ok, I'm back~ ada yang nunggu ff ini?

lets read!


Title: It's About Our Noona

Chapter: 15

Author: Cndy Prissycatice


Warning : Man character became woman

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.


.

.

.

"Kau harus menciumnya Romeo!" teriak salah seorang penonton. "Benar! Cium Juliet!" setuju penonton lainnya.

"Eh? Cium?" kaget Leeteuk.

"Iya dong! Kan di dongeng putri salju juga begitu!"

Leeteuk meneguk ludahnya lalu menatap Heechul yang masih tertidur. "A..aku.. aku harus menciumnya..?"

"Sudah sana minggir!" tiba-tiba saja Siwon naik ke atas panggung dan mendorong tubuh Leeteuk. "Biar aku yang menciumnya" ucapnya. Siwon berlutut dan mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul.

"Enak saja!" Hankyung naik ke atas panggung dan menendang tubuh Siwon. "Akulah yang pantas menciumnya!" Hankyung menunjuk dadanya sendiri.

"Enak saja! Aku!" tidak setuju Siwon

"Aku!" protes Hankyung. Dan akhirnya kedua orang itu terus berdebat untuk menentukan siapa yang akan mencium Heechul.

"Kalau ciuman.. bisa hamil ga ya?" batin Leeteuk dengan pipi yang bersemu. Ia kembali mendekati peti mati saat Siwon dan Hankyung sedang saling memukul dan menendang satu sama lain. Leeteuk memperhatikan wajah Heechul baik-baik. "Kalau nanti Heechul sampai hamil bagaimana?" pikirnya.

"Ayo cium dia Romeo!" teriak penonton.

Leeteuk kembali meneguk ludahnya. "Apa aku siap menjadi seorang ayah?" batinnya.


.

.

Di saat Leeteuk masih berkutat hebat dengan pikirannya tentang "Ciuman bisa menyebabkan hamil" serta di saat Hankyung dan Siwon masih saling menendang dan memukul satu sama lain, terjadi keributan yang sama di sisi kiri tangga panggung.

"Ayo cepat keluar!" bisik Kyuhyun.

"Tidak mau.. hiks.."

"Ayolah Taemin, cepat ke sana dan kacaukan drama putri salju ini. Aku tidak mau kalau si jelek itu sampai mencium bibir suci noonaku!" kali ini giliran Changmin yang berbisik

"Tapi Taemin takut Min.. hiks.."

"Dasar ga guna! Cepat keluar dan hentikan drama konyol ini!" saking geramnya, Kyuhyun langsung menendang Taemin. Tubuh Taeminpun tersungkur masuk begitu saja ke atas panggung. Penonton yang menyadari hal itu kompak melihat ke arah Taemin.

"Aduh.. hiks.. Kyu jahat sekali.. hiks.." Taemin mencoba berdiri sembari mengusap-usap pantatnya.

"Psstt… siapa lagi itu? tokoh lain lagi?" kembali, semua penonton mulai saling berbisik.

Menyadari hal itu, Taemin langsung menoleh ke arah kursi penonton. "A-Ah.. a.." Taemin secepat mungkin berdiri. Ia terlihat kacau sekali dengan pakaian terusan berwarna abu-abu kusam dengan jahitan di sana sini. Yah.. walau wajahnya tentu saja masih cantik. Dengan rambut dikepang dua sambil membawa sebuah keranjang yang ditutupi kain, Taemin hanya terus tergagap di atas panggung.

"A-ada… yang.. ma-mau ko-korek api?" tanyanya terbata-bata. Taemin demam panggung! Itulah yang sedang terjadi saat ini.

"Siapa lagi bocah itu!?" panitia drama sudah pusing setengah mati akan tokoh-tokoh yang dengan seenaknya bermunculan.

"Te-tenang kak"

"Bagaimana aku bisa tenang!?"

"Ada yang.. mau.. hiks.. korek api?" tubuh Taemin mulai gemetar. Matanya sudah basah.

Siwon dan Hankyung yang mendengar isakan kecil Taemin pun langsung berhenti berkelahi. Masalahnya… Taemin itu termasuk adik yang dilindungi Heechul. Kalau sampai Heechul tahu Taemin menangis dan kedua pria bawahannya ini tidak menghentikan tangisannya, bisa habis mereka nanti.

Dengan cepat Siwon dan Hankyung menghampiri Taemin "Ah, jual apa gadis manis?" tanya siwon sambil tersenyum lebar

"Ini drama 'Gadis penjual korek api ya'?" bisik seorang penonton kepada temannya.

"Entahlah, aku juga bingung" balas sang teman.

Taemin langsung menatap Siwon dengan matanya yang sudah basah "Kak Won.." secara tidak langsung Taemin mencoba meminta pertolongan.

"Ah, kubeli ya, kau jual korek api kan? Aku beli ya" ucap Hankyung.

Taemin berbalik menatap Hankyung "Kak Han.. hiks.."

"Ssssttttt jangan nangis Taeminnnnn" bisik Siwon dan Hankyung secara bersamaan

"Kyu dan Min memaksaku memakai pakaian ini.. hiks.."

"Oh! Apa ini!? lihat ke sini jendral!" Kyuhyun muncul ke atas panggung mengenakan pakaian polisi jaman dulu.

Meskipun di salah satu sisi panggung sedang ribut, tapi sepertinya Leeteuk tidak terpengaruh. Ia masih saja menatap Heechul dan berpikir "Cium Tidak Cium Tidak"

Changmin naik ke atas panggung dengan gaya angkuh. Di atas bibirnya yang bisa dibilang errrr… seksi.. itu terdapat kumis palsu yang cukup tebal. Ia berhenti tepat dihadapan Taemin, Siwon dan Hankyung. Dan yang pastinya, di sebelah Kyuhyun.

"Kau lihat ini jendral?" Kyuhyun menunjuk Taemin.

"Ada apa ini, sersan Kyuhyun?" tanya Changmin dengan suara berat yang terkesan berwibawa. Ia menatap angkuh Taemin.

"Wanita ini dijadikan budak oleh kedua pria hidung belang ini!" Kyuhyun menunjuk Siwon dan Hankyung secara bergantian.

"Eh?"

"Tu-tuan mau beli korek api?" dengan bodohnya Taemin malah menawarkan sebungkus korek api yang terdapat dalam keranjangnya.

"Sersan Kyuhyun"

"Siap Jendral!" Kyuhyun memberi hormat kepada Changmin.

"Tangkap kedua pria berhidung besar ini!" perintah Changmin.

"Hidung belang, Jendral!" ralat Kyuhyun.

"Apalah itu, yang pasti hidung mereka memang besar"

"Siap! Jendral!" Kyuhyun langsung meniup peluit. banyak orang dengan pakaian tentara naik ke atas panggung dan menyeret Hankyung juga Siwon.

"Apa-apan ini!? hei!" Hankyung dan Siwon sudah kesal bukan main. Kalau mereka turun dari panggung, sudah lewat kesempatan mereka untuk mencium Heechul.

"Kau.. bukannya.." Hankyung yang merasa mengenali salah seorang yang tengah menangkapnya saat ini langsung membulatkan matanya.

"Maaf hyung, ini perintah langsung dari Jung bersaudara. Kalau kami tidak menuruti mereka, kami akan dikerjai habis-habisan selama setahun penuh!" bisik orang itu ketakutan.

Dan para tentara palsu itu pun menyeret Siwon dan Hankyung turun dari atas panggung "Heiiiii!"

"Nona, kau tidak perlu takut lagi. sekarang kau sudah bebas. Sersan Kyuhyun"

"Siap, Jendral!"

"Berikan nona ini pakaian layak pakai, dan pastikan ia bisa makan dengan baik" ucap changmin.

"Siap! Jendral!" balas Kyuhyun

"Min.. hiks…" entah karena pikirannya masih terlalu polos atau mungkin sudah menginjak kata 'Bodoh', Taemin jadi merasa terharu atas apa yang baru saja Changmin lakukan.. errr… untuknya? Dengan cepat Taemin melompat memeluk Changmin "Min, Taemin takut! Hiks"

Melihat hal itu mata Kyuhyun langsung membulat "Lepaskan Minnie'ku! Taemin jelek!" Kyuhyun mencoba melepaskan pelukan Taemin dari saudara kembarnya tersebut.

"Taemin, lepas" perintah Changmin

"Tidak mau.. Taemin takut.." Taemin mengeratkan pelukannya

"Gyaaa! Cari mati!" urat-urat kekesalan tampak jelas di dahi Kyuhyun.

Changmin memutar kedua bola matanya malas "Taemin, lihat aku" panggil Changmin.

Taemin mendongakkan kepalanya menatap Changmin lalu dengan cepat Changmin menyentil dahi Taemin cukup keras "Auwww!" taemin meringis dan langsung melepaskan pelukannya, beralih memegangi dahinya yang terasa nyeri.

Dengan langkah yang dibuat agar terlihat angkuh dan berwibawa, Changmin berjalan mendekati peti mati Heechul. Kyuhyun mengekor sambil menjulurkan lidahnya kepada Taemin yang masih sibuk mengusap-usap dahinya.

"Ehem!" Changmin berdeham. Bermaksud mengalihkan mata Leeteuk yang dengan tidak sopan terus menatap wajah cantik sang noona. Setelah tidak ada reaksi, Changmin kembali berdeham "EHEM!" kali ini lebih kencang.

Akhirnya Leeteuk menoleh juga. "Changmin?" tanyanya

"Sersan Kyuhyun. aku melihat adanya niat dan tindakan perkosaan di sini" ucap Changmin.

Penonton langsung terkejut. Suasana di dalam aula mendadak sepi. Bahasanya terlalu berat dan.. vulgar…?

"Ini tidak boleh terjadi, Jendral! Kita harus menghentikannya!" kata Kyuhyun

"Tangkap dia" ucap Changmin bertuju kepada Leeteuk. Leeteuk hanya membulatkan matanya. Kyuhyun langsung menarik lengan Leeteuk.

"Ayo ikut!" paksa Kyuhyun

Changmin berlutut di sebelah peti mati Heechul "Gadis yang cantik.." ucapnya "Apa yang terjadi padanya?"tanya Changmin

"Dia terkena racun, Jendral! Dari nenek sihir jahat!" jawab Kyuhyun

"Aku bukan nenek sihir!" teriak Tiffany dari belakang panggung

"Bagaimana cara membangunkan gadis ini, sersan?" tanya Changmin

"Dengan cara menciumnya, Jendral!"

"Kalau begitu, aku yang akan menciumnya" ucap Changmin

"Wah, tidak mungkin.. ternyata takdir Juliet bukan bersama romeo" para penonton mulai kembali heboh.

"Min, tidak boleh.." Jaejoong mengigit kecil sapu tangannya. Cemas mengetahui bahwa putranya akan mencium sang kakak.

"Tidak boleh!" larang Leeteuk. "Nanti kalau Noona'mu hamil anakmu bagaimana!?" Leeteuk cemas setengah mati.

Para penonton mengerutkan kening mereka masing-masing "Hamil? Apa sih? Kok jadi hamil?" dan psssttt psssttt psssttt lainnya

"Si Leeteuk itu bicara apa sih?" heran Changmin. "Dari pada ciuman pertama noona diambil oleh si Leeteuk paboya itu, mendingan untukku deh" batin Changmin. ia mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul. Saat jaraknya sudah cukup dekat, tangan Heechul terangkat dan menghantam wajah Changmin "Ukh…" kepala Changmin langsung terhentak ke belakang. Penonton tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi karena tubuh Changmin menghalangi peti mati Heechul, jadi mereka diam saja.

"Min!" Kyuhyun yang melihat bahwa Changmin menutupi hidungnya langsung melepaskan Leeteuk dan mendekati Changmin "kau kenapa min? berdarah!" Kyuhyun panik begitu melihat darah segar mengalir keluar dari lubang hidung Changmin.

Sementara si kembar sedang sibuk dengan urusan mereka, Leeteuk kembali berlutut di sebelah peti mati Heechul "Juliet…" bisiknya.

Kyuhyun yang masih dalam kondisi panik itu langsung menarik Changmin turun dari atas panggung "UKS! Di mana UKS!?" teriaknya

"Eh? Kyu! Min! Taemin ikut!" Taemin yang melihat si kembar turun dari atas panggung menyusul mereka.

Kini perhatian penonton yang sempat teralihkan jadi kembali menatap sang Romeo dan Juliet. "Aku harus menciumnya. Kalau tidak cepat, nanti Juliet akan mati" batin Leeteuk. Ia kembali meneguk ludahnya untuk yang kesekian kali. "Ma, maaf Heechul.." bisiknya.

Leeteuk menarik kepala Heechul. Ia memejamkan matanya dan menempelkan bibirnya di bibir Heechul, hanya menempelkan, tidak melakukan hal yang lebih. Setelah dirasa cukup, Leeteuk menjauhkan kepalanya.

Kelopak mata Heechul dengan perlahan terbuka. Yah.. sebenarnya Heechul sudah sadar sedari tadi. Ia juga mehantam wajah Changmin dalam posisi sangat sadar, hanya saja 'The Show Must Go On" jadi Heechul tetap berpura-pura pingsan. Tapi alasan yang paling kuat sih.. yah.. Heechul ingin Leeteuk menciumnya.

"Juliet…" Leeteuk menyunggingkan senyumnya

Heechul menatap Leeteuk dengan mata yang berkaca-kaca "Romeo!" dengan cepat Heechul memeluk tubuh Leeteuk. Para penonton bersorak dan bertepuk tangan. "Dramanya berjalan sukses" Heechul tertawa kecil

Leeteuk menatap dalam-dalam mata Heechul "Heechul.. aku siap menjadi seorang ayah" ucapnya

Heechul hanya bisa mengerutkan keningnya tidak mengerti "ayah? Maksudmu?"

"Kau akan hamil kan gara-gara ciumanku?" tanya Leeteuk.

Mata Heechul membulat mendengarnya "Pemikiran bodoh macam apa itu?" batinnya.

"Aku akan menikahimu" bisik Leeteuk sambil tersenyum

Perlahan tapi pasti senyuman mulai mengembang di bibir Heechul. Kini matanya berkaca-kaca karena terharu, bukan karena sekedar drama lagi. "Aku bersedia! Aku bersedia Leeteuk! Kita akan bahagia bersama anak kita!" balas Heechul "Bodo amat deh dia mau anggap aku hamil, yang penting judulnya menikah dan jadi istri Leeteuk" batin Heechul.

Keduanya hanya tersenyum… yang satu senyuman sang malaikat, yang satu senyuman iblis berkedok malaikat…

.

.

.

To be continued…


sekarang saatnya membalas review~

silahkan Heechul dan Leeteuk!


Hee: kenapa harus aku? dasar pemalas

me: nanti aku bayar deh! tolong ya! *pergi*

Hee: sungguh? *mata berbinar* baiklah~ nah, mari kita mulai~ *senyum 1 juta volt* Jungsoo, kamu yang bacakan

Teuk: eh? baiklah... *baca review readers* katanya drama ini mirip OVJ

Hee: huh? yang bener aja, ga liat pemainnya orang super ganteng kayak aku? jangan disamain sama Sule dan Aziz gagap dong

Teuk: kamu tahu OVJ? padahal aku aja ga tau...

Hee: apa sih yang ga Kim Heechul tahu? Lanjut!

Teuk: "Leeteuk kok bisa polos amat sih?" loh? aku kan emang polos~

Hee: *muntah*

Teuk: rata-rata reviewnya cuma bilang aku bodoh.. korslet.. pabo... *depresi* *buang kertas review*

Hee: ckckck, sabar ya~

*liat review* eh? udah selesai?

baiklah~ sampai jumpa di pertemuan berikutnya~ *lambai-lambai*


apa!? cuma segitu doang!? ck! rugi bayar si Ichul dah.

Big Thanks buat kalian yang udah bersedia review *males nyebutin satu-satu* #slap

yowes, sekarang buat yang udah baca ayo review!

With Love,

Cndy Prissycatice

Withwi