.
.
.
Title: It's About Our Noona
Chapter: 8
Author: Cndy Prissycatice
.
.
.
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
-#####-#####-
.
.
.
Mendengar itu, Yunho langsung melihat kearah heechul "HEI BOCAH! LEPASKAN PUTRIKU! JANGAN DEKAT-DEKAT! MENJAUH SANA!" bentak Yunho
"Tapi tuan Jung, kami hanya ingin menjaga agar Heechul tidak dekat-dekat dengan Leeteuk" ucap Siwon dan Hankyung bersamaan
"Lalu siapa bilang kalian boleh dekat-dekat juga dengannya hah? cepat menjauh dari putriku!" balas Yunho
"Yun, tenanglah" pinta Jaejoong untuk yang kesekian kalinya
"Aku bukan anak kecil lagi appa!" protes Heechul kesal. baru kali ini dia berani menentang dan memprotes apa yang dilakukan appa'nya. Selama 18 tahun ini Heechul tidak pernah membantah, ia terus menuruti apa yang dikatakan oleh kedua orangtuanya. Tapi apa kali ini? Heechul berani memprotes appa'nya hanya karena seorang laki-laik yang bahkan tidak mempunyai hubungan apa-apa dengannya?
Hal itu membuat Yunho makin kesal pada Leeteuk. Sebenarnya siapa anak ini? siapa anak yang bisa membuat putrinya begitu menentangnya? Yunho terus memaksa otaknya untuk bekerja.
-######-######-
.
.
.
"Hiks.. hiks.." Heechul tidak berhenti menangis didekapan erat Jaejoong. Jaejoong hanya terus mengusap-usap punggung putrinya dan sesekali mengusap kepala Heechul
Kini semua teman sekolah Heechul sudah diusir keluar oleh Yunho. Hanya ada keluarga bahagia itu yang kini berada di kamar Heechul. Jaejoong dan Heechul ada diatas tempat tidur Heechul. Si kembar ada di salah satu sofa di kamar Heechul. Dan Yunho? dia sedang mondar-mandir gusar di depan ranjang Heechul. Yunho tidak tahan melihat Heechul yang tidak berhentinya menangis. Perasaannya sedih bercampur dengan rasa bersalah. Berulang kali Yunho menghentakkan kakinya dengan kesal. Berulang kali pula ia menggaruk-garuk kepala belakangnya yang tidak gatal
"Yun! Berhentilah mondar-mandir begitu! aku pusing melihatnya!" perintah Jaejoong
Yunho berhenti lalu menatap Jaejoong "Tidak bisa! kalau Chullie masih belum berhenti menangis, aku tidak akan bisa diam! huhhh…" Yunho kembali mondar-mandir
"Itu kan salahmu Yun, Heechul menangis itu gara-gara kamu" balas Jaejoong
"A.. aku tidak.. aku tidak mungkin membuatnya menangis!" Yunho mencoba membela dirinya
"Appa… jahat.. hiks.." gumam Heechul
Seketika Yunho berhenti "A.. appa jahat? appa tidak jahat Chullie.. appa tidak jahat.. appa itu appa paling baik di dunia.." ucap Yunho panik. Tangannya bergerak-gerak tidak jelas
"Appa membuat noona menangis !" ucap si kembar bersamaan
"Kalian juga sayang" tambah Jaejoong. si kembar langsung diam
"Aku mau bicara berdua dengan umma. Jadi appa, Min dan Kyu keluar saja.." pinta Heechul masih sedikit terisak
"Tapi Chullie" "Tapi noona" si kembar dan Yunho protes bersamaan
"Aku mau bicara berdua dengan umma" tegas Heechul. Akhirnya Yunho dan si kembar menyerah dan keluar dari kamar Heechul. Tapi… mereka tidak benar-benar pergi, mereka malah menguping di balik pintu. Penasaran akan apa yang di bicarakan Heechul dan Jaejoong
"Sabar ya sayang. Appamu itu memang berlebihan. Umma mengerti bagaimana perasaanmu" ucap Jaejoong
"Appa jahat umma.. appa tidak senang melihat aku bahagia.." ucap Heechul
Yunho kembali gusar di balik pintu saat mendengar ucapan Heechul "Bagaimana kalau Chullie membenciku?" batinnya
Jaejoong menarik dagu Heechul dan menatap mata anaknya lekat-lekat "Tidak sayang. Kalau soal itu kau sangat salah. Justru karena appa begitu menyayangimu dia jadi seperti itu"
"Tapi umma…"
"Dengar sayang. Saat kamu lahir, appa senang sekali. Kau tahu bagaimana reaksinya?" Tanya Jaejoong. Heechul menggeleng "Appamu pingsan" ucap Jaejoong. Mata Heechul langsung membulat mendengarnya
Si kembar langsung menahan tawanya sementara wajah Yunho langsung merah padam "Aku tidak salah dengar umma? appa pingsan?" Tanya Heechul
"Iya, dia pingsan. Padahal saat umma sedang persalinan, dia sangat bersemangat dan terus mencoba membantu umma. Tapi saat appa mendengar tangisanmu yang pertama, appamu langsung pingsan lemas" jawab Jaejoong sambil tersenyum
"Bu.. mmmpphhhh!" Changmin dan Kyuhyun yang sudah tidak bisa menahan tawa langsung menutup mulut masing-masing. Melihat itu, Yunho langsung menjitak kepala si kembar. Malu sekali dia rasanya.
"Lalu setelah dia sadar dari pingsannya, dia langsung mencarimu. Dan yang lebih lucu lagi. appamu tidak pernah bisa berhenti tersenyum melihatmu. Kau itu anak appa yang paling istimewa. Kau anak pertamanya. Anak yang begitu dinanti-nantikan olehnya. Saat kau ada di dalam kandungan umma saja, appamu selalu mengelus-elus perut umma. Appa juga sering menempelkan telinganya di perut umma lalu berkata 'Boojae! dia bicara!' padahal jelas-jelas tidak ada suara apapun" Jaejoong bercerita sambil sesekali tertawa kecil mengingat kejadian lalu
Perlahan Heechul ikut tersenyum juga. Bagaimana tidak? seorang Jung Yunho bisa sampai seperti itu? penemuan baru..
"Saat umurmu satu tahun. Appamu merayakan ulang tahunmu besar-besaran. Semua orang hebat diundangnya. Kau dipesankan baju paling mahal. Kau juga di gendongnya tanpa sedetikpun lepas dari pelukannya. Umma saja tidak boleh menggendongmu. Kau diajak berputar-putar. diperkenalkan kepada semua orang yang datang ke pesta satu-persatu. Dengan sangat bangga apa berkata 'ini anakku! lihat! dia begitu manis dan mengagumkan kan?! namanya Heechul ! Jung Heechul! dia anakku loh! anakku dengan Jaejoong! anak kami! dia akan menjadi gadis paling mengagumkan di negeri ini! Chullie kecilku akan menjadi gadis yang selalu dihormati dan disayangi! begitu.. umma bahagia sekali loh melihat appa yang seperti itu" Jaejoong mencubit pucuk hidung Heechul
Perlahan Heechul berpikir. Betapa sayangnya Yunho padanya. Betapa beruntungnya dirinya menjadi anak Jaejoong dan Yunho. Tapi tetap saja hatinya sedikit kecewa karena orangtuanya sendiri tidak memperbolehkannya untuk jatuh cinta
-######-
.
.
.
2 weeks later…
.
Hari ini adalah hari pekan budaya, hari yang telah di susun sedemikian rupa oleh para anggota OSIS. Semua anggota sekolah sibuk mengurus kelasnya masing-masing. Namun berbuah manis bagi anggota yang telah menguras tenaganya karena mereka bisa melihat senyuman bahagia semua orang yang datang ke pekan budaya itu.
"Ternyata tidak sia-sia" ucap Junsu bangga
Heechul tersenyum mendengarnya lalu merangkul pundak Junsu "Tentu saja tidak sia-sia, kau tahu kan siapa yang merancangnya?" Tanya Heechul
Junsu menatap Heechul lalu tersenyum miring "Selalu percaya diri dan narsis" ucap Junsu. Heechul hanya tertawa kecil
"Tapi kemana yang lain? kenapa aku hanya menemukanmu disini?" Tanya Heechul sambil melihat sekelilingnya
"Ryeowook dan Yesung sedang berkeliling, mereka tidak merasa seperti pengurus, tapi mereka merasa seperti tamu. Hebat juga kau bisa membuat mereka berdua dekat" puji Junsu
"Memangnya kau fikir aku siapa? aku itu Jung Heechul" balas Heechul tersenyum licik sambil menunjuk dadanya sendiri dengan bangga
"Ya ya. Yang mulia ratu Heechul, aku tahu kau yang paling hebat. aku bersembah kepadamu~" ledek Junsu sambil mengangkat tanganya lalu menurunkannya lagi dan begitu berkali-kali. Heechul menutup mulutnya menahan tawa
"Lalu yang lain?" Tanya Heechul
"Eunhyuk, Kangin, Donghae, Yoona, Yoochun dan Jonghyun sedang ada di ruang siaran. Yah, untuk berjaga-jaga jika terjadi kekacauan kecil mungkin" jawab Junsu
Heechul tersenyum "Oh, aku bangga pada mereka"
"Ngomong-ngomong, mana si kembar? bukankah mereka sangat bersemangat untuk datang? dan, orangtuamu tidak datang?" Tanya Junsu
"Nanti mereka datang, kau tahu kan appa'ku kelewat sibuk. Yah, jadi mau tidak mau Min dan Kyu harus menunggu" jawab Heechul.
"Oh… ah. Sudah dulu ya. Aku harus menemani keluargaku dulu" pamit Junsu yang langsung berlari kecil ke arah di mana keluarganya berada
"Salam untuk semuanya!" teriak Heechul
"Wah, Jung Heechul?" seseorang bertanya
Heechul membalikkan tubuhnya dan mendapati wanita yang sama sekali tidak dikenalnya. Heechul mencoba memutar otaknya untuk mengingat siapa wanita itu, tapi tetap saja nihil. Meski tidak kenal, Heechul tetap menyunggingkan senyuman termanisnya "Ya, Jung Heechul. Senang bertemu dengan anda" ucap Heechul membungkuk
Wanita itu tersenyum "Kau sopan sekali. Memang pantas jika dikatakan sebagai wanita nomor satu" tutur wanita itu dengan suara yang amat lembut
"Maaf, kalau aku boleh tahu, anda siapa ya?" Tanya Heechul ramah
"Oh, aku ibunya Leeteuk. Kau kenal anakku kan?" Tanya wanita itu
Mata Heechul sedikit membulat. Semburat kemerahan muncul di kedua pipinya "Te.. tentu saja saya mengenal putra anda" jawab Heechul
"Umma!" panggil seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Leeteuk. Leeteuk berlari dari kejauhan mendekati Heechul dan Ibunya.
Jantung Heechul berdetak hebat tak karuan. Ia menelan ludahnya berulang kali dengan cepat "Keren! seperti atlit! tubuhnya.. lihat tubuhnya yang sangat mengagumkan itu! oh~ pangeranku.. kau datang menjemputku ya? kemari! aku disini..!" batin Heechul. Entah apa yang kini ada di dalam benaknya, namun kurasa cukup jelas jika melihat jalan fikirannya. Kurasa struktur otaknya benar-benar sudah rusak.
"Umma, kucari-cari ternyata disini. Jangan pergi begitu saja dong, aku kan cemas" keluh Leeteuk
"Habisnya umma sudah tidak sabar ingin bertemu calon menantu umma" balas umma Leeteuk
"Menantu? menantu? siapa? Leeteuk sudah punya pacar? Andwe! tidak boleh! aku yang akan jadi kekasihnya!" batin Heechul gusar. Wajahnya Nampak panik tak setuju. Leeteuk yang menyadari hal itu langsung bertanya
"Heechul? kau baik-baik saja?"
"Ah? ah.. aku ti.. ya, tentu aku baik-baik saja" jawab Heechul
"Wah, kau kenapa sayang? wajahmu pucat loh" umma Leeteuk mencoba menyentuh kening Heechul
"CHULLIE!" tiba-tiba terdengar suara teriakan
Teriakan yang cukup keras.. ah tidak. Sangat keras! dengan cepat berpasang-pasang mata menoleh ke sumber suara. Oh well, ada Yunho dan anggota keluarga Jung yang lainnya disana
"NOOOOOOOONNNNAAAAAAAAAAAAAAA !" si kembar berlari memeluk tubuh Heechul. Heechul hampir saja terjungkal ke belakang andai ia tidak memberi beban lebih berat pada kakinya
"Wah, senang bertemu, tuan dan nyonya Jung" umma dari Leeteuk membungkukkan tubuhnya
"Ah.. senang bertemu anda" balas Jaejoong yang turut membungkukkan tubuhnya. Yunho hanya tersenyum
"Aku benar-benar mengagumi putri anda. Kukira semua kesempurnaannya hanya desas desus semata, ternyata setelah bertemu langsung seperti ini aku benar-benar yakin" ucap umma Leeteuk
"Terima kasih" balas Jaejoong ramah saat mendengar putrinya dipuji sedemikian rupa
"Tentu saja anakku ini super mengagumkan. Dia anakku dan Jaejoong!" bangga Yunho "Em, kalau boleh tahu, anda umma dari?" Tanya Yunho
"Oh, aku dari keluarga park. aku umma dari Leeteuk" jawab umma Leeteuk
Mata Yunho membulat, lalu ditatapnya baik-baik Leeteuk yang ada di belakang sang umma "Anak sialan itu lagi!" batin Yunho "Oh, putra anda sepertinya anak yang baik ya" Yunho mencoba berbasa-basi. Tentu ia takkan merusak nama baik keluarganya hanya karena berbicara hal yang tidak baik terhadap Leeteuk kan? Yunho tidaklah sebodoh itu. Jaejoong dari tadi hanya memainkan jarinya dengan gusar. Ia takut bila Yunho akan marah lagi jika melihat Leeteuk
"Umma,appa, ini my beautiful kitty, Jung Heechul calon menantu kalian" tiba-tiba saja Siwon muncul beserta kedua orangtuanya dan memperkenalkan Heechul sebagai calon istrinya.
Mata semua orang yang ada di dekat Heechul langsung membesar mendengar perkataan Siwon
"Ah Wonnie, umma juga tahu ini Jung Heechul. Dan umma juga sudah dengar beratus-ratus kali ucapan itu dari mulutmu" ucap umma Siwon sambil mecubit pucuk hidung putranya "Tentu saja umma sangat menerima jika memang Heechul adalah menantu umma"
"Umma, appa, ini Heechul, calon istriku" kali ini Hankyung yang muncul bersama orangtuanya. Dan kembali lagi, dia juga memperkenalkan Heechul sebagai calon istrinya
Sama seperti kejadian Siwon tadi, mata semua orang yang ada di dekat Heechul langsung menatap Hankyung dan orangtuanya
"Hei Han! dia itu calon istriku! apa-apaan kau?!" kesal Siwon
"Sia itu calonku!" tidak mau kalah Hankyung
Heechul hanya terus memandangi Hankyung dan Siwon bergatian dengan tatapan mata tidak percaya. Otaknya kini kusut. bagaimana bisa kedua orang bodoh itu memperkenalkan dirinya sebagai calon istri di depan Leeteuk dan orangtuanya? hancur sudah semuanya, pasti Leeteuk dan ibunya akan salah paham terhadapnya
"Wah, kukira Heechul itu calon menantuku. Aku salah ya?" Tanya umma Leeteuk. Sedikit kebahagiaan muncul di hati Heechul.
"Ternyata yang tadi dimaksud calon menantu itu aku? oh astaga~ tentu saja aku mau!" batin Heechul sambil tersenyum gembira
"Noona itu milik kami!" teriak si kembar bersamaan sambil memeluk erat Heechul. Mata Heechul kembali membulat.
"Ehem! dengar semuanya.. tolong jangan memperebutkan Chullie kecilku seperti itu. karena Chullie itu, milikku!" Yunho tidak mau kalah. Ia bicara dengan nada yang serius dan tatapan mata tajam.
"Astaga Tuhan… apa lagi kali ini? sudah si bodoh Siwon dan Hankyung, Changmin dan Kyuhyun.. dan sekarang appa juga?" batin Heechul depresi
"Kapan aku bilang pada umma kalau Heechul itu calon istriku? aku tidak pernah bilang begitu" Tanya Leeteuk kepada ibunya dengan satu alis mata yang terangkat
.
.
.
To be continued…
.
.
.
sekali lagi saya minta maaf karena ga bisa bales review kalian (_ _)
tapi saya sangat berterima kasih kalian sudah mau membaca ff abal ini, terima kasih banyak :D
review adalah penyemangat author, tapi di FFn ini, ff saya kurang banyak peminatnya, saya jadi agak malas mampir. hehe
untuk yang bertanya di mana kalian bisa membaca ff save our queen dan my jealousy boyfriend, apa sebaiknya saya repost aja di sini? tapi saya takut dua ff itu dihapus lagi :/
.
.
.
.
.
.
.
