Ok, saya balik~

ada yang menantikan ff aneh ini? XD

Lets read!

.

.

.

Title: It's About Our Noona

Chapter: 14

Author: Cndy Prissycatice

.

.

Warning : Man character became woman

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.

-#####-#####-

.

.

.

"Sebenarnya akulah Romeo, dan dia ini Romero" Siwon menunjuk Leeteuk "Dan dia ini Romedal!" kini Siwon menunjuk Hankyung

"Romedal Apa?! aku Romeo!" protes Hankyung

"Romedal? Romero?" penoton mulai tidak mengerti lagi

"Jadi sebenarnya namaku itu Romero?" si bodoh Leeteuk malah bertanya sambil menunjuk wajahnya sendiri

"Tentu saja kau Romeo bukan Romero!" batin Heechul

"Iya, jadi sebenarnya namamu itu Romero, akulah Romeonya" bohong Siwon

"Bukan, kau itu bukan Romeo, tapi Romao!" Hankyung menunjuk Siwon

"Ah.. hahaha.. kalau begitu aku mau bicara dengan Romero saja" ucap Heechul

"Ah! Akulah Romero!" seru Siwon dan Hankyung bersamaan dengan pose-pose yang menjijikkan. Sementara itu Leeteuk hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya tidak mengerti

"Jadi aku itu Romero? namaku Romero? lalu peranku apa dong? aku jadi siapa dong?" batin Leeteuk bingung "Eh, tunggu, bukannya namaku itu Leeteuk? kok jadi Romero? loh? eh? jadi namaku siapa sih sebenarnya?" Leeteuk mulai mondar-mandir tidak jelas di atas panggung sambil memikirkan namanya. Apa orang ini benar-benar bodoh? sebenarnya bagaimana jalan pikirannya?

Penoton yang melihatnya hanya memperhatikan Leeteuk yang terus mondar-mandir, Siwon dan Hankyung yang masih bertengkar untuk memperebutkan posisi 'Romero' dan Heechul yang terus tersenyum menahan marah melihat Siwon dan Hankyung

-##########-##########-

.

.

.

"Oh tidak…. Kepalaku tiba-tiba saja pusing…" Heechul berinisiatif untuk mengalihkan perhatian penonton. Ia menyentuh keningnya dengan pose orang yang sedang mengalami sakit kepala namun tetap anggun layaknya seorang putri.

Siwon dan Hankyung yang melihatnya langsung berusaha menggapai tubuh Heechul. "Kau tidak apa-apa Juliet?" tanya mereka bersamaan. Siwon dan Hankyung langsung memegangi tubuh Heechul dan membuat tubuh Heechul tidak terlihat oleh penonton.

"Ini saatnya" batin Heechul. Dengan cepat ia menonjok perut Siwon dan menginjak keras kaki Hankyung. Otomatis tubuh Siwon melemas dan Hankyung berjinjit-jinjit kesakitan sambil memegangi kakinya. Sementara itu Heechul bergeser perlahan ke tempat Leeteuk. "Oohhh.. kepalaku…." Heechul menyandarkan tubuhnya di tubuh Leeteuk.

"Hm?" Leeteuk yang sedari tadi sedang bengong jadi tersadar. "Oh Heechul, kau sakit lagi!?" Leeteuk mulai cemas.

"Juliet, Leeteuk, Juliet" bisik Heechul.

"Oh iya iya lupa, Juliet! Apa yang terjadi padamu?" tanya Leeteuk. Ia memegang dahi Heechul. "Tapi tidak panas kok." Ucapnya.

Semua penonton langsung memasang raut wajah aneh. "Kayaknya mereka salah skrip deh.." komentar salah satu penonton.

Heechul langsung berbalik. "Oh Romeo! Dahiku memang tidak panas. Aku sakit kepala bukan karena demam! Sesungguhnya aku sakit kepala karena aku tidak bisa berhenti memikirkanmu! Wahai Romeo! Kenapa namamu Romeo?" Heechul menatap wajah Leeteuk lekat-lekat, tubuhnya kini menempel dengan tubuh Leeteuk.

"Heh? Langsung loncat ke babak berikutnya nih?" bingung panitia drama. "Ah.. sudahlah.."

"Oh Juliet.. andai kau tahu betapa…" Leeteuk menghentikan kalimatnya.

"Betapa aku ingin menanggalkan nama ini" bisik Heechul memberitahu.

"Betapa aku ingin menanggalkan nama ini!" Leeteuk mengikuti kata-kata Heechul.

"Untuk bisa menjalin cinta bersamamu" bisik Heechul lagi.

"Untuk bisa menjalin cinta bersamamu" lagi-lagi Leeteuk membeo kata-kata Heechul.

Mata Heechul mulai berkaca-kaca "Oh Romeo… mengapa begitu banyak halangan dalam cinta kita..?" Heechul memeluk tubuh Leeteuk.

"Yack! Jangan peluk-peluk putriku sembarangan!" Yunho berteriak dari bangku penonton. Ia sudah berdiri dan mengepalkan tangannya dengan geram. Sebenarnya siapa juga yang memeluk tubuh Heechul? Jelas-jelas Heechul yang memeluk tubuh Leeteuk.

"Hei, bukankah itu Jung Yunho? Kepala keluarga Jung itu kan? Psssttt pssstt…" beberapa orang penonton mulai saling berbisik.

Jaejoong yang mendengarnya jadi merasa malu sekali. air mata kembali mengalir membasahi wajahnya. "Hiks… Yunho bodoh.. Jung Yunho pabo… duduk sekarang juga atau aku akan merubah margaku menjadi Kim!" ancam Jaejoong sambil menarik-narik kaki baju Yunho dengan air mata yang masih terus jatuh dan jatuh dari kedua kelopak matanya, persis seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan permen.

Yunho langsung meneguk ludahnya melihat istri tercintanya menatapnya dengan mata yang basah. "Ja-Jangan dong sayang. Jangan ya. Lihat nih aku duduk. Duduk loh. Nih nempel di kursi." Yunho menyamankan dirinya di kursinya.

"Jangan berdiri lagi hiks.. hiks.." Jaejoong menyeka air matanya dengan gaun yang dipakainya.

"Aduh sayangku cintaku padamu aku rinduku. Jangan dielap pakai gaun dong, nanti gaunnya kotor. Nih elap pakai tanganku saja." Yunho mengulurkan tangannya untuk menyeka air mata Jaejoong.

"Yun…." Pipi Jaejoong bersemu merah saat dengan perlahan Yunho menyeka air matanya dengan tangannya.

Yunho tersenyum. Sedetik kemudian ia tersentak lalu menatap panggung "UWO! Menjauh dari Putriku!" teriaknya saat melihat Leeteuk malah balas memeluk Heechul.

"Huuweeeeeeeee Yun jeleeeeeekkkkk!" Jaejoong kembali menangis lalu memukul kepala Yunho dengan tas yang dibawanya. Entah apa isi tas Jaejoong, tapi pukulan itu berhasil membuat Yunho jatuh pingsan tidak sadakan diri. "Eh?" Jaejoong langsung berhenti menangis dan menatap tubuh suaminya.

Heechul yang melihatnya langsung tersenyum lebar. "Bagus umma!" teriaknya.

Jaejoong langsung menatap panggung. Melihat putrinya tersenyum, ia jadi tertawa "Bagus!" ucapnya. Sebenarnya ini…. keluarga macam apa…?

"Juli..et…" Siwon bicara sambil memegangi perutnya. "Kau milikku.."

"Kau milikku Juliet" Hankyung berjalan tergopoh-gopoh sambil mendekati Heechul

"Apaan sih dua orang ini" batin Heechul kesal. "Kyaaaaa! Ada zombie!" teriak Heechul. "Ayo lari Romeo!" Heechul menarik tangan Leeteuk menjauhi Siwon dan Hankyung. "Rasakan ini. Serangan Juliet!" Heechul membuka sepatunya lalu melemparkannya ke Hankyung dan Siwon.

Masing-masing sepatu itu mendarat sempurna di dahi Siwon dan Hankyung. Bidikan Heechul memang tidak usah diragukan lagi. Dirinya memang sudah memiliki banyak kelebihan sejak lahir. Perlahan kedua tubuh itu ambruk, Siwon dan Hankyung jatuh pingsan. Yah wajar sih. Heechul melempar sepatu itu dengan sekuat tenaganya.

Melihat itu, para penonton menjadi tertawa "Hahaha hebat Juliet!" seru salah seorang penonton. "Lucu sekali! lihat hahaha" ucap penonton lain. "Juliet super hero!" teriak penonton lainnya. Seluruh ruangan itu dipenuhi gelak tawa.

"Bagus sekali Jung Heechul! Kau membuat penonton melupakan semua kesalahan tadi!" panitia drama memuji Heechul saat Heechul turun dari panggung dan berjalan menuju belakang panggung.

"Hehe, terima kasih." Balas Heechul "Tidak kusangka penonton malah pada senang. Kukira akan tambah kacau. Ya sudahlah." Batin Heechul

"Babak selanjutnya! Ayo cepat-cepat!"

"Apa? Juliet anakku jatuh cinta kepada salah satu anak dari keluarga Montague itu?" salah seorang pemain mulai bicara di atas panggung.

"Iya baginda. Tuan putri menyukainya. Kemarin malam ternyata beliau pergi diam-diam ke kerajaan keluarga Montague"

"Tidak bisa dibiarkan! Tutup semua pintu istana! Jangan biarkan Juliet pergi dari sini!"

Drama mulai memasuki babak selanjutnya….

"Oh aku ingin bertemu dengan Romeo.. ingin sekali.. hiks…" Juliet atau lebih tepatnya Heechul, sedang menangisi nasibnya yang terkurung di dalam istana.

"Anakku Juliet.. jangan bersedih.." Yuri memeluk tubuh Heechul.

"Aku harus menemuinya ibu suri, aku harus menemuinya" Heechul berjalan ke arah jendela kamar lalu membukanya.

"Juliet!" bisik Yuri melarang, tapi Heechul tetap pergi.

…...

"Juliet? Sedang apa kau di sini?" tanya Leeteuk dengan mata membulat.

"Kau juga sedang apa di sini?" tanya Heechul. Keduanya kini berada di atas panggung dengan latar belakang sebuah taman.

"Aku ingin menemuimu" ucap Leeteuk.

"Begitu juga aku.." balas Heechul. Keduanya saling berjalan mendekat. Pluk! Tiba-tiba saja sebuah apel terlempar dan mendarat mulus di tangkapan Heechul. "Apa ini? apel?" batinnya bingung.

"Kok ada apel?" tanya Leeteuk heran.

"Apelnya buat dimakan, Heechul" tiba-tiba seseorang berbisik di telinga Heechul. Heechul menoleh dan menemukan Tiffany berada tepat di sebelahnya.

"Mau apa Tiffany?" tanya Heechul berbisik. Ia menatap Tiffany dengan tatapan datar dan malas.

"Makan apelnya! Cepat cepat cepat!" suruh Tiffany.

Heechul menyerahkan apel itu kepada Tiffany "Aneh-aneh saja. Mana ada apel di drama Romeo dan Juliet"

Tiffany yang sudah kesal mencuil sedikit bagian apel itu lalu menyuapkannya paksa ke mulut Heechul. "Makan" bisik Tifanny.

Mau tidak mau Heechul mengunyahnya. Ia tidak mungkin memuntahkannya di atas panggung kan? "Apaan sih si Tiffany ini" batin Heechul. "Loh..?" Heechul memegangi dahinya. "Pengelihatanku buram…"

"Sebenarnya apel itu sudah kulumuri dengan obat tidur! Rasakan kau Heechul!" batin Tiffany.

"Juliet?" Leeteuk menangkap tubuh Heechul saat melihatnya sudah hampir ambruk. "Dia.. pingsan?" bingung Leeteuk.

"Hahahaha!" Tiffany tertawa kencang atas kesuksesannya "Sekarang akulah Julietnya!" batin Tiffany.

"Oh! Ternyata Clarissa itu nenek sihir!" teriak salah seorang penonton dengan raut wajah kaget.

"EH?" bingung Tiffany.

"Lihat itu! Apel itu apel beracun!" penonton itu menunjuk apel yang berada di genggaman tangan Tiffany. Para penonton langsung saling berbisik "Pasti dia ibu tirinya putri salju" bisik salah seorang penonton "Iri terhadap kecantikan anaknya" bisik penonton lainnya

"Bukan! Bukan! Aku Juliet! Juliet!" panik Tiffany.

"Juliet pingsan karena Clarissa iri terhadap kecantikannya." Bisik penonton. "Dasar, ternyata musuh di dalam selimut ya" bisik penonton lain.

"Bukan.. bukan begitu.." Tiffany sudah hampir menangis.

"Aduh.. kenapa jadi begini.." Yoona memijat dahinya. "Cepat siapkan peti mati! Ambil dari ruangan klub drama! Cepat!" perintah Yoona.

"Eh? Untuk apa?" tanya beberapa orang.

"Kita pasti akan membutuhkannya, cepat!"

"Baik!"

Drama yang tidak terkontrol itu pun terus berlanjut. Kini Heechul dibaringkan di dalam sebuah peti mati yang diletakkan tepat di tengah panggung. Lampu ruangan dimatikan dan hanya dinyalakan sebuah lampu sorot yang menyorot ke peti mati Heechul.

"Dasar bodoh! Kau membuatnya kacau!" panitia drama memarahi Tiffany di belakang panggung

"Maaf.. hiks.."

…..

Leeteuk naik ke atas panggung dan mendekati peti mati Heechul "Oh Juliet.. kenapa kau harus meninggalkanku secepat ini..?" tanya Leeteuk

"Ini jadi drama putri salju.." bisik seorang penonton kepada temannya

"Apa yang harus kulakukan sekarang wahai Juliet..?" Leeteuk berlutut di sebelah peti mati lalu mengusap pipi Heechul dengan jemarinya.

"Kau harus menciumnya Romeo!" teriak salah seorang penonton. "Benar! Cium Juliet!" setuju penonton lainnya.

"Eh? Cium?" kaget Leeteuk.

"Iya dong! Kan di dongeng putri salju juga begitu!"

Leeteuk meneguk ludahnya lalu menatap Heechul yang masih tertidur. "A..aku.. aku harus menciumnya..?"

"Sudah sana minggir!" tiba-tiba saja Siwon naik ke atas panggung dan mendorong tubuh Leeteuk. "Biar aku yang menciumnya" ucapnya. Siwon berlutut dan mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul.

"Enak saja!" Hankyung naik ke atas panggung dan menendang tubuh Siwon. "Akulah yang pantas menciumnya!" Hankyung menunjuk dadanya sendiri.

"Enak saja! Aku!" tidak setuju Siwon

"Aku!" protes Hankyung. Dan akhirnya kedua orang itu terus berdebat untuk menentukan siapa yang akan mencium Heechul.

"Kalau ciuman.. bisa hamil ga ya?" batin Leeteuk dengan pipi yang bersemu. Ia kembali mendekati peti mati saat Siwon dan Hankyung sedang saling memukul dan menendang satu sama lain. Leeteuk memperhatikan wajah Heechul baik-baik. "Kalau nanti Heechul sampai hamil bagaimana?" pikirnya.

"Ayo cium dia Romeo!" teriak penonton.

Leeteuk kembali meneguk ludahnya. "Apa aku siap menjadi seorang ayah?" batinnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued….

.

.

big thanks for: shinminkyu, Jmhyewon, Heewonwife , lovegood cherry, Shim shia, hani, lee eun san, audrey musaena, K my name, summerchu, tyararahayuni, L-969, and lovelovechulie :D