.

.

.

Heechul menggigit bibir bawahnya "Aduh.. iya nih.. tiba-tiba jadi pusing.." sungguh hebat! di saat seperti ini Heechul masih mencoba memainkan sebuah sandiwara?

Heechul menyentuh keningnya sembari memejamkan matanya berpura-pura pusing. Padahal keadaannya sudah lebih membaik dan ia tidak merasa pusing sedikitpun!

"Kenapa sampai seperti ini? kau pasti tidak makan teratur. Lihat tubuhmu kurus seperti ini" Leeteuk menggenggam tangan Heechul

Heechul membuka matanya perlahan "Leeteuk.." panggil Heechul manja

"Ya?"

"Kau mencintaiku?" Tanya Heechul

Leeteuk mengerutkan keningnya bingung "tentu saja aku mencintaimu Heechul" jawab Leeteuk. Sebenarnya arti dari kata "mencintai" Leeteuk bukan berarti bahwa dia mencintai Heechul. Leeteuk menyayanginya, seperti ia menyayangi orang-orang dekatnya. Namun memang cara menyampaikannya agak sedikit berbeda.

Mendengar jawaban dari bibir Leeteuk, Heechul tersenyum bahagia. Tatapannya mulai kosong, bayangan surga kembali melingkupi sekitarnya "oh.. kurasa sebentar lagi aku akan sembuh.."

-#######-########-

.

.

.

Title: It's About Our Noona

Chapter: 7

Author: Cndy Prissycatice

Warning : Man character became woman

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.

-#####-#####-

.

.

.

Sudah hampir 2 jam para anggota OSIS ditambah Leeteuk berada di rumah keluarga Jung. Keadaan Heechul mulai membaik, wajahnya sudah tidak pucat. Namun Heechul belum mau beranjak dari tempat tidurnya. Ia lebih memilih untuk berpura-pura lemas agar Leeteuk memberikan perhatian lebih padanya.

"Aaaaaaamm…" Leeteuk mencoba menyuapi sesendok bubur untuk Heechul. Tentu Heechul senang bukan main. Namun masih sama seperti sebelumnya, Heechul masih berpura-pura untuk sakit.

Heechul menggeleng pelan sembari menampilkan mimik orang sakit "Aku tidak mau Leeteuk, pasti rasanya pahit.." ucap Heechul dengan suara lemah yang tentu saja hanya tipuannya.

Leeteuk langsung menekuk wajahnya "Heechul, kau harus makan. Kalau nanti tambah sakit bagaimana?" Leeteuk mencoba membujuk "Ayo, makan ya.. aaaaammm" Leeteuk mencoba menyuapi Heechul kembali, namun Heechul malah memalingkan wajahnya

"Ah, sudah minggir, biar aku yang suapi!" Siwon merebut mangkuk bubur yang dipegang Leeteuk. Heechul langsung menatap kesal ke arah Siwon. Siwon lalu duduk di tepi tempat tidur Heechul "My beautiful princess, buka mulutnya ya.. aaaaaaaammm" kali ini Siwon mencoba menyuapi Heechul

Heechul sangat jijik mendengar kata-kata Siwon yang sangat gombal itu, tubuhnya bergidik geli menahan rasa ingin muntah "Aku tidak mau! Pokoknya aku tidak mau makan!" ucap Heechul kali ini dengan suara orang yang sangat sehat

"Aduh cinta, nanti tidak sembuh-sembuh loh" Siwon membujuk. Heechul makin menatap Siwon kesal, tatapan matanya seakan berkata "Apa sih maunya cowok nyebelin ini? udah jelas aku mau Leeteuk yang nyuapin, eh, nih anak ganggu aja!"

"Aku tidak mau!" kukuh Heechul

"Sini biar aku!" kini gantian Hankyung yang merebut mangkuk bubur itu dari tangan Siwon, Siwon langsung mendelik kesal ke arah Hankyung "Heechul, makan ya. Biar cepat sembuh" Hankyung berkata dengan suara yang sungguh lembut

"Aduh nih anak ikut-ikutan segala lagi! kenapa sih mereka ganggu terus?" batin Heechul kesal "Aku tidak mau makan Hankyung. Mulutku rasanya pahit!" ucap Heechul dengan senyuman khasnya yang super mengerikan, Lembut tapi menusuk.

"Tapi Heechul.." sekali lagi Hankyung mencoba. Heechul segera melebarkan matanya pertanda bahwa itu adalah perintah. Seketika Hankyung menelan ludahnya takut dan menaruh mangkuk bubur itu di meja yang ada di samping ranjang Heechul

Leeteuk tidak mau menyerah, ia kembali mengambil mangkuk bubur itu dan menyendokkan bubur untuk Heechul "Ayolah Heechul. Aku sedih jika kau terus sakit"

"Mm.." Heechul berpura-pura terlihat bingung "Kau sayang aku Leeteuk?" Heechul bertanya dengan semburat merah yang menghiasi pipinya

"Tentu! Aku menyayangimu! Heechul, ayolah.. makan ya.. aaaammm.."

Dengan perlahan, Heechul membuka mulutnya. Satu kata 'sayang' dari bibir Leeteuk saja sudah membuat sekrup di otaknya seakan-akan copot. "Aaaammmm.." akhirnya Heechul memakan bubur itu. Leeteuk langsung tersenyum senang, sementara Siwon dan Hankyung sudah memasang mimik jenuh sekaligus kesal di belakang sana

"Bagaimana? tidak pahit kan?" Tanya Leeteuk sambil tersenyum. Melihat senyuman Leeteuk, Heechul refleks menganggukkan kepalanya "Baguslah kalau begitu, nih sekali lagi.. aaaaammm" Leeteuk kembali menyuapi Heechul

"NOOOOOOOOOONNNNNAAAAAAAAAAAA AAAAAAAA !" tiba-tiba saja si kembar muncul dari balik pintu kamar Heechul. Keduanya mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi sambil menenteng sebuah kantung plastik yang berisi buah-buahan segar. Di sebelah Changmin ada si cantik Taemin yang memaksa untuk ikut. Ketiga murid itu memutuskan untuk membolos sekolah. sebenarnya sih hanya si kembar, namun Taemin yang ingin menjenguk onnie kesayangannya juga jadi ikut serta. Si kembar menolak tegas keikutsertaan Taemin, tapi karena Taemin terus menangis meraung-raung, akhirnya mereka membiarkan Taemin untuk ikut.

"Eh, ada Leeteuk oppa juga.. Min! Kyu! Leeteuk oppa sedang menyuapi Heechul onnie loh! romantisnya~" tanpa mengerti apa-apa, Taemin bicara dengan suara nyaringnya sambil menarik-narik kaki baju Changmin.

Mata Changmin dan Kyuhyun langsung membulat lalu menatap lekat-lekat kearah noona'nya. Benar saja, Leeteuk sangat dekat dengan posisi Heechul saat ini. kontan hal itu membuat amarah keduanya perlahan memuncak "JAUHI NOONA KAMIIIIII!" teriak si kembar bersamaan.

Taemin yang ada di sebelah si kembar langsung menutup telinganya refleks "Aduh.." keluhnya

"Chullie! kau sakit? Appa sudah dat—" kini secara tiba-tiba pula Yunho datang, di belakangnya terlihat Jaejoong yang terengah-engah kelelahan. Wajar saja, mereka berlari dari pintu utama sampai ke kamar Heechul yang berada di lantai dua. Sebenarnya si kembarlah yang memberitahukan keadaan Heechul pada kedua orangtuanya. Dan mendegar apa yang diucapkan oleh si kembar, Jaejoong dan Yunho jadi panik bukan main dan langsung memutuskan untuk pulang ke rumah meskipun sebenarnya mereka sedang berada di tengah-tengah rapat bisnis.

Melihat keadaan di kamar Heechul, Yunho terdiam seketika. Perlahan tapi pasti urat-urat kekesalan muncul di dahinya, tangannya mengepal kesal "MENJAUH DARI PUTRIKU!" teriak Yunho tak kalah hebat dengan teriakan si kembar

Dengan cepat si kembar dan Yunho berjalan ke arah tempat tidur Heechul. Yunho menarik tangan Leeteuk sehingga pria yang tadinya sedang duduk menyuapi Heechul dari pinggir ranjang itu harus rela terbangun. Si kembar langsung berdiri menghalangi Heechul layaknya batas polisi.

"Appa!" seru Heechul cemas saat melihat apa yang dilakukan Yunho.

Jaejoong langsung menghampiri suaminya yang masih mencengkram tangan Leeteuk erat "Yun! sudahlah! dia hanya membantu Heechul makan!" ucap Jaejoong

Namun Yunho tidak mau mendengarkannya dan terus mencengkram tangan Leeteuk. Leeteuk sedikit menggigit bibir bawahnya, wajar saja, cengkraman Yunho mulai membuat tangannya sakit. Di lain sisi Siwon dan Hankyung tersenyum senang sambil menyilangkan tangan mereka didepan dada masing-masing. Eunhyuk, Ryeowook, dan Taemin hanya bisa melihat takut. Dan Kangin memutar bola matanya malas.

"Appa!" Heechul mencoba turun dari tempat tidur, namun si kembar menghalanginya

"Permisi tuan Jung, tangan saya sakit.." ucap Leeteuk akhirnya setelah ia merasa benar-benar sudah tidak tahan

"Yun! dia sudah bilang sakit!" ucap Jaejoong terlihat mencemaskan keadaan Leeteuk

"Seenaknya kau ambil kesempatan.. bilang saja mau mendekati Chullie'ku tercinta kan? MENGAKU!" perintah Yunho "Kau juga Jae! jangan membelanya! aku tidak suka!" bentak Yunho

Mendengar bentakan Yunho, perlahan mata Jaejoong mulai berkaca-kaca, dan airmatanya mulai jatuh "Yun.. hiks.. kau membentakku lagi.. hiks.."

Melihat hal itu, Yunho mulai panik "Ja.. jangan menangis Jaejoongie sayang!" Yunho melepaskan genggaman tangannya pada Leeteuk lalu langsung memegang wajah cantik Jaejoong "Joongie~ maaf ya honey.. jangan nangis lagi.. cup cup.." Yunho memeluk tubuh ramping Jaejoong

"Auwww.. kuat sekali" Leeteuk mengelus-elus tangannya yang merah akibat cengkraman Yunho

"Leeteuk, kau tidak apa-apa? baik-baik saja?" Heechul menghampiri Leeteuk lalu langsung melihat keadaan tangan Leeteuk. Sebenarnya tadi si kembar masih berhasil menahan Heechul agar tetap berada diatas tempat tidurnya, namun sedetik kemudian mereka kalah oleh tatapan tajam dan sedikit ancaman dari sang noona.

"Aku tidak apa-apa" jawab Leeteuk sambil tersenyum

Mata Heechul mulai berkaca-kaca "Maaf ya.. gara-gara appaku, tanganmu.." Heechul terus mengelus-elus tangan Leeteuk yang kemerahan.

"Hei, jangan menangis" Leeteuk menyeka airmata yang mulai menyentuh pipi Heechul "Kenapa turun dari tempat tidur? kau masih belum sehat kan?" Leeteuk lalu menarik tangan Heechul lembut menuju tempat tidurnya

"Yack! jangan pegang-pegang Chullie!" dengan cepat Yunho menarik kerah baju Leeteuk dari belakang sehingga membuat langkah Leeteuk terhenti

"Appa!" protes Heechul tidak rela melihat orang yang dicintainya diperlakukan seperti itu

Yunho berhasil melepaskan tangan Leeteuk dari lengan Heechul, dan dalam sekejap, tangan kiri Heechul sudah berada digenggaman tangan Hankyung dan yang sebelah kanan dipegang oleh Siwon. "Apaan sih!? lepaskan!" kesal Heechul. Tapi Hankyung dan Siwon tetap bersikeras memegangi tangan Heechul. Wajar kan bila mereka tidak rela jika melihat orang yang mereka cintai malah bersama dengan orang lain?

"Jangan sentuh-sentuh Chullie! mengerti?!" Yunho bertanya galak pada Leeteuk

"Tapi aku hanya ingin membawa Heechul kembali ke tempat tidurnya. Heechul belum sepenuhnya sehat" jawab Leeteuk

"Pokoknya mau apa alasannya, kalau kubilang tidak boleh ya tidak boleh!" kecam Yunho

"Yun.." Jaejoong menggenggam erat kaki baju Yunho

"Yack! Siwon, Hankyung jelek! lepaskan noona kami!" seru si kembar bersamaan

Mendengar itu, Yunho langsung melihat ke arah Heechul "HEI BOCAH! LEPASKAN PUTRIKU! JANGAN DEKAT-DEKAT! MENJAUH SANA !" bentak Yunho

"Tapi tuan Jung, kami hanya ingin menjaga agar Heechul tidak dekat-dekat dengan Leeteuk" ucap Siwon dan Hankyung bersamaan

"Lalu siapa bilang kalian boleh dekat-dekat juga dengannya hah? cepat menjauh dari putriku!" balas Yunho

"Yun, tenanglah" pinta Jaejoong untuk yang kesekian kalinya

"Aku bukan anak kecil lagi appa!" protes Heechul kesal. Baru kali ini dia berani menentang dan memprotes apa yang dilakukan appa'nya. Selama 18 tahun ini Heechul tidak pernah membantah, ia terus menuruti apa yang dikatakan oleh kedua orangtuanya. Tapi apa kali ini? Heechul berani memprotes appa'nya hanya karena seorang laki-laki yang bahkan tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya?

Hal itu membuat Yunho makin kesal pada Leeteuk. Sebenarnya siapa anak ini? siapa anak yang bisa membuat putrinya begitu menentangnya? Yunho terus memaksa otaknya untuk bekerja dengan amarah yang memuncak.

.

.

.

.

To be continued…

.

.

.

Reply:

Hana ini ff lama dan fokus ke keluarga Jung. males ngedit lagi, mianhe #SuperBows

AIrzanti aku ga jahat kok~ #kedipKedip

mian ga bisa bales satu-satu. but big thanks buat semua yang udah baca & review

Thanks a lot TT_TT

Love You~ #slap

.

.

.