.
.
.
Title: It's About Our Noona
Chapter: 6
Author: Cndy Prissycatice
.
.
.
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
-#####-#####-
.
.
.
"Ya! Noona! Sadarlah!" ucap Kyuhyun
"Dia itu cowok aneh noona !" tambah Changmin
Namun kebahagiaan di hati Heechul mampu mengalahkan suara si kembar. Heechul masuk ke dalam rumah dengan pandangan kosong di tambah senyum di wajahnya "Kyu, Min, noona sayang kalian.." ucap Heechul sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah
Mata Kyuhyun membulat mendengarnya "Min.. noona tidak memarahi kita… Min! Noona tidak memarahi kita! Min! noona aneh! Min!" Kyuhyun mengguncang-guncang lengan Changmin panik. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Ini.. musibah.. ini masalah besar !"
-######-#######-
.
.
.
Beberapa hari sudah lewat, dan si kembar belum juga bisa mengerjai Leeteuk. Si kembar selalu menyusun rencana baru setiap malam, namun sampai saat ini masih nihil hasilnya.
Hari ini Yunho dan Jaejoong pulang ke rumah mereka setelah cukup lama mereka pergi ke luar negeri untuk membereskan pekerjaan Yunho. Saat Yunho dan Jaejoong baru membuka pintu rumah mereka, Heechul langsung menyambut kedatangan kedua orangtuanya dengan penuh suka cita
"Umma! Appa!" Heechul langsung memeluk Jaejoong
"Eh? ada apa nih dengan anak umma yang cantik?" Jaejoong bertanya agak heran. Wajar saja. Biasanya Heechul adalah gadis yang amat sangat tenang di depan Jaejoong dan Yunho. Namun ini? Heechul jadi super riang?
"Ani umma, aku sedang senang!" jawab Heechul sambil memperlihatkan wajah bahagianya pada Jaejoong.
"Aigoo putri appa yang sangat cantik.. mana nih sambutannya buat appa-mu yang ganteng ini?" Yunho bertanya pada Heechul sambil tersenyum sedikit meledek.
Heechul hanya terus tersenyum. Ia tertawa kecil melihat tingkah appanya. Dengan cepat Heechul mengecup pipi Yunho dan Jaejoong bergantian. Yunho langsung tersenyum senang begitupula dengan Jaejoong.
"Eh, umma appa udah pulang" si kembar yang baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri kedua orangtua dan satu-satunya noona mereka.
"Hei jagoan appa! sini! beri salam sama appa!" Yunho tersenyum melihat si kembar
"Yah appa, memangnya masih anak-anak pake salam segala?" Tanya Kyuhyun malas
"Yak! kalian ini!" kesal Yunho
"Kyu, Min, tidak boleh seperti itu pada appa. Kalian kan anak appa dan umma, jadi wajar dong kalau kami minta salam kalian. Umma dan appa kan rindu" ucap Jaejoong
Si kembar saling menatap "Baiklah. Umma janji nggak nangis ya kalau kami udah kasih salam?" Tanya Changmin
"Min! umma tidak secengeng itu!" ucap Jaejoong malu. Ia sadar bahwa ia sering sekali menangis, dan hal itu merupakan bahan ledekan si kembar untuk umma mereka.
"Umma~" Heechul bergelayut manja di lengan Jaejoong
Jaejoong menatap aneh putri-nya itu "Apa sayang?" Tanya Jaejoong lembut sambil mengusap-usap kepala Heechul
"Ah, Chullie kok manjanya sama umma doang sih? sama appa kan juga bisa" Yunho mulai merajuk. Yunho mengerucutkan bibirnya. Ia memang selalu bersikap layaknya bayi pada Heechul.
"Yun, kau mau bersikap manja sampai kapan sama Heechul? nanti dia risih loh" ucap Jaejoong
Heechul tertawa kecil "Mianhe appa, kali ini aku ingin bercerita sama umma" kata Heechul
"Aduh, kayaknya kok ceritanya menarik banget nih sampai anak umma manja sekali seperti ini" Jaejoong meledek Heechul
"Umma.. sebenarnya aku.. aku sedang jatuh cinta" ucap Heechul pelan sambil tersenyum-senyum tidak jelas. Pipinya merona merah
Mata Yunho dan Jaejoong membulat mendengar ucapan Heechul "Chullie putri appa yang paling manis, tadi bilang apa honey?" Yunho bertanya untuk mengetahui apakah pendengarannya memang masih baik atau tidak.
"Aku sedang jatuh cinta appa.." jawab Heechul pelan
"A…. ANDWEEEEEEE !" teriak Yunho nyaring
-######-
.
.
.
"Yun! jangan seperti itu! mau sampai kapan kau mengekang Heechul?" Jaejoong bertanya kepada suaminya sambil terus membelai lembut rambut Heechul
Kini keluarga bahagia itu sudah berkumpul di ruang keluarga. Yunho dan si kembar duduk di sebuah sofa panjang yang menghadap tepat kearah Jaejoong dan Heechul duduk. Yunho terus menghentakkan kakinya kesal. matanya terus menatap tajam entah kemana.
"Appa.." Heechul memanggil pelan ayahnya
"Argh! siapa bocah yang berani mendekati putriku?" bentak Yunho yang akhirnya berdiri tidak sabar.
"Orangnya jelek, masih cakep appa. agak stress, tidak tahu diri, aneh" si kembar mangompor-ngompori Yunho. Heechul langsung menatap tajam si kembar, namun kali ini si kembar sedikit tidak takut. Toh kali ini Yunho sang appa berpihak pada mereka
"Yun, Heechul sudah besar. Masa dia tidak boleh jatuh cinta?" Jaejoong berusaha membela Heechul dan bisa mengerti bagaimana perasaan Heechul
"TIDAK BOLEH !" Yunho membentak "Biar bagaimanapun Chullie itu milik appa! lihat saja siapa yang berani mendekati putri kesayangan appa!"
Heechul merengut mendengarnya. lain hal dengan si kembar, mereka malah tersenyum bahagia. "Yun, kau tidak boleh seperti itu" ucap Jaejoong.
"My honey boojae.. Chullie itu milik appa. Appa tidak rela kalau ada yang mendekatinya. Berani benar bocah tidak tahu diri itu mencoba mendekati Chullie appa. Awas saja" kecam Yunho
"Hiks.. appa jahat.. appa tidak sayang padaku.." lama-lama airmata Heechul mengalir juga membasahi wajah cantiknya. Si kembar dan Yunho langsung menelan ludahnya. Rasa bersalah mulai menjalar perlahan di tubuh mereka.
Namun dengan cepat Yunho menggelengkan kepalanya "Pokoknya tidak boleh!" bentak Yunho
Well.. Yunho sangat menyayangi Heechul. Heechul putri satu-satunya yang dia miliki dan Yunho pada dasarnya memang lebih menyukai anak perempuan daripada anak laki-laki. Yah, mungkin itu karena anak laki-lakinya tak pernah berhenti membuat otaknya berputar pusing tak karuan..
-#####-
.
.
.
Beberapa hari kemudian..
.
"Noona.. ayo berang… loh? noona?" Kyuhyun yang tadinya berniat untuk menjemput Heechul di kamarnya agar bisa pergi ke sekolah bersama, sangat kaget ketika melihat sang noona terbaring lemas diatas tempat tidur dengan wajah yang pucat
"Minnie! Minnie! Cepat kemari!" Kyuhyun berteriak panik memanggil-manggil kembarannya itu. dengan cepat Changmin masuk ke dalam kamar Heechul
"Apa Kyu?" Tanya Changmin sambil merapihkan dasinya
"Noona, Min! noona!" jawab Kyuhyun cemas
"Kenapa dengan noo.. noona!" Changmin ikut-ikutan panik begitu melihat keadaan Heechul
"Ssstttt! Berisik! kalian membuat kepala noona serasa mau pecah!" ujar Heechul sambil memegangi keningnya "Hari ini noona tidak sekolah. kalian pergi berdua saja ya" tambah Heechul
"Noona kenapa? wajah noona pucat! Duh, mana appa dan umma udah pergi lagi!" cemas Kyuhyun
"Noona begini karena sedang datang bulan. Nanti juga sembuh sendiri. Sudah berangkat sana. Nanti telat" ucap Heechul lemas
"Tapi noona.."
"Kalian mau buat noona dimarahi appa lagi? kok ya nggak bosan-bosan sih lihat noona menderita?"
Dengan kalimat itu, si kembar langsung berangkat ke sekolah
-#####-
.
.
.
Sekitar jam 10 pagi, semua anggota OSIS dari sekolah Heechul datang ke rumah keluarga Jung. Mereka memang memiliki hak khusus untuk tidak mengikuti pelajaran pada saat-saat tertentu.
"Aduh Cinderellaku tercinta, kenapa bisa begini?" Siwon bertanya sambil menggenggam tangan Heechul yang masih terbaring di atas tempat tidur. Matanya menatap cemas wajah pucat Heechul.
"Yack! Wajahmu terlalu dekat kuda!" Heechul mendorong wajah Siwon yang makin mendekati wajahnya. "Main nyosor aja! Nggak pernah diajari etika hah!" bentak Heechul kesal.
"Kayaknya sakitnya nggak parah. Toh ratu kita ini masih bisa bentak-bentak" ucap Kangin. Semua mengangguk setuju
"Hei Siwon! jangan dekat-dekat Heechul mulu dong! Bikin kesel aja!" celetuk Hankyung dengan mata yang menyipit kesal. Siwon malah menjulurkan lidahnya pada Hankyung tanda tak peduli
"Sono-sono! jangan dekat-dekat!" Heechul menendang-nendang tubuh Siwon agar menjauh darinya.
"Gila, tenaganya kok ya tetep penuh sakit-sakit gini ya?" heran Siwon
"Onnie sakit apa?" Ryeowook bertanya pada Heechul dengan wajah cemas
Heechul tersenyum melihat Ryeowook "Onnie nggak apa-apa kok. Cuma sedikit sakit perut aja" jawab Heechul
"HEECHUL!" tiba-tiba saja seseorang berteriak dari arah luar kamar Heechul. Semua mata langsung menoleh ke arah pintu. Dan seorang pria muncul dari baliknya
"Lee.. Leeteuk?" mata Heechul membulat ketika melihat siapa yang datang
"Ya ampun Heechul.. kau kenapa? kau sakit?" dengan cepat Leeteuk berlari menuju tempat tidur Heechul, menyibak poni gadis cantik itu lalu menempelkan keningnya ke kening Heechul
Semua orang yang ada disana langsung melihat pemandangan aneh itu dengan mata yang sangat bulat membesar. Siwon dan Hankyung langsung menyipitkan mata mereka kesal. nafas mereka mulai cepat dengan amarah yang mulai meninggi.
"Lee.. Leeteuk.. aku baik-baik saja kok.." ucap Heechul
Leeteuk menjauhkan wajahnya "Tapi badanmu panas loh.." cemas Leeteuk
Heechul menggigit bibir bawahnya "Aduh.. iya nih.. tiba-tiba jadi pusing.." sungguh hebat! di saat seperti ini Heechul masih mencoba memainkan sebuah sandiwara?
Heechul menyentuh keningnya sembari memejamkan matanya berpura-pura pusing. Padahal keadaannya sudah lebih membaik dan ia tidak merasa pusing sedikitpun!
"Kenapa sampai seperti ini? kau pasti tidak makan teratur. Lihat tubuhmu kurus seperti ini" Leeteuk menggenggam tangan Heechul
Heechul membuka matanya perlahan "Leeteuk.." panggil Heechul manja
"Ya?"
"Kau mencintaiku?" Tanya Heechul
Leeteuk mengerutkan keningnya bingung "Tentu saja aku mencintaimu Heechul" jawab Leeteuk. Sebenarnya arti dari kata 'Mencintai' Leeteuk bukan berarti bahwa dia mencintai Heechul. Leeteuk menyayanginya, seperti ia menyayangi orang-orang dekatnya. namun memang cara menyampaikannya agak sedikit berbeda.
Mendengar jawaban dari bibir Leeteuk, Heechul tersenyum bahagia. Tatapannya mulai kosong, bayangan surga kembali melingkupi sekitarnya "Oh.. kurasa sebentar lagi aku akan sembuh.."
.
.
.
.
To be continued..
.
.
.
Tolong jangan gebukin saya DX
bener-bener deh pulsa modem abis, ini juga post dari warnet #gakAdaYangNanya
mianhe... mian mian~
oh iya, kalo banyak typo dimaklumin aja ya~ XD
