Title : Thank for your Love Mochi
Rated : T
Cast : Ryeowook, Henry, Zhoumi, Siwon, Kibum
Disclaimer : semua cast adalah milik mereka sendiri, author hanya meminjam nama
Summary : a sequel of Sarange Noona, kisah Ryeowook selama menjalani pengobatan di German, akankah ia menemukan pengganti Ahra.
Warning : GS for kibum and Henry
Happy reading
Chapter 2
Zhoumi POV
Kuremas keras hasil tes kesehatanku yang terakhir, mencoba sekuat tenaga membawa langkahku menuju auditorium. Dimana bayangnya selalu menghantuiku. Aku mencintainya, sungguh mencintainya, mencintai violinist imut yang sudah 3 tahun menjadi kekasihku itu, walau sedikit nakal, dia adalah gadis yang imut dan menggemaskan, gadis yang dulu bercita- cita untuk memiliki kekasih seorang pianist namun pada akhirnya justru jatuh cinta padaku, laki- laki yang sama sekali tidak bisa bermain piano, tapi karna dia, aku selalu belajar selalu berusaha, namun sejak dokter memvonisku mengidap kanker otak, aku seperti kehilangan semangat hidup. Apa artinya aku membuatnya bahagia sekarang bila aku akan kehilangannya?
Kriett…
Kubuka pintu ruang auditorium, memperhatikan betapa megahnya ruangan yang selalu di bangga- banggakan kekasihku itu, kuletakkan tasku sembarangan. Dan dengan langkah tertatih, ku duduk di kursi piano. Pelan jemariku mulai menyentuh tuts tuts piano, lagu love is sweet, itulah lagu yang ingin ku mainkan. "akkkhhh… " aku mengerang tertahan merasakan sakit yang benar- benar menghujam di kepalaku, tanganku mulai gemetar, keringat dingin mulai bercucuran Tuhan, apakah aku akan mati sekarang? Terus ku paksakan jemariku bergerak, otakku berputar, mengenang tiap jengkal gerakan tangan henry, yang menuntun jemariku menari diatas tuts, lagu mengalun merdu, sesaat kurasa tenang, pandanganku menyayu, tanpa perlu waktu lama, kurasakan tubuhku begitu ringan jatuh ke udara.
Zhoumi POV end
Ryeowook POV
Kupercepat langkahku menuju ruang auditorium, entah kenapa firasatku mengatakan gege ada di ruangan itu
Brakkk
Kubuka kasar pintu itu, dan langsung ku bulatkan mataku saat kulihat tubuh gege benar- benar tumbang, seketika ku berlari menangkapnya.
Greppp
"gege are you okey?" gege… " ucapku panik , sungguh keringat dingin membasahi tubuhnya yang gemetar, terus ku mengusapnya.
"wookie… obatt… cepat…" ucapnya terbata, sambil menunjuk tasnya, akupun langsung bergegas mengambil obatnya, "obat apa ini?" gumanku pelan saat ku sadari obat itu adalah obat penderita kanker, tapi sungguh saat ini ku sedang tak ingin memikirkan apa apa, langsung ku bawa obat-obatan itu pada gege.
"gege minumlah… bertahanlah.." ucapku panik, ku lihat gege dengan tergesa- gesa menelan kapsul kapsul itu "gege bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit gege…" ucapku berulang ulang, tapi tubuh tak berdayanya sudah terlanjur pinsan. "gege… bertahanlah, aku mohon bangunlah… gege…" terus kuguncangkan tubuhnya, tapi tak ada reaksi, dengan susah payah akhirnya akupun menggendongnya, melewati ruangan luas, dan koridor yang cukup panjang itu, peluh terasa menghujani tubuh kami. "akhhh… " rintihku, sesaat ku hentikan langkah saat ku merasa sakit menyerang dadaku. "akh…hah hah hah hah…ayolah.. kenapa kau harus menyakitiku disaat- saat genting seperti ini, " gumanku, kembali ku benahi gendongan gege yang sempat melorot, dan sekuat tenagaku menahan sakit, terus berjalan meninggalkan tempat ini. Setidaknya di luar sana, bila tak kuat menyetir aku bisa mencari taksi.
Array'ryeowook always
Ryeowook POV
Kupercepat langkah kakiku, menggendong gege memasuki lobby rumah sakit, dengan pandangan yang mulai mengabur masih bisa kulihat, paman siwon yang entah sejak kapan dating bersama beberapa perawat menghampiri kamu.
"wookie-ah gwenchanna?" apa yang terjadi pada zhoumi?" tanyanya, sungguh tak kuat ku menjawabnya, beberapa perawat menurunkannya dari gendonganku.
"bawa dia… keruang UGD… cepat.." ucapku, nyeri ini benar- benar tak tertahan lagi
"wookie.." paman siwon, memegang kedua bahuku, perlahan tubuhku jatuh, dan semuanya gelap, hanya sesaat terdengar kepanikan paman memanggil namaku.
Array'ryeowook always
Normal POV
Siwon, dokter tampan itu Nampak memandang sendu, pada tubuh keponakannya yang terbaring lemas dengan berbagai peralatan medis.
Neh sarangi suhsuhhi jookuh ganeun byung
Jogeum apeujiman natgo shippeun maeumeun ubneun gul
Namgim ubsshi giuki jiwuh jyuhbulyuh
Satu panggilan masuk dari leeteuk, eomma wookie, perlahan ia keluar dan bersandar pada pintu.
"ne noona, "
"siwon-ah, dari tadi aku menelpon wookie, kenapa tak diangkat? Padahal Hae dan Ahra ingin sekali bicara dengannya.."
"ah.. mungkin dia sedang tidur noona, kau tahu sendiri kan, anak itu bahkan bisa tidur sampai 18 jam.." bohongnya
"ne, ne.. tapi dia baik- baik saja kan?" Tanya leeteuk lagi, hati siwon benar- benar sakit, ia sebenarnya juga tak tega berbohong, tapi ia tak punya pilihan. Ia tak ingin menambah masalah menjelang pernikahan Donghae.
"hiks hiks.. " tangisnya tertahan, di tutupnya mulutnya dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menjauhkan handphonenya
"hallo siwon-ah, gwenchanna? Siwon…!"hallo… "
"mianhae noona, ada pasien, aku harus cepat menanganinya"
Tuttt tutt tuttt
Sambungan telpon terputus, dokter muda itu memerosotkan tubuhnya dan terduduk di lantai, walau masih bersandar pada pintu, menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya yang ia rangkul. Disitu ia menangis sejadi- jadinya. hingga dirasa tangan lembut seseorang menyentuh bahunya. Iapun perlahan mengangkat kepala.
"kibum-ah…" ucapnya lirih, mulai menghapus airmatanya, kibum yang melihat itu langsung duduk di sampingnya.
"mianhae siwon-ah, andai aku bisa melakukan yang terbaik…"
"gwenchanna, aku tahu kau sudah berusaha, wookie anak yang kuat, aku yakin dia bisa bertahan, oya.. bagaimana keadaan zhoumi?" Tanya siwon, kibum hanya tersenyum getir dan menghela nafas.
"sulit. Kankernya sudah stadium akhir.. aku takut…hiks …" tangisnya, sejenak siwon menatap haru
Greppp
Tanpa aba- aba di dekapnya kibum erat, dan gadis itu hanya bisa menangis di dekapannya.
"gwenchanna kibum-ah, apapun yang terjadi aku tetap disisimu.." dan merekapun saling berpelukan, sesekali siwon mengecup pucuk kepala gadis itu.
Array'ryeowook always
Kibum duduk bersimpuh tepat di depan ruang rawat zhoumi, penampilannya acak- acakkan, airmata membasahi parasnya tangan kanannya menggenggam erat liontin zhoumi, dan tangan kirinya memegang sebuah map, dari arah yang berlawanan, Nampak siwon berlarian menghampirinya.
"kibum-ah gwenchanna?" Tanya siwon langsung berjongkok di depannya, kedua tangannya mencengkram erat lengan kibum, kibum yang menangis tersedu itupun langsung memeluknya
"siwon…"
"ne, kibum-ah… gwenchanna? Katakana padaku, apa yang terjadi?"
"hiks… zhoumi…zhoumi… dia… dia pergi siwon… hiks hiks…"
Deggg
Sejenak ia tersentak, menghela nafas panjang, sesaat kemudian ia mempererat pelukannya
"gwenchanna kibum-ah, bersabarlah.. ne, dia sudah tenang disana, kau jangan membuatnya sedih…"
"tapi aku…"
"hus.. " siwon membingkai wajah kibum dengan kedua tangannya, matanya teduh memandang gadis itu, pandangan yang menenangkan, hingga perlahan airmata kibum mulai berhenti, diajaknya gadis itu duduk di kursi tunggu.
"siwon-ah.. sebelum zhoumi pergi, dia menitipkan ini padaku… "ucap kibum sembari menyerahkan liontin dan map itu pada siwon.
"apa ini?"
" bacalah…" ucap kibum lirih, siwonpun mulai membaca isi map itu dan alangkah terkejutnya siwon saat tahu kalau isi surat itu adalah keterangan bahwa zhoumi telah menyetujui untuk menjadi pendonor wookie.
"kibum-ah… apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya siwon, sejenak kibum mulai berkaca, perlahan tapi pasti, iapun menceritakan semuanya.
Flashback ON
Kibum keluar dari ruangan kepala rumah sakit dengan airmata yang bercucuran, tangan kanannya menggenggam erat map yang berisikan surat keterangan pendonoran organ. "zhoumi-ah apa yang kau lakukan?" gumannya pelan tak terasa airmata membasahi pipinya. Dengan langkah yang cepat iapun memasuki ruang rawat zhoumi.
Kriettt
"kibum-ah…"
" gege kenapa kau lakukan ini… hiks hiks…" ucapnya sembari melemparkan map itu pada zhoumi, sesaat zhoumi terdiam, namun sesaat kemudian ia tersenyum getir
"jadi kau sudah tahu…"
"gege…"
"wookie anak baik kibum-ah, dia tak pantas menderita, keadaannya memburuk gara- gara aku… salahkah bila aku ingin menolongnya?"
"aniyo, tapi bukan dengan cara seperti ini gege…"
" lalu dengan apa? Sadarlah aku ini sudah sekarat kibum-ah, hidupku takkan lama, aku ingin berarti kibum-ah…"
"ani, kau akan sembuh gege, kau akan bertahan untuk kami.. UNTUK HENRYY…!"
"KIBUMMM…! " bentak zhoumi, kibum tersentak, lebih tersentak lagi saat dilihatnya zhoumi merintih kesakitan sembari memegangi kepalanya.
"akh… hah.. akh… akh…"zhoumi memegang kepalanya
"gege gwenchanna… gege… bertahanlah…"ucap kibum panik, di peluknya erat zhoumi, laki- laki it uterus merintih
"akh.. akh…hah.. hah…ahkkkkk…"kali ini ia menjambak rambutnya
"gege bertahanlah, aku mohon.. biar aku panggilkan dokter rawatmu.."
"ani, "ucap zhoumi mempererat pelukannya agar kibum tak beranjak… gadis itu menangis
"aku benar- benar sudah tak kuat kibum-ah…"
"gege…"
"aku.. mencintai henry, aku ingin dia… baha..gia…"
"henry menunggumu… kau harus bertahan…"
"ani, kibum-ah.. komohon jalankan wasiatku ne…"
"gege… hiks hiks…"kibum terus menangis, perlahan zhoumi membelainya saying
"di laciku, ada sebuah amplop dan liontin, tolong berikan itu pada ryeowookie saat ia sembuh nanti ne, saranghae I love you my cousin.. gege menyayangi..mu…" ucapnya di telinga kibum, kibum menangis, karna setelah itu ia benar- benar tak merasakan detak jantung sepupunya itu.
"gege… GEGE… hiks hiks…"jeriknya histeris
Flashback off
Mendengar semua itu siwon menangis, kembali di peluknya kibum erat
"mianhae kibum-ah.. " ucapnya, kibum menggeleng
"aniyo, kau tak salah, semua ini takdir, siwon-ah ku mohon kau dan wookie, menerima keinginan zhoumi… "mohon kibum, siwon menatap lekat sepasang mata itu, sesaat kemudian mengangguk, sebelum pada akhirnya mempererat pelukannya pada kibum.
Array'ryeowook always
Beberapa hari kemudian, sepeninggal zhoumi, ryeowookpun melakukan operasi transplantasi, senyum tercetak jelas di bibir siwon, kibum dan juga leeteuk saat mengetahui bahwa operasi berjalan sukses. Dan di ruang rawat yang lebih mirip kamar hotel itupun Nampak siwon dan kibum menunggui ryeowook
"hyung… gege… " igau ryeowook, kibum dan siwon yang mendengar semua itupun langsung menghampiri ryeowook
"wookie-ah kau sudah siuman… wookie.." ucap siwon berulang ulang, sesaat kemudian jemari wookie mulai bergerak, sedikit demi sedikit matanya mulai terbuka
"paman.. aku… mana gege?" ucapnya lirih
Deggg
Siwon dan kibum membatu, apa yang harus mereka katakan, apakah mereka harus mengatakan yang sejujurnya? Tapi wookie baru saja siuman.
"ya.. kenapa kalian diam? Mana gege? Bagaimana keadaannya?"
" wookie.. zhoumi…"
"paman… noona… "Tanya wookie, matanya menatap lekat, memohon kejujuran, yang membuat siwon dan kibum menjadi tak tega, untuk menyembunyikan kenyataan.
"wookie-ah… zhoumi.. zhoumi dia sudah tiada…"
Degg
"MWO?"
"ne, wookie… tapi percayalah zhoumi tidak kemana mana, karna ia ada disini…"ucap siwon sembari menyentuh dada ryeowook, ryeowook terhenyak, karna ia melihat bekas jahitan baru di dadanya.
"apa jangan-jangan… "
"ne, ryeowookie… zhoumilah yang menjadi pendonor untukmu… " jelas kibum, ryeowook terdiam, airmata menggenang di pelupuk matanya. Sungguh ia terpukul
"tidak, ini tidak mungkin…"
Pranggg
Ryeowook melempar vas bunga hingga membentur pintu, siwonpun langsung mendekapnya
"gwenchanna wookie tenanglah… zhoumi akan sedih bila kau seperti ini.. "
"tapi paman ini tak adil hiks… zhoumi juga butuh hidup paman.. "
"ne, tapi ini kenyataannya saying, waktunya selesai… "
"zhoumi gege, kau bodoh, pabboya.. " maki ryeowook sendiri
"wookie.. zhoumi menyeruhku memberikan ini padamu, sebelum ia pergi…" ucap kibum sembari menyerahkan sebuah amplop surat dan liontin pada wookie, wookiepun menerimanya, perlahan iapun membuka surat itu dan mulai membaca tiap kata yang tersusun rapi.
Tes tes tes
Airmata jatuh begitu saja membasahi pipinya, entah apa yang tertulis di surat itu, yang jelas wookie menghela nafas panjang setelah membacanya. Bahkan ia tak bicara pada kibum atau siwon. Sesaat di bukanya liontin itu, dan tersenyum saat melihat foto zhoumi dan henry
"wookie-ah, apa yang dikatakan zhoumi?" Tanya siwon, ryeowook tak menjawab, dia justru memandang kibum yang ia yakin sudah tahu masalah ini, kibumpun mengangguk, ryeowookpun tersenyum
"paman, lusa aku akan berangkat ke Austria, bisakah paman menyiapkan semuanya… "
"MWO? Ya wookie-ah, kau baru sembuh.. bagaimana mungkin kau mengatakan lusa ingin ke Austria, "tolak siwon, sungguh ia menghawatirkan ryeowook, sedang wookie hanya tersenyum
"gwenchanna paman, aku akan baik-baik saja, ku mohon izinkan aku memenuhi keinginan terakhir gege… "
Degg
Siwon terdiam, untuk zhoumi, haruskah ia menolak lagi, bukankah zhoumi sudah begitu baik pada wookie, salahkah bila wookie ingin membalas kebaikannya. Tapi apa yang di rencanakan zhoumi? Berbagai pertanyaan muncul di benaknya. Yang pada akhirnya membuatnya mengangguk. Diikuti senyuman kibum dan ryeowook
Array'ryeowook always
Ausrtia international airport, seorang pemuda yang tadi menyeret kopernya kini menghentikan langkah, sesaat merapatkan mantelnya, mengingat udara disana sangat dingin, perlahan di keluarkannya liontin dari sakunya, membukanya dan menatap lamat pada wajah pemuda, yang kini menyunggingkan senyum.
"gege… sesuai keinginanmu aku telah sampai di Negara ini, dan sesuai dengan janjiku, aku akan menemukannya untukmu… "ucapnya lirih, dan dengan memejamkan mata, ia mengecup liontin itu.
tbc
buat chingudeul : love clouds, khalifah chou, dheek. enha1, and eidelwiana. kudo jeongmal gumowo ya buat review'nya, ini udah lanjut chingu, mian kalau jelek, sementara ini genre'nya masih friendship, chap depan rencananya author baru akan tebar romance, hehe... mian ya kalau jelek..
*author bow*
yang udah lewat, review ne...
gumowo
