Ga bakalan banyak omong. Silahkan baca!
.
.
.
"Oppa, sampai jumpa bulan depan," kata Heechul. Mendengarnya Siwon hanya tesenyum.
"Hati-hatilah selama disana? Tuan Lee, kumohon jaga dongsaengku ini," kata Siwon. Mendengarnya Heechul tertawa geli. Siwon sama sekali tidak pernah bosan untuk mengatakan hal tersebut.
"Tentu saja. Kau tidak perlu khawatir. Heechul akan kujaga dengan baik," kata Tuan Lee.
"Siwonnie!" panggil seseorang. Siwon berbalik dan melihat Kibum berlari kearahnya. Siwon menunjukkan senyumnya. Heechul mencoba tersenyum. Dia menatap Kibum, orang yang telah mencuri Siwon dari sisinya.
"Hallo, unnie!" sapa Heechul.
"Hallo Heechul," jawab Kibum. "Kamu berangkat malam ini?" tanya Kibum.
"NE," jawabnya, "Oh iya. Tolong jaga oppaku ini ya," canda Heechul.
"Yah apa yang kau katakan!" kata Siwon sebal.
"Oppa, kajja"ajak Kibum sembari menggandeng tangan Siwon. Heechul yang melihatnya hanya membuang muka.
"Baiklah, sampai jumpa ajushi. Heechul," kata Siwon. Heechul hanya tersenyum simpul. Kemudian Tuan Lee kembali mengemudikan kendaraannya.
"Kamu tampak sedih, Heechul. Waeyo?" tanya Tuan Lee. Heechul mencoba tersenyum.
"Ani, ajushi. Kali ini kita akan pergi kemana?" tanya Heechul.
"Kita akan pergi ke tempat yang sangat special. Kampung halamanku," jawab Lee Soman. Mendengarnya Heechul tersenyum.
"Akh, sungguh menyenangkan. Aku juga ingin ke kampung halamanku," kata Heechul antusias.
"Dimana kampung halamanmu?" tanya Lee Soman.
"Tempat yang sangat indah, penuh dengan bunga matahari yang setiap tahun bermekaran. Aku…" jawab Heechul, dia termenung, "Aku dan Kakekku selalu menanam bunga matahari," jawab Heechul sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan Siwon?" tanya Lee Soman.
"Setiap tahun, dia akan ke panti asuhan, lalu…. Aku lupa," jawab Heechul sambil tersenyum. "Seberapa jauh perjalanan kita?" tanya Heechul mengalihkan operhatiannya.
"Sangat. Sekarang tidurlah!" kata Lee Soman. Heechul pun menutup kedua matanya.
.
.
.
Heechul menatap sekeliling tempat yang mereka tuju saat itu.
"Waeyo? Apa kau mengenal tempat ini?" tanya Tuan Lee Soman. Heechul diam saja. Kemudian dengan wajah yang tertunduk dan setengah bergumam Heechul berkata.
"Ne, ini adalah kampung halamanku,"
"Kenapa kau tampak begitu sedih?" tanya Tuan Lee.
"Entahlah, aku merasa sedikit…. Blue," jawab Heechul.
"Baik, tunggulah disini? aku akan membeli sesuatu," kata Tuan Lee sambil menghampiri sebuah toko bunga. Heechul menunggunya.
Tuan Lee kembali dengan membawa sebuah buket mawar merah. Heechul tidak banyak bicara. Mereka kemudian check in di sebuah hotel berbintang. Usai makan siang, Tuan Lee keluar entah kemana. Heechul yang kala itu diam di kamar melihat sebuah dompet tergeletak. Dia yakin bahwa dompet itu milik Tuan Lee. Dia membuka dompet tersebut perlahan.
"Umma….." gumamnya.
.
.
.
Tiga minggu telah berlalu, Siwon kembali mengulangi harinya yang sepi. Dia membuka pintu rumahnya dan bergumam
"Aku pulang," Dia menatap sekelilingnya. Ruangan tempatnya kini berdiri tampak begitu besar dan gelap.
"Heechul…." Gumamnya lagi.
.
.
.
"Ya, tolong kalian atur agar modelnya telah siap dengan gaun-gaun tersebut!" teriak Tuan Lee. Heechul yang menjadi asistennya hanya berdiri dan melihat bagaimana Tuan Lee memotret para model tersebut.
"Heechul! Heechul!" panggil Tuan Lee membuyarkan lamunannya.
"Akh! Ne, ajushi!" tanya Heechul.
"Bawa kamera no. 3 itu kemari," perintahnya. Dengan cekatan Hechul meraih kamera tersebut dan memberikannya pada Tuan Lee.
"Terima kasih," jawab Tuan Lee. Heechul kembali duduk terdiam. Dia merogoh saku jaketnya dan mengambil handpon miliknya. Hal ini terasa membosankan, menunggu Tuan Lee menyelesaikan pekerjaannya. Menyebut nama Tuan Lee membuatnya teringat akan foto yang ditemukan olehnya dalam dompet milik Tuan Lee.
"Appa," gumam Heechul.
Klek!
Heechul berbalik dan menatap Tuan Lee yang kembali mengambil gambarnya.
"Ajushi apa yang anda lakukan?" tanyanya.
"Tersenyumlah, Heechullie!" kata Tuan Lee. Heechul pun tersenyum. Tuan Lee kembali mengambil gambar Heechul.
.
.
.
Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah yang tampak asri. Keluarlah dua sejoli yang tersenyum dan bergembira.
"Thanks, Bummie! Sudah mengantarku pulang," kata Siwon.
"Ne, oppa," jawab Kibum. Keduanya saling berpandangan satu sama lain. Kibum mendekat kearah Siwon. Siwon menatap yeoja yang dicintainya tersebut.
.
Heechul menelusuri jalanana yang sepi. Di pertigaan sebuah jalan dia berhenti sejenak. Menatap arah yang akan ditujunya. Dia melangkahkan kakinya ke arah kanan. Hingga di ujung jalan, dia menghentikan langkah kakinya. Menatap sebuah pintu gerbang yang tampak usang. Dia melangkahkan kakinya ke dalam.
.
"Kibummie?" tanya Siwon. Kibum menempelkan jemarinya yang lentik di depan bibir Siwon, mengisyaratkannya untuk terdiam.
"Oppa, saranghae!" kata Kibum sembari mendekat ke arah Siwon. Siwon membelalakkan kedua matanya.
.
Deg! Deg! Deg!
"Oppa…." Gumam Heechul. Badannya terpuruk disana.
.
"Mianne," kata Siwon sembari menghentikan Kibum. Wajahnya bersemu merah.
"Mianne," kata Kibum. Dia menjauhkan dirinya dari Siwon, "Sampai jumpa besok di kampus, oppa," katanya sembari meninggalkan Siwon sendirian.
Siwon berusaha menenangkan perasaannya. Dia memegangi jantungnya yang berdetak keras.
"Yah! Ada apa denganku! Jantungku berdetak tak karuan,"
.
.
.
Seminggu kemudian,
"Oppa, kau gembira sekali? Apa ada hal yang menyenangkan terjadi?" tanya Kibum.
"Tentu saja. Hari ini Heechul pulang," jawab Siwon. Mendengarnya Kibum hanya tersenyum simpul.
"Apa kau mau aku mengantarmu, oppa?" tanya Kibum.
"Tidak usah. Lagi pula oppa mau belanja untuk makan malam nanti," jawab Siwon.
"Aku jadi berpikir kau lebih menyayanginya dari pada aku," gumam Kibum. Mendengarnya Siwon termanggu.
"Kajja, ikutlah dengan oppa," ajak Siwon. Mereka berdua bergandeng tangan, menelusuri koridor kampus mereka. Siwon mengajak Kibum ke supermarket terdekat. Dia mengajak Kibum untuk makan bersama, sesudahnya mereka berbelanja bahan untuk makan malam mereka.
.
"Hari yang menyenangkan oppa," kata Kibum saat dia menghentikan mobilnya di depan rumah Siwon.
"Ne," ucap Siwon. "Apa kau mau mampir?" tanya Siwon pada Kibum.
"Ani, oppa…." Panggil Kibum. Siwon yang hendak keluar dari mobil menatapnya. "Aku…. Aku…." Kata Kibum begitu gugup. Siwon menatap Kibum. Perlahan dia mendekatkan dirinya pada Kibum. Kibum memejamkan kedua matanya.
"Selamat malam My Beautiful Kibum," ucap Siwon sembari mengecup kening Kibum.
"…." Kibummembuka kedua matanya. Siwon membelai pipinya dan tersenyum manis. Dia pun keluar dari mobil tersebut. Kibum menatapnya tidak percaya. Siwon pun berbalik dan melambaikan tangannya menatap mobil Kibum yang menjauh.
"Wah, oppaku mulai nakal ya?" sapa sebuah suara. Siwon cukup terkejut mendengarnya. Dia berbalik dan menemukan. Heechul yang tengah berdiri di depan pintu sambil melambaikan tangannya.
"Heechul, kau pulang?!" tanyanya tidak percaya.
"Yah! Pertanyaan macam apa itu," canda Heechul.
"Kau tahu oppa sangat merindukanmu," kata Siwon sembari memeluk tubuh Heechul.
"Aku juga merindukanmu oppa," jawab Heechul sembari memeluk Siwon.
.
.
.
"Hahaha, apa yang kau lakukan masa kau takut sama yeoja sih. Hahaha," tawa Heechul bergema diseluruh ruangan mendengar cerita Siwon yang hendak dicium oleh Kibum.
"Yah! Kau itu dongsaengku bukan? Aku sangat malu," balas Siwon.
"Kasihan Kibum unnie!" kata Heechul.
"Memangnya kenapa?" tanya Siwon. Heechul hanya bisa tertawa sambil menunjuk-nunjuk Siwon. "Yah! Hentikanlah tawamu itu Kim Heechul!" bentaknya kesal.
"Aniya…." Kata Heechul sembari terus tertawa. Karena kesal Siwon menarik tubuh Heechul ke arahnya.
"Kau menyebalkan," kata Siwon sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul.
"Yah…. Yah…. Apa yang kau lakukan?" tanya Heechul gugup. Dia merasakan jantungnya berdebar semakin kencang. Siwon hanya tersenyum jahil dan menempelkan bibirnya diatas bibir Heechul.
Beberapa saat kemudian dia melepaskannya dengan wajah yang memerah. Sedangkan Heechul menatapnya tak percaya.
"Kau pikir hal itu bisa memuaskannya oppa," kata Heechul sembari menatap Siwon.
"E…. entahlah…. A…akukan belum pernah melakukannya," jawab Siwon ragu. Mendengarnya Heechul tersenyum.
"Ayo, kita coba lagi," kata Heechul sembari mendekat ke arah Siwon. Mendengarnya Siwon cukup terkejut.
"Memangnya kau sudah pernah?" tanya Siwon. Heechul tersenyum jahil. "De..dengan siapa?! Apa dengan Hangeng?!" tanya Siwon.
"Entahlah," jawab Heechul sembari bangkit dari sofa tersebut.
"Kim Heechul, jawab aku!" panggil Siwon. Tapi Heechul tidak perduli. Dia mengambil sebuah strawberi yang ada di meja. Cemilan makan malam mereka. "Heechul!" panggil Siwon. Dia menatapnya, entah kenapa sesuatu yang tidak nyaman menyusup kedalam hatinya.
"Apa Hangeng sudah menciummu?" tanya Siwon.
"Hmm," terdengar seperti sebuah jawaban 'iya' di telinga Siwon. Padahal Heechul hanya berusaha untuk menelan makanannya.
Perasaan Siwon jadi tidak karuan. Bukankah Hangeng sudah memiliki Victoria? Bukankah keduanya akan segera menikah? Lalu apa yang dilakukan Hangeng padaDongsaengnya? Mempermainkannya?
Siwon menarik tubuh Heechul dalam dekapannya.
"Oppa," kata Heechul yang kaget akan perlakuan Siwon. Dan sekali lagi Siwon melakukan hal yang sama padanya. Mata Heechul terbelalak, kaget. Dia berusaha menjauhkan diri dari Siwon. Namun tangan kanannya sudah dipegang oleh tangan kiri Siwon. Tangan kanan Siwon memegangi tengkuknya, membuat Heechul tak bisa bergerak.
"Oppa, saranghae…." Bisik hati Heechul sembari membalasnya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hahaha, author dah error. Mianne, revienya jangan lupa ne?
.
.
.
Next capter
.
"Siwon-shi. Mereka adalah kedua orang tuaku"
"Annyeong, Tuan dan Nyonya Choi!" kata Siwon.
"Annyeong, Siwon-shi," kata Nyonya Choi sambil menitikkan air matanya.
"Waeyo, ahjuma?" tanya Siwon yang merasakan getaran aneh saat dia melihat yeoja paruh baya tersebut menitikkan air matanya.
"Aku baik-baik saja," jawab Nyonya Choi.
.
"Oppa, apa yang kau lakukan?" tanya sebuah suara. Hangeng menatapnya tak percaya.
"Oppa!" kata Heechul kaget. Dia melepaskan pelukan Hangeng dan melepaskan jas tersebut.
"Aku bisa menjelaskannya." Kata Hangeng.
"Apa yang akan kau jelaskan oppa?" tanya Victoria kesal.
"Victoria, Victoria!" panggil Hangeng sembari keluar dari ruangan tersebut.
Siwon menatap Heechul yang mematung disana.
"Aku akan senang jika anda Nyonya Choi berkenan membantuku," dia melewatinya begitu saja.
.
"Dia anakku! Dia putraku! Aku tahu itu!" teriak Nyonya Choi histeris.
"Apa maksudmu, yeobo?" tanya Tuan Choi.
"Siwon adalah Siwon kita!"
