Hehehe, blame me!

Akhirnya update lagi ni FF 'Sunflower' ^^.

Mian buat kalian yang dah nunggu lama. Bow berxxx

.

.

.

Seua media membicarakan topic yang sama. Pertunangan Terbesar Abad ini, Tan Hangeng dan Victoria. Heechul hanya menatap layar televise tersebut dengan malas. Dia berpikir mungkin dia tidak perlu menghadiri acara tersebut. Dia masih ingat bagaimana cara Victoria memandangnya.

Penuh Kecemburuan.

"Love is Blind, poor girl!" gumamnya sembari memindahkan saluran televisi.

"Heechul, kau lihat dasiku tidak?" kata seseorang. Dia sedang mencari-cari sesuatu. Heechul menatapnya. Dia begitu tampan dengan setelan jas tersebut. "Yah! Heechul apa yang kau lihat?" tanyanya nerves.

Heechul hanya tersenyum, dan berkata "Ani. Kau sangat tampan, oppa," katanya sambil tersenyum. Mendengar pernyataan tersebut, Siwon hanya tersenyum semburat merah menghiasi pipinya.

"Kau melihat dasiku tidak?" tanya Siwon menutupi kegugupannya.

Heechul menatap sekeliling ruangan. Seingatnya tadi dia sudah mempersiapkan semuanya diatas sofa. Dia bangkit dan melihat ke bawah meja. Benar saja, dasi tersebut tergeletak dibawah sana.

"Oppa, kau menjatuhkannya," kata Heechul seraya mendekat kearah Siwon.

"Benarkah, oh mungkin tadi karena aku terlalu terburu-buru," kata Siwon sambil menaikkan kerah bajunya. Heechul mendekat dan mengalungkan dasi tersebut. "Heechullie?" tanya Siwon.

"Biarkan aku melakukannya. Hmmm, entah kapan aku bisa melakukannya lagi oppa," kata Heechul sedikit sedih.

Siwon membiarkannya memakaikan dasi tersebut. Akh, apa yang ada dalam pikirannya saat ini adalah menghentikan waktu. Biarkan mereka seperti itu sejenak atau mungkin bahkan selamanya. SIwon memandang wajah Heechul yang tengah memakaikan dasi tersebut.

Heechul tersenyum dan menurunkan kembali kerah kemeja Siwon. Dia memandang Siwon yang tengah menatapnya.

"Wae, oppa? Ada yang aneh?" tanya Heechul. Siwon diam saja.

"Rasanya kau manis sekali hari ini," kata Siwon sambil membelai rambut dongsaengnya tersebut. Mendengarnya Heechul tertawa kecil.

"Tidak apa-apakan. Kau senang?" tanya Heechul. Siwon hanya menatap kedua bola mata Heechul lekat. Dia mengangguk pelan. Heechul merapikan jas dan dasi Siwon yang sudah rapi. Dia mengusapnya pelan dan bersnadar di dada bidang Siwon.

"Hee… heechul…." Kata Siwon gugup.

"Biarkan aku sejenak, oppa. Rasanya dingin sekali," ucap Heechul. Siwon tidak mengerti akan apa yang dikatakan oleh dongsaengnya itu. Perlahan Siwon mengangkat kedua tangannya. Melingkarkannya di pinggang kecil Heechul.

"Bagaimana sudah terasa hangat?" tanya Siwon.

Heechul hanya mengangguk pelan dia memeluk erat Siwon. Keduanya berpelukan untuk beberapa saat hingga dering hanpon milik Siwon membuyarkan lamunan mereka. Siwon dengan enggan melepaskan pelukannya. Heechul masih berdiri mematung di tempatnya.

"Yeoboseo! Bummi, baiklah. Aku sudah selesai. Dimana? Baiklah. Aku menunggumu." Kata Siwon. Heechul berbalik. Memalingkan wajahnya dari Siwon.

"Kibum menelpon, katanya dia akan menjemputku," kata Siwon.

"Oh, baiklah. Aku tidur dulu," kata Heechul. Siwon tanpa sadar menahan pergelangan tangannya. Dia melihat mata Heechul yang sudah memerah. Menahan air mata.

"Kau kenapa?" tanya Siwon. "Apa ini karena Hangeng?" tanya Siwon. Heechul hanya menggeleng pelan. "Lalu, kenapa kau tidak mau menghadiri pesta pertunangan tersebut?" tanya Siwon.

"Aku hanya merasa sedikit tidak enak badan. Aku mau istirahat," jelas Heechul seadanya.

Siwon menatap wajah dongsaengnya tersebut. Memang akhir-akhir ini dia pun bisa melihat dan merasakan ada sesuatu yang berubah dalam diri Heechul. Perubahan yang membuatnya sedikit khawatir, dia jarang makan. Badannya tampak kurus dan raut wajah yang pucat.

"Apa sebaiknya aku tinggal dirumah saja denganmu?" tanya Siwon.

"Yah! Apa maksud perkataanmu. Hangeng oppa adalah teman oppa juga. Sampaikan salamku padanya," kata Heechul. Terdengar bunyi bel di depan pintu rumah mereka. Siwon menatap Heechul yang melangkah lunglai ke arah kamarnya.

Siwon pun segera membukakan pintu, tampak Kibum yang cantik tengah berdiri di depan pintu rumahnya. Dia memakai gaun berwarna pink dan sepatu berwarna gold.

"Halo, oppa. Kajja, kita berangkat," ajak Kibum. Terdengar suara pintu kamar yang tertutup. Siwon tahu, Heechul sudah masuk ke dalam kamar.

"Ne," jawab Siwon sembari menutup pintu rumahnya.

.

.

.

Di aula hotel Shinee

"Donghae-ah, apa kau melihat Heechul?" tanya sebuah suara.

"Oh, selamat Haneng atas pertunanganmu," kata Donghae yang kebingungan.

"Terima kasih," jawab Hangeng. Dia tetap menatap sekeliling aula tersebut. "Apa kau benar-benar tidak melihatnya?" tanyanya lagi.

"Mungkin dia akan berangkat dengan Sibum," jawab Eunhyuk. Hangeng pun tersenyum. Akhir-akhir ini dia selalu merasa khawatir akan keadaan Heechul yang menurut Yesung kondisinya semakin menurun.

"Yah, mungkin kau benar. Sebaiknya aku mencari mereka," kata Hangeng meninggalkan kedua sejoli tersebut.

"Dia aneh sekali. Bukankah ini ada;lah pesta pertunangannya dengan Victoria namun kenapa dia malah sibuk menanyakan soal Heechul?" tanya Eunhyuk.

"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Donghae.

Saat tengah mencari-cari keberadaan ke tiga orang tersebut. Hangeng bertemu dengan rombongan keluarga Choi.

"Selamat Tuan Tan!" ucap Tuan dan Nyonya Choi.

"Terima kasih, Tuan dan Nyonya Choi," jawab Hangeng sembari tersenyum.

"Selamat hyung!" kata Sungmin sambil tersenyum.

"Thanks, Minnie!" katra Hangeng. "Apa kau melihat Heechul dan Siwon?" tanya Hangeng.

"Entahlah, aku belum bertemu dengan mereka berdua," kata Sungmin keheranan.

"Baiklah, aku keluar sebentar. Silahkan nikmati pestanya," kata Hangeng sambil tersenyum. Perasaannya bergetar aneh.

Segera dia menyusuri lobi hotel tersebut. Dia berdiri di depan pintu masuk hotel beberapa wartaan terus mengambil fotonya. Dia berdiri, menunggu kedatangan mereka hingga sebuah mobil masuk ke sana dan menyita perghatiannya.

"Hyung, sedang apa disini?" tanya sang namja yang baru saja keluar dari mobil tersebut.

"Kalian datang berdua? Mana heechul?" tanya Hangeng bertubi-tubi.

"Heechul? Dia ada di rumah. Dia merasa kurang enak badan," kata Siwon.

Deg!

Jantungnya seolah berhenti bekerja.

"Oppa, selamat atas pertrunanganmu," kata Kibum sembari mengulurkan tangannya. Hangeng memegang tangan Kibum erat, membuatnya terkejut. "Oppa, waeyo?" tanya Kibum.

"Kibummie, aku pinjam mobilmu dulu, ne?!" kata Hangeng.

"Te…. tentu saja," jawab Kibum masih bingung.

"Terima kasih! Aku pergi sebentar," kata HAngeng.

" kata HAngeng.

"Yah! Hangeng, kau mau kemana?" tanya Siwon.

"Aku mau menjemput Heechul!" teriaknya, sembari masuk ke dalam mobil tersebut. Siwon, Kibum dan beberapa wartawan yang ada disana terkejut dengan pernyataan Hangeng tersebut.

"Yah! Hangeng! Kau mau kemana?!" panggil Siwon sewot sedangkan orang yang dipanggil sama sekali tidak memperdulikan panggilan tersebut.

.

.

.

Di sebuah ruangan yang gelap, seorang yeoja tengah gelisah. Menahan rasa sakit yang menghampirinya.

"….." tidak terdengar suara apapun yang ada hanyalah kesunyian. Hanya semilir angin yang masuk dan membelai selimutnya.

"Umma…. Oppa…." Rintihnya. "Op…. pa….."

.

.

.

Sebuah kendaraan yang tengah melaju dengan kecepatan penuh berhenti tepat di depan sebuah rumah. Dia bergegas turun dan berlari ke teras rumah tersebut. Tangannya yang panjang segera terulur menekan bel yang ada di sisi kiri pintu itu. Tidak ada jawaban. Tidak ada seorang pun yang membukakan pintu. Dia kembali menekan bel tersebut. Berulang-ulang. Hal ini membuatnya ketakutan.

"Yah! Heechul! Kau ada disana bukan! Buka pintunya! Buka!" teriaknya lagi.

Klek!

"Ne…" jawab seseorang. Hangeng menatapnya.

"Kau kenapa?" tanya HAngeng, "Kau baik-baik saja bukan?" tanya Hangeng.

"Ne, waeyo?" tanya Heechul kebingungan.

Grep!

Hangeng memeluk tubuh yeoja itu erat. Heechul berusaha melepaskan pelukan tersebut.

"Yah! Oppa, ada apa?" tanya Heechul.

"Kau itu kan dongsaengku, tapi kenapa kamu tidak mau datang ke pesta pertunanganku," kata Hangeng protes.

"Aku hanya merasa kurang enak badan. Oppa sendiri. apa yang oppa lakukan?" tanya Heechul.

"Oppa ingin kau pun hadir disana. Memberikan selamat pada oppa. Oppa ingin kau menghadiri saat yang penting ini," kata Hangeng beralasan. Sejujurnya dia tidak ingin jika Heechul sendirian. Tahun ini adalah masa tergenting untuknya. Hangeng ingin jika ada seseorang yang bisa menemani dan mengawasi Heechul.

"Baiklah, aku akan kesana. Tunggulah sebentar," kata Heechul. Hangeng menarik tangan Heechul.

"Oppa sudah mempersiapkan semuanya, jadi tidak usah khawatir, ara?" kata Hangeng.

"Ara, tunggulah sebentar. Aku akan mengunci pintunya," kata Heechul.

.

.

.

Di Hotel Shinee

"Apa kalian melihat Hangeng Oppa?" tanya seorang yeoja yang cantik. Yang ditanya hanya menggelengkan kepala.

Yeoja itu pun menghampiri sekelompok muda-mudi yang tengah asyik berbincang.

"Apa jadi Hangeng meminjam mobilmu?" tanya Sungmin.

"Ne, oppa. Dia tampak terburu-buru sekali," jawab Kibum.

"Oppa!" tanya sebuah suara. Sungmin berbalik.

"Akh, Victoria. Ada apa?" tanya Sungmin. "Mana gaun yang Hangeng pesankan untukmu? Kau tidak menyukainya ya?" tanya Sungmin. Mendengar pertanyaan tersebut Victoria menatapnya.

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?" tanya Victoria. "Yah! Itu tidak penting lagi. Sekarang yang paling penting adalah dimana Hangeng Oppa. Semua tamu mulai gelisah. Acara yang seharusnya dimulai dua jam yang lalu," kata Victoria khawatir.

"Tidak apa, dia pasti akan segera sampai kemari," kata Donghae.

"Memangnya dia kemana dengan mobilmu Kibum?" tanya Victoria memandang lurus pada Kibum.

"Anu, itu…." Dengan ragu Kibum mengatakannya, "Dia… menjemput Heechul," jawab Kibum. Mendengarnya membuat Victorisa marah.

"MWO! Dia keluar dan meninggalkan pesta hanya untuk yeoja miskin itu!" katanya kesal.

"Yah! Jaga Mulutmu! Dia itu dongsaengku!" kata Siwon kesal.

"Seharusnya kau bisa menjaganya?! Ajari Bagaimana Seharusnya Bersikap!" katanya ketus. Siwon mendelik. Kibum memegang tangan Siwon.

"Oppa, tenanglah," ucap Kibum. Siwon hanya bisa menahan emosi dan menggertak giginya pelan.

"Kajja, kita ambil minum Siwon-ah!" ajak Eunhyuk. Yah, pesta yang meriah ini sebenarnya tidak usah mereka datangi. Mereka berasal dari kasta yang berbeda.

Eunhyuk mendorong Siwon menjauh dari sana. Setelah jauh, Eunhyuk hanya tersenyum.

"Terima kasih noona," kata Siwon.

"Tidak apa!" jawab Eunhyuk. "Pesta orang kaya itu menyebalkan," gerutunya. Mendengarnya Siwon hanya terkekeh pelan.

Tiba-tiba terdengar suara riuh yang membuat kedua orang tersebut berbalik. Siwon merasakan hatinya bergetar tidak nyaman.

"Omo! Aku tidak salah lihat kan~!" teriak Eunhyuk dengan suara yang bergetar. Siwon yang melihatnya terpaku.

Tampak di tengah aula tersebut berdiri seorang yeoja cantik. Siwon masih menatapnya tidak percaya. Eunhyuk menarik-narik bahunya dengan sangat antusias.

"Yak! Kau lihat! Itu Heechul! Heechul! Yah! Betapa cantiknya dia?!" kata Eunhyuk tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Sesungguhnya Siwon terpesoan oleh kecantikan dongsaengnya tersebut, namun perasaan tidak nyaman ini membuatnya marah. Dia diam dan menghampiri Kibum.

"Ka…. kau lihat itu…. Itu Heechulkan?" tanya Kibum pada Siwon mendengarnya Siwon hanya tersenyum. Eunhyuk segera menghampiri Heechul.

"Yak! Uri dongsaeng tampak cantik sekali!" puji Eunhyuk. Donghae, Sungmin, Victoria, Kibum dan Siwon menghampiriny.

"Gumawo, unnie!" kata Heechul sembari tersenyum. Eunhyuk yang kelewat bahagia memeluknya erat.

"Jika saja aku masih single. Aku akan mengajakmu ke lantai dansa," kata Donghae.

"Yah! Jadi kau tidak menyukaiku?" tanya Eunhyuk.

"Wae? Jangan marah, hyukkie. Aku hanya memuji dongsaeng kita," ujar Donghae.

"Wah! Jadi rupanya gaun yang kau pesan itu untuk Heechul, ya?" tanya Sungmin.

"Ani… itu…" kata Hangeng mencoba untuk menjelaskan.

"Ara, aku tahu kok. Gaun itu sedikit kurang pas di badan Heechul. Tapi kau cantik sekali Chullie-ah!" puji Sungmin.

"Khamsamida, Sungmin oppa," kata Heechul. Dia menatap Kibum yang tersenyum kearahnya.

"Kau cantik sekali," puji Kibum.

"Gumawo unnie," jawab Heechul. Dia menatap Siwon yang masih menatapnya marah.

"Oppa, aku…."

"Kau cantik sekali," puji Siwon dingin.

"Bummie," panggil seseorang.

"Itu appa, Siwonnie. Kita kesana, ya," ajak Kibum. Siwon hanya mengangguk pelan dan mengikuti Kibum.

Victoria menatap Hangeng. Stelah dia merasa cukup mendengar pujian dan bisikan para tamu. Dia menarik Hangeng menjauh. "Oppa! Kenapa yeoja ini ada disini?!" katanya protes.

"Dia keluargaku," kata Hangeng.

"Aniya, aku tidak percaya!" ucap Victoria. Dia kalap dan pergi meninggalkan Hangeng.

"Victoria!" panggil Hangeng. Victoria berusaha menjauh dari Hangeng, Namun Hangeng menggenggam tangannya erat. Semua orang yang ada disana terkejut melihat Hangeng yang tiba-tiba berjongkok.

"Le…lepas…" kata Victoria. Dia sedih jika tahu dan melihat Hangeng bersama dengan yeoja lain.

"Ani, aku tidak akan melepaskannya," kata Hangeng. Semuanya berkerumun. Heechul hanya tersenyum. Akhirnya oppanya yang kelewat baik hati itu memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Victoria.

Hangeng pun berlutut dan menggenggam tangan erat Victoria. "Victoria, would you like to be a Mrs. Tan?" Mendengranya Victoria terdiam. "I love you, Victoria!" kata Hangeng lantang.

"NE," jawab Victoria. Semua orang bertepuk tangan. Hangeng mengeluarkan sebuah cincin yang kemudian dia sematkan dijari manis Victoria. Victoria menatapnya tidak percaya. Hangeng tersenyum, kemudian dia mengecup tangan Victoria.

Semuanya tersenyum dan memuji kedua orang yang tengah berbahagia tersebut. Kemudian terdengar sebuah alunan lagu music yang merdu. Beberapa pasangan turun ke lantai dansa. Heechul menatap Eunhyuk dan Donghae yang turun mengikuti tamu-tamu yang lain. Sungmin oppa tengah berdansa dengan Nyonya Choi dan disudut ruangan tersebut dia melihat Siwon yang tengah berdansa bersama dengan Kibum. Dia hanya tersenyum miris.

"Nona Kim Hechul?" tanya sebuah suara.

"Ne," jawab Heechul sembari berbalik. Tampak Tuan Choi berdiri di depannya.

"Berdnsalah denganku," katanya menawarkan. Heechul tersenyum simpul.

"Mian, Tuan Choi tapi saya tidak bisa berdansa," kata Heechul.

"Saya pun bukan orang yang pandai berdansa sama seperti, putraku," kata Tuan Choi. Heechul menatap wajah Tuan Choi penuh horror. "Saya sudah bertemu dengan Tuan Tan," katanya.

Heechul terdiam. Apa dia siap dengan perpisahan ini?

"Akh! Ne, baiklah!" kata Heechul keduanya turun ke lantai dansa.

"Saya ucapkan terima kasih untuk kebaikanmu merawat, putraku," kata Tuan Choi. Heechul menatap Siwon yang tengah tersenyum dan berdansa bersama kekasihnya yang cantik.

"Ani, jutru sayalah yang banyak berhutang budi padanya," kata Heechul.

"Kapan dia pulang?" tanya Tuan Choi. Heechul menatapnya.

"Tidak bisakah saya menghabiskan sedikit waktu saya dengannya?" tanya Heechul. Tuan Choi menatap wajah yeoja itu. Dia tersenyum.

"Tentu saja," jawab Tuan Choi sambil mengecup kening Heechul, "Aku sangat berterima kasih padamu," bisiknya.

"Akh! Siwon kau tidak apa-apa?" tanya Kibum setengah menjerit. Heechul mengalihkan pandangannya. Tampak Siwon hanya tersenyum.

"Sudah ku katakan jikaaku tidak pandai berdansa. Yah! Jas ini jadi basah," kata Siwon. Sedangkan ampak seorang pelayan yang sedikit ketakutan.

"Yah! Apa yang kau lakukan hingga kau menabraknya? Apa kau tidak memakai matammu, eoh!" kata Kibum penuh penekanan.

"Mian… Mianne…." Kata Sang pelayan gugup.

"Tidak usah khawatir. Aku akan ke belakang sebentar," kata Siwon.

"Oppa…" kata Kibum sembari mengikuti Siwon.

.

.

.

Sebuah pintu pun terbuka.

"Wah! Apa benar. Aku bisa mengambil salah satu jas disini?" tanya seorang yeoja begitu antusias.

"N, Heechul. Aku sudah meminta izin pada Sungmin. Apa kau tahu ukuran jas Siwon?" tanya namja yang ada disampingnya.

"Ne, tentu saja. Han oppa," kata Heechul sembari tersenyum.

"Benarkah? Klo ukuran jasku apa kau tahu?" tanya Hangeng sembari tersenyum jail.

"Hmmm, sepertinya aku tahu!" kata Heechul. Dia berpikir sejenak dan mengambil sebuah jas berukuran super-super besar.

"Yah! Apa maksudmu. Aku sebesar ini. Tapi sepertinya jas ini cukup untuk kita berdua, Heechullie!" canda Hangeng sembari memeluk Heechul.

"Yah! Han oppa, lepaskan! Kyaa!" pekik Heechul sembari tertawa riang. Hangeng mendekap dongsaengnya tersebut.

Klek!

Pintu tersebut terbuka. Hangeng dan Heechul menatap kearah pintu yang terbuka tersebut.

"Oppa…." Gumam Heechul. Hangeng segera melepaskan pelukannya.

"Siwon, Kibum, Nyonya Choi,," kata Hangeng. Ketiga orang tersebut mematung.

"Oppa, aku tengah memilihkan jas yang cocok untukmu," kata Heechul berusaha menjelaskan. Dia menghampiri Siwon.

"Aku tidak ingin melihatmu," kata Siwon pelan. Heechul terdiam di sana. Kibum tersenyum licik. Dia mencari sebuah jas untuk Siwon.

"Nyonya Choi, saya pilih jas ini. Ayo, oppa! Kita ganti bajumu," kata Kibum sembari menarik tubuh Siwon ke ruang ganti. Heechul hanya terdiam di sana. Kibum yang melihatnya tersenyum puas. Dia duduk di kursi dekat ruang ganti.

"Tenanglah, dia hanya sedikit marah," kata Hangeng. Heechul hanya menganggukkan kepalanya.

"Akh! Kau lupa dasimu, nak!" kata Nyonya Cho sembari membawakan sebuah dasi untuk Siwon. Siwon keluar dari ruang ganti tanpa kemeja.

"Terima kasih," kata Siwon.

"Kau…" kata Nyonya Choi saat dilihatnya sebuah luka di bahu Siwon.

"Yeobo, kau dimana?" tanya Tuan Choi. Dia melihat istrinya tengah memandang Siwon. Dan luka tersebut. Ya, luka yang dulu di dapat Sion mereka saat kecil.

"Siwonnie," isak Nyonya Choi. Siwon menatap Nyonya Choi bingung.

"Siwonnie," Nyonya Choi mulai terisak. Heechul merasa seluruh tubuhnya menegang. Bagaimana ini? Apakah perpisahan ini terjadi begitu cepat? Heechul mundur selangkah. Hangng yang ada disana menopang tubuh Heechul.

"Yeobo!" panggil Tuan Choi.

Brukk!

"Heechullie!" pekik Hangeng. Siwon menatap Heechul yang ambruk disana. Serasa waktu berhenti seketika, Siwon merasakan dirinya sulit untuk bernafas.. "Heechul! Kau kenapa? Heechul! Heechul! Buka matamu!" teriak Hangeng.

"Siwonnie, umma…." Isak Nyonya Choi.

Siwon segera menghampiri Hangeng yang berusaha untuk memangku Heechul. Siwon meraih tangan lemah Heechul. Dia berlari keluar diikuti oleh Hangeng.

.

"Siwonnie!" panggil Nyonya Choi. Tuan Choi berusaha untuk mencegahnya.

"Sudahlah, tenanglah, yeobo," kata Tuan Choi.

"Aniya! Dia anakku! Dia putraku! Aku tahu itu! Dia uri Siwonnie!" teriak Nyonya Choi histeris.

"Apa maksudmu, yeobo?" tanya Tuan Choi pura-pura tidak tahu.

"Siwon adalah Siwon kita!" katanya, "Kau lihat luka di bahunya! Luka itu…. Siwonnnie… Siwonnie… jangan tinggalkan umma… Si…." Kata Nyonya Choi yang kemudian tidak sadarkan diri.

"Yeobo!" panggil Tuan Choi.

"Oppa! Sungmin oppa kemarilah!" panggil Kibum.

.

.

.

TBC

.

.

.

Dikit lagi. Gimana? Jangan lupa reviewnya, ne. wink3x

""

.