.

.

.

Title: It's About Our Noona

Chapter: 9

Author: Cndy Prissycatice

.

.

.

Warning : Man character became woman

.

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.

-#####-#####-

.

.

.

"Hei Han! dia itu calon istriku! apa-apaan kau?!" kesal Siwon

"Dia itu calonku!" tidak mau kalah Hankyung

Heechul hanya terus memandangi Hankyung dan Siwon bergatian dengan tatapan mata tidak percaya. Otaknya kini kusut. bagaimana bisa kedua orang bodoh itu memperkenalkan dirinya sebagai calon istri di depan Leeteuk dan orangtuanya? hancur sudah semuanya, pasti Leeteuk dan ibunya akan salah paham terhadapnya

"Wah, kukira Heechul itu calon menantuku. Aku salah ya?" Tanya umma Leeteuk. Sedikit kebahagiaan muncul di hati Heechul.

"Ternyata yang tadi dimaksud calon menantu itu aku? oh astaga~ tentu saja aku mau!" batin Heechul sambil tersenyum gembira

"Noona itu milik kami!" teriak si kembar bersamaan sambil memeluk erat Heechul. Mata Heechul kembali membulat.

"Ehem! dengar semuanya.. tolong jangan memperebutkan Chullie kecilku seperti itu. karena Chullie itu, milikku!" Yunho tidak mau kalah. Ia bicara dengan nada yang serius dan tatapan mata tajam.

"Astaga Tuhan… apa lagi kali ini? sudah si bodoh Siwon dan Hankyung, Changmin dan Kyuhyun.. dan sekarang appa juga?" batin Heechul depresi

"Kapan aku bilang pada umma kalau Heechul itu calon istriku? aku tidak pernah bilang begitu" Tanya Leeteuk kepada ibunya dengan satu alis mata yang terangkat

-#######-#######-

.

.

.

"Umma kira, Heechul yang akan menjadi menantu umma, habis kamu tidak pernah berhenti membicarakannya belakangan ini" jawab umma Leteuk

Jantung Heechul berdegup kencang mendengarnya "Dia membicarakanku.. dia membicarakanku. Dia membicarakanku! dia membicarakanku!" Heechul bersorak gembira di dalam hatinya

"Masa sih umma? aku tidak sadar loh" ucap Leeteuk sambil mengelus-elus leher belakangnya dan mencoba mengingat-ingat

"Maaf nyonya Park yang terhormat, Jung Heechul ini adalah calon permaisuriku. Calon keluarga Choi yang baru" tiba-tiba saja Siwon merangkul pundak Heechul, dan mendorong si kembar menjauh sambil tersenyum manis. Dengan cepat Heechul mencubit kencang punggung telapak tangan Siwon "AAAAUUUUWWW!" Siwon merintih keras. Segera saja ia melepaskan rangkulan tangannya

Heechul tersenyum tanpa dosa kearah umma Leeteuk "Aku… Aku bersedia.." ucap Heechul malu-malu kepada umma Leeteuk. Wajahnya kini memerah. Setelah mengucapkan itu, Heechul menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Jung Heechul babo! masa wanita terhormat sepertimu bisa sampai mengatakan hal yang rendah seperti itu sih? Bodoh!" Heechul memaki dirinya sendiri dalam hati "Tapi aku mencintainya~"

"Wah, semua berkumpul di sana ternyata?" Taemin yang sedang mencari-cari sosok si kembar akhirnya menemukan yang dia cari "Kyu! Min!" Taemin berteriak sambil berlari menghampiri si kembar. Dengan suara yang sangat cempreng, Taemin berhasil menarik perhatian semua orang yang berada di dekatnya, tidak terkecuali semua yang ada di sekeliling Heechul

Taemin terus berlari ke arah si kembar sambil berteriak "Min! Kyu!" dan seperti tak pernah bosan… "Kyaaaaaaaaaaaa!"

BRUUUUUUUUUUUUUUUUUKKKKK!

Taemin kembali jatuh tersungkur seperti biasanya ketika ia hanya berjarak beberapa meter lagi dari tempat tujuannya. Semua orang yang melihatnya sedikit terlonjak kaget melihat kejadian itu. namun tidak ada reaksi, semua tetap diam pada tempatnya. Kejadian itu begitu tiba-tiba dan tanpa disangka. Aneh bukan kalau jatuh tanpa sebab yang jelas seperti apa yang selalu terjadi pada si ceroboh Taemin ?

1 menit… 2 menit berlalu….

"UWAAAAAAAAAAAAAAA~!" akhirnya tangis Taemin pecah. Heechul tersentak dan langsung berlari menghampiri Taemin. Setelah sampai di hadapan Taemin, Heechul berjongkok lalu membantu Taemin untuk berdiri "Taemin… kau tidak apa-apa?" Heechul bertanya cemas sambil merapihkan baju Taemin yang kini sudah penuh dengan debu. Awalnya sih memang tidak peduli, namun sekarang karena ia sudah merasa dekat dengan Taemin dan menganggap Taemin adalah adiknya sendiri, entah kenapa Heechul jadi sangat perhatian kepada gadis bodoh itu.

"Onnie… hiks… sakit.. hiks.." Taemin mulai merengek sambil mengucek-ngucek matanya

Heechul memandang Taemin iba "Taemin.. sudah… jangan menangis.. Taemin.. cup cup.." Heechul memeluk tubuh Taemin sambil mengelus-elus kepala bagian belakang Taemin

"Leeteuk, kau harus buat gadis mengagumkan itu menjadi menantu umma…" umma Leeteuk bicara tanpa sadar sambil menarik-narik kaki baju putranya. Matanya tidak lepas dari sosok Heechul yang menurutnya begitu mengagumkan. Begitu banyak wanita yang mencintai putranya, namun kali ini ia benar-benar menginginkan gadis yang tengah dipandanginya itu. Jung Heechul-yang dimatanya terlihat bagaikan sesosok bidadari yang tak pernah berhasil ditemuinya

"Tapi umma.."

"Leeteuk.. baru kali ini umma melihat bidadari sepertinya.. pokonya dia harus jadi menantu umma" tegas umma Leeteuk

Leeteuk meniup poninya "Baiklah umma. Tapi bagaimana kalau dia tidak menyukaiku?" Tanya Leeteuk

"Buat dia menyukaimu dong. Bayangkan.. anak kalian nanti pastilah gadis-gadis kecil yang cantik nan imut yang akan berlari-lari mengelilingi umma seperti anak kucing. Akan umma buatkan baju berenda mungil untuk mereka" umma Leeteuk kini tengah berkhayal

"Bagaimana kalau nanti anakku laki-laki?" Tanya Leeteuk

Umma Leeteuk menoleh ke arah Leteuk "Pokoknya umma akan tetap membuatkan gaun mungil berenda! pokoknya cucu umma harus memakainya nanti. Oh iya! biar tambah manis, umma akan belikan rambut palsu berwarna pirang, sekalian dengan kuping kucing dan ekornya juga! ya!" umma Leeteuk terlihat begitu menggebu-gebu membayangkan bagaimana rupa cucu'nya kelak

Sementara itu Leeteuk hanya terus menatap ummanya dengan sedikit pandangan ngeri. Bagaimana tidak ngeri? kalau nanti anaknya laki-laki bagaimana? apa anaknya harus mengalami kejadian yang sama seperti dirinya dahulu?

Ok, biar kuberitahu..

Umma dari Leeteuk itu adalah seorang wanita yang sangat menggilai kucing dan anak perempuan. Ia juga suka membuat dan mengoleksi baju berenda mungil untuk anak-anak. Dulu saat ia sedang mengandung Leeteuk. Umma Leeteuk selalu berkhayal bahwa kelak jika anaknya lahir, munculah seorang gadis mungil yang bisa membuatnya tersenyum sepanjang hari. Dia membuat begitu banyak gaun berenda. Bermacam-macam warna dibuatnya. Sebenarnya appa Leeteuk agak khawatir juga. Bagaimana kalau nanti anaknya ternyata laki-laki?

Setiap diajak untuk memeriksakan kandungannya agar mengetahui pasti anaknya berjenis kelamin apa, umma Leeteuk selalu menolak dan berkata dengan sangat tegas "Anak ini pasti perempuan! tidak usah buang-buang waktu memeriksakannya ke dokter!" sambil mengelus-elus perutnya. Karena rasa cinta Appa terhadap Umma sangatlah besar, akhirnya ia hanya bisa pasrah saja.

Dan kalian tahu? begitu Leeteuk lahir ke dunia dan umma Leeteuk menyadari bahwa anaknya berjenis kelamin laki-laki, ia kecewa berat! ia menangis, meronta layaknya orang yang sudah tidak memiliki sedikitpun akal sehat yang benar-benar sehat. Namun karena semakin hari Leeteuk tumbuh menjadi anak yang semakin manis, umma Leeteuk kembali menampakkan senyumnya. Namun efek sampingnya adalah, Leeteuk selalu menggunkan gaun mungil berenda yang telah di buat oleh sang umma.

"Aku sempat mengira bahwa aku ini dulunya perempuan loh umma" ucap Leeteuk begitu mengingat kejadian lalu

"Tidak apa-apa kan? kau kan manis" balas umma Leeteuk.

"Tapi semanis-manisnya aku, umma tidak perlu mendaftarkan sekolahku dengan jenis kelamin wanita kan.. aku bahkan harus memakai rok ke sekolah saat aku SD! dan aku baru tahu kalau ternyata aku ini laki-laki saat aku mulai masuk SMP! itu juga karena aku ikut pemeriksaan kesehatan!" ucap Leeteuk "Dan yang lebih parahnya adalah.. di ijazah kelulusan SD ku, jenis kelaminku perempuan.. hu hu.." Leeteuk ingin menangis rasanya

"Leeteuk? kau kenapa?" Heechul bertanya cemas ketika mendapati Leeteuk tengah memasang mimik wajah 'ingin mati'. Leeteuk menggeleng pelan "Benar tidak apa-apa? mm.. kalau kutinggal sebentar.. kau akan baik-baik saja?" Tanya Heechul dengan pipi yang bersemu merah

"Aku akan sangat kesepian!" teriak Hankyung dan Siwon bersamaan sambil menggenggam masing-masing sebelah tangan Heechul.

Mata Heechul membulat "Apaan sih dua anak ini?!" gumamnya dalam hati. Dengan cepat Heechul menyunggingkan senyumnya dan mencubit tangan Hankyung dan Siwon yang membuat kedua pria itu melepaskan tangannya "Hohoho.. apa sih yang kupikirkan? kan ada umma mu ya? pasti baik-baik saja. Aku pergi mengobati luka Taemin dulu ya" pamit Heechul yang lalu membawa pergi Taemin

"Noona!" si kembar berlari menghampiri Heechul dan Taemin

"Kalian mau bantu mengobatiku ya?" riang Taemin

"Dih, malas.. tidak sembuh juga tidak apa-apa" jawab Kyuhyun. mendengar itu, tangis Taemin kembali pecah. Dan hal itu membuat Heechul menatap kedua adiknya marah.

"Chullie~ appa ikut~" rengek Yunho

"Yun" panggil Jaejoong. Yunho menoleh ke arah Jaejoong

"Ya sayang?" Tanya Yunho

"Kalau kau mengikuti Chullie, aku akan pulang" ancam Jaejoong

Yunho langsung menelan ludahnya "Kalau kau pulang.. aku dengan siapa dong?" Tanya Yunho

"Bukankah kau mau ikut Chullie?" tanya Jaejoong sinis

Yunho segera beringsut mendekati Jaejoong "Kalau tanpamu, aku bisa mati nih" ucap Yunho sambil menggenggam tangan Jaejoong

"Makanya biarkan Chullie bebas! kasihan dia kalau kau buntuti terus!" perintah Jaejoong

Yunho menundukkan kepalanya "Baik Boo" gumamnya

-####-

.

.

.

Next day..

.

"Huuuuufftttt…." Heechul menghela nafasnya. Dagunya tertopang oleh kedua tangannya di atas meja di kelasnya. Ia benar-benar bosan saat ini "Haaaaaaaaaaaahhhh….." kini Heechul membiarkan kepalanya bersandar pada permukaan meja

"Heechul-sshi.. kau baik-baik saja?" Tanya beberapa murid laki-laki kepada Heechul

Heechul menatap mereka masih dalam posisi yang sama. Ia tersenyum kecil lalu berkata "Aku baik-baik saja, terima kasih" dan semua murid pria yang melihatnya langsung melemas dengan wajah bahagia

"Dia tersenyum padaku… dia tersenyum padaku.." gumam seorang siswa sambil berjalan menjauh dari meja Heechul

"Tidak.. dia tersenyum padaku, bukan padamu.." bantah siswa lainnya

"Padaku tahu.. jelas-jelas matanya menatapku.." ucap yang lainnya lagi

Dan akhirnya apa yang terjadi? segerombolan siswa itu ribut sekali mempersoalkan 'kepada siapa Heechul memberikan senyumannya' dan jawabannya? well… saat itu Heechul tengah menatap tembok yang terlihat di antara sela-sela tubuh para siswa itu

"Kenapa nih anak satu?" Tanya Kangin saat melihat Heechul. Kangin adalah teman Heechul yang paling berani pada Heechul, walau ia sendiri menyadari bahwa saat mereka adu pendapat atau berkelahi sekalipun, Kangin tidak dapat menang melawan Heechul.

"Oh Kangin… dia tidak datang hari ini.." keluh Heechul

Kangin mengambil kursi di hadapan Heechul lalu duduk di atasnya "Dia siapa? si ketua OSIS SMU sebelah itu?" Tanya Kangin

"Kau tahu jelas siapa!" Heechul mencubit lengan Kangin

"Auuuw! tidak usah pakai cubit kan bisa! kau itu kalau sama murid lain baiknya minta ampun, tapi kalau sudah sama kami, kau itu seperti Iblis!" ucap Kangin

"Aku memang iblis.." aku Heechul pelan

Kangin menaikkan sebelah alis matanya "Tumben ngaku. Kau demam ya?" Tanya Kangin

"Kangin… aku mau melihatnya!"

"Ya sudah. Tinggal ke SMU sebelah dan semua beres kan?"

Heechul membulatkan matanya "Kenapa tidak terpikirkan olehku?" Tanya Heechul baru sadar

"Kau itu akhir-akhir ini jadi lemot tahu.." ucap Kangin

Dengan cepat Heechul menginjak kaki Kangin "GYAAAAAAAAAAAAAAAA!" Kangin berteriak keras "Sakit tahu! dasar nenek sihir!" maki Kangin

Heechul hanya menjulurkan lidahnya "Aku akan ke sana! ayo Kangin!" ajak Heechul

"Kenapa pula aku harus ikut?" Tanya Kangin

"Kumpulkan semua anggota OSIS! kita pergi ke sana!" perintah Heechul

"Jangan seenaknya dong!" ucap Kangin

Namun Heechul tidak menghiraukannya dan berjalan anggun keluar kelas. Menyapa beberapa Murid yang berpapasan denganya dan berjalan menuju suatu tempat

"Dasar, dia itu benar-benar ratu yang tidak bisa dibantah" Kangin menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia bangkit dari kursinya, meregangkan tubuhnya lalu berkata "Nah, sekarang waktunya mengumpulkan semua anggota OSIS sebelum ia membunuhku"

.

.

.

To be continued…

.

.

.

mianhe semuanya yang nunggu ff ini. saya baru bisa ol kompi sekarang.

oh iya, yang mau ff SOQ dan MJB direpost, mungkin akan saya repost dengan judul yang berbeda. tapi judulnya mirip-mirip kok. sabar ya ^^

dan buat Guest, coba bikin akun deh. soalnya aku bingung mau jawab pertanyaan kamu gimana ^^a

makasih buat semua yang udah bersedia baca dan review :)