah benar?" tanya Kris pada siapapun yang sudi menjawab. Namun ia sudah kembali melanjutkan sebelum siapapun sempat berkedip. "Tentu saja benar, buktinya Tao mau diam dan kembali dengan tenang ke kamarnya—oh, kuharap ia tidak melakukan hal bodoh, seperti membenturkan perutnya dengan ujung meja mungkin—tapi kalau ucapanku benar, kenapa wajah kalian seperti wajah orang yang baru saja melihat babi terbang? Apa itu berarti ucapanku salah? Oh Tuhan! Kenapa aku tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan benar, sih?! Dasar payah. Tapi serius, aku sudah mencoba sebisaku! Yah, aku tahu mungkin usahaku tidak keren, lain kali akan kuikat Tao seandainya ia mengatakan soal aborsi lagi—biar keren seperti di tv, dan Tae So noona, tadi kau mau bilang apa?"

Tae So yang masih kaget mendengar ucapan ajaib Kris butuh waktu beberapa detik untuk kembali sadar dan menjawab. "Well, aku hanya mau bilang, kalau ada apa-apa, kalian bisa panggil aku,"

Baru Kyungsoo akan berterima kasih, namun Kris sudah mendahuluinya. "Tentu noona, kalau terjadi sesuatu, akan segera kupanggil noona, omong-omong, kau sudah berapa lama menjadi dokter? Kenapa kebetulan sekali kau yang memeriksa Tao? hebat kan, kau pasti merasa senang karena bisa bertemu kami secara langsung, oh, kau bisa sekalian pamerkan ke teman-temanmu sesama dokter, atau bahkan ke pasienmu! Wow, kau memang beruntung! Bekerja sekaligus dapat bahan yang bisa dipamerkan! Oh, tapi tolong ya, jangan memberi tahu siapapun tentang keadaan Tao, yah… meskipun aku yakin seandainya berita ini menyebar, seluruh dokter kandungan di Korea akan siap siaga menunggu kelahiran bayi itu, tapi itu tidak akan menyenangkan, karena sedikit dokter muda sepertimu kebanyakan dokter sudah tua, oh! Noona, ini sudah malam, kenapa tidak minta salah seorang di sini mengantarmu? Bahaya kan wanita sepertimu berjalan sendirian malam-malam begini, lagipula, kau bisa mendapat satu lagi bahan pamer! Ini! Kau bisa menyimpan nomer hpku juga!"

Tae So membelakkan matanya mendengar penuturan Kris yang tidak jelas. Namun akhirnya ia kembali sadar saat tangan Suho menepuk bahunya. "Biar saya antar, Tae So-ssi, dan omong-omong, apa kau punya kenalan dokter yang bisa memastikan Kris hyung masih waras?"

.

.

3 bulan kemudian

Kris memperhatikan Tao yang masih berlatih dance bersama Kai dengan seksama, bersiaga seandainya tiba-tiba Tao ambruk atau apapun. Tao memang sudah menyetujui usul Kris untuk tetap mempertahankan anak dalam kandungannya—meskipun ia tetap tidak senang dengan fakta kalau ia salah satu dari namja spesial yang diebutkan Tae So.

"Kris!" itu yang diucapkan dokter aneh itu begitu Kris mengucapkan yoboseyo, waktu itu sudah mendekati jam 12 malam, dua jam setelah ia meninggalkan dorm bersama Suho, entah apa yang ia lakukan sampai bisa mendapat informasi secepat itu. "Dengar, aku baru saja menelepon seniorku dan bertanya soal namja spesial, yah… dia sedikit marah karena aku mengganggu tidurnya, tapi itu bukan masalah, jadi begini, menurut penjelasannya, ada beberapa namja spesial yang sudah diberi rahim sejak lahir! Hebat kan? tapi namja seperti ini sedikit sekali, perbandingannya 1:3.000.000, dan Tao termasuk salah satunya! Kau memang beruntung Kris, tapi ada sedikit masalah, begini… meskipun ia memiliki rahim, tapi kondisi kandungannya bisa sangat amat lemah, pastikan Tao tidak kelelahan kalau kau tidak ingin kehilangan bayinya, dan satu lagi, nanti—entah kapan—tubuh Tao pasti menunjukkan penolakan, menurut seniorku, si namja spesial yang tubuhnya melakukan penolakan ini bisa sangat kesakitan, jadi tetap awasi dia, ok? Kalau ada apa-apa, telpon aku, dan tenang saja, belum ada orang luar yang Tahu soal kehamilan Tao, semoga kau bisa jadi appa yang hebat, daaaah~"

Mengingat ucapan Tae So tiga bulan lalu, Kris mau tidak mau mengutuk sifat keras kepala Tao. Ia memang setuju untuk tidak melakukan aborsi, tapi ia meminta agar tetap menjalani kegiatannya sebagai artis seperti biasa sebelum perutnya mulai membesar! Semua orang di SMent—kecuali para trainee—sudah tahu soal ini, bahkan Tao sudah diizinkan untuk cuti dari kegiatannya, tapi anak ini memang parah.

Kai tampaknya sudah kelelahan, dancing machine exo-k itu tampak menghentikan gerakannya dan meneguk air sebanyak yang ia bisa. Tao juga berhenti, namun ia tidak mengambil air minumnya, namja itu bahkan tidak bergerak sesentipun dari tempatnya berdiri. Dari jauh, Kris bisa melihat tubuh Tao yang menegang dan tangannya yang menekan perutnya sendiri, pemandangan itu membuat Kris langsung berdiri dan bergerak menuju Tao.

Namun belum sempat Kris meraih Tao, namja pecinta panda itu sudah jatuh ke lantai, dan mulai menjerit, membuat semua orang—termasuk member shinee yang memang sedang berlatih bareng—kaget dan langsung mengerubuti Tao.

"Tao!" jerit Kris dan langsung berlari menghampiri Tao. dengan kalap ia segera memindahkan kepala Tao ke pangkuannya. "Tao, baby panda, hei, kau kenapa?"

"AAAAKKHH! SAKIT! SAKIT! SAKIT!" hanya itu suara dari mulut Tao yang dapat Kris cerna, sisanya hanya erangan kesakitan yang tidak jelas.

"Demi Tuhan! Apa yang kalian lakukan, hah? Panggil ambulans atau apapun!" bentak Kris.

"Tidak! K-kumohon… aaaarghh… jangan rum-rumah sakit… kumohon… enggghh… pulang! Aakkkhh! Sakit!" mendengar itu, Kris segera menggendong Tao, sayangnya hal itu malah membuat rasa sakit di perut Tao semakin menjadi. Tao mulai menangis saat merasa perutnya seperti dirobek dari dalam. Keringat dingin mengalir deras di tubuhnya, napasnya tidak teratur, dan yang terburuk, darah mulai merembes keluar di antara kakinya.

Manager mereka menawarkan mobilnya untuk membawa Tao ke dorm, menurutnya mobil pribadi jelas lebih nyaman dibanging van yang harus dipakan beramai-ramai. Akhirnya semua sepakat kalau hanya Baekhyun dan Kris yang akan menemani Tao di mobil manager mereka. Sementara manager mereka menyetir, Baekhyun dan Kris bersusah payah menenangkan Tao—yang tidak terlalu berhasil. Tao sudah berhenti menjerit, tapi ini lebih parah, ia tampak tidak fokus pada apapun, ia masih bisa merasakan rasa sakit yang mengerikan di perutnya, tapi ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk menjerit.

"Kris, apa tidak lebih baik kita bawa Tao ke rumah sakit?" tanya Baekhyun sambil menangis, celananya sudah basah oleh darah Tao karena ia memang memangku bagian bawah Tao sementara kepala Tao ada dipangkuan Kris.

"Baekki benar Kris, apa tidak—"

"Tidak, jangan ke rumah sakit, aku sudah meminta Kyungsoo untuk menelepon Tae So noona," ucap Kris memotong ucapan managernya. Kris takut, tentu saja ia takut, darah Tao sama sekali tidak berhenti mengalir dan tubuh Tao mulai mengigil entah karena apa. Kris mencoba menyentuh perut Tao, dan menyadari betapa tegangnya otot perut Tao. "Baby," ucapnya pelan sambil mengelus perut Tao lembut. "Appa di sini baby, tolong jangan buat eomma kesakitan, ya? Kasihan kan eommanya,"

Kris nyaris terlonjak karena lega saat mobil itu berhenti di depan dorm mereka, Kris segera menggendong Tao keluar dari mobil dan berlari menuju lift, diikuti Baekhyun yang masih sibuk mengusap air matanya.

Betapa senangnya Kris saat melihat Tae So sudah berdiri di depan pintu dorm mereka. Yeoja itu melambai sedikit saat melihat Baekhyun dan Kris, namun langsung memucat saat melihat kondisi Tao. "Oh Tuhanku! Apa yang terjadi?! Darah siapa ini?! Jangan bilang ini darah Tao! Kris!"

"Akan kujelaskan nanti, yang penting sekarang kita masuk, kau periksa dia, dan terserah kalau kau mau membunuhku,"

.

.

Lagi-lagi Kris menyadari dua hal. Satu, 30 menit bisa jadi sangat lama. Dan dua, sangat aneh mendengar tidak ada yang bersuara, padahal biasanya kalau member shinee main ke dorm exo, suasana akan sangat kacau. Oh, sepertinya Kris menyadari tiga hal sekarang. Tiga, wajah Tae So yang sedang marah benar-benar tidak enak dipandang.

Tae So keluar dari kamar Tao tepat sebelum Kris menyadari hal ketiga. Wajahnya kaku dan sangat tidak bersahabat, benar-benar berbeda dengan imagenya yang ceria selama ini. Tangannya berlumuran darah, membuat Kris sedikit merinding membayangkan semua darah itu adalah darah Tao. "Kalau kalian bertanya, ya, ini darah Tao," ucap Tae So datar, membuat Kris bertanya-tanya kapan ia akan muntah. "Tao sudah kuberi obat pereda rasa sakit dan obat penenang, pendarahannya juga sudah berhenti—tentang bagaimana caranya, kau bisa mencari sendiri di buku kedokteran—tapi bukan itu yang ingin kubicarakan, Kris—tidak, bukan hanya Kris, tapi kalian semua—sudah tahukan bagaimana kondisi kandungan Tao?"

Semuanya menangguk pelan, dan hal itu jelas tidak membuat Tae So senang. "KALAU BEGITU KENAPA KALIAN MASIH MEMBIARKANNYA MELAKUKAN KEGIATAN SEPERTI ITU, HAH?!" teriaknya tiba-tiba. "Sudahlah, itu tidak penting, yang penting Tao dan bayinya sudah aman, akan kujelaskan kondisi Tao sekarang, tadi itu salah satu bentuk penolakan tubuhnya, berapa usia kandungan Tao? tiga bulan? Yah sekitar segitu, si janin sudah mulai bergerak, dan kurasa rahimnya mulai menyesuaikan diri—bahasa mudahnya, membesar—tapi tubuh Tao tidak dirancang untuk menerima tekanan dari dalam seperti itu, itu yang menyebabkan rasa sakit, dan kekurangan gizi memperburuk keadaan, jangan kira aku tidak tahu kalau Tao pasti sangat sulit dibujuk makan setelah mengetahui ia hamil—aku bahkan sempat berpikir Tao akan membiarkan bayinya mati kelaparan, ok, kembali ke topik, kekurangan gizi bisa berakibat fatal, ia bisa keguguran atau yang paling buruk, ia bisa pendarahan sampai mati, jadi kumohon dengan sangat, tolong, tolong perhatikan asupan nutrisi Tao dan pastikan ia tidak terlalu lelah dan jangan buat dia stres, kalian bisa melakukannya kan?"

Lagi-lagi semuanya mengangguk pelan. Tapi Kris merasa hancur, bingung harus melakukan apa.

"Kris, kau baik-baik saja?" tanya managernya, membuat Kris berpikir cara apa yang paling menyenangkan untuk menghabisi managernya itu.

"Apa aku terlihat baik-baik saja?" tanya Kris sarkastis. "Tao, namja yang kucintai, hampir saja kehilangan nyawanya, dan kau tahu apa, itu semua karena kesalahanku, coba aku mendengarkan Tae So noona sejak awal, Tao tidak akan seperti ini, oh lalu aku mendapat fakta baru yang mengejutkan kalau exo dan shinee bisa disatukan tanpa harus membuat suara gaduh, lalu managerku baru saja mengucapkan kalimat yang paling kubenci 'Kris, kau baik-baik saja?' kenapa sih kalian menganggapku selemah itu? aku baru saja mengalami hari yang berat dan kau baru saja bertanya apa aku baik-baik saja?! Bagaimana kalau kuganti pertanyaannya menjadi bagaimana mungkin aku bisa baik-baik saja?! Oh, sudahlah, hey, ngomong-ngomong, Tae So noona—atau siapapun—tidak adakah yang tertarik mendengar nama yang kusiapkan untuk anak itu?"

"Kau sudah menyiapkan nama?" tanya Chanyeol heran.

"Ya, kupikir Tao pasti tidak mau memberinya nama, jadi kuputuskan untuk memberinya nama Wu Zhu Yuan kalau perempuan, Wu jelas namaku, Zhu artinya merah—tanda keberuntungan, dan yuan artinya asli, aku ingin nanti anak ini menjadi gadis yang penuh keberuntungan namun tetap menjadi dirinya sendiri," Kris menarik napas sebentar. "Lalu Wu Hui Jian kalau laki-laki, Wu dari namaku, Hui berarti kemegahan, dan jian artinya sehat, aku ingin anak itu nanti tumbuh menjadi pemuda yang penuh kemegahan—tidak harus mewah atau berlebihan, hanya megah dalam arti yang harus ia tafsirkan sendiri—dan selalu sehat dalam setiap langkahnya,"

Kris tertawa getir sekarang. "Tapi entah kenapa aku mulai berpikir Tao benar, mungkin lebih baik kalau bayi ini tidak usah ada,"

.

.

TBC

Sorry chap ini gaje banget, ._.v

But thanks for reading

Review, please ^_^