Thank For Your Love Mochi
Chapter 2
Happy Reading
Ryeowook POV
Kuedarkan pandanganku, menatap sekeliling bandara, Austria, akhirnya aku sampai di negara ini. Perlahan Ku genggam liontin yang melingkar di leherku, Liontin milik Zhoumi gege, Akh, aku menghela nafas tertahan, begitu singkat pertemuan kami, dan ia meninggalkanku.
Kusandarkan tubuhku pada dinding pembatas, kembali mengeluarkan sebuah surat dan membacanya.
Dear Ryeowook
Saeng, mianhae
bila setelah aku mati pun aku masih merepotkanmu...
hah, ini karna aku bener- benar tidak tahu harus melakukan apa,
meninggalkannya adalah penyesalan untukku, tapi sungguh akupun tak bisa terus bersamanya
Ryeowookie, ku mohon temukan dia untukku, ne...?
tapi jangan langsung katakan kalau aku yang menyuruhmu..
katakan saja setelah lama kau mengenalnya...
sampaikan bahwa aku sangat mencintainya
sampaikan aku minta maap karna meninggalkannya,
samapikan aku belum bisa melupakannya...
hemmm... hah...
kenapa rasanya hatiku masih nyeri...
ryewoookie...
gadis yang ku cintai sangat cantik, sangat imut dan baik hati..
Dia juga pandai bermain biola seperti ahra,
jujur aku takut kau akan jatuh cinta padanya...
tapi jika itu akan terjadi aku tak akan apa- apa
Karna aku tahu, kau adalah laki-laki yang bisa menjaganya
Ryeowookie... aku titipkan dia padamu...
tolong temukan dan jaga dia..
jangan biarkan dia menangis...
anggaplah ini perohonan terakhir dariku, aku mencintaimu...
Zhoumi
Dengan, perlahan ku lipat kembali surat itu, mendongakkan mataku agar bening di pelupuk mataku tak jatuh, gege sebegitukah? hah.. ku hembuskan mataku pelan, diujung sana ku lihat sepupuku Kim Yesung, melambai padaku, akupun lekas tersenyum dan membalas lambaiannya.
"Kya... wookie-ah, aku sangat terkejut saat kau memintaku menjemputmu di bandara.. " ucap Yesung hyung, langsung menghampur memelukku, sedikit membuatku sesak karna ia terlalu kuat
"kya. kau membuatku sesak... "
" hehe... mianhae... " cengirnya, sejenak ia memandang lamat kearahku
"waeyo? "
"ani, kau semakin terlihat sexy... "
"mwo? " Ya...! " bentakku kesal, kali ini kujitak kepalanya, hingga ia meringis sakit, setelah itu dia merangkul pundakku
"kajja, kita pulang, makanannya sudah menunggu... " ucapnya ceria, akupun hanya mengangguk dan kami bersama meninggalkan tempat itu.
Array's ryeowook always
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya kamipun sampai dirumah Yesung hyung, udara disini sangat dingin, karna kata kibum semalam turun salju, semakin ku merapatkan mantelku, perumahan disini berbatasan langsung dengan perairan yang setengah membeku, sama seperti jembatan yang kami lewati ini. hampir seluruhnya tertutup salju.
"udara di sini lebih ekstrim dari pada di korea, kajja kita masuk... " ucap Yesung hyung sembari langsung menarikku masuk, akupun hanya mengangguk masuk, dan duduk di salah satu sofa sedang Yesung Hyung membuatkan coklat panas di dapur.
"wookie-ah... " panggilnya dari dapur
"ne, "
"kau tahu... di depan rumah itu, tinggal seorang gadis yang sangat manis, tapi dia juga sangat galak, " ucap hyung sembari menunjuk sebuah rumah, dan menyerahkan coklat panas untukku, akupun mengikuti arah pandangnya.
Degg
Jantungku bergetar cepat, mataku membulat seketika, gadis itu, ya gadis yang sedang menuntun sepedanya.. dia... bukankah dia, " Henry... " ucapku lirih, Yesung menatapku tak percaya.. akupun masih tak percaya dengan apa yang kulihat
"henry? kau mengenalnya wookie? " ku dengar suara hyung, tapi sungguh aku tak ingin menjawab pertanyaan itu, pikiranku hanya terisi kata-kata di surat gege, lekas ku letakkan coklat panas di meja, dan berlari keluar rumah tanpa mantel atau apa, tak perduli dingin menusuk tubuhku, ku mengejarnya.
"Ya.. berhenti... " teriakku keras, namun ia tak kunjung menoleh, udara benar benar dingin, jantungku kembali terasa nyeri, namun semakin ku percepat langkahku... " ya berhenti... tunggu sebentar... teriakku sekali lagi, kini aku tak kuat berlari lagi, dari kejauhan kulihat ia perlahan menoleh...
Deggg
sepasang mata kami bertemu, kembali jantungku bergetar hebat, ada apa ini? kenapa jantungku bergetar seperti ini, kamipun saling melangkah mendekat.
"apa aku mengenalmu?" tanyanya menatapku bingung, astaga apa yang harus aku katakan? kembali terngiang di ingatanku tentang isi surat gege, bahwa aku tidak boleh mengatakan kalau zhoumi gege yang menyuruhku..
"hallo... " ucapnya lagi
"ah ne, sorry aku pikir kita sama sama orang asia, aku hanya ingin mengenalmu, kenalkan namaku Kim ryeowook... tetanggamu... " ucapku mengulurkan tangan, agak ragu ia menerimanya.
"Henry Lau... senang bertemu denganmu, tapi maap ryeowook-sshi aku harus pergi... "
"ah ne, gwenchanna.. hati -hati.. " ia hanya tersenyum, dan melangkah pergi.. sungguh aku tak bisa lepas dari memandang punggungnya, getaran jantungku masih benar-benar terasa. setelah ia benar- benar tak terlihat barulah ku berjalan kembali ke rumah Yesung Hyung.
Array's ryeowook always
Pagi yang mendung, dengan cepat ku berlari menuruni tangga, membawa tas punggung dan beberapa buku, oh iya aku lupa menjelaskan pada kalian u/ sementara karna tak tahu sampai kapan akan menemukan henry akhirnya aku memutuskan untuk kuliah disini. dari bawah tercium aroma pancake gosong, hah itu pasti ulah Yesung hyung
"pagi hyung, aku berangkat dulu ne... " ucapku sembari mencomot satu pancakenya, ia mendengus kesal
"ya ryeowookie- kau tak sarapan dulu.. "
"ani aq tak mau makan masakan gosongmu hahhaa... "
"kya kurang ajar..."
brakk
pintu tertutup keras, jika dulu aku begitu malas kuliah, maka entah kenapa hari ini aku begitu semangat, lekas ku kayuh sepeda, namun ku hentikan kembali saat tiba di depan rumah henry.
"henry-sshi... "
"ah hai... ucapnya terus memperbaiki roda sepedanya, kulihat ia sangat kesusahan
" rantai'nya putus, berangkat bersamaku saja... "
"tapi? "
" gwenchanna, kajja... "ucapku manis, perlahan iapun naik ke boncenganku, tangannya terasa hangat memeluk pinggangku.
dan kamipun, melintasi jalanan panjang di tengah kota hingga terlihat SM university of ARt, berdiri kokoh di hadapan kami. kami pun lekas turun dan memarkir sepeda.
" gumowo ryeowook-shi, " ucapnya manis aku hanya tersenyum, sesaat kemudian ia membenahi letak biola di pundaknya, dan melambai padaku.
"ck siapa laki- laki itu... "
aku membulatkan mataku saat kulihat seorang pemuda, menghadang langkah henry
"tidak ada urusannya denganmu... "
"whatt? ya Henry lau aku ini pacarmu... your boyfriend, dulu kau meninggalkanku demi zhoumi dan sekarang laki-laki ini? " ucap laki- laki itu, kulihat ia mencengkram kasar lengan Henry hingga biolanya terjatuh
"Ya lepaskan aku! " ronta Henry dan kini pemuda itu melempar biola henry ke sungai, mataku panas melihatnya,haruskah aku ikut campur tapi itu masalah intern mereka? tapi pemuda itu juga keterlaluan. dengan langkah yang mantap akupun menghampiri mereka.
bught
" Ya bung, jangan kasar pada wanita... " ucapku sembari memukul wajahnya, dia meringis sakit
"sialan kau jangan ikut campur.. " teriaknya
bught
dia balas memukulku, kuusap sudut bibirku, seakan tak mau kalah akupun balas memukulnya, dan kamipun berkelahi
"stop hentikan! " henry menarik kami, suranya terdengar bergetar
" gege please... jangan seperti ini... aku sakit... " Henry menangis, pemuda itu mendengus lirih dan kemudian meninggalkan kami dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Henry-sshi, pemuda itu... pacarmu? " tanyaku lirih, Henry tak menjawab, matanya menatap sedih pada biolanya yang telah terapung di sungai dingin itu. entah kenapa melihatnya dan biola itu aku semakin sedih, pikiranku mulai tak bisa bekerja normal. jatuh ke sungai itu memang dingin dan menyakitkan, tapi kelihatannya, melihat henry jauh lebih sakit, tanpa babibu, lekas kulepas sepatu dan jaketku
"ya! ryeowook-sshi apa yang kau... "
byurrr
to be continued
ah akhir'nya update juga, ini sequel sarange noona yang rencana ku buat pendek jadi panjang, maklum otak autror berputar putar gag jelas, dan jadilah Chapter gag jelas ini. yang dingin dan beku kayak salju.
mohon di maklumi ya : gumowo
salam hangat dan jeongmal gumowo buat chingudeul " love clouds khalifah Chou dheek. Enha1 dan sung rae in
terimakasih untuk review'nya ne, jujur nie FF sangat GJ, walaupun begitu author berharap ada yang suka.
akhir kata gumowo review ne
