Title: It's About Our Noona

Chapter: 16

Author: Cndy Prissycatice


Warning : Man character became woman

Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.


Leeteuk menatap dalam-dalam mata Heechul "Heechul.. aku siap menjadi seorang ayah" ucapnya

Heechul hanya bisa mengerutkan keningnya tidak mengerti "Ayah? Maksudmu?"

"Kau akan hamil kan gara-gara ciumanku?" tanya Leeteuk.

Mata Heechul membulat mendengarnya "Pemikiran bodoh macam apa itu?" batinnya.

"Aku akan menikahimu" bisik Leeteuk sambil tersenyum

Perlahan tapi pasti senyuman mulai mengembang di bibir Heechul. Kini matanya berkaca-kaca karena terharu, bukan karena sekedar drama lagi. "Aku bersedia! Aku bersedia Leeteuk! Kita akan bahagia bersama anak kita!" balas Heechul "Bodo amat deh dia mau anggap aku hamil, yang penting judulnya menikah dan jadi istri Leeteuk" batin Heechul.

Keduanya hanya tersenyum… yang satu senyuman sang malaikat, yang satu senyuman iblis berkedok malaikat…


"Eh? Pantai?" Heechul bertanya sambil melihat kalender gantung di kamarnya. Tangan kirinya menggenggam ponselnya dan sementara tangan kanannya menunjuk satu persatu tanggal.

Kini sudah lewat dua minggu dari pertunjukkan drama itu. Drama yang kacau balau itu ternyata berhasil memikat hati para penontonnya. "Drama yang menyenangkan! Baru kali ini aku melihat yang seperti ini!" banyak pendapat seperti itu atau "Tokohnya bodoh-bodoh deh, membuatku tertawa"

Pokoknya drama itu berjalan sukses tanpa diperkirakan. Dan tentunya.. Heechul dan Leeteuk menjadi semakin terkenal.

"Ya, kita jalan-jalan. Bagaimana?" tanya Leeteuk di seberang telepon.

Heechul menggerakkan bola matanya naik menatap langit-langit kamarnya yang tinggi. "Aku sih tentu mau sekali. Habisnya kamu yang ngajak sih. Tapi aku harus bilang apa pada umma dan appa?" batin Heechul.

"Tidak mau ya?" tanya Leeteuk lagi karena Heechul tidak kunjung menjawab. "Heechul, aku ingin mengajakmu dan calon bayi kita jalan-jalan" Leeteuk menambahkan.

Dalam sekejap pipi Heechul merona. Tangan kanannya bergerak turun ke bawah dan berhenti di perutnya. Heechul mengusap-usap perutnya yang datar. "Aduh.. andai saja benar-benar ada anakmu di dalam sini, aku pasti bahagia sekali." pikirnya. "K-kau tahu kan bagaimana orangtuaku. Mereka pasti tidak mengijinkanku."

"Tapi aku berhak atasmu" balas Leeteuk.

Heechul ingin pingsan di tempat saat itu juga. Ruh di dalam tubuhnya sudah melayang-layang gembira di udara. Aku berhak atasmu. Aku berhak atasmu. "Ya ya! Kau berhak atasku! Aku milikmu!" Batin Heechul.

"Aku ingin mengelus perutmu" Leeteuk bicara sambil berbisik. Sebenarnya pipinya tidak kalah merona di seberang sana. Membayangkan akan menjadi seorang ayah membuatnya bahagia tak terkira. Entah terlalu bodoh atau sejenisnya, Leeteuk bisa membayangkan ia akan menimang seorang bayi perempuan mungil yang terlahir dari rahim Heechul. Ciuman bisa membuat hamil? Sejak kapan pemikiran super ngaco itu ditemukan?

"Lee..leeteuk.." Heechul gugup sekarang. Ia senang Leeteuk telah menjadi miliknya. Tapi juga cemas setengah mati memikirkan bahwa sebenarnya tidak pernah ada janin di dalam rahimnya!

"Heechul, lahirkan bayi perempuan ya" ucap Leeteuk. Bicara soal gender atau jenis kelamin si 'Bayi' yang sebenarnya tidak pernah ada itu, Leeteuk memang menginginkan bayi perempuan. Kalian sudah tahu alasannya kan? Tentu karena Leeteuk terlalu takut atas sifat dan kehendak aneh ibunda tercintanya. Sudah cukup ia saja yang mengalami hal itu, tidak lagi untuk anaknya.

Heechul ingin menangis sekarang. Ia terlalu takut suatu saat Leeteuk mengetahui semuanya dan malah berbalik membenci dirinya. "Tidak ada.. anakmu tidak ada…" batinnya sengsara. Heechul meremas baju yang menutupi perutnya dengan gusar. "I-Iya. Pa-pasti anak perempuan" jawab Heechul dengan suara yang bergetar.

"Oh Heechul, aku benar-benar ingin memeluk perutmu sekarang!" semakin Leeteuk antusias dan bahagia, semakin Heechul ingin menangis dengan tubuh melemas. "Oh iya cinta" panggilan Leeteuk yang ini membuat Heechul kembali mabuk kepayang.

"N-ne?"

"Apa kau baik-baik saja? Bagaimana di sekolah? kau tidak pusing atau mual kan?" Leeteuk bertanya dengan cemas.

"Ti-tidak sama sekali kok.. ha..ha..ha.." BOHONG! Bagaimana bisa tidak pusing menyimpan semua kebohongan seperti ini setiap harinya?

Heechul.. sungguh.. kau memang ratunya para iblis pendusta….

"Syukurlah. Kalau begitu lusa aku akan menjemputmu ya. Sampai ketemu lusa~"

"Y-ya.. sampai ketemu.."

-#####-

.

.

_Malam sebelum pergi_

.

"Noona? Berkemas seperti itu memangnya mau kemana?" Kyuhyun bertanya heran saat melihat Heechul memasukkan baju dan barang-barangnya yang lain ke dalam sebuah tas.

Heechul tersentak dan menoleh ke belakangnya. Matanya membulat saat melihat Kyuhyun ada tepat di ambang pintu kamarnya "E-eh? K-Kyu?" Heechul bicara gugup. "Se-sejak kapan kau ada di sana?" tanyanya balik

"Aku cuma lewat dan kebetulan pintu kamar noona terbuka. Yah sebenarnya aku mau ke dapur mencari makanan sih, si Minnie rewel. Tapi.. kulihat noona sibuk sekali. noona mau berkemah?" Kyuhyun berjalan masuk ke dalam kamar Heechul.

Heechul langsung menarik resleting tasnya dengan cepat dan melemparnya ke sudut ranjangnya. "Ti-tidak kok." Kilah Heechul.

"Tapi tadi aku melihat noona memasukkan beberapa baju ke dalam sebuah tas" balas Kyuhyun mulai curiga.

"Itu tas renang waktu itu. noona sedang membereskannya" bohong Heechul.

Kyuhyun mengangkat sebelah alis matanya "Tas renang tiga hari yang lalu itu? ih.. noona jorok sekali sih. Pasti udah bau tuh. Cepat dicuci gih! Ih!" Kyuhyun menutup hidungnya seakan-akan memang ada bau tidak sedap di kamar Heechul. Ia sudah mual membayangkannya, jadi Kyuhyun memutuskan keluar dengan raut wajah ingin muntah.

Heechul bernafas lega. Untung otaknya jenius dan untungnya tiga hari yang lalu ia pergi bersama si kembar untuk berenang. Sebenarnya mereka memiliki kolam renang sendiri, tapi si kembar bilang mereka bosan dan ingin pergi ke kolam renang umum yang sangat jarang mereka masuki.

"Harus bilang apa nih saat Leeteuk menjemputku nanti? Aduh…"

-#######-

.

.

_Hari berikutnya_

.

Mobil Leeteuk sudah terparkir rapi di depan pekarangan rumah Heechul. Heechul melihat cemas pujaan hatinya dari jendela kamarnya. Leeteuk dengan santainya berjalan masuk tidak peduli si kembar yang lebih dulu melihat mobil Leeteuk datang sudah menunggunya di depan pintu utama.

"Mau apa si jelek itu datang?" Changmin bertanya angkuh sambil melipat lengan bajunya.

"Tentunya menemui noona kita" jawab Kyuhyun yang hanya diam menatap Leeteuk dengan kedua tangan berada di dalam kantung celananya.

"Hai Kyu, Min. noona kalian ada?" Leeteuk bertanya ramah

"Untuk apa mencarinya?" tanya Kyuhyun.

"Tentu saja ingin mengajaknya jalan-jalan" jawab Leeteuk sambil tersenyum. Pria ini benar-benar super bodoh sampai tidak mengerti situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.

"Kau punya nyawa berapa berani mengajak noonaku?" kini gantian Changmin yang bertanya. Dengan sangat tidak sopannya Changmin mengajukan pertanyaan itu tanpa menatap Leeteuk, ia masih sibuk melipat lengan bajunya ke atas.

Leeteuk diam untuk beberapa saat "Manusia hanya punya satu nyawa kan?" Leeteuk malah balik bertanya.

"Itu berarti kau siap untuk mati" tukas Kyuhyun.

"Eh? Aku tidak mau mati muda ah" balas Leeteuk dengan polosnya.

"Kyu! Min! Hentikan!" Heechul yang sudah tidak tahan melihat kelakuan si kembar akhirnya memutuskan untuk keluar. Ia berjalan dan berhenti tepat di hadapan Leeteuk. Heechul tersenyum singkat kepada Leeteuk lalu membalikkan tubuhnya menatap kedua adik kembarnya. "Masuklah ke dalam" perintahnya.

"Dan membiarkan noona dibawa pergi oleh laki-laki yang tidak jelas ini? yang benar saja" Kyuhyun mendecih.

"Ah! Begitu rupanya!" Leeteuk menepukkan kedua telapak tangannya. "kalian ikut saja Min, Kyu" ajak Leeteuk.

Mata Changmin, Kyuhyun, bahkan mata Heechul pun ikut membulat mendengar kata-kata Leeteuk. "Lee..teuk.. apa maksudmu mengajak mereka?" tanya Heechul tidak suka.

"Hm? Tidak apa-apa kan? Toh mereka calon adik iparku. Aku juga harus akrab dengan mereka" jawab Leeteuk dengan wajah secerah mentari.

"I-PAR? IPAR?" si kembar mengulangi kata-kata Leeteuk. Urat-urat kekesalan mulai muncul di dahi keduanya. Tangan mereka sudah mengepal kesal. Seenaknya saja Leeteuk mengakui noona mereka sebagai miliknya!

"Me-memang kok" Heechul berusaha membela dan melindungi Leeteuk dari amukan si kembar.

"TIDAK SUDI!" bentak Changmin dan Kyuhyun bersamaan.

Heechul yang merasa ini sudah mencapai tahap yang gawat langsung menarik lengan Leeteuk. Keduanya berlari dan langsung masuk ke dalam mobil Leeteuk. Heechul duduk di depan kemudi dan langsung menekan gas mobil, mobil itu pun melaju.

Sebenarnya si kembar sudah mengejar Leeteuk dan Heechul saat Heechul menarik tangan Leeteuk, tapi apa daya, jarak antara mereka cukup jauh. Dan dari pada mereka mengejar tanpa hasil, mereka lebih memilih lari ke tempat di mana mobil mereka berada.

Heechul tanpa peduli terus menginjak gas, membuat Leeteuk hanya bisa diam keheranan. Ia tidak pernah tahu bahwa Heechul bisa mengendarai sebuah mobil seperti ini. tapi kenyataannya? Heechul bahkan mengendarai mobil lebih hebat dari pada dirinya.

"Pasang safety belt mu Leeteuk!" perintah Heechul yang masih memfokuskan matanya ke jalan raya yang ada di hadapannya.

"Ah? Ah i-iya" jawab Leeteuk yang baru tersadar dari rasa kagetnya. Ia langsung memasang safety belt sesuai perintah Heechul. Dan saat kembali melihat Heechul, Leeteuk juga langsung memasangkan safety belt untuk gadis cantik itu. "Kau menghawatirkan diriku padahal kondisimu sendiri tidak aman. Heechul Heechul"

Pipi Heechul merona mendengarnya. Ia menggigit bibir bawahnya menahan rasa malu. "Terima kasih Leeteuk" ucapnya lembut.

"Apapun untuk calon istriku" balas Leeteuk.

"OH NO! jangan! Jangan sekarang Leeteuk! Kau bisa membuat kita terbunuh kalau sekarang kau terus mengucapkan kata-kata manis itu! biarkan aku berkonsentrasi sekarang!" batin Heechul. Jantungnya sudah berdegup kencang tak beraturan.

"Aegya, appa di sini" Leeteuk tanpa melihat bagaimana kondisi Heechul yang sudah hampir kehabisan nafas sekarang malah menuntun tangannya mengelus-elus perut Heechul.

Suhu tubuh Heechul meningkat seketika. Bagaimana tidak? Leeteuk sedang membelai lembut perutnya! Sentuhan tidak langsung itu membuat darah Heechul bergolak hebat. Telapak tangannya yang memegang kemudi sudah basah oleh keringat. Kalau Heechul sampai mendapatkan serangan jantung dadakan, habislah mereka.

Sementara Heechul sudah di ambang dunia dan surga, Leeteuk malah sedang gembira-gembiranya menyapa 'Bayi' nya. Raut wajah gembira itu tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata. Memang di benaknya ada sedikit perasaan bersalah karena ia menganggap telah menghamili Heechul padahal mereka masih sama-sama murid SMA, tapi di lain sisi perasaan bahagianya memuncak memikirkan dirinya telah menjadi seorang ayah.

Pemikiran super bodoh itu entah dari mana asalnya, mungkin Leeteuk memang sudah kelewat tidak waras atau semacamnya. Kadang aku ingin melihat bagaimana cara otaknya bekerja.

"Ki-Kita mau kemana ini, su-suamiku?" Heechul hampir tersedak ludahnya sendiri saat mengucapkan kata 'Suamiku'. Sel-sel otaknya sepertinya sudah mengikat satu sama lain dan membuat aliran darah di dalamnya tidak dapat mengalir dengan lancar. "Aku memanggilnya suamiku! Aku memanggilnya suamiku!" batin Heechul kegirangan.

"Pantai Heechul. Kita akan ke pantai" jawab Leeteuk.

"Pantai mana?" tanya Heechul.

"Enaknya kemana?" tanya Leeteuk balik.

"Kemana pun! Ajak aku kemana pun kau mau! Mau ke pantai yang ramai, pantai yang sepi, pantai yang bersih atau pantai yang kotor kek, kemana pun aku mau! Bahkan ke pantai yang tidak ada airnya pun aku bersedia asal itu bersamamu!" harap tenang sebentar.. Heechul Heechul.. apa sih yang ada di dalam pikiranmu? Untung saja kau hanya membatinnya. Kalau kau mengucapkannya mungkin Leeteuk sudah menganggapmu sebagai orang gila. Eh? Tunggu sebentar, aku sampai lupa.. Leeteuk kan juga tidak waras…

Pantai yang tidak ada airnya.. ke gunung aja sekalian..

"Pa-pantai di ujung kota saja, bagaimana?" tanya Heechul.

Leeteuk mengerutkan keningnya "Di sana kan tidak ada pantai sayang, hanya ada kolam renang" jawab Leeteuk.

Lagi-lagi.. kata 'Sayang' itu membuat Heechul terlena. Genggaman tangannya pada kemudi melemah dan mobilpun oleng. "Heechul awas!" teriak Leeteuk takut saat mereka sudah hampir menabrak mobil dari arah yang berlawanan.

"Ups~" dengan sangat lihai Heechul membanting stir, mobil pun berbalik dan mereka kembali ke jalur mereka sebelumnya. Jantung Leeteuk sudah berdetak hebat tak karuan. Bahkan saking hebatnya, Leeteuk sampai meremas dada kirinya, menjaga agar jantungnya tidak melompat keluar dari tempatnya berada. Heechul dengan wajah yang sudah berwarna merah padam menoleh ke arah Leeteuk sambil tersenyum. Tangan kirinya mengusap tengkuknya perlahan. "Hehe maaf ya Leeteuk.. hehehe"

Leeteuk hanya mampu menatap Heechul dengan sejuta pertanyaan di dalam benaknya. Nafasnya masih belum teratur dan jantungnya masih berdetak lebih cepat dari yang seharusnya. Betapa hebatnya Heechul bisa memutar balik mobil dengan sangat cepat, ia saja belum tentu bisa melakukannya. Bukankah Heechul itu wanita cantik yang agak ceroboh? Selama ini itulah sosok Heechul di dalam benak Leeteuk. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa gadis cantik yang lemah lembut di hadapannya ini bisa berubah menjadi seorang gadis tangguh yang sepertinya tidak memiliki rasa takut sama sekali.

Bukankah setiap wanita pasti akan panik saat mengetahui bahwa mobilnya dalam hitungan menit akan menabrak mobil lainnya? Tapi Heechul? Ia seperti tidak ambil pusing dan bersikap seakan-akan tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Adrenalin Leeteuk makin berpacu. "Inikah.. wanita yang akan menjadi istriku?" batinnya.

"Jadi Leeteuk.. kita mau ke—"

TIIIIIIIIIIINNNNNNNNNN!

Suara klakson yang sangat kencang terdengar. Heechul melihat ke belakang dengan kaca spion. Di sana ada mobil si kembar. "NOONA! Berhenti!" teriak Kyuhyun.

"Cih! Sial!" Heechul memang sudah tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi. Changmin sangat hebat dalam mengemudi, karena Heechul pula lah yang mengajarkan kepadanya bagaimana cara mengemudi yang 'baik'. Ini pertama kalinya Heechul menyesal telah menurunkan semua keahliannya kepada dua bocah menyebalkan itu.

Dengan sangat santai Changmin mensejajarkan mobilnya dengan mobil yang dikemudikan oleh Heechul. "Minnie, salip mobilnya!" perintah Kyuhyun yang sudah geram bukan main.

"Baiklah" Changmin menginjak gas hingga ia berada agak jauh di depan mobil Leeteuk lalu ia membanting stir ke kiri tepat ke hadapan mobil Leeteuk. Bukankah sangat berbahaya? Ya, tentu saja sangat berbahaya. Mobil Leeteuk bisa saja langsung menghantam sisi mobil si kembar dalam hitungan menit. Tapi Changmin tidaklah sebodoh itu. ia tahu betul kehebatan noona'nya dalam hal mengemudi, Heechul pasti akan langsung mengerem mobilnya sebelum membentur mobil si kembar. Jadi? Changmin tenang-tenang saja.

Heechul membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan Changmin. "Anak sialan!" umpat Heechul dalam benaknya. Heechul langsung menginjak rem dengan cepat dan membanting stir mobilnya ke kanan dan berputar balik. Mobilnya hampir saja menabrak mobil yang sedari tadi ada di belakangnya. namun sekali lagi saya katakan. Heechul itu jenius! Ia mengendarai mobil seperti ia meliuk-liukkan tubuhnya. Jalanan sudah seperti daerah kekuasaannya. Jadi Heechul hampir saja menyerempet mobil itu dan well.. ia berhasil lolos dari maut dan kembali melajukan mobilnya dengan cepat.

Mata Kyuhyun membulat melihatnya sementara Changmin berdecih. "Noona memang tidak ada tandingannya. Menyebalkan" ucap Changmin kesal. ia turut memutar balik mobilnya dan kembali mengejar mobil Heechul.

"Heechul…" Leeteuk bergumam lirih memanggil nama Heechul. Heechul hanya menoleh dan menemukan Leeteuk tengah menatap dirinya "Ayo cepat kita menikah…." Ucap Leeteuk. What? Apa yang Leeteuk ucapkan pada saat-saat genting seperti ini!?

.

.

.

To be continued…

.

.

.


A/n: sorry takes too long for this chap

ini ff baru, jadi aku harus membuatnya

tidak seperti yang lain yang merupakan ff lama yang tinggal aku post

so, mohon dimaklumi

oh iya, big thanks ya buat semua yang udah bersedia review

maaf ga bisa balas review kalian karena hari ini saya UAS


Love,

Cndy