Hehehe, mian. Aku mau meninggalkan My Cinderella hyungnya dulu. Stuck kehabisan Ilham.
Focus ma yang satu ini dulu. Ok.
FF-Sunflower.
Ve, Bertahanlah. Mars atau Mike, Mianne. Aku masih menyukai kalian berdua tidak apakan? Ceritanya beda kok ga sama dengan 'Golden Memory'. Hanya idenya saja yang sama.
So, this is the continuity of Sunflower. Bunga yang menatap tegak lurus pada matahari. Kadang tampak menantang dan menentang matahari. Dengan warna kuningnya yang mempesona.
So, everyone, this is My Love Story….. Enjoy it
.
.
Rumah adalah sebuah tempat dimana kita akan pulang. Tempat menyandarkan semua keluh kesah. Tempat berlindung dan rumah adalah tempat aku dan kamu menghabiskan masa kita dengan semua harapan dan kebahagiaan.
Benarkan? Rumah adalah tempat ternyaman dan terindah, bukan hanya sebatas bangunan. Home, you are my home, not the building_the House. Tempat terindahku_My Home.
.
"Tidak bisakah kau tinggal disini…. Bersama denganku selamanya…." Gumam Siwon.
"Oppa, kaulah rumahku!" isak Heechul sambil memeluk erat Siwon.
.
Heechul tersenyum sambil menatap buku diarynya. Aku akan menyerahkannya padamu. Kuharap kau mengerti. Mianne… mianada…. Sejuta kali ku ucapkan pun tentunya hal itu tidak akan pernah cukup untukmu.
.
Terdengar suara ketukan pintu. Heechul segera menutup buku tersebut. Dia membukakan pintu kamarnya. Tampak Siwon menatapnya, dia kemudian tersenyum.
"Wae?" tanya Heechul.
"Akhirnya, Oppa berhasil!" teriak Siwon. Heechul tersenyum mendengarnya. Siwon memeluknya, "Berkat kamu, Heechullie. Kim Kibum yang oppa cintai menerima oppa," kata Siwon. Mendengarnya. Heechul terdiam, senyumnya lenyap seketika. Siwon yang tengah memeluknya melepas pelukannya dan menatap wajah Heechul. "Wae?" tanya Siwon.
Heechul menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum.
"Cih, kenapa kau tidak melakukannya sejak dulu," kata Heechul. Mencoba tersenyum.
"Oppakan tidak tahu dia akan menerima pernyataan cinta oppa. Lagi pula kau tahukan, dia anak orang kaya." Kata Siwon sambil tersenyum.
"Kau pun orang yang sangat kaya raya, oppa," kata Heechul.
"Gumawo," jawab Siwon sambil mengusap kepala adiknya tersebut. "Akh! Baiklah, oppa akan berangkat ke kafe dulu," kata Siwon berpamitan. Dia keluar sambil bersiul riang.
Deg! Deg! Deg!
Heechul mematung sendirian. Dia memegangi jantungnya yang terasa sakit.
"Oppa…. Oppa…." Isaknya.
.
.
.
Tan Corp.
Sebuah pintu terbuka, tampak seorang namja yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Yeoja yang menyelinap masuk tersebut menghampirinya perlahan. Dia mengulurkan tangannya dan menutup mata namja tersebut dari belakang.
"Heechullie, jangan main-main denganku," terkanya. Si gadis terkejut dengan perkataan namja tersebut.
"Heechullie?" tanyanya tidak suka. Namja tersebut segera berbalik dan terkejut melihat yeoja yang dibelakangnya bukanlah Heechul.
"Victoria, sedang apa disini?" tanya Hangeng. Dia begitu terkejut melihat tunanganya, Victoria.
"Kau kenapa, eoh?! Aku itu tunanganmu! Apa aku tidak boleh menemuimu?!" katanya kesal.
Hangeng cukup terkejut dengan pernyataan Victoria. Mereka memang telah dijodohkan sejak kecil. Hangeng dan Victoria pertama kali mengetahui pertunangan mereka saat keduanya sama-sama berusia 10 tahun.
Saat itu Hangeng, tidak menolak ataupun membantah keputusan kedua orang tuanya. Dia menyukai Victoria yang manis dan manja. Sedangkan Victoria, dia merasa bahagia dan senang. dia bisa memiliki orang yang sangat dicintainya. Namun, sejak mereka berusia 17 tahun sikap Hangeng padanya berubah menjadi dingin.
"Oppa, siapa Heechullie itu?" tanya Victoria pada Hangeng.
Hangeng hanya bisa menarik nafas berat. Dia berusaha melepaskan dirinya dari hadapan Victoria.
"Um, Victoria…. Sebentar lagi, oppa ada meeting jadi bisakah kau menunggu oppa diluar?" tanya Hangeng mencari-cari alasan.
"Oppa selalu saja mencari-cari alasan untuk menjauhiku," kata Victoria sedih. "Kau tidak suka padaku ya, oppa?" tanya Victoria.
"A… ani… bukan begitu…." Hangeng sedikit kesulitan menjelaskan semua perasaannya.
"Kau menyukaiku?" tanya Victoria senang. Dia memeluk erat Hangeng.
"Lepaskan!" kata HAngeng tidak menyukai keadaan mereka sekarang. "Vic, lepaskan…." Kata Hangeng.
Namun, tiba-tiba pintu ruangan Hangeng terbuka. Hangeng segera berdiri dan melepaskan pelukan Victoria.
"Heechul!" ucapnya.
"Mi… miane…. Aku akan menemuimu lagi," kata Heechul sembari menutup kembali pintu ruangan tersebut.
"Chullie!" panggil Hangeng. Victori yang tengah berdiri disana terkejut jadi yeoja tadi itu 'Heechullie'.
"Oppa, kau mau kemana?" tanya Victoria manja sembari menahan Hangeng.
"Kita bertemu lagi nanti." Ucap Hangeng sembari melangkahkan kakinya keluar ruangan. Tampak Heechul tengah berdiri di dekat jendela.
"Oppa!" panggil Victoria. Hangneg tidak memperdulikannya. Dia pun berkecak pinggang, dan menatap Heechul.
"Masuklah, urusanku dengan Victoria sudah selesai," kata Hangeng.
"Ani… aku akan menunggu saja. Silahkan kalian lanjutkan percakapan kalian," kata Heechul sedikit kaku.
"Oppa!" panggil Victoria. Hangeng berbalik dia menarik Victoria. Memeluknya singkat dan tersenyum.
"Sekarang pulanglah!" kata Hangeng. Victori mematung akibat perlakuan Hangeng tersebut.
"Masuklah," ajak Hangeng sambil mengulurkan tangannya pada Heechul.
"Ne," jawab Heechul. Mereka pun masuk ke dalam ruang kerja Hangeng. Tidak lupa Hangeng mengunci pintu ruangannya, dia berjaga-jaga bila Victoria masuk menyerobot ke dalam.
Diluar ruangan Victoria yang tersadar, menatap sekelilingnya.
"Oppa! Heechul! Buka pintunya! Buka!" teriaknya.
.
.
.
Heechul duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Hangeng tersebut.
"Kau mau minum apa?" tanya Hangeng.
"Aku tidak akan lama, oppa. Ada yang ingin aku berikan padamu!" kata Heechul sambil menatap Hangeng.
Hangeng duduk di depan Heechul. Dia menatap sebuah benda yang dikeluarkan oleh Heechul sebuah buku diary yang tebal.
"Apa itu?" tanya Hangeng.
"Ini buku harian yang dulu kami sering isi bersama," jawab Heechul. "In I buku diary milik, Siwon oppa. Namn, kami berdua selalu mengisinya bersama. Tolong kau berikan ini padanya," kata Heechul.
"Aku tidak mau!" jawab Hangeng.
"Oppa, mulai sekarang kami akan memulai jalan hidup kami masing-masing. Aku tidak bisa membiarkannya tersesat lebih jauh lagi. To…" tangan Heechul beretar. "Tolong, pertemukan Siwon oppa dengan keluarganya. Aku mohon padamu," kata Heechul.
"Kenapa tidak kau sendiri yang menje;laskannya pada Siwon," kata Hangeng.
"Aku… aku tidak memiliki keberanian yang cukup besar. Aku…. Aku takut. Takut Siwon oppa akan membenciku," kata Heechul sambil menatap Hangeng.
"…." Hangeng terdiam.
"KUmohon. Bawa Siwon oppa kembali ke keluarga Choi!"
.
.
.
The Luckiest Café
Siwon yang tengah bersemangat untuk membereskan setiap meja yang ada di café. Dia mengelap meja-meja tersebut sambil terus bersenandung.
"Kau bahagia sekali Siwon-ah?" tanya Eunhyuk.
"Ne, aku sangat gembira sekali, Hyukkie!" ucap Siwon sambil terus memasang senyum manisnya.
"Bagus teruslah seperti itu selama melayani para tamu. Senyummu yang berMega Watt," puji Eunhyuk. Siwon yang mendengarnya hanya terkekeh geli.
"Siwon-ah, kau ada disana?" tanya Donghae sembari keluar dari ruangannya.
"Ne, waeyo hyung?" tanya Siwon.
"Bagaimana rencana kita?" tanya Donghae.
"Tentu saja. Aku akan mengajak Kibum untuk makan malam disini besok," kata Siwon sambil menatap donghae.
"Oh, pacar barumu itu ya? Yeoja yang manis dan imut tersebut," sindir Eunhyuk.
"Ne, Hyukkie!" jawab Sieon penuh semangat.
"Apa dongsaengmu akan kau ajak juga?" tanya Eunhyuk. Siwon tampak berpikir sejenak. Dia lupa menanyakan kegiatan Heechul sekarang. Heechul lebih sering menghabiskan waktunya bersama dengan Lee Soman Ajushi.
"Entahlah aku belum menanyakannya." Kata Siwon sambil tersenyum.
"Bocah ini, mentang-mentang sudah mempunyai yeoja chingu sampai lupa dia pada dongsaengnya sendiri?!" Sindir Donghae.
"Mian hyung. Aku benar-benar lupa untuk bertanya padanya," kata Siwon membela diri.
"Baiklah, kira-kira siapa lagi yang akan datang kesini?" tanya Eunhyuk pada Donghae.
"Acara makan malam yang sederhana. Aku mengumpulkan Hangneg, Victoria, Si Choi," kata Donghae.
"Oh, sungmin, ya? Dia sudah lama berada di paris. Memangnya dia kan kemari?" tanya Eunhyuk.
"Iya," jawab Donghae.
"Huh, aku membenci mereka," gerutu Eunhyuk.
"Yah, Hyukkie! Jangan mendendam pada orang lo itu dosa," kata Siwon memotong percakapan mereka.
"Aku memang benar-benar membenci kedua pasang orang tersebut! Cih, gaya tuan mudanya itu menyebalkan!" kata Eunhyuk.
"Kau kenapa lagi chagiya," rayu Donghae.
"Aku malas membicarakan mereka. Siapa lagi yang akan kita undang?" tanya Eunhyuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"Heechul, Lee Soman. Semuanya ada delapan orang," kata Donghae.
"Baiklah, bagus juga." Kata Eunhyuk.
"Aku akan mengajak Kibum. Apakah kalian juga sudah menghitungnya?" tanya Siwon.
"Tentu saja. Termasuk Kim Kibum," kata Donghae.
"Akh! Lihat wajahnya yang merona tersebut. Kau benar-benar menyukainya?" goda Eunhyuk.
"Manisnya," kata Donghae sambil mengacak rambut Siwon.
"Akh! Sudahlah kalian berdua ini," kata Siwon sambil menutupi kedua wajahnya. "Aku kebelakang dulu," kata Siwon sambil meninggalkan keduanya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu yang terbuka.
"Panjang umur!" kata eunhyuk sambil tersenyum.
"Unnie! Kalian sibuk sekali. Apa ada yang bisa aku bantu?" tanyanya.
"Tidak semuanya sudah selesai," kata Donghae.
"Kau menjemput, Siwon?" tanya Eunhyuk. Heechul hanya menganggukkan tangannya. "Dia ada didalam. Oh, iya. Besok kami ada rencana untuk makanmalam bersama. Apa kau mau ikut?" tanya Eunhyuk.
"Emm, aku sudah ada janji dengan seseorang." Jawab Heechul.
"Klo Tuan Lee bagaimana?" tanya Donghae.
"Kami berdua akan pergi bersama," jawab Heechul.
"Aku panggilkan Siwon dulu," kata Donghae. Dia pun segera ke belakang meninggalkan dua yeoja tersebut.
"Wajahmu pucat sekali. Apa kau sakit?" tanya Eunhyuk. Heechul terkejut.
"Ani…. Aku baik-baik saja. Hanya saja udara diluar begitu dingin," ucap Heechul. Donghae dan Siwon menghampiri kedua yeoja tersebut.
"Kalau begitu pakailah mantelku!" kata eunhyuk.
"Aku juga membawanya," kata Heechul sambil menunjukan mantel yang ada ditangannya.
"Yah, kelian sedang berbincang apa?" tanya Donghae.
"Ini, dia tidak memakai mantelnya padahal udara begitu dingin," kata Eunhyuk. Siwon yang mendengarnya menggenggam tangan Heechul. Tangannya terasa dingin. Dia menatap wajah Heechul yang pucat dan berkeringat.
"Kau pucat. Apa kau sakit?" tanya Siwon.
"Ani…. Aku hanya kedinginan. Ayo, kita pulang!" ajak Heechul pada Siwon.
"Pulanglah, sebelum udara semakin dingin!" kata Donghae.
"Baiklah, kami pulang dulu, Hyung! Hyukkie!" kata Siwon berpamitan.
"Kami, pulang, unnie! Oppa!" kata Heechul ikut berpamitan.
"Hati-hati dijalan!" kata Donghae.
"Jangan lupa pakai mantelnya," kata Eunhyuk menambahkan.
Keduanya keluar dari café dan berjalan beriringan.
.
.
.
Selama perjalanan tidak satu orang pun yang memulai pembicaraan. Siwon menatap langkah Heechul yang terhuyung.
"Heechul?" panggil Siwon. Heechul diam saja. "Heechul!" panggil Siwon sedikit lebih keras.
"Ne?" jawab Heechul sambil menatap wajah Siwon.
"Apa kau sakit?" tanya Siwon.
"Ani, aku baik-baik saja," jawab Heechul sambil tersenyum. Dia melangkahkan kakinya. Siwon merasa begitu kesepian biasanya mereka selalu bercanda tawa bersama.
"Kim Heechul!" panggil Siwon. Heechul menghentingkan langkah kakinya. Siwon menghampirinya dan memeluk dongsaengnya tersebut.
"Oppa?" tanya Heechul keheranan.
"Dingin sekali. Begini terassa lebih hangat!" kata Siwon sambil mempererat pelukannya. Heechul tersenyum. Pelukan Siwon menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin dan kaku.
"Ne, rasanya hangat," ujar Heechul. Entah berapa lama mereka berdua berpelukan. Yang terdengar hanyalah suara detak jantung mereka.
"Oppa, ayo pulang!" ajak Heechul.
"Ne!" jawab Siwon sambil melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah Heechul yang pucat. Dia meraih tangan Heechul yang ada di depannya.
"Hmmm," Heechul hanya tersenyum. Siwon pun tersenyum. Mereka pulang sambil bergandeng tangan dan dalam kesunyian masing-masing.
.
.
.
Keesokan harinya.
Siwon menggeliat manja dari sofa yang merupakan tempat peraduannya. Dia menatap sekeliling ruangan. Dia melihat Heechul tengah menikmati sarapan miliknya.
"Heechul!" panggil Siwon. Heechul menatapnya.
"Oppa, kau sudah bangun. Aku akan berangkat sore ini bersama Lee Soman ajushi. Aku akan membereskan dan mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa." Kata Heechul.
"Apa kau akan pulang sore ini?" tanya Siwon.
"Ne, tentu saja. Aku belum packing," jawab Heechul.
"Baiklah, nanti jangan lupa. Aku ingin kita makan siang sama-sama," kata Siwon. Heechul menatap Siwon, tidak biasanya Siwon meminta mereka untuk sarapan bersama.
"Ne, tentu saja," jawab Heechul sambil tersenyum. "Akh! Sudah jam segini. Aku berangkat dulu, oppa!" kata Heechul pamitan. Dia menyimpan gelas dan piring miliknya di bak cuci.
"Yah, kenapa kau menaruhnya disana?" tanya Siwon.
"Giliranmu, oppa." Kata Heechul sambil tersenyum. "Aku berangkat dulu, ne!" kata Heechul sambil mencium pipi Siwon. Dia merasakan hatinya berdegbar hebat. Dia memalingkan wajahnya dan bergegas meraih tas dan sepatu miliknya. Meninggalkan Siwon yang mematung di sana.
Perlahan Siwon menggerakkan tangannya dan menyentuh pipinya yang tadi dicium oleh Heechul. Meski sebentar dia merasa wajahnya sedikit memanas dan hatinya bergetar.
"Aniya, dia dongsaengku. Jangan gila, Siwon!" kata Siwon sambil duduk di ruangan yang sepi tersebut.
.
.
.
Di kampus,
Siwon sambil terus mengembangkan senyumnya datang menghampiri seorang yeoja yang tengah duduk sendiri di bangku taman.
"Kibummie!" panggil Siwon. Yang dipanggil berbalik dan tersenyum menatap Siwon.
"Oppa, selamat pagi!" sapa Kibum sambil menunduk malu.
"Pagi, umm ini untukmu," kata Siwon sambil menyerahkan sebuah buket bunga mawar.
"Gumawo, Siwonnie. Apa kau akan menjemputku sore ini?" tanya Kibum.
"Ne, aku akan menjemputmu," kata Siwon sambil tersenyum. Keduanya duduk di kursi taman berdua.
.
.
.
Di toko bunga.
"Oppa, sedang apa? Bukankah kau sudah membelikan aku buket yang indah!" kata seorang yeoja.
"Ku pikir aku juga akan membelikan satu buket bunga lainnya untuk Heechul," ucapnya.
"Yah, oppa! Kau itu tunanganku tapi kenapa kepalamu dipenuhi oleh yeoja genit itu!" ucapnya tidak senang.
"Sudahlah, ini cuma hadiah kecil!" kata Hangeng.
Victori yang mendengarnya hanya mempoutkan bibirnya. Dia segera mengikuti langkah Hangeng keluar dari toko bunga tersebut.
"Oppa, benarkan hari ini kau akan memperkenalkanku pada teman-temanmu?" tanya Victoria.
"Ne, tentu saja. Jam delapan malam oppa akan menjemputmu," kata Hangeng.
"Baiklah, sekarang ayo kita makan siang bersama," ajak Victoria. Mereka masuk ke dalam mobil dan melaju menuju sebuah restaurant terkenal.
Keduanya turun dari mobil. Victori segera menarik Hangeng dan memilih sebuah meja dipojok ruangan. Keduanya duduk disana. Mereka memanggil pelayan dan memesan makanan. Pandangan Hangeng tertuju pada seorang yeoja yang duduk tidak jauh dari mereka.
"Bukanka itu Heechul?" tanya Hangeng. Saat itu dia melihat Heechul tengah duduk bersama dengan seorang lelaki paruh baya.
"Oppa, itukan Tuan Lee Soman. Ayo, kita beri salam!" ajak Victoria. "Akh! Yeoja itu." Pekikknya saat dia melihat Heechul ada disana.
"Bangunlah, bukannya kita akan member salam pada Tuan Lee Soman!" ajak Hangeng.
Victoria dengan ragu mengikuti Hangeng dan menghampiri meja Tuan Lee Soman.
"Annyeong, Tuan Lee Soman!" sapa Hangeng dan Victoria. Tuan Lee Soman dan Heechul menatap keduanya.
"Oppa, Victoria!" kata Heechul.
"Tuan dan Calon Nyonya Tan!" sapa Tuan Lee Soman.
.
.
.
Siang harinya, Siwon bergegas pulangke rumah. Dia mengetuk pintu rumah mereka namun tidak ada jawaban. Dia memasukkan tangannya ke tempat surat dimana dia dan Heechul biasa menyimpan kunci rumah mereka. Siwon tidak menemukan apapun didalamnya. Dia pun mendorong pintu rumahnya perlahan. Dia masuk dan menemukan Heechul yang tengah termenung.
"Heechul… Heechul… Kim Heechul!" panggilnya. Heechul yangterkejut memandang Siwon.
"Oppa! Kau mengejutkanku!" kata Heechul sambil tersenytum.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Siwon.
"Ani, aku tidak memikirkan apa-apa," jawab Heechul. Siwon menatap dongsaengnya. Dia pun melihat sebuah buket mawar yang besar.
"Itu dari siapa?" tanya Siwon.
"Han oppa," jawab Heechul. Siwon menatapnmya tidak percaya.
"Kau jangan sampai terayu olehnya. Dia itu," kata Siwon yang langsung dipotong oleh Heechul.
"Orang kaya raya. Pebisnis yang suka main-main. Calon suami, Victoria unnie." Kata Heechul sambil mencoba tersenyum.
"Kau sudah tahukan? Oppa hanya khawatir," kata Siwon. Heechul yang tiba-tiba merasa jengkel bangkit.
"Tidak perlu oppa ingatkanpun aku tahu siapa diriku!" kata Heechul ketus.
Siwon terkejut mendengar ucapannya. Tidak biasanya Heechul membantah perkataannya.
"Heechul kau kenapa?" tanya Siwon.
"Aku lelah! Aku mau tidur saja!" kata Heechul sembari melewati Siwon.
"Heechul makan siangmu?" tanya Siwon.
"Aku sudah kenyang!" jawab Heechul tanpa membalikkan wajahnya.
Siwon kebingungan dengan sikap dan tingkah Heechul akhir-akhir ini yang tampak menjauh dari dirinya. Terdengar suara pintu kamar yang ditutup dengan keras. Siwon hanya menarik nafas dalam.
"Heechul sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang kau pikirkan? Katakanlah sesuatu pada oppa?" gumam Siwon yang kembali mematung di dapur.
.
.
.
TBC
Update KIlat.
Thaks buat yang sudah review and dorong 'thor buat nyelesaiain ni FF.
Baru ILHAM yang kembali. Tanpa FEEl sedikit menyebalkan.
