Title :Thank For Your Love Mochi
Author : Array's ryeowook always
Cast : Henwook
Chapter 4
waring : GS for Henry
Happy Reading
Henry POV
byur...
aku terpaku, nenetapkan pendengaranku, benarkah itu ryeowook? benarkah laki- laki yang baru saja aku kenal itu kini telah terjun ke sungai dingin itu hanya untuk menyelamatkan biolaku, biola yang mungkin telah rusak dan takkan bisadi pakai lagi? Akh.. apa yang ku pikirkan? lekas ku mendekati pagar jembatan, mengedarkan pandanganku pada hamparan sungai yang cukup luas, tidak nampak kehidupan, hanya hanya air dingin yang sebagian membeku...
"ryeowook- ah... where are you? ryeowook-ah! " teriakku keras, sungguh aku kini benar- benar panik. dia sama sekali tak menjawab. apa dia tenggelam? atau ia ikut membeku, arghh kenapa kau tak ikut melompat dan mencarinya sekalian henry? "ryeowook-ah jawab aku! apakah kau masih hidup? ryeowook-ah! " jujur aku mulai putus asa, bila terjadi sesuatu pada laki- laki yang baru kau kenal itu, maka kau akan menanggung dosa ini sepanjang hidupmu Henry.
satu menit, dua menit lima menit, aku mengamati air tenang itu dengan penuh harap, berharap ia akan muncul di permukaan, " Tuhan... aku tahu aku ini manusia yang berlumuran dosa bahkan jarang sekali menyebut namamu dan berdoa, tapi aku mohon selamatkan dia... "
byurrr...
suara itu, dengan cepat kuedarkan mataku mencari suara itu, dan kini aku membuang nafas bahagia, ketika kulihat ia menyembul ke permukaan dengan membawa biolaku
"ryeowook-ah.. "
"Henry-ah! aku mendapatkannya! "
"ah ne, ayo cepatlah naik, disana dingin sekali... " teriakku, kulihat ia mengangguk dan mulai ketepian mendekati pagar jembatan
"ryeowook-ah pegang tanganku ! " teriakku sembari mengulurkan tanganku, dengan susah payah ia yang sudah sedikit memanjat jembatan itupun meraihnya, sekuat tenaga akupun menariknya, untung saja tubuhnya kecil. hingga akhirnya dia bisa naik dengan mudah
"ryeowook-ah are you okey? " ucapku saat dia telah berdiri dihadapanku, wajahnya sungguh pucat, bibirnya membiru, dengan cekatan ku pakaikan jaket menyelimuti tubuhnya yang benar- benar mengigil
"ryeowook-ah... are you okey,? " tanyaku sekali lagi, ia hanya mengangguk menahan dingin, tapi kenapa perasaanku sungguh merasa sangat tak enak, dan terkejutnya aku saat kulihat ia jatuh pinsan tiba- tiba.
"ryeowook-ah kau baik- baik saja gwenchanna? " tanyaku panik, ku tepuk kedua pipinya, tapi ia sama sekali tak membuka mata. "ryeowook-ah... apa yang terjadi padamu? aku mohon jangan mati..." tangisku "everyone help me... helpme help me... " teriakku tak lama kemudia beberapa mahasiswa asing menghampiri kami.
"henry-ah what happened? "
"he jump in the river, please help me take him to hospital... "
"okey. yes... come on friends, take him to hospital soon... " dan beberapa temanku pun memasukkannya ke mobil dan membawanya ke rumah sakit.
Array's ryeowook always
in hospital...
krittt
ku tutup kembali pintu ruang rawat, dengan masih bersandar di pintu, aku mengamati ia yang terbujur lemas, dengan alat bantu selang pernafasan. entah kenapa hatiku ikut sakit, ikut perih padahal ia hanya orang asing yang baru saja aku kenal, tapi bagaimanapun juga dia begini karna aku. kuusap airmataku yang entah sejak kapan menetes...
kembali terngiang di kepalaku, apa yang barusan di katakan dokter padaku
Flashback ON
"dokter... apa yang terjadi pada temanku? " tanyaku panik, dia tampak begitu enggan membuka mulut
"duduklah nona henry, "ucapnya, akupun duduk di kursi menghadapnya, dia membuka buka map tes kesehatan. sumpah.. aku ingin sekali membunuh dokter ini yang bertele tele untuk bicara
"dokter sebenarnya apa yang terjadi pada temanku? "
"jangan khawatir, untung saja keadaan jantung dan paru- parunya tidak apa- apa.. "
"jantung? paru- paru? apa maksudnya? "
"jadi anda tidak tahu, kalau teman anda adalah pasien transplantasi organ.. "
"whattt? "
"hahhh... jagalah teman anda dengan baik nona, kondisi kesehatan teman anda sangat buruk... "
Flashback OFF
dengan langkah yang sangat perlahan, aku mendekat dan duduk disampingnya, ku genggam erat, tangan tangannya, ada rasa hangat yang menjalar ke tubuhku, setelah sekian lama rasa itu hilang saat zhoumi meninggalkanku.
"ryeowook-ah mianhae.. " ucapku tulus, rasanya mataku benar- benar perih...
"heh.. jangan menangis di depanku.. " aku terhenyak, kulihat ryeowook yang entah sudah sadar sejak kapan kini berusaha melepas selang pernafasannya.
"ryeowook-ah, kau sudah sadar? syukurlah... mianhae... karna aku, kau jadi begini... aku benar- benar takut kau mati... "
"mwo? hah... gwenchanna, tapi kenapa kau membawaku kerumah sakit, aku sangat membenci aromanya.. "
"ah.. mianhae, itu karna aku sangat panik, ryeowook-ah.. aku berhutang budi padamu, katakan bagaimana cara aku harus membalasnya? "
"mwo? ck, hah... bawa aku jalan- jalan mengelilingi austria, barangkali aku akan suka... "
"ah ne, setelah kau sembuh, aku akan mengajakmu jalan- jalan.. "
"mwo? gadis bodoh aku hanya bercanda.. "
"tapi aku menganggapnya serius, lagi pula aku tidak keberatan mengajakmu jalan- jalan... "
"hah... of to you lah, sekarang sebaiknya kita pulang, yesung hyung, pasti sudah mencemaskanku... "
"tapi... tapi kau kan masih sakit.. "
"hah... aku tidak apa-apa, sudahlah ayo cepattt... "dan dengan santainya ia melepas infusnya, menuruni ranjang dan menggelendeng tanganku pergi, dan aku tak berontak, tak juga melepaskan tangannya, hanya perlahan tersenyum hangat padanya membiarkan kemana langkahnya membawaku pergi...
Array's ryeowook always
Ryeowook POV
Kumemandangi langit luas, dari balkon lantai dua kamarku, hari ini cerah, tidak turun salju, di sana terlihat sinar surya merekah, diantara segerombolan awan putih di langit biru, perlahan ku edarkan pandanganku kesekeliling tepat di depanku kulihat jelas Henry bermain biola di kamarnya. kalian pasti bingung kenapa aku bisa melihatnya? akh.. itu karna jendelanya terbuka.
terus kuamati dia, gerakan tanyannya sangat lincah, dia pasti sangat mahir seperti yang di ceritakan zhoumi gege padaku. tapi kenapa aku seperti melihat Ahra noona dalam dirinya? ahra noona, ahra noona... betapa aku dulu, sangat mencintai gadis itu... dan perlahan bayanganyapun mulai merasuk ulang ke pikiranku "arghhh... kenapa pikiranku menjadi kacau seperti ini? " tanpa pikir panjang lansung meraih mantelku, dan keluar kamarku.
Array's ryeowook always
Henry POV
Bermain biola seperti ini semakin mengingatkanku pada zhoumi, ayolah Tuhan, jangan menyiksa perasaanku seperti ini... bantu aku melupakanya, bagaimanapun juga aku adalah gadis yang di tinggalkannya begitu saja, dan bagiku melupakannya adalah wajib.
"ya- henry-ah.. " aku tersentak, terdengar suara memanggilku, lekas ku berlari menuju balkon rumah, mengedarkan pandanganku ke sekeliling.
"ryeowookie.. " teriakku kaget, apa yang di lakukan tetangga baru yang baru saja ku kenal beberapa waktu ini? "ya- apa yang kau lakukan disitu.. "
"sorry.. " ucap'nya menunjukan deretan gigi putihnya, henry-ah.. dulu kau berjanji akan mengajakku keliling kota ini kan ? bagaimana kalau kita pergi sekarang saja... "
"whatt? "
"plisss... " ucap'nya memohon, aku hanya menyernyitkan dahiku, anak ini kenapa mendadak bisa menjadi cowok imut seperti ini? dan anehnya akupun mengiyakannya.
Array's ryeowook always
Ring boulevard, disinilah kami berada saat ini, berjalan melintasi jalan panjang yang indah dan ramai ini penuh dengan pedagang cinderamata. Entah kenapa bersamanya aku merasa sangat bahagia.. apa aku jatuh cinta padanya, tapi bukankah ini terlalu cepat, dan dia apakah dia menyukaiku?akh tidak.. kurasa aku berfikir terlalu jauh, lihatlah sepanjang perjalanan kami dia lebih banyak diam dan hanya bicara bila aku bertanya padanya.
"ryeowook-ah gwenchanna? "
"ah ne, gwenchanna... "
"apa kau yakin? "
" I'am fine henry... " ucapnya kini kulihat ia tersenyum, manis.. itulah isi otakku saat aku melihat senyumnya, sesaat kemudian kulihat, seorang musisi jalanan sedang menggelar pertunjukan, terlihat sangat ramai, beberapa mahasiswa asing nampak menyerubunginya.
"ryeowook-ah, ada musisi jalanan.. ayo kita lihat... "
"MWO? " kulihat ekspressi terkejut diwajahnya, tapi sungguh aku tak ingin perduli, lekas kutarik ia untuk melihat, bukan berniat memaksa, hanya saja aku merasa lelah melihatnya yang hanya diam seribu bahasa.
"wow... " ucapnya kagum, saat melihat pertunjukkan jalanan yang sederhana ini, bisa kulihat kini garis senyum menghiasi bibirnya.
"kau suka? "
"ne, mereka sangat hebat.. "
"tapi aku jauh lebih hebat... "
"MWO? benarkah? "
"hemm.. mau bukti.. " tantangku, kulihat ia hanya tertatawa, ryeowook-ah kurasa kau meremehkanku, tanpa babibu, akupun menghampiri para seniman itu, meminta ijin pada mereka untuk mencoba, dan gotcha.. merekapun mengijinkan..
Ryeowook POV
Aku terkejut saat melihat melihat Henry dengan begitu beraninya berkolaborasi dengan seniman jalanan ini, benar yang dikatakan gege Henry sangat hebat, alunan musiknya mulai mengalun merdu... indah, entah kenapa hatiku terasa tenang, gerakan tangannya.. Ahra noona, kenapa kalian begitu mirip... kenapa kalian begitu serupa argh... ryeowookie, jangan bilang kau menyukai gadis itu. tidak boleh.. dia adalah wanita yang sangat di cintai zhoumi, laki-laki yang telah menyelamatkan nyawamu, dan lagi tujuanmu kemari adalah mengatakan padanya bahwa zhoumi sangat mencintai, bukan mengakui kau mulai jatuh cinta padanya.
"ryeowook-ah... " aku tersentak, segala lamunanku buyar saat kulihat ia memanggiku, dengan senyumnya yang begitu mempesona, ayolah Henry-ah jangan tersenyum begitu padaku, kali ini dengan tiba- tiba ia melemparkan gitar kearahku
greppp
dengan reflek, aku berhasil menangkap serangan gitar mendadak itu, kutatap ia dengan tatapan apa maksudmu.. tapi dia hanya cengar- cengir meledekku, rasanya gadis ini benar- benar menantangku..
"guys.. laki- laki itu bernama ryeowook, dia seorang musisi juga lho, tidak kan kalian juga ingin melihat pertunjukkannya... "
"MWO? "aku hanya menganga tak percaya, gadis ini apa yang ia lalukan, beberapa saat kemudia, kulihat orang- orang mulai menatapku dan bertepuk tangan
"ryeowook, ryeowook ryeowook... " panggil mereka, bersahut- sahutan, dan jangan lupakan tepuk tangannya, membuatku malu sendiri. apa aku ini seorang artis? sementara Henry masih asik dengan tawanya, kurasa ia mempermainkanku.. kau takkan menang. dengan gugup akupun mulai mendekati para seniman yang telah menyambutku ramah
"aku akan membawakan satu lagu, canon rock biola, semoga kalian menyukainya... "
prok prok prokkk
terdengar tepuk tanga yang meriah menyambutku, henry telah bersiap dengan biolanya, aku dengan gitarku, dan beberapa musisi memainkan drum, bass dan lainnya... diawali dengan lantunan biola yang sendu, alunan gitarkupun perlahan menyaingi, membentuk suatu paduan suara hati yang menggebu- gebu, yang terus berlari, walau kerap jatuh tapi terus mencoba berdiri dan berlari lagi. aku tersenyum memainkan musik ini, jiwaku terasa ringan, sangat ringan.. lebih ringan lagi saat aku melihat senyuman di bibir henry... gadis itu... gadis itu... gadis itu... kenapa ia berhasil mengalihkan duniaku, kenapa bersamanya membuat aku melupakan kesedihanku.. benarkah aku jatuh cinta padanya? kurasa iya.
drummmmsss...
pukulan drums mengakiri lagu ini, semua orang yang aku tak tahu, sejak kapan menjadi begitu banyak, nampak tersenyum haru dan bertepuk tangan, aku gembira sangat gembira, sudah lama tak merasakan kebahagiaan semacam ini. aku sedikit terkejut saat kurasa jemari henry menggenggam tanganku, tapi aku berusaha bersikap biasa saat ternyata, ia hanya mengajakku untuk membungkuk memberi hormat sebagai akhir pertunjukkan.
Array's ryeowook always
Aku menatap lembaran senja yang kini mulai menyelubungi, sekarang aku dan henry sedang berjalan jalan, sambil makan ice cream.
"bagaimana perasaanmu... "
"sudah lebih abik.. henry-ah thank.. "
"ne.. ryeowook-ah... "panggilnya kami berhenti, tepat di depan Katedral st. stephen, sebuah gereja bergaya Gothik yang sangat terkenal di kota ini.
"ya... jawabku, perlahan perasaan lain menjalari dinding hatiku, saat kulihat cahaya matanya yang penuh dengan tawa, kini berubah menjadi sangat serius... lama kami saling terdiam, terlihat ia ingin mengungkapkan sesuatu tapi terlihat sangat ragu.
"aku ingin masuk.. hehe... "
"ah ne.. "
kini kami berdua memasuki tempat itu, duduk berdua di deretan bangku tengah, lama kami terdiam, sebelum pada akhir'nya ia mulai membuka sura.
"ryewowook-ah... "
"ne... "
"apa yang akan kau lalukan bila orang yang dulu sangat kau cintai, tiba- tiba pergi dan menghilang begitu saja dari hadapanmu? "
nyutt
"henry.. " apa yang kau pikirkan, apa yang kau maksud adalah zhoumi? " jika aku jadi kau, aku akan mencarinya, meminta penjelasan sejelas- jelasnya dari dia.. "
"benarkah. .. lalu seperti apa aku harus mencarinya? masihkah ada harapan untukku menemukannya? " ucapnya sendu. henry-ah.. kau pasti juga sangat mencintai gege, apa mungkin kau harus tahu sekarang kalau gege sudah pergi, tapikau pasti akan sakit
"kau harus percaya padanya, pasti ada alasan kenapa ia pergi meninggalkanmu... "
"hem... tapi kurasa sekarang semua tidak lagi penting, karna aku... aku... aku telah jatuh cinta pada laki- laki lain.. "
glukkk
aku hanya menelan ludah, saat mendengar kata- kata itu, apa dia mencintaiku? jika benar begitu, maka ini tidak boleh, gege menyuruhku untuk menjaganya bukan memilikinya
"henry-ah... "
"ryeowookie... aku tahu ini terlalu cepat, tapi... aku merasa, aku jatuh cinta padamu.. I love you.. "
nyuttt
hatiku nerdenyut sakit saat mendengar kata itu, kini kami telah berdiri berhadap hadapan, matanya menatap ku sendu, membuaku membatu, henry-ah.. asal kau tahu, sebenar'nya aku merasakan hal serupa denganmu.. tapi semua terasa lain bila aku mengingat zhoumi gege, mengapa dan untuk apa aku berada di tempat ini.. "
"henry-ah.. aku... "
"apa kau tidak menyukaiku? "
"ani, bukan begitu.. hanya saja aku... "
"ryeowook-ah, aku tahu kau pasti berfikir aku ini gadis yang terlalu agresif, mianhae.. " ucapnya kecewa, perlahan ia melangkah pergi..
"henry-ah... "
Grepp
kutarik tangannya, hingga ia membalikkan badan, menatapku sendu, sungguh aku ikut terluka, melihatnya seperti ini, Zhoumi gege, mianhae.. tabuchi.. mungkin aku harus mengatakan yang sebenarnya saat ini..
"ryeowook-ah... "
"henry, IM sorry, aku juga mencintaimu... tapi... "henry menunggu jawabanku dengan sangat penasaran, menyimpan seperti ini terus aku juga tak bisa.
"ryeowook-ah... "
"sorry.. i'am so sorry, I love you, but I know, Zhoumi love you a lot than me... "
nyuttt
"zhoumi?
Henry POV
hatiku berdenyut sakit saat aku mendengar kata itu, apa dia bilang? zhoumi? apa hubungannya dengan zhoumi...
"apa kau bilang zhoumi? kau mengenal zhoumi..? " tanyaku penasaran, kulihat ia hanya mengangguk, pikiranku, semakin kacau, terus bertanya, menerka, apa yang sebenarnya terjadi di baik semua ini..
"ryeowookie, apa hubunganmu dengan zhoumi jawab aku... ! "
"henry-ah gege sangat mencintaimu, selama ini dia sama sekali tak berniat untuk meninggalkanmu.. " ucapnya, aku bingung semakin tak mengerti, ribuan pertanyaan negatif mulai mengisi otakku..
"kau? jawab aku, bagaimana kau mengenal zhoumi, ucapku emosi.. kini mencengkram kuat bajunya, dia masih diam "apa jangan -jangan dia yang menyuruhmu kesini? menyuruhmu mendekatiku... "
"henry... "
"jawab aku, ryeowookie.. jawab aku, jawab aku jawab aku, jawab aku... huhu... "ucapku emosi, dia memelukku erat, membiarkan aku menangis meronta ronta di pelukannya..
"henry... im sorry sorry sorry... sorry... "
"dasar munafik... "
bruggg
kudorong kuat tubuhnya, hingga ia membentur kursi, dia tak menatapku merintih atau apa, dia justru terduduk menundukkan kepalanya.
"henry... sebenarnya gege sudah meninggal... "
Degggg
"apa maksudmu...?"
"gege meninggalkanmu, karna in menderita kanker otak stadium akhir, dia tak ingin kau bersedih, itulah sebabnya dia meninggalkanmu.. "
"whattt? sandiwara maca apa ini? apa kau pikir aku akan percaya padamu? "
"kau percaya atau tidak bagiku tidak penting, yang penting adalah aku telah mengatakan yang sebenar- benarnya dia sangat mencintaimu, maka jangan kau membencinya... "
" tidak, tidak, tidak.. ini tak mungkin.. dia sehat, katakan padaku dimana dia, dimana dia sekarang? "
tess tess tess
perlahan kulihat ryeowook menangis, sepertinya ia juga sakit, Tuhan apa yang terjadi sebenarnya?
"gege... dia, dia ada disini... "
nyutttt
hatiku berdenyut makin sakit, saat kulihat ia memedang dadanya, apa maksud perkataannya sebenarnya?
"apa maksudmu.. ? "
"henry-ah, aku adalah seorang penderita gangguan organ kronis, gege adalah temanku saat berobat di German, dan dia juga yang mendonorkan organnya untukku... "
"whatt.. " aku menganga tak percaya, bulan macam apa ini.. " tidak, tidak mungkin, ini semua bohong bohong... "
brugg
kudorong kuat tubuhnya hingga terjatuh ke lantai, lekas berlari sekencang- kencangnya meninggalkan tempat ini.
"henry... henry-ah... ! " mengabaikan segala panggilannya, yang tertatih mengejarku, dan aku terus berlari...
"gege tabuchi.. selama ini kau mencintaiku, dan aku membencimu... sorry sorry sorry.. "
Array's ryeowook always
Ryeowook POV
aku berlari menyibak semua jalan mencari henry, tapi nihil, kemana perginya gadis itu? gege jeongmal mianhae.. aku tak bisa menjada amanatmu dengan baik, Henry-ah where are you? are you okey?
mianhae my love my love my love
Ku dengar handphoneku, berdering, panggilan masuk dari yesung hyung, lekas kuangkat..
"ne hyung waeyo? "
"wookie-ah... kau dimana, sekarang juga kau harus kembali ke korea.. "
"mwo? tapi hyung aku... "
"tak ada tapi- tapian, aku sudah menyiapkan tiket dan barang- barangmu, eommamu sakit dia ingin kau pulang sekarang... "
"mwo ? eomma... ? "
tuttt tutt tutt
Telpon terputus, oh GOD, apalagi ini? eomma.. eomma.. lekas ku berlari, meninggalkan tempat ini... henry-ah mianhae, jeongmal mianhae... aku bukan ingin menjadi angin malam yang datang dan pergi meningalkan perih untukmu, tapi keadaan memang harus membuatku meninggalkan tempat ini, ralat negara ini.. semoga suatu waktu kita bisa bertemu.. semoga suatu waktu aku bisa menjelaskan padamu, dan semoga suatu waktu kau bisa memaafkanku.. dan... henry-ah saranghae... I love you...
Array's ryeowook always
Seorang gadis menangis tersedu di kamarnya, kedua tangannya memegang bingkai foto seorang pemuda, bersenyum maut
"gege sorry, Sorry for hate you, sorry dont know anything about you, sorry make you lonely, and sorry if now, I just falling in love with him... iam so sorry... sorry.. hiks hiks hiks... "
END
sequel ini end, bila ada yang ingin tahu bagaimana kelanjutan kisah mereka array akan melanjutkan'nya di FF sarange noona chap 13. buat my beloved reader Love Clouds khalifah Chou dheek. enha1 Sung rae In dan Tansintha jeongmal gumawo buat review'nya ne, semoga chap ini engga' mengecewakan. dan mian bila update selalu lamaaaaa... array's lebih sering coret2 di wp
akhir kata gumawo :)
regards
array's
