saya kembali~ sebelumnya, saya mau cipika cipiki dulu buat readers baik hati yang mau review ff ini
#tripleKiss
tengkiu so much \(OwO)/
.
.
.
Title: It's About Our Noona
Chapter: 13
Author: Cndy Prissycatice
.
.
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
-#####-#####-
.
.
.
"Hei! Lepaskan tangan kotormu itu dari tangan halus putriku!" tiba-tiba saja Yunho—ayah yang menderita daughter complex cukup parah itu naik keatas panggung dengan wajah kesal sambil menyisingkan lengan bajunya
"A-appa?" kaget Heechul
Kali ini penonton benar-benar tidak mengerti jalan ceritanya, begitu juga dengan para pemainnya sendiri. Di belakang panggung, Yoona menepuk jidatnya sambil bergumam "Aku tahu hal buruk akan terjadi"
"Beraninya kau memegang tangan putriku yang sangat berharga!" Yunho berjalan semakin mendekat ke arah Leeteuk, Heechul dan Tiffany
"A-appa, ini Cuma drama! tunggu!" Heechul langsung melepaskan tangan Leeteuk "Appa dengarkan a—" Heechul menghentikan ucapannya saat ia melihat Jaejoong turut naik ke atas panggung dengan wajah menahan marah dan berjalan secepat mungkin untuk mengejar Yunho
"Akh! sakit! lepaskan aku!" bentak Yunho saat merasa ada seseorang yang menjewer telinganya "J-Jae..?" kaget Yunho saat mendapati siapa orang yang barusan menjewer telinganya. Dan dengan cepat Jaejoong kembali menjewer telinga Yunho "Aaaaaahhhh boo sakittttt" rintih Yunho tapi tidak berani melawan. Dan Jaejoong berhasil menariknya turun dari atas panggung
Para penonton hanya bisa bengong menyaksikan, tidak tahu harus bicara apa
"Ba-bagaimana akhir dari drama ini nantinya?" Cemas para pemain drama di belakang panggung dengan wajah pucat
-######-######-
.
.
.
"Cepat! babak kedua! ayo cepat cepat sebelum penonton menyadari ada yang salah!" panitia drama mulai sibuk dibelakang panggung untuk mengomandoi tiap pemain maupun tiap pengatur panggung, semua mulai sibuk "Ganti layarnya! cepat!"
"Huft.." Heechul menghela nafasnya saat ia sudah turun dari panggung "Untung umma datang, kalau tidak, habislah aku dipermalukan punya appa yang seperti itu" batin Heechul lega
Tiffany yang sudah geram dari tadi mendekati Heechul "Apa sih yang kau lakukan?! dimana otakmu hah?! kau membuat semuanya kacau!" marah Tiffany
"Ah, sudahlah. Tidak masalah kok, kurasa tidak akan ada masalah" ucap Leeteuk mencoba menengahi Heechul dan Tiffany
"Sudah sudah cepat! ini sudah terlanjur! aku tidak mau tahu, tapi kalian harus membuat pertunjukan ini menjadi sukses!" Ketua drama angkat bicara "Kalian yang sudah mengacaukannya, jadi kalian yang harus bertanggung jawab!"
Tiba-tiba Siwon dan Hankyung yang sudah memakai kostum lengkap layaknya seorang pangeran berdiri tepat di depan ketua drama "Jadi kau ingin menyalahkan ketua kami? maksudmu ketua kami yang salah?" Tanya Siwon dan Hankyung bersamaan dengan mimik wajah yang menyeramkan. Ketua klub drama hanya bisa meremas skrip di tangannya ketakutan
"Jangan cari masalah, Siwon, Hankyung" ucap Heechul "Maaf ya aku membuatnya jadi kacau, tapi aku berjanji akan membuat pertunjukan yang hebat untukmu" Heechul menyunggingkan senyuman andalannya
"Ayo! Julietnya masuk!" ucap seseorang. Heechul yang merasa terpanggil pun langsung berjalan untuk naik ke atas panggung
"Eits! Julietnya itu aku!" Tiffany berlari dan menyerobot jalur Heechul lalu bergegas naik ke atas panggung. Heechul menghela nafasnya lalu turut naik ke atas panggung
"Oh Juliet anakku, kenapa ada kekacauan tadi?" Yuri, wanita cantik yang kini sudah terlihat sebagai sosok wanita tua dengan riasan yang demikian hebat bertanya kepada Juliet
"Ah aku tidak.. Sebenarnya memang tadi aku bertemu dengan seorang pria yang bernama Romeo" Tiffany berkata lalu menundukkan kepalanya dengan raut wajah sedih
"Oh astaga! bukankah dia adalah anak dari keluarga Montague?" Yuri terlihat sangat terkejut saat mendengarnya. aktingnya sangat natural dan bagus
Tiffany mendongakkan kepalanya hendak bicara namun Heechul mendahuluinya "Jadi.. dia.. putra dari keluarga musuh.. yang sangat dibenci oleh ayah?" ucap Heechul. Kornea matanya terlihat membesar. Raut wajahnya terlihat syok. Jemari Heechul terangkat untuk mencapai bibirnya, namun belum sampai, jarinya sudah gemetar hebat
Semua penonton terdiam dan memfokuskan pandangannya pada Heechul. Menatap gadis itu dengan penuh rasa iba sambil berpikir "Ini saat yang sangat menyakitkan untuk Juliet ya, kasihan" atau "Akting gadis ini bagus sekali.. terlihat seperti benar-benar dialaminya"
"Ah sial! kenapa dia selalu mendahuluiku sih?!" batin Tiffany geram, tanpa sadar ia meremas gaunnya sendiri
"Ibu suri.. bagaimana ini? A..aku telah jatuh cinta padanya.." ucap Heechul, sebutir air mata bening mulai merambat turun dari kelopak matanya
"Astaga ya Tuhanku! Juliet, apa yang kau katakan tadi? tidak Juliet, kalau baginda sampai mengetahui hal ini.. ini tidak boleh!" Yuri terlihat cemas, ia mendekati Heechul dan memegang bahu Heechul "Kau harus melupakannya!"
"Ini tidak mungkin! ini pertama kalinya aku jatuh cinta kepada seseorang, aku tidak mau menghentikan perasaan ini" Heechul mengalihkan pandangannya, tangannya meremas baju yang kini menutupi dadanya
"Kenapa aku jadi seperti kambing dungu di sini?!" Tiffany terus mendumel di dalam hati
"Juliet.. aku mohon, lupakan dia" Yuri meremas lembut tangan Heechul. Heechul langsung menundukkan kepalanya dan mulai menangis dengan suara lirih
-####-
.
.
"Wow! babak barusan hebat sekali!" begitulah pujian yang diterima oleh Heechul saat ia turun dari atas panggung
"Terima kasih" balas Heechul sambil tersenyum
"Kenapa dia sih yang jadi Julietnya?! Julietnya kan aku!" protes Tiffany
"Sudahlah, ini sudah terlanjur, mau bagaimana lagi. sekarang kau itu Clarissa, penanggung jawab pakaian-pakaian Juliet seperti apa yang penonton telah ketahui"
"Aish!" Tiffany menghentakkan kakinya kesal
"Oh Juliet.. betapa aku merindukanmu.." suara Leeteuk yang tengah berakting di atas panggung mulai memenuhi aula
"Yo kakak!" tiba-tiba datanglah Si kembar, yah siapa lagi kalau bukan Changmin dan Kyuhyun. mereka berdua berjalan ke arah Leeteuk dengan wajah berseri-seri, Leeteuk hanya menatap keduanya bingung
"Siapa lagi mereka?" Tanya panitia drama bingung
Heechul membelalakan matanya yang indah. Apa yang sedang dilakukan kedua adik nakalnya disana?
"Ke-kenapa mereka ada di sini?" saking terkejut dan takutnya, Tiffany sampai jatuh dari tempat duduknya
Penonton mulai berbisik lagi "Memangnya Romeo punya adik? dua orang?" dan 'Pssstttt psssttt psssttt' lainnya
"Kakak sedang apa di taman mawar sendirian seperti ini? lagi nungguin munculnya penampakan ya?" Tanya Kyuhyun sembari merangkul bahu Leeteuk sok akrab
"Kak, bunga mawar itu menakutkan loh, dia bisa membunuh orang!" ucap Changmin sambil memetik bunga mawar yang menjadi property panggung "Kenapa settingnya harus di taman mawar sih? terlalu menjijikan" tambahnya
"Siapa mereka?! cepat bawa turun!" ketua klub drama sudah mulai frustasi
"Ti-tidak bisa, kalau disuruh turun akan membuat bingung penonton!"
Leeteuk kini mencoba membuat otaknya berpikir dengan cukup keras, otak yang sebelumnya sangat jarang dipergunakan olehnya itu kini menjadi cukup sibuk. Dan akhirnya, Leeteuk tersenyum "Ah adikku, kau tahu kan kakak sangat suka taman mawar, ini juga kakak yang membuatnya" ucap Leeteuk
Changmin dan Kyuhyun menghela nafasnya "Makanya kakak jadi terlihat ikut menjijikan juga" ucap mereka bersamaan
"Dialog macam apa itu?!" panitia drama mengacak-acak rambutnya sendiri di belakang pangggung
"Kenapa kalian ke sini?" Tanya Leeteuk mencoba menutupi
"Habisnya di dalam membosankan, tidak ada kakak sih" jawab Changmin
"Eh kakak, kau tahu Juliet dari keluarga Capulet?" Tanya Kyuhyun
Leeteuk agak tersentak "Apa yang sebenarnya mereka rencanakan? apa yang harus kukatakan?" batin Leeteuk
"Dia cantik ya, dia itu calon istriku" tambah Kyuhyun
"Apa yang mereka katakan?!" batin Heechul mulai geram
"Ah.. ada-ada saja. Dia itu.. memang wanita yang amat sangat cantik.. bahkan mungkin lebih cantik dari pada para bidadari di surga" Leeteuk menengadahkan kepalanya ke atas. Dibelakang panggung wajah Heechul sudah merah merona karena malu sekaligus senang
"Iya! dia itu memang cantik! cantik sekali!" setuju Kyuhyun
"Sudah cantik, pintar dalam pelajaran, bisa memasak lagi!" tambah Changmin
"Ah lebih dari itu! dia juga bisa memainkan seluruh jenis alat musik loh!" tambah Kyuhyun lagi. penonton terbengong-bengong
"Benar! dan dia adalah putriku! Hahaha! mengagumkan sekali kan? ayo semuanya bertepuk tangan!" tiba-tiba Yunho yang berada di kursi penonton berdiri dan menyuruh semua orang yang ada di aula untuk bertepuk tangan
"Dan dia adalah noona kami!" tambah Changmin dan Kyuhyun sambil membentuk huruf V dengan kedua jari mereka "Ayo bertepuk tangan semuanya!" teriak si kembar. Akhirnya semua orang yang ada di Aula itu bertepuk tangan walau tidak mengerti
"Duduk Yun" geram Jaejoong. Ditariknya telinga Yunho agar suami tercintanya itu duduk dan tidak membuatnya bertambah malu lebih dari ini. Yunho meringis dan akhirnya duduk "Astaga, kenapa kau tega mempermalukanku seperti ini? Hiks.." Jaejoong mulai menangis
"Uwooooooooooo! Jae! cup cup! Oh hei seseorang! ambilkan tissue untuk istriku tercinta!" teriak Yunho gaduh "Min! Kyu! umma kalian menangis!"
Dengan cepat Changmin dan Kyuhyun turun dari panggung dan menghampiri Jaejoong "Umma jangan menangis! umma! cup cup!" ketiga orang itu mulai panik dan terus berteriak-teriak. Sungguh gaduh sekali. Dan di belakang panggung Heechul sudah hampir pingsan melihat kelakuan keluarganya yang sungguh membuatnya merasa tidak punya muka lagi untuk hidup
"Hentikan huuuueeeeee.. hiks.. berhenti membuat malu…. Hiks.." ucap Jaejoong di sela-sela isak tangisnya. Tapi hal itu justru semakin membuat Trio bodoh itu semakin gaduh dan bertambah gaduh
"Cepat lanjutkan dialognya!" perintah ketua klub drama
"A-ah iya.." sadar Leeteuk "OH JULIET!" dengan sengaja Leeteuk berkata dengan suara lantang. Dan berhasil! penonton, Jaejoong dan Trio bodoh itu terdiam dan langsung menoleh ke arah Leeteuk "E-ehm! oh Juliet.. aku begitu merindukanmu.. a….." tiba-tiba Leeteuk menghentikan dialognya "A… lanjutannya apa ya? aku lupa" ucapnya. Dan dalam sekejap semua orang di belakang pangung langsung jatuh, mungkin karena terlalu pusing dengan apa yang terjadi
"A… ada bulan yang indah ya malam ini. Hahaha" Leeteuk tertawa kecil setelah mengatakannya "Eh bukan itu.. di dalam dialognya tidak ada kata-kata bulan deh.. apa ya.." Leeteuk mulai berpikir
"Sudah kubilang kita tidak akan bisa mengandalkannya!" seluruh anggota klub drama mulai mencakar-cakar dinding karena stress [berlebihan]
Sementara itu di lain pihak, Heechul terlihat terpesona. Mungkin otaknya sudah benar-benar eror karena skrup-skrup di kepalanya sudah copot beberapa kali. Bagaimana dia bisa jatuh cinta pada orang sebodoh Leeteuk? astaga.. dunia ini memang sudah gila..
"Kok bisa sih dia jadi ketua OSIS SMA kita?" Yoona menepuk jidatnya pusing
Leeteuk masih terus mengucapkan kata-kata salah di atas panggung. Sampai pada akhirnya Heechul memutuskan untuk naik ke atas panggung dan berkata "Ah.. Ro-Romeo..?"
"Kenapa dia ikut naik ke atas panggung?! di babak ini seharusnya tidak ada Juliet!"
"Kau memanggilku tuan putri?" tiba-tiba saja si bodoh Siwon dan Hankyung naik ke atas panggung dan berdiri tepat di depan Heechul
"A-apa lagi ini…" bisik Heechul dengan wajah tersenyum menahan kesal
"Kau tadi memanggilku kan? aku Romeo" ucap Siwon
"Apaan kau! aku Romeo!" tidak setuju Hankyung
"A..ahahaha.. kenapa Romeonya jadi ada tiga ya.." ucap Heechul dengan maksud menyindir "Turun sekarang juga!" bisiknya
"Sebenarnya akulah Romeo, dan dia ini Romero" Siwon menunjuk Leeteuk "Dan dia ini Romedal!" kini Siwon menunjuk Hankyung
"Romedal Apa?! aku Romeo!" protes Hankyung
"Romedal? Romero?" penoton mulai tidak mengerti lagi
"Jadi sebenarnya namaku itu Romero?" si bodoh Leeteuk malah bertanya sambil menunjuk wajahnya sendiri
"Tentu saja kau Romeo bukan Romero!" batin Heechul
"Iya, jadi sebenarnya namamu itu Romero, akulah Romeonya" bohong Siwon
"Bukan, kau itu bukan Romeo, tapi Romao!" Hankyung menunjuk Siwon
"Ah.. hahaha.. kalau begitu aku mau bicara dengan Romero saja" ucap Heechul
"Ah! Akulah Romero!" seru Siwon dan Hankyung bersamaan dengan pose-pose yang menjijikkan. Sementara itu Leeteuk hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya tidak mengerti
"Jadi aku itu Romero? namaku Romero? lalu peranku apa dong? aku jadi siapa dong?" batin Leeteuk bingung "Eh, tunggu, bukannya namaku itu Leeteuk? kok jadi Romero? loh? eh? jadi namaku siapa sih sebenarnya?" Leeteuk mulai mondar-mandir tidak jelas di atas panggung sambil memikirkan namanya. Apa orang ini benar-benar bodoh? sebenarnya bagaimana jalan pikirannya?
Penoton yang melihatnya hanya memperhatikan Leeteuk yang terus mondar-mandir, Siwon dan Hankyung yang masih bertengkar untuk memperebutkan posisi "Romero" dan Heechul yang terus tersenyum menahan marah melihat Siwon dan Hankyung
.
.
.
.
To be continued…
.
.
.
ok, tolong review ya~
karena review dari readers adalah semangat saya buat ngepost nih ff~
tararengkyu~ XD
