Title: It's About Our Noona
Chapter: 17
Author: Cndy Prissycatice
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, alur cerita yang tidak jelas dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
TIIIIIIIIIIINNNNNNNNNN!
Suara klakson yang sangat kencang terdengar. Heechul melihat ke belakang dengan kaca spion. Di sana ada mobil si kembar. "NOONA! Berhenti!" teriak Kyuhyun.
"Cih! Sial!" Heechul memang sudah tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi. Changmin sangat hebat dalam mengemudi, karena Heechul pula lah yang mengajarkan kepadanya bagaimana cara mengemudi yang 'baik'. Ini pertama kalinya Heechul menyesal telah menurunkan semua keahliannya kepada dua bocah menyebalkan itu.
Dengan sangat santai Changmin mensejajarkan mobilnya dengan mobil yang dikemudikan oleh Heechul. "Minnie, salip mobilnya!" perintah Kyuhyun yang sudah geram bukan main.
"Baiklah" Changmin menginjak gas hingga ia berada agak jauh di depan mobil Leeteuk lalu ia membanting stir ke kiri tepat ke hadapan mobil Leeteuk. Bukankah sangat berbahaya? Ya, tentu saja sangat berbahaya. Mobil Leeteuk bisa saja langsung menghantam sisi mobil si kembar dalam hitungan menit. Tapi Changmin tidaklah sebodoh itu. ia tahu betul kehebatan noona'nya dalam hal mengemudi, Heechul pasti akan langsung mengerem mobilnya sebelum membentur mobil si kembar. Jadi? Changmin tenang-tenang saja.
Heechul membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan Changmin. "Anak sialan!" umpat Heechul dalam benaknya. Heechul langsung menginjak rem dengan cepat dan membanting stir mobilnya ke kanan dan berputar balik. Mobilnya hampir saja menabrak mobil yang sedari tadi ada di belakangnya. namun sekali lagi saya katakan. Heechul itu jenius! Ia mengendarai mobil seperti ia meliuk-liukkan tubuhnya. Jalanan sudah seperti daerah kekuasaannya. Jadi Heechul hampir saja menyerempet mobil itu dan well.. ia berhasil lolos dari maut dan kembali melajukan mobilnya dengan cepat.
Mata Kyuhyun membulat melihatnya sementara Changmin berdecih. "Noona memang tidak ada tandingannya. Menyebalkan" ucap Changmin kesal. ia turut memutar balik mobilnya dan kembali mengejar mobil Heechul.
"Heechul…" Leeteuk bergumam lirih memanggil nama Heechul. Heechul hanya menoleh dan menemukan Leeteuk tengah menatap dirinya "Ayo cepat kita menikah…." Ucap Leeteuk. What? Apa yang Leeteuk ucapkan pada saat-saat genting seperti ini?
Kelopak mata Heechul terbuka lebar-lebar menatap Leeteuk. "Me-menikah?" tanyanya. "Ta-tadi dia bilang menikah kan ya? Dia bilang menikah kan? Dia bilang ME-NI-KAH!?" batin Heechul.
Leeteuk terus menatap Heechul dengan semburat kemerahan yang menghiasi pipinya. "Aku.. sudah tidak sabar memanggilmu dengan sebutan 'istriku'" Leeteuk bicara dengan suara yang terdengar berbisik namun sangat manis.
Sel-sel di dalam otak Heechul makin kusut dibuatnya. Kaki Heechul menginjak dan melepas pijakan gas dengan cepat sehingga mobil yang dikendarainya kini berjalan.. um.. apa namanya? Tersendat-sendat?
"Minnie? Kok mobil noona jalannya gitu sih? Macet-macet gitu?" Kyuhyun menyipitkan matanya, berusaha fokus melihat mobil yang dikendarai sang noona yang berada jauh di depan sana.
"Ah masa? Jangan aneh-aneh Kyu, noona itu nomor satu dalam mengemudi, ah.. yah, noona nomor satu dalam hal apapun" Changmin memutar kedua bola matanya. "Ga mungkin lah dia bawa mobil macet-macet gitu."
"Ih beneran!" Kyuhyun sangat yakin dengan apa yang dilihatnya. "Jangan-jangan… si mesum kurang ajar itu… sedang melakukan hal yang tidak-tidak dengan noona kita!?" kali ini Kyuhyun panik sendiri mendengar kata-kata yang keluar dari bibirnya. "Cepat susul Minnie! CEPAT!"
Changmin melirik saudara kembarnya yang sudah terlihat frustasi itu. "Hei hei.. tenanglah. Kyu, duduk dulu. Jangan keluarkan kepalamu dari kaca seperti itu." ucap Changmin.
"Bagaimana bisa tenang!? Cepat kejar noona! Kalau noona kenapa-napa di dalam sana bagaimana!? Hiks.." saking paniknya, anak yang satu ini sampai menangis.
"Lah? Malah nangis lagi.." batin Changmin heran. dengan perlahan, Changmin menarik baju Kyuhyun sehingga anak itu duduk kembali di kursinya. Changmin menghela nafasnya dan tersenyum melihat Kyuhyun yang kini sedang menahan isak tangisnya "Lucu banget sih anak ini" pikir Changmin. "Kyu, tenanglah. Noona itu kuat. Dia juga tahu batasan yang boleh dilakukannya dan tidak. Noona sudah bukan anak-anak lagi." Changmin mengusap-usap pelan kepala saudara kembarnya itu sambil tetap fokus mengendarai mobil.
"Justru karena noona bukan anak-anak lagi! aku jadi takut.. hiks.." Kyuhyun menyeka air matanya.
Changmin berusaha menahan tawanya. Kyuhyun sama sekali tidak berubah. Sejak mereka kecil, hanya Heechul lah yang bisa membuat dua kembar nakal ini menangis, ya, hanya Heechul seorang yang bisa melakukannya. Tapi sifat Kyuhyun memang lebih kekanakan. Seperti sekarang, ia masih seperti anak-anak dan belum bisa berpikir dewasa. Menangis karena hal yang belum pasti kebenarannya, mencemaskan noona'nya secara berlebihan… tapi justru itulah, yang membuat Changmin senang mempunyai saudara kembar seperti Kyuhyun.
"Sekali-kali kau menangis untukku kenapa" ujar Changmin sambil tertawa kecil. "Aku kan juga ingin, begitu dicemaskan olehmu." Tambahnya.
Kyuhyun menatap Changmin dengan mata basahnya "Bo.. Bodoh! Kau tidak boleh membuatku menangis! Hanya kau, yang tidak boleh membuatku menangis, Minnie!" ucap Kyuhyun di sela isak tangisnya.
Changmin makin tertawa dibuatnya. Apakah itu artinya dia juga spesial bagi Kyuhyun? wah, senang sekali. Changmin kira, selama ini yang ada di benak Kyuhyun hanya Heechul seorang. "Ternyata menjadi sesuatu yang spesial itu cukup menyenangkan ya" pikir Changmin.
Someday~ my prince, will come~
Ponsel Kyuhyun tiba-tiba saja berdering. Lagi-lagi Changmin berusaha menahan tawanya saat mendengar ringtone ponsel saudara kembarnya itu. lagu yang digunakannya sebagai nada dering tidak pernah berubah. Sebenarnya itu adalah lagu kesukaan Heechul sewaktu kecil, dan karena Heechul menyukainya, Kyuhyun juga jadi menyukainya, malah berlebihan!
"Yack! Siapa sih yang meneleponku di saat seperti ini!?" dengan kesal Kyuhyun mengambil ponsel dari saku celananya kemudian mengangkat telepon tanpa melihat dahulu siapa orang yang menghubunginya. "Woy! Aku sedang sibuk! Jangan—"
"KYUUUUUUUUUUU~!" suara cempreng Taemin bergema di telinga Kyuhyun dan berhasil membuat penglihatannya buram.
Setelah beberapa detik dan penglihatan Kyuhyun mulai normal kembali, dengan sangat geram Kyuhyun kembali bicara "YACK! LEE TAEMIN SUPER PABO! Jangan teriak di telinga orang!" Bentak Kyuhyun
"Kau juga jangan melakukannya dong Kyu.." gumam Changmin.
"Aduh Kyu.. kupingku sakit nih.." ucap Taemin di seberang telepon.
"Dari mana anak jelek ini dapat nomorku sih?" heran Kyuhyun.
"Tentu saja noona, siapa lagi?"
"Uh Noona! Buat apa sih ngasih nomorku ke tukang jatuh ini!?" Kyuhyun menatap layar ponselnya kesal. "Buat apa telpon?" tanya Kyuhyun ketus. "Apa!?"
-####-
.
.
"Kau sakit Chullie? Kita pulang saja ya. Aduh aku ini bodoh sekali, kau kan sedang mengandung, tapi malah kubiarkan kau menyetir" Leeteuk mulai cemas melihat keadaan Heechul yang mulai konslet.
"Ti-tidak apa-apa kok, aku tidak apa-apa. Ayo kita ke gereja." Heechul bicara sambil tertawa, kurasa ia sudah benar-benar gila.
Leeteuk menaikkan sebelah alis matanya "Ke gereja?" tanyanya. "Untuk apa ke gereja?"
"Me-Menikah tentu saja"
"MWO? Heechul, tidak boleh! Ayo kita pulang saja. Kita akan ke gereja bersama dengan orangtua kita, tidak boleh kawin lari seperti ini" tolak Leeteuk.
Heechul kembali pada kesadarannya "Kawin lari?" bingung Heechul "Apa yang begini bisa disebut kawin lari? Sepertinya enggak deh" batinnya. "Ka-katanya kita mau ke pantai?"
"NOONA! Hentikan mobilnya!" teriak Kyuhyun. Mobil si kembar kini sudah berada di sebelah mobil Heechul. Tentu saja mereka jadi mudah terkejar karena Heechul menginjak dan melepas gas sepanjang jalan, membuat mobilnya lambat berjalan.
Heechul menoleh ke samping dan Changmin langsung menabrakkan sisi mobilnya ke mobil yang dikendarai oleh Heechul "Kyaaaa!" itulah teriakkan manis yang keluar dari bibir Heechul saat merasakan mobilnya hampir oleng. Wajar kan ia kaget sekali-kali?
Dengan refleks Heechul mengerem mobilnya, begitu juga dengan si kembar. Changmin dan Kyuhyun terdiam saat mendengar teriakan Heechul. Keduanya menatap Heechul dengan wajah terpana "Ma-manis…" gumam keduanya.
"Chullie! Kau tidak apa-apa!?" Leeteuk dengan cepat memeriksa tubuh Heechul. "Syukurlah…" ia bernafas lega saat mengetahui kondisi Heechul baik-baik saja. Namun dalam hitungan detik Leeteuk menatap tajam si kembar "Hei! Kalian ini bagaimana sih!? Kalau noona kalian sampai kenapa-napa bagaimana!? Dia sedang Hamil tahu!"
Kata-kata Leeteuk sukses membuat si kembar dan Heechul membulatkan mata mereka. "Gawat!" batin Heechul.
Kyuhyun menoleh cepat menatap Changmin. "Tadi dia bilang apa Minnie?"
Changmin mengerjapkan matanya beberapa kali. "Sepertinya tadi aku salah dengar" jawab Changmin sambil mengelus tengkuknya.
"Sepertinya aku juga salah dengar deh. Masa tadi si Leeteuk pabo itu bilang kalau noona kita hamil. Hahahahaha mustahil." Kyuhyun menepuk-nepuk bahu Changmin sambil mengatakannya.
"Leeteuk.. su-sudah ya, aku baik-baik saja kok" Heechul berusaha menenangkan Leeteuk. "Akan bahaya kalau Leeteuk bilang aku hamil. Aduh, mana si kembar mulutnya ember." Itulah yang kini ada di benak Heechul.
"Tidak bisa! Kali ini aku harus menasehati mereka!" dengan sedikit kesal Leeteuk keluar dari mobil dan menghampiri mobil si kembar. "Hei! Di dalam perut noona kalian itu ada anakku tahu. Jangan sembarangan begitu dong" omel Leeteuk.
Heechul langsung menepuk dahinya "Matilah aku…" bisiknya.
Kyuhyun dan Changmin menatap Leeteuk dalam diam cukup lama sampai…. "NOONA HAMIL!?"
-####-
.
.
"YUN!" Jaejoong berteriak panik saat melihat suaminya pingsan di tempat. "Yun bangun! Yun!" diguncang-guncangkannya tubuh Yunho sambil menangis meraung-raung. "Min! Kyu! Bantu umma! hiks.. Huweeeeeeeeeeeee"
Baru saja Leeteuk memberitahu orangtua Heechul—alias Yunho dan Jaejoong bahwa—Heechul—Hamil—Anaknya. Dan tentu saja, mendengar hal itu, Yunho—Ayah—yang—over—protektif itu langsung kehilangan kesadarannya.
"Appa lemah amat" ucap Changmin.
"Kita gak salah appa ini?" tanya Kyuhyun
"KYU! MIN! kalian ini bicara apa!? Dia appa kalian! Yang menanam benih di tubuh umma!" saking paniknya, Jaejoong bahkan kehilangan kontrol atas kata-katanya.
"Wah, Chullie, berarti Appa dan umma'mu sudah tiga kali berciuman ya" Leeteuk berbisik di telinga Heechul. Membuat Heechul yang mendengarnya hanya bisa tersenyum pasrah untuk membalas kata-kata Leeteuk.
"Beneran nih bodohnya? Kok bisa jadi ketua OSIS sih?" batin Heechul keheranan. "U-Umma, tenang saja, appa pasti baik-baik saja kok, pasti sebentar lagi bangun" ucap Heechul pelan.
"Hiks.. Chullie juga! Chullie membuat appa pingsan! Huweeeeee!" Jaejoong terisak di dada suami tercintanya.
"Umma kayak anak bayi deh" celetuk Kyuhyun, dan kata-kata itu berhasil membuat tangisan Jaejoong makin kencang.
Changmin menjitak pelan kepala Kyuhyun "Jangan buat umma tambar kejer dong" ucapnya. Kyuhyun hanya mengerucutkan bibirnya sambil mengusap-usap kepalanya. Changmin mendekati Jaejoong dan Yunho "Umma minggir" suruh Changmin. Perlahan, masih sambil menangis, Jaejoong beranjak dari tempatnya. Changmin mengangkat tubuh Yunho sampai pada posisi duduk. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Yunho lalu berbisik "Mantan tunangannya umma datang tuh buat membawa umma kabur"
Dengan cepat mata Yunho terbuka "Jae! Jangan pergi dengan si brengsek itu!" teriaknya nyaring. Changmin langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Yunho.
Dalam sekejap air mata Jaejoong berhenti mengalir. "Hebat juga Minnie, kepintaranku menurun padanya rupanya" batin Heechul bangga.
"Mana? Mana dia!?" tanya Yunho.
"Dia siapa?" Jaejoong balas bertanya.
"Mantan tunanganmu yang mau membawamu pergi dariku!" dengan cepat Yunho memeluk tubuh Jaejoong.
Jaejoong mengerjapkan matanya beberapa kali "Mantan tunanganku? Aku tidak pernah punya tunangan" ucapnya.
Yunho langsung menatap Jaejoong. "Jadi? Bohong dong?" tanya Yunho. Jaejoong hanya mengangguk.
"Mumpung appa sudah sadar. Appa, mau kita apakan bocah tidak tahu diri ini?" tanya Kyuhyun sambil menarik kerah baju Leeteuk.
"Jangan kurang ajar!" dengan emosi, Heechul menendang tubuh Kyuhyun. "Leeteuk, kau baik-baik saja?" dengan wajah dan suara super manis, Heechul bertanya kepada Leeteuk yang tentunya memang baik-baik saja.
"Oh iya, kita belum membuat pelajaran dengan bocah ini" Yunho Berdiri di hadapan Leeteuk sambil meninju-ninju telapak tangannya. Wajahnya tepat terlihat bagaikan wajah koki yang akan memotong daging dengan brutal.
Heechul menelan ludahnya saat melihat Yunho, lain halnya dengan Leeteuk yang hanya tersenyum sepanjang waktu. "Ah, soal kehamilan Heechul ya?" tanyanya.
"Memangnya apa lagi!?" tanya si kembar geram.
"Kalau itu sih mudah. Aku dan Heechul akan menikah!" Leeteuk merangkul tubuh Heechul sambil tersenyum lebar bak malaikat yang sudah gila.
"JANGAN MACAM-MACAM!" teriak Yunho dan si kembar bersamaan.
.
.
.
To be continued
.
.
.
A/n: saya udah ketik balasan review kalian plus big thanks buat semua yang udah review
tapi inet ngajak ribut, belum ke save eh udah eror
maaf ya saya males ngetik lagi #bete
pokoknya saya ngucapin terima kasih buat semua yang udah bersedia review #bearhug
Love,
Cndy
