Dead at Heart

Cast:

Cho Kyuhyun (namja)

Lee Sungmin (yeoja)

Jungmo (namja)

Eunhyuk (yeoja)

Donghae (namja)

Rate : T

.

.

.

Chapter Sebelumnya

Sungmin sedang berada di taman, ia menunggu Eunhyuk yang tiba-tiba mengajaknya bertemu di taman tersebut.

Namun sudah 15 menit berlalu sahabatnya itu tak kunjung datang, ponselnya pun tidak aktif saat Sungmin mencoba menghubunginya.

'Aishh,,kenapa tiba-tiba Eunhyuk bertingkah seperti ini, anehh.." ujar Sungmin.

Tidak lama, seorang namja tampan duduk disamping Sungmin, Sungmin pun terjengat melihat sosok yang sangat dirindukan dan juga dibenci olehnya..

"Kyu..?! Sedang apa kau disini..?!" ujar Sungmin emosi.

Kyuhyun tiba-tiba memeluk erat Sungmin, ia terlalu takut jika Sungmin akan meninggalkannya lagi.

Nextt..
Selamat membaca...

.

.

.

"Lepaskan aku, Kyu..!" Sungmin berontak.

"Tidak, Min.. Ijinkan aku memelukmu sebentar saja, aku mohon.." Tubuh Sungmin membeku perkataan lirih Kyuhyun membuat Sungmin pasrah. Ia menuruti kemauan Kyuhyun, meskipun pelukan namja tampan tersebut tidak dibalas olehnya..

Selang beberapa menit Kyuhyun kemudian melepaskan pelukan Sungmin, Kyuhyun menatap wajah stoic Sungmin intens, kedua telapak tangannya ia tangkupkan ke wajah Sungmin. Sungmin terdiam, ia ingin menolak namun dalam hatinya ia enggan melewati masa-masa seperti ini.

Saat kedua wajah itu semakin mendekat tiba-tiba ponsel Sungmin bergetar.

Drrt...drtt...drttt...

"Kau dimana chagy, aku ada diapartementmu tapi kau tidak ada didalam?" Ucap namja bernama Jungmo itu was-was. Jungmo memang tau kode pintu apartement Sungmin, jadi dia bisa masuk kapan saja ia mau. Dan perlu diingat, Sungmin setelah mengetahui perselingkuhan Kyuhyun ia langsung bergegas pindah apartement, berniat untuk menjauhi Kyuhyun.

"Mianhae, aku tidak memberi tahumu sebelumnya. Aku sedang bertemu dengan klienku. Ia mengajakku bertemu pagi ini..." jawab Sungmin bohong.

Sungmin ingin jujur sebenarnya, tapi Sungmi takut Jungmo marah padanya. Terlebih namja tampan yang berada disebelahnya sekarang ini terlihat sedang kalut. Kalut karena dirinya sudah pasti. Sedikit berbohong menurut Sungmin tidak apalah, ini semua demi kebaikan hubungan Sungmin dan Jungmo.

"Oh,.apa perlu kutemani chagy?" tawar Jungmo.

Sungmin terkejut, namun ia berusaha berbicara setenang mungkin. "Ahh, aku bisa sendiri. Kau kan sedang sibuk, aku janji setelah ini aku akan datang ke kantormu. Bagaimana?

"Tapi kau yakin tidak mau ku temani ? kau sudah membuatku khawatir, Chagy.." ujar Jungmo posesif, ada perasaan yang tidak mengenakan bagi Jungmo, ya bagaimana tidak Sungmin tidak biasanya pergi tanpa memberinya kabar terlebih dahulu.
"Gwenchana Jungmo-ah,, kau ini seperti tidak tau ada yang mencoba menggangguku akan ku keluarkan jurus martial-art ku.. kau percayakan padaku?" Ujar Sungmin meyakinkan.

"Ne,,aku percaya padamu, kau jaga diri baik-baik ne. Aku mencintaimu Chagy.. Saranghae.."

"Nado, Sharang..."

Pliipp..

Ponsel Sungmin tiba-tiba direbut oleh Kyuhyun dan menekan tombol berwarna merah secara sepihak, Sungmin terkejut atas tindakan Kyuhyun.

"Ya! Kau tidak sopan Kyu, aku belum selesai berbicara dengan Jung..."

"CUKUP!"

"Kyu..." ujar Sungmin lirih, baru kali ini Kyuhyun menyentaknya.

"Hentikan Min, aku mohon hentikan.."

"Kau kenapa Kyu?" Sungmin melembut ia tidak tega melihat Kyhuyun seperti itu.

Ponsel Sungmin terus bergetar, Kyuhyun dengan sigap membuka baterai ponsel Sungmin ketika melihat ID caller yang tertera adalah Jungmo, namja yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Sungmin.

"Apa yang kau lakukan?" Sungmin berusaha merebut kembali ponselnya. Namun ia kalah cepat dengan Kyuhyun.

"Tinggalkan Jungmo, dan kembalilah padaku,Min?"

"Aku..."

"Min, percayalah, aku tidak seperti yang kau bayangkan. Aku dijebak Min, Jungmo yang menjebakku, Jungmo adalah dalang dari semua ini. Ia rela melakukan apapun agar bisa memilikimu, termasuk membuat kau benci padaku, kau harus tahu itu, Min..!"

PLAKK..!

"Berhenti berkata seperti itu, Kyu!" Sungmin menampar keras pipi Kyuhyun. Tanpa menghiraukan rasa sakit Kyuhyun tetap berusaha meyakinkan Sungmin.

"Tapi, Min.. aku mohon sekali ini saja kau percaya padaku.. Tinggalkan Jungmo.."

"Tidak Kyu, aku sudah bertunangan, dan sebentar lagi aku akan menikah,,menjauhlah dariku, aku sakit bila harus mengingat hal itu lagi, dan ingat Jungmo bukan tipe orang pembohong sepertimu..!"

"Aku tidak berbohong, Min.." Kyuhyun berusaha mati-matian agar Sungmin mempercayainya. Tapi kepala batu Sungmin memang susah untuk melunak.

"Jangan banyak alasan Kyu. Aku sedang sibuk sekarang, dan sepertinya urusanku denganmu sudah selesai. Kemarikan handphoneku..!"

Sungmin merebut kembali ponselnya, dan berlalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam kaku.

Namun beberapa langkah kemudian, Sungmin terdiam, ia lalu menoleh ke arah Kyuhyun. Menatap wajah sendu Kyuhyun yang masih menunduk.

"Mianhae.." ucap Sungmin dalam hati, dan kemudian berlalu.

Namun ucapan itu entah kepada siapa, author juga bingung..heeheee.. peace V(‾⌣‾)V ..peace V(‾⌣‾)V ..

.
.

Jauh diujung sana terlihat pasangan Eunhae berwajah muram, mereka nampak kecewa melihat langsung kejadian yang menimpa kedua sahabatnya itu. Yah, ternyata dibalik ini semua adalah rencana mereka, dan sayangnya rencana mereka sekarang ini tidak membuahkan hasil.

"Ahh..sepertinya kita gagal, Hae.." Donghae tertunduk lesu saat Eunhyuk berkata seperti itu.

"Lalu apa yang harus kita lakukan,. Aku tidak tega melihat Kyuhyun seperti ini terus. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Sungmin..Aku kecewa dengannya.." jawab Donghae kesal

"Hae-ah, kau jangan putus asa. Kau sendirikan yang memaksa Kyuhyun agar tidak menyerah, tapi kau sendiri malah seperti ini.."

"Lalu aku harus bagaimana?"

"Kau harus segera mencari bukti kuat agar kepercayaan Sungmin terhadap Kyuhyun bisa kembali lagi.."
"Maksudmu..?" tanya Donghae heran.
"Kau harus mencari yeoja sialan itu, dekati dia dan cari tau apa hubungannya dengan Jungmo.."
"Kau yakin dengan perkataanmu itu Chagy?"

"Yahh, asal kau tidak macam-macam saja.." Jawab Eunhyuk enteng.

"Tapi, sepertinya aku tidak yakin dengan itu.." Donghae mesem-mesem.

"YA! apa maksudmu? lihat saja kalau kau coba macam-macam dengannya kubunuh kalian berdua.." Ancam Eunhyuk sembari memukul bahu Donghae..

"Aww,,! Appo.. Kau ini kejam sekali, akukan namjachingumu,," Donghae yang mendapat pukulan tersebut meringis kesakitan.

" Lagipula itukan idemu sendiri,," Ujar Donghae lagi..

"Namjachingu macam apa kau ini, didepanku saja kau sudah berani macam-macam.." jawab Eunhyuk kesal.

"Aku hanya bercanda Chagy,,aku hanya ingin tau saja apa reaksimu jika aku seperti itu, dan ternyata.. terimakasih kau memang benar mencintaiku.." Dengan lembut Donghae memeluk dan mengecup kening Eunhyuk..

"Huhh,,kau menyebalkan Hae..!" rutuk Eunhyuk..

"Heehee.. Kau menggemaskan, Chagy.." balas Donghae menggoda.

"Ahh,,sepertinya sudah waktunya kau ke kantor, Chagy. Hari ini aku akan bolos, aku akan menghibur Kyuhyun setelah mengantarmu, Otte?"

Eunhyuk hanya mengangguk. Ia tidak berani memandang Donghae, rupanya wajah Eunhyuk telah memerah ia terlalu senang dengan perlakuan Donghae padanya barusan.

.

.

Tokk..Tokk..

Terdengar suara ketukan pintu diluar ruangan yang bernuansa klasik namun bernilai minimalis itu. Didalamnya nampak sesosok namja jangkung sedang membolak-balikan ponselnya, nampak resah sepertinya. Diatas mejanya ada sebuah nama yang terpampang jelas bertuliskan Direktur Kim Jungmo. Ya, Jungmo adalah seorang direktur muda sama seperti Kyuhyun.

Cklek..
Karena tidak ada jawaban, tanpa menunggu perintah dari sang empunya Sungmin membuka pintu dan langsung menghambur ke arah Jungmo sambil menangis dan memeluk Jungmo.

"Jung..Moo..!" Jungmo terperanjat kaget saat tiba-tiba yeoja yang selama 3 jam ini membuatnya resah datang dalam kondisi menangis. Ia berdiri dan balik memeluk Sungminnya.

"Chagy,,ada apa denganmu. Kenapa handphonemu tiba-tiba mati?" Tanya Jungmo intens.
"Hiks..hikss.."
"Kau membuatku khawatir hari ini, katakan apa yang terjadi sampai kau seperti ini, Chagy?" ujarnya lagi sembari membelai kepala Sungmin perlahan.

"Mianhae..." jawab Sungmin lirih, ia masih belum bisa menjawab pertanyaan Jungmo, ia bingung harus memulainya dari mana..

Setelah beberapa saat akhirnya tangisan Sungmin mereda, Jungmo menuntun Sungmin untuk duduk dikursi tempat duduknya tadi.

"Ini, minumlah, agar kau tenang.."

Sungmin menerima gelas yang diberi Jungmo dan langsung meminumnya.

"Gomawo.."
"Sudahlah, jangan difikirkan dulu, kalau kau sudah siap kau bisa jelaskan semuanya padaku,Ne?" Sungmin masih tertunduk diam..

" Ahh,, kau pasti laparkan? aku tahu kau belum sempat sarapan tadi pagi. Akan kusuruh sekertarisku untuk memesankan makanan untukmu.."

Saat Jungmo akan menekan tombol teleponnya, tiba-tiba Sungmin menggenggam tangan Jungmo.

"Tidak,, aku tidak lapar..."

"Tapi kau belum makan, kau bisa sakit,Chagy.."

"Aku tidak lapar, aku hanya ingin ada disampingmu saat ini, Jungmo-ah" ujar Sungmin berusaha menahan air matanya untuk tidak keluar lagi..

"Ne,,aku disini..aku akan selalu ada untukmu, Chagy.." Tanpa berfikir panjang, Jungmo langsung memeluk erat tunangannya itu. Jungmo merasa ada yang tidak beres, seperti ada hal buruk yang akan segera menimpanya..

.

.

"Diwaktu yang bersamaan..."

Sesaat setelah Donghae mengantarkan Eunhyuk, ia langsung melajukan mobil sportnya menuju taman tempat Kyuhyun berada tadi. Namun begitu sampai, Donghae tidak menemukan Kyuhyun. Ia mencari-cari sahabatnya itu, berharap Kyuhyun masih berada disekitaran taman. Tapi nihil Kyuhyun sepertinya sudah tidak ada di taman. Dengan segera Donghae mengambil ponsel didalam saku celananya dan menekan angka yang sudah ia hafal diluar kepala. Kecemasan donghae meningkat ketika nomor yang ia tekan tersebut hanya mendapat balasan dari operator.

"Aishh,,kau dimana Kyu?" Ujarnya khawatir.

Ia takut terjadi apa-apa dengan sahabatnya itu, apalagi Kyuhyun sedang dalam kondisi yang tidak baik saat ini..

Donghae berniat kembali menuju mobilnya yang terparkir agak jauh dari tempatnya sekarang ini. Namun, ketika Donghae hendak berbalik arah, tiba-tiba..

BRUKK..

Donghae tiba-tiba bertabrakan dengan yeoja berpakaian sexy..

"Akhh.." Pekik yeoja itu..

"Gwenchana?" Tanya Donghae segera..

"Aku tidak apa-apa,,mianhe telah menabrakmu" ujar yeoja itu sembari mengambil tas yang jatuh akibat insiden tabrakan tadi.

"Ahni, aku yang salah.. Aku terlalu terburu-buru tadi, jadi tidak sengaja menabrakmu..Kau benar tidak apa-apa?" Ucap Donghae merasa bersalah.

"Sudahlah, tidak usah dibahas aku tidak apa-apa dan kaupun tidak apa-apakan? Ah,ia aku Seohyun dan kau?" Tanya yeoja itu sembari mengulurkan tangannya kepada Donghae. Donghaepun membalas uluran tangan yeoja yang mengaku bernama Seohyun itu.

"Aku Donghae.."

"Baiklah kau bilang kau sedang terburu-buru Donghae-ssi, aku juga sedang ada urusan jadi boleh aku pergi sekarang? Dan ini kartu namaku, aku bekerja menjadi penyanyi disebuah Bar didaerah Gangnam, kalau kau tidak sibuk datanglah kapanpun kau mau.." Ujar Seohyun panjang lebar.

"Ne,," Donghae mengangguk sembari menerima kartu nama yang diberikan Seohyun kepadanya.

"Baiklah, aku pergi sekarang. Anyeong..Donghae-ssi.."

"Anyeong,,Seohyun-ssi.." Mereka saling membungkuk mengucapkan salam.

Begitu Seohyun pergi menjauh, Donghae pun ikut berlalu. Diselipkannya kartu nama tersebut kedalam dompetnya.

.

.

.

Pagi-pagi sekali begitu Donghae tiba dikantornya ia bergegas menuju ruangan Kyuhyun, berharap sahabat yang dicarinya seharian kemarin itu ada disana.

"Ya! Kyu, kemarin kau kemana saja? Aku dan Eunhyuk mencarimu kemana-mana, kau tahu Eunhyuk sampai menangis mencarimu, ia terlalu khawatir akan terjadi apa-apa padamu.." Donghae yang tanpa basa-basi segera menginterogasi Kyuhyun.

"Kemarin aku sedang ingin sendiri, Donghae-ah, Mianhae.." jawab Kyuhyun lemah, nampak raut wajah tampannya terlihat sedikit pucat..

Donghae yang menyadari keadaan Kyuhyun langsung memegang dahi Kyuhyun. Seketika Donghae tersentak, dahi dan tubuh Kyuhyun sangat panas, ia langsung menelepon dokter keluarga Kyuhyun untuk datang segera.

Tidak lama dokter keluarga Kyuhyun pun datang dan segera memeriksa keadaan Kyuhyun. Setelah dirasa cukup, dokter mengajak Donghae untuk berbicara diluar. Donghae lalu membuntuti dokter tersebut dan beranjak keluar sesaat setelah melihat keadaan Kyuhyun yang sedang tertidur di sofa..

"Bagaimana keadaan Kyuhyun, Dok?" Tanya Donghae seraya menutup pintu.

"Apa akhir-akhir ini Kyuhyun mengalami kesulitan,,karena sepertinya ia mengalami depresi berat.." Ujar dokter tersebut.

"Begitulah, dok.. Ini masih menyangkut Sungmin. ." jawab Donghae parau.

"Dasar anak keras kepala..! Sampai kapan ia akan berlaku seperti itu, apa ia tidak lelah?" Ujar dokter tersebut setelah Donghae menjelaskan kronologi kejadian dari awal, hingga akhirnya menyebabkan Kyuhyun menjadi depresi seperti ini.
"Hibur dia, Donghae-ah.. Ajak dia menghirup lagi kehdupan yang sebenarnya.."

Saran dokter tersebut mengingatkannya akan insiden tabrakannya dengan Seohyun. Ya, mungkin dengan mengajak Kyuhyun ke bar bisa membuat Kyuhyun sedikit mendapat hiburan. Begitu dokter pergi, Donghae langsung menghubungi Eunhyuk.
"Hae,,kau sudah bertemu dengan Kyuhyun?" sodor Eunhyuk sebelum Donghae sempat berbicara..

"Saat ini dia sedang tidur, dia hanya kelelahan. Tapi jangan khawatir chagy, dokter sudah mengatasinya barusan.." ujar Donghae mencoba menenangkan Eunhyuk.

"Ahh,,syukurlah kalau kau menemukannya.. Lalu apa rencanamu sekarang, Hae?"
"Aku berniat mengajaknya menemui kenalan baruku besok, kau maukan menemaniku?" tawar Donghae.

"Ne,,aku mau Hae.." Eunhyuk mengangguk pasti.

.

.

.

Ruangan yang berwarna serba pink yang biasanya rapih dan bersih itu akhir-akhir ini berantakan seperti kapal pecah. Sang pemilik rupanya enggan untuk membersihkan ruangannya. Diatas ranjang nampak seorang wanita cantik sedang memeluk sebuah boneka kelinci yang cukup besar sedang tertidur lelap, terlihat dari matanya yang sembab dan sedikit pucat sepertinya ia habis menangis semalaman.

Sungmin.. Ya, wanita itu adalah Sungmin. Semalaman ia memang menangis tidak henti-hentinya, Jungmo sampai kewalahan menanggapi Sungmin. Ia tidak mengerti ada apa sebenarnya dengan Sungminnya ini. Hingga akhrinya pagi menjelang, tangisan Sungmin mereda. Jungmo yang merasa Sungmin sudah tertidur, mencuri kecup bibir Sungmin sebentar lalu ia menarik diri dari kamar Sungmin. Sebenarnya sudah lama Jungmo ingin mengecup bibir tunangannya itu, tapi Sungmin tidak pernah sekalipun mengizinkannya. Alasan Sungmin tidak masuk akal, ia bilang belum siap. (Arghh,,alasan macam apa ini, Jungmokan tunangan Sungmin? sabarr—sabarr yaaa..!)

Tapi bagi Jungmo apapun itu alasannya, asal Sungmin masih berada disisinya ia sudah cukup senang.

Mata berobsidian itu perlahan terbuka akibat sinar mentari yang menyeruak masuk melalui celah gordennya.
Ia berusaha untuk bangun, namun sial kepalanya terasa berat ia tidak bisa berdiri barang sebentar saja. Ia mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya hingga ia bisa seperti ini. Dan, yahh.. Kejadian kemarinlah yang telah membuatnya seperti ini. Bulir air mata Sungmin tiba-tiba memaksanya untuk segera keluar. Sungmin menangis lagi, menangis tanpa maksud yang jelas. Entah karena ia masih menyayangi Kyuhyun ataukah ia teramat menyayangi Kyuhyun?

.

.

.

Esok harinya tepat pukul 8 malam, Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun sudah berada di Bar tempat yang menurut Donghae tepat untuk menghibur Kyuhyun. Mereka duduk dimeja bundar saling berhadapan. Kyuhyun dan Eunhyuk duduk membelakangi panggung tempat para penyanyi bar menunjukan keahliannya. Sedangkan Donghae sebaliknya, ia menghadap tepat ke arah panggung. Karena live musik baru akan dimulai pukul 9, para pengunjung hanya disuguhkan dengan lagu yang sudh disiapkan oleh Dj yang ada disana.

Begitu mereka selesai memesan minuman, tiba-tiba Donghae melambaikan tangannya kepada seorang wanita yang ia baru kenal..

"Seohyun-ssi.." panggilnya..

Mendengar namanya disebut Seohyun yang baru saja datang, tiba-tiba menoleh kearah suara yang memanggil namanya itu.

"Ahh, Donghae-ssi kau datang rupanya.." Ujar Seohyun bergegas menghampiri Donghae.

"Ne, aku menepati janjiku kan?"

Seohyun mengangguk "Terimkasih.."
"Oh iya, perkenalkan ini Eunhyuk yeojachinguku, dan ini Kyuhyun sahabatku.." ujar Donghae

"Anyeong..."

"KAU?!" ketiganya tersentak dan berteriak begitu saling menatap wajah masing-masing..

TBC-


Huhh,, akhirnya chapter 2 rampung juga..

Buat Readers yang udah ngerivew makasih banyak yah, sekarang aku jawab deh..

.

ayachi casey : mudah-mudahan sih happy ending yah, masih ngblank soalnya.. Heheee.

.

riesty137 : ming emang keras kepala, aku ajh yang bikin cerita ampe kesel. Hahaa..

.

RianaClouds : Sebenernya agak pesimis juga sih sama nih cerita, soalnya takut disebut garing..
Abis reviewnya dikit bangett, padahal liat dari viewers'a udah banyak.

Kalo sekiranya masih sedikit, sepertinya cukup menggantung disini saja ceritanya.,
Gimana nih menurut Chingu? maksa dikit ahh...

.

Dan gak lupa buat Farah+Feby makasih banyak semangatnya yaa..