Baiklah. Mari kita beri sentuhan oppa-oppa kita yang tampan dari suju.

Mereka akan jadi para pemain dari FF-lawasku, 'Golden Memory (Sunflower)'

Setting, di dunia antah berantah dimana aku hanya akan menyebutkan , kota A atau B, serta Pulau.

Mian, 'thor masih kurang pengalaman dan belum melihat dunia ini. Yah kecuali di globe atau atlas.

GenderSwitch. 'thor ga bisa nulis Yaoi

.

.

.

Characters:

.

Kim Siwon (22 tahun)

Kim Siwon atau sering dipanggil Wonnie oleh teman-teman dekatnya, merupakan seorang namja baik hati, rajin menabung dan menawan. Semua hal baik ada pada dirinya. Dia sangat membenci seorang pembohong.

Saat ini pekerjaannya adalah seorang Mahasiswa Ekonomi, disebuah Universitas di Kota A. Usai belajar dia akan bekerja paruh waktu di café 'The Luckiest' milik Donghae Hyung, seniornya di universitas.

.

Kim Heechul (20 tahun)

Kim Heechul sering dipanggil chullie. Yeoja cantik yang merupakan dongsaeng-nya uri oppa_Siwon. Dia tidak melanjutkan kuliahnya dan memilih untuk bekerja paruh waktu di 'The Luckiest'. Sangat tertarik dengan fotografi. Suka bunga matahari, iyakan Oppa?

.

Kim Kibum (21 tahun)

Teman kuliah Siwon. Dia merupakan idola para namja diUniversitas tersebut. Keluarganya sangat kaya raya. Ayahnya merupakan rekan bisnis keluarga Choi.

.

Tan Hangeng (25 tahun)

Hangeng adalah seorang eksekutif muda, dia mengelola perusahaan yang besar dan terkenal bernama, Tan Corp. Dia adalah Prince charmingnya Heechul. Dia selalu memberikan hadiah untuk Heechul.

.

Lee Donghae (24 tahun)

Donghae adalah pemilik café 'The Luckiest'. Dia mahasiswa tingkat akhir bidang ekonomi.

.

Choi Sungmin (25 tahun)

Sungmin adalah anak laki-laki keluarga Choi. Dia terkenal karena tastenya dalam berpakaian.

.

Prologue

"Aku membencimu. Kenapa kau berbohong padaku. Padahal aku begitu mempercayaimu. Aku percaya pada semua perkataanmu. Kenap kau lakukan itu?! Kenapa!" teriak namja yang berdiri di depannya.

"O…op…pa…." hanya itu saja yang bisa dilakukannya. Menangis. Sungguh yeoja itu tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia sudah tidak dapat bertahan lagi. Dia melangkahkan kakinya mencoba mendekati namja yang sama seperti dirinya. Menangis menahan gejolak emosi yang menguasai perasaannya.

"Jangan mendekat! Jangan mendekat! Jangan sentuh aku!" teriak Siwon marah. Heechul yang melihatnya menangis.

"Mi..mianne…. mianada," isaknya terus. Siwon menatap lurus pada yeoja yang berdiri di depannya. Dia tidak ingin memarahinya, namun apa yang telah dilakukannya sungguh tidak bisa dimaafkan. Siwon terlalu menyayanginya hingga luka yang ditorehkannya begitu dalam.

"Wae! Kim Heechul! Wae!" teriak Siwon. Lututnya terasa lemas. Dia melemah dan jatuh terpuruk disana. Heechul nama yeoja itu ketakutan dia mematung disana.

"Oppa~" kata Heechul sambil memeluk namja itu.

"Wae…." Isak Siwon kian menjadi. "Kenapa kau tega sekali padaku? Kau membuat duniaku tampak samar dan terlihat abu. Aku tidak lagi dapat membedakan mana yang nyata dan palsu. Heechul-ah, kenapa kau lakukan ini padaku," ucap Siwon di sela tangisannya.

.

.

.

Malam itu, disebuah balkon berdiri seorang namja yang tampan. Dia melihat lurus jauh kedepan. Kearah pantai dimana bisa dilihat dengan jelas sebuah rumah bercat putih. Rumah tersebut tampak begitu sepi dan lampunya pun masih padam.

"Apa kau akan hadir malam ini, Chullie! Oppa rindu sekali padamu," gumamnya. Dia kembali melayangkan pikirannya, tertuju pada yeoja yang tinggal jauh di rumah tersebut. Orang yang telah membohonginya. Orang yang pernah hidup lama bersamanya. Orang yang paling di Benci olehnya. Orang yang_Paling Dirindukan olehnya.

dia menarik nafas dalam, Hatinya terasa kacau. Dia sangat merindukannya. rumah ini terasa asing, begitu pula dengan mereka. orang-orang yang mengaku sebagai keluarganya. Dia sama sekali tidak mengenalnya. Mereka 'Orang Asing' dalam kehidupannya. Dia mencoba fokus dan mengingat masa lalunya. Jika ingatannya sembuh tentu dia akan dengan mudah dapat mengambil keputusan. Kepalanya berdenyut, sakit. Sesulit inikah mengingat masa lalunya.

Terdengar sebuah ketukan di pintu kamarnya. Dengan malas dia membuka pintu tersebut, dia menemukan seorang namja dengan perawakan yang lebih kecil dibandingkan dengannya menatap lurus padanya.

"Siwon-ah, bersiaplah. Keluarga Tuan Kim sebentar lagi datang," kata namja imut itu.

"Ne, hyung!" jawab Siwon sembari mengusap pundaknya yang terasa lelah.

"Waeyo Siwon. Kau tampak kurang sehat?" tanya hyungnya. Siwon mencoba tersenyum dan menatap pada hyungnya.

"Ani, aku baik-baik saja," jawab Siwon. Badannya mulai terasa dingin.

Ya, hari itu adalah hari dimana Choi Siwon sebagai penerus sah tahta keluarga Choi akan melangsungkan pesta pertunangannya dengan kekasihnya tercinta Kim Kibum. Tapi entah mengapa kini hatinya terasa resah.

"Kajja, umma dan appa sudah menunggu dibawah!" ajak Sungmin. Mendengarnya Siwon hanya tersenyum dan menutup pintu kamarnya.

Di bawah telah berkumpul banyak kerabat dan sahabat-sahabatnya. Dia mencoba untuk menyunggingkan senyum manisnya dan menunjukkan bahwa dia baik-baik saja. Bahwa semuanya benar dan normal.

"Siwon-ah, bagaimana? Apa kau senang?" tanya Tuan Choi sambil tersenyum manis. Yah ini adalah Tuan Choi Leeteuk, ayah dari Choi Siwon. Dia mengenakan stelan jas berwarna hitam. Disampingnya telah berdiri istrinya tercinta, Choi Sora. Yeoja itu tampak begitu cantik dengan gaun malamnya yang berwarna hijau.

"Terima kasih appa, aku senang sekali!" jawab Siwon datar.

"Siwon-ah. Apa teman-temanmu sudah datang?" tanya sang umma. Siwon menatap sekeliling.

"Sepertinya belum umma. Mereka mungkin akan datang sebentar lagi," kata Siwon sambil menghapus keringat dipelipisnya.

"Oh, itu mereka. Keluarga Kim!" seru ummanya. Tuan Choi Leeteuk mengalihkan pandangannya kearah pintu begitu pula dengan Siwon dan Sungmin. Siwon menatap kosong pada rombongan calon keluarga lainnya tersebut. Dia diam seribu bahasa. Hingga seorang yeoja yang memakai gaun terindah disana menghapirinya.

"Oppa, kau baik-baik saja," katanya sambil memegang tangan Siwon. Siwon mencoba untuk tersenyum padanya.

"Ne, bummie. Oppa baik-baik saja," jawab Siwon.

.

.

.

Diluar kediaman keluarga Choi berdiri seorang yeoja yang membawa buket bunga matahari. Dia mengenakan dress selutut berwarna hijau dengan sweeter kuning. Rambut panjangnya terikat sempurna, seperti ekor kuda. Dia berhenti di depan gerbang saat kedua pegawai security menghentikannya.

"Maaf, nona. Bisakah anda tunjukan kartu undangan anda?" tanya salah satu dari security tersebut.

"Mianne, tapi saya tidak memilikinya," jawab yeoja tersebut.

"Jika, begitu anda dilarang untuk menghadiri acara ini," kata sang penjaga.

"Tuan, kumohon. Aku ingin masuk. Tidak akan lama kok!" katanya sambil tersenyum.

"Bagaimana ini?" tanya si penjaga pada temannya.

"Tidak tahu, Usir saja," katanya setengah berbisik. Akhirnya salah satu dari penjaga tersebut mendorong yeoja itu. Dari arah berlawanan muncul sebuah mobil BMW berwarna silver. Untungnya seseorang menangkap tubuh yeoja tersebut, sehingga dia selamat.

"Heechul apa yang kau lakukan disini?" tanya namja yang telah menolongnya tersebut. Heechul menatap namja tersebut. Dia menarik ujung bibirnya perlahan hingga dia tampak tersenyum.

"Oppa, terima kasih telah menyelamatkanku!" kata Heechul.

"Apa kau mau masuk kedalam?" tanyanya.

"Aniya, oppa. Aku ingin menitipkan buket bunga matahari ini padamu. Tolong ucapkan 'selamat atas pertunangannya'dan 'maafkan aku'. Bisakan, oppa?" kata sang yeoja.

"Baiklah jika itu keinginanmu, Chullie!" kata sang namja lembut sembari membelai rambut hitam Heechul. Heechul tersenyum ramah dan menyerahkan buket bunganya. Dia mencoba untuk melangkahkan kakinya yang terasa lemas.

"Akh!" rintih Heechul. Namja itu menahannya agar tidak jatuh.

"Aku akan mengantarkanmu!" katanya.

"Aniya, aku kemari dengan Tuan Lee Sooman," kata Heechul sembari menunjuk kesebuah mobil Jeep yang terparkir tidak jauh dari sana.

"Lee Sooman? Appamu?" tanyanya. Mendengar perkataan namja itu Heechul tersenyum.

"Ne, appaku." Jawab Heechul. dia terdiam sejenak dan tersenyum pada Hangeng "Baiklah. Bye, oppa!" kata Heechul sambil tersenyum.

"Hati-hatilah!" katanya mengingatkan.

.

.

.

Semua orang telah berkumpul. Siwon sedang mengobrol bersama dengan teman-temannya. Donghae, pemilik café 'The Luckiest' yang telah membantunya bertahan selama 5 tahun terakhir. Beserta kencannya mala mini Eunhyuk. Yeoja berambut pirang yang juga merupakan maid dan kekasih Donghae.

"Terima kasih hyung atas kedatangannya!" jawab Siwon berbasa-basi.

"Aku datang untuk mengucapkan selamat padamu, Siwon! Selamat menempuh hidup baru!" ucap Donghae.

"Terima kasih, hyung!" jawab Siwon sambil memasang senyum palsunya. "Noona, kamu kenapa?" tanya Siwon saat melihat kekasih Donghae itu cemberut.

"Aniya, Siwonnie! Kenapa kau bertunangan dengan yeoja itu. Bukankah kau mencintai dongsaengmu, Heechul! Kasihan sekali dia!" ucap Eunhyuk. Ya, dia mempunyai hubungan yang baik dengan Heechul dan tentu saja dia tidak ingin sahabatnya terluka.

"Sudahlah chagi!" kata Donghae mencoba menghiburnya.

"Padahal aku sudah berharap jika Heechul tidak bisa bersama denganmu. Dia akan berbahagia dengan Hangeng. Kau sudah bertarung untuk mempertahankannya. Namun, sekarang kau malah kembali ke keluargmu yang kaya raya. Apa kau meninggalkannya karena semua harta ini, Siwonnie?" kata Eunhyuk mengiba. Siwon tersenyum getir mendengra perkataan Eunhyuk.

"Sssttt! Chagi bukan begitu!" kata Donghae. Dia tidak tahu harus berkata apa. Siwon yang mendengarnya hanya tersenyum. Iya itu benar, dulu dia mati-matian mempertahankan Heechul untuk tetap bersamanya. Tanpa alasan yang jelas, padahal saat itu dia masih mengganggap Heechul sebagai adik perempuannya yang harus dilindungi dari kekejaman Tan Hangeng.

"Bocah Choi, apa yang ada di dalam kepalamu!" kata seseorang sambil memukul kepala Siwon perlahan. Siwon merintih dan menatapnya.

"Hangeng HYUNG! Sakit!" kata Siwon.

"Ini, untukmu. Tadi aku bertemu dengannya di luar!" kata Hangeng sembari menyerahkan buket bunga tersebut.

"Heechul kemari? Lalu dimana dia?" tanya Eunhyuk begitu gembira.

"Entahlah, katanya dia akan pergi bersama dengan Appanya, entah kemana. Dia tidak mengatakan apapun padaku!" kata Hangeng.

Siwon menatap buket bunga matahari tersebut.

"Akh!" sebuah bayangan terlintas dikepalanya. Dia merintih kesakitan. Sebuah bayangan, seorang yeoja cilik tersenyum padanya. Yeoja itu menyerahkan sebuah bunga matahari padanya.

"Siwon-ah?! Kau kenapa?" tanya Hangeng yang terkejut.

"AKh!" rintih Siwon. Dia mencoba untuk berjalan menjauh dari keramaian tersebut. Dia berjalan kearah luar. Di dekat kolam renang, dia berdiri masih memegangi kepalanya yang berdenyut. Ketiga temannya mengikutinya.

"AKH!" rintih Siwon. Saat terdengar olehnya suara kembang api yang begitu keras dan teriakan-teriakan histeris dari para tamu undangan yang hadir disana. Dia menatap sekelilingnya. Tempat itu bukanlah halaman rumahnya tapi… sebuah kapal.

Terdengar suara jerit tangis dari orang-orang yang merupakan penumpan dari sebuah kapal pesiar tersebut. Siwon menatap sekelilingnya. Dia berjalan ke teras rumahnya. bayangan itu nampak kian jelas. Terasa sentuhan hangat tangan yeoja cilik yang ada didekatnya.

"Oppa…." Isak yeoja kecil itu ketakutan. Siwon melihat seorang bocah laki-laki menggenggam tangan yeoja itu erat. Mereka berusaha lari dari tempat kungkungan badai.

"Akh!" teriak Siwon. Dia merasakan rasa sakit yang sangat dikepalanya. hingga tidak terasa, keseimbangannya oleg dan dia terjatuh ke kolam renang tersebut.

"Oppa!" terdengar suara jeritan yang memanggil namanya.

Dilihatnya seorang yeoja cilik menggenggam tangannya dan memanggil namanya dengan perlahan.

"Oppa…."

.

.

.

Tbc

.

.

.

Mianne, jika kalian tidak menyukainya tak apa.

Review ne!

Gumawo! bow berxxx