Yak, semakin menuju akhir,

Ayolah, mana reviewnya. Thor tau kok kalian agak ill feel dengan cerita inikan? TT

Whatever, baiklah next scene.

.

.

.

"Itu dari siapa?" tanya Siwon.

"Han oppa," jawab Heechul. Siwon menatapnmya tidak percaya.

"Kau jangan sampai terayu olehnya. Dia itu," kata Siwon yang langsung dipotong oleh Heechul.

"Orang kaya raya. Pebisnis yang suka main-main. Calon suami, Victoria unnie." Kata Heechul sambil mencoba tersenyum.

"Kau sudah tahukan? Oppa hanya khawatir," kata Siwon. Heechul yang tiba-tiba merasa jengkel bangkit.

"Tidak perlu oppa ingatkan pun aku tahu siapa diriku!" kata Heechul ketus.

Siwon terkejut mendengar ucapannya. Tidak biasanya Heechul membantah perkataannya.

"Heechul kau kenapa?" tanya Siwon.

"Aku lelah! Aku mau tidur saja!" kata Heechul sembari melewati Siwon.

"Heechul makan siangmu?" tanya Siwon.

"Aku sudah kenyang!" jawab Heechul tanpa membalikkan wajahnya.

Siwon kebingungan dengan sikap dan tingkah Heechul akhir-akhir ini yang tampak menjauh dari dirinya. Terdengar suara pintu kamar yang ditutup dengan keras. Siwon hanya menarik nafas dalam.

"Heechul sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang kau pikirkan? Katakanlah sesuatu pada oppa?" gumam Siwon yang kembali mematung di dapur.

.

.

.

Malam harinya, Heechul perlahan bangkit dari tempat tidurnya. Wajahnya tampak pucat dan penuh dengan keringat. Dia berusaha bangkit dan mendekati meja yang ada di sebelah kanan tempat tidurnya.

Bruk!

Lututnya membentur lantai yang dingin. Dia semakin mengacak-acak isi laci tersebut. Dia mencari-cari sesuatu di dalamnya kemudian mengeluarkan beberapa pil dan menelannya. Mendudukkan tubuhnya yang terasa lemas di lantai. Dia menyandarkan tubuhnya ke tempat tidur dan mulai terisak.

"Oppa…. Oppa… I'm dying," isaknya lirih.

.

.

.

Sedangkan diluar kamar, Siwon tengah duduk di ruang tamu. Dia menatap jam dinding yang telah menunjukkan pukul tujuh malam. Dia meraih telpon rumahnya.

"Annyeong, Bummie. Mianne, aku tidak bisa menjemputmu. Aniya, aku akan datang namun sedikit terlambat. Aku akan mengantar Heechul ke studio terlebih dahulu. Ne, arra. Kita bertemu di café." Ujar Siwon sambil menetup sambungan telponnya.

Dengan sedikit ragu dia mengatuk pintu kamar Heechul.

"Heechul! Kau ada disanakan? Oppa sudah menyiapkan makan malam untukmu. Oppa, mohon keluarlah. Maafkan oppa yang tidak memahamimu," ucapnya lirih. Dia merasa begitu sesak seolah sebuah batu besar tengah menghimpit dadanya.

Klek!

Heechul melangkah keluar dari kamarnya. Dia mengenakan jaket hitam dan menggendong tas merah. Dia menatap Siwon dan tersenyum. Siwon pun balas tersenyum padanya.

"Mianne, aku hanya sedikit kesal," kata Heechul.

"Ne. Maafkanlah oppa, Heechul," kata Siwon sambil memeluk dongsaengnya tersebut.

Heechul balas memeluk Siwon. Rasanya dia akan segera menangis keras seperti anak kecil jika dia tidak menjauhkan badannya.

"Oppa, kau apa-apaan sih! Sesak tahu!" kata Heechul. Siwon melepaskan pelukannya. "Mana makanannya? Aku lapar!" kata Heechul sambil tersenyum.

"Kajja, oppa juga sudah lapar," kata Siwon sambil melangkahkan kakinya ke meja makan.

Heechul duduk dan melihat Siwon. Dia tersenyum. Dan segera mengambil makan malamnya.

"Oppa, apa kau tadi siang belum makan?" tanya Heechul saat dia melihat wajah Siwon yang pucat.

"Ne, bagaimana oppa bisa makan jika kau saja tidak makan. Kau bisa membuat oppamu ini sakit." Kata Siwon menjelaskan secara blak-blakan.

"Oppa, kau tidak marah lagi padakukan?" tanya Heechul.

"Ani, bagaimana oppa bisa marah padamu. Oppa terlalu menyanyangimu," ucapnya mantap sambil menatap lurus Heechul. Heechul pun tersenyum.

"Aku bahagia. Aku pun menyayangimu," jawab Heechul. Ucapan itu membuat mata Siwon membulat dan dia menutupi rasa terkejutnya dengan senyuman manisnya.

"Kapan oppa akan ke café?" tanya Heechul.

"Setelah mengantarkanmu ke studio," jawab Siwon. Mendengarnya Heechul tersenyum.

"Siapa saja yang akan datang ke sana?" tanya Heechul lagi.

"Eunhae, Sibum,…." Mendengar penjelasan Siwon. Heechul tertawa, "Wae? Apa yang kau tertawakan?" tanya Siwon.

"Istilah apa itu?" tanyanya pura-pura tidak tahu.

"Ituka singkatan nama-nama orang yang akan hadir. Sungmin dan Yoona, Hangeng dan Victoria juga hadir," kata Siwon sedikit tidak suka. Heechul terdiam sejenak dan tersenyum. Siwon yang melihatnya diam saja. Dia sedikit ragu.

"Apa kau menyukainya?" tanya Siwon pada Heechul. Heechul menatapnya keheranan.

"Apa maksudmu, oppa?" tanya Heechul.

"Apa kau menyukai Hangeng. Meskipun dia sudah bertunangan?" tanya Siwon.

Heechul terdiam. Dia menduga bahwa Siwon mengira dia jatuh cinta pada HAngeng. Dia menarik nafas dalam.

"Ne, aku sangat menyukainya, oppa." Jawab Heechul penuh kesungguhan. Mendengar jawaban dari Heechul tersebut Siwon terkejut sampai-sampai dia menjatuhkan sendoknya.

"Oppa, kau kenapa?" tanya Heechul.

"KAu…. Kau menyukainya…" ulang Siwon.

"Ne, tapi tidak sebesar rasa sayangku padamu, oppa" jawab Heechul sambil menundukkan kepalanya. Mendengarnya Siwon merasa malu seolah-olah seseorang tengah mengungkapkan perasaannya.

"NE, oppa pun menyayangimu, amat sangat." Kata Siwon sambil mengambil gelasnya.

"Apa lebih dari Kibum?" tanya Heechul gugup. Say yes please, harapnya.

"Ne, lebih dari Kibum. Kau kan dongsaeng kesayangan oppa," kata Siwon. Mendengar jawaban Siwon tersebut membuat Heechul terdiam. Heechul pun mengambil gelas miliknya. Kemudian bangkit dan membereskan meja makan. Siwon membawa gelas dan piringnya untuk dicuci.

"Biar nanti, oppa cuci setelah pulang dari café," kata Siwon.

"Tidak akan lama, jika oppa takut terlambat sebaiknya berangkat saja sekarang," kata Heechul kesal. Siwon pun kembali duduk di kursi. Dia lebih baik menunggu dongsaengnya. Dia menarik nafas berat.

"Dia akan kembali berangkat, berapa lama perjalanannya kali ini?" gumam Siwon. Dia tenggelam dalam lamunannya.

"Oppa…." Panggil Heechul yang sudah selesai mencuci piring. Dia menghampiri Siwon yang tengah termenung. "Oppa…. Oppa…." Panggilnya lagi. "Siwonnie!" katanya setengah berteriak.

"Aish! Kau mengagetkanku saja," kata Siwon. Dia menatap Heechul yang telah siap. "Kajja, oppa akan mengantarmu dulu ke studio!" kata Siwon sambil menggandeng tangan Heechul. Heechul menatapnya tidak percaya.

Keduanya berjalan beriringan. Siwon berjalan di depan Heechul. Heechul yang ada dibelakangnya hanya dapat melihat sosok Siwon. Dia mengulurkan tangannya hendak memegang pundak Siwon namun diurungkannya saat dia merasa kepalanya terasa berat dan pandangannya meremang.

"Heechul kau kenapa?" tanya Siwon.

"Ani, sepertinya kakiku sedikit lelah." Jawab Heechul. Siwon menatapnya. Dia berjongkok di depan Heechul.

"Naiklah!" kata Siwon.

"Ani! Aku bukan anak kecil lagi oppa," kata Heechul sambil tersipu malu.

"Memang bukan. Makanya naiklah!" kata Siwon.

"Tidak mau!" kata Heechul. Siwon mendekatkan badannya dan menarik paksa Heechul. Hingga akhirnya kini Heechul ada dalam gendongannya.

"Oppa, apa kau tidak merasa berat?" tanya Heechul malu.

"Ani, kau malahan amat ringan. Seperti bulu. Aish, apa aku kurang memberimu makan?" gurau Siwon.

"Apa maksudmu," kata Heechul kesal sambil memukul kepala Siwon perlahan.

"Yak! Sudahlah. Sebentar lagi sampai di halte bis," kata Siwon. Heechul mempererat pelukannya.

"Oppa, kenapa kau begitu baik padaku?" gumam Heechul.

"Karena kau dongsaengku," jawab Siwon santai.

"Kalau aku bukan dongsaengmu? Apa kau akan menyayangiku, oppa?" tanya Heechul ragu. Dia berusaha untuk menenangkan hatinya.

"Mungkin tidak," jawab Siwon. "Hei, kenapa diam?" tanya Siwon.

"Ani," jawab Heechul lemas. Dia merasa sebuah penolakan yang diberikan oleh Siwon.

"Hei, dengarlah! Oppa, mungkin tidak akan menyayangimu. Tapi… mungkin oppa akan jatuh cinta padamu, Chullie," kata Siwon. Mendengar perkataan Siwon membuat hati Heechul berdebar. Dia menyembunyikan wajahnya di balik pundak Siwon

"Wae?" tanya Siwon.

"Dingin sekali…." Jawab Heechul sambil mempererat pelukannya.

"Ne," jawab Siwon.

Baru saja mereka melangkahkan kaki, terdengar bunyi suara klakson mobil. Membuat keduannya berbalik.

"Tuan Lee!" kata Heechul. Siwon menatap lelaki paruh baya tersebut. Dia tersenyum begitu tulus.

"Masuklah!" ajaknya. Kedua orang itu pun masuk ke dalam mobil.

.

.

.

TBC

.

.

.

Mian dikit-dikit aja ya.