Dead at Heart

Cast:

Cho Kyuhyun (namja)

Lee Sungmin (yeoja)

Jungmo (namja)

Eunhyuk (yeoja)

Donghae (namja)

Rate : T

.

.

.

Chapter Sebelumnya

Esok harinya tepat pukul 8 malam, Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun sudah berada di Bar tempat yang menurut Donghae tepat untuk menghibur Kyuhyun. Mereka duduk dimeja bundar saling berhadapan. Kyuhyun dan Eunhyuk duduk membelakangi panggung tempat para penyanyi bar menunjukan keahliannya. Sedangkan Donghae sebaliknya, ia menghadap tepat ke arah panggung. Karena live musik baru akan dimulai pukul 9, para pengunjung hanya disuguhkan dengan lagu yang sudh disiapkan oleh Dj yang ada disana.

Begitu mereka selesai memesan minuman, tiba-tiba Donghae melambaikan tangannya kepada seorang wanita yang ia baru kenal..

"Seohyun-ssi.." panggilnya..

Mendengar namanya disebut Seohyun yang baru saja datang, tiba-tiba menoleh kearah suara yang memanggil namanya itu.

"Ahh, Donghae-ssi kau datang rupanya.." Ujar Seohyun bergegas menghampiri Donghae.

"Ne, aku menepati janjiku kan?"

Seohyun mengangguk "Terimkasih.."
"Oh iya, perkenalkan ini Eunhyuk yeojachinguku, dan ini Kyuhyun sahabatku.." ujar Donghae

"Anyeong..."

"KAU?!" ketiganya tersentak dan berteriak begitu saling menatap wajah masing-masing..

.

.

.

Next Chapter..
Happy Reading Chinguu,,

.

.

.

"Ada apa dengan mereka.." ujar Donghae dalam hati.
"Kk..kaa,,kalian sudah saling kenal?" Donghae mencoba mengalihkan ketegangan mereka.

"..."

Hening..

Meskipun musik dari sang DJ begitu menghentak namun suasana tegang masih menyelimuti ketiganya. Kyuhyun dan Eunhyuk masih menatap Seohyun emosi, sedangkan yang ditatap hanya tertunduk kaku.
"Mianhe..." Ucap Souhyun lirihh.
"Hanya itu?! Setelah apa yang kau perbuat, segampang itukah kau mengatakan maaf?!" emosi Kyuhyun sudah tak tertahankan lagi. "Cihh.! aku tidak sudi untuk memaafkanmu..!" ujar Kyuhyun lagi.

Ya,,siapa yang tidak marah, orang yang telah menghancurkan hidupnya sekarang berada dihadapannya.

Dan terlebih hanya kata maaf yang terlontar dari mulut orang tersebut.

"Aku mohon, maafkan aku. Aku menyesal telah melakukannya,," Ujar Seohyun sembari berlutut dihadapan Kyuhyun.

Eunhyuk yang sudah tidak bisa menahan tangisnya langsung memeluk Donghae.

"Hae-ahh,, di..ddii..diaa,, hiksss,, diiaa adalah wanita yang telah menjebak Kyuhyun."

DEG,,

Seketika wajah Donghae berubah menjadi panas, ia tidak menyangka orang seperti Seohyun tega menghancurkan hubungan Kyuhyun dan Sungmin. Namun Donghae masih bisa menahan emosi, hingga akhirnya ia meminta Seohyun untuk menjelaskan semuanya.

.

.

.

Flashback

Dini hari seorang pemuda berperawakan jangkung nan menawan sedang berjalan-jalan di pinggiran kota Seoul. Tangan kanan pria tersebut mengepal, menahan amarah. Mengingat kejadian yang baru saja ia lihat, pemuda tersebut semakin tersulut emosi. Wanita yang sudah sejak lama dinantinya, sedang asik bermesraan dengan kekasihnya. Ia merasa, dirinyalah yang pantas bersanding dengan wanita tersebut.
"Tak bisakah kau melihatku sekali saja, Min?" ucap pria tersebut lirih..

"Aku mohon ahjussi,, aku mohon beri aku waktu 1 minggu lagi aku janji aku akan membayarnya..."

Tepat beberapa meter dari hadapan pemuda tersebut, terdengar suara wanita sedang memohon-mohon. Tanpa berfikir panjang lagi pemuda tersebut langsung berlari kearah suara tersebut.

Seakan ia lupa dengan masalahnya barusan.

"YA..! lepaskan wanita itu..!" ujar pemuda tersebut kepada seorang pria tua berperawakan tinggi besar hendak menampar ke arah wanita yang sedang terduduk lemah. Terlihat dari pakaiannya yang lusuh, sepertinya ia telah diseret dari rumahnya.

"Jangan ikut campur kau anak kecil,, ini bukan urusanmu..!" pria tersebut malah balik menyentak.

"Akan menjadi urusanku, karena kau telah menyiksa wanita ini.!" pemuda itu merebut wanita tersebut dan mengajaknya berdiri disisinya.

"Dasar orang bodoh, kau pasti akan meninggalkan wanita itu jika kau tahu permasalahnnya..!"

"Benar apa yang dikatakannya Oppa, aku tidak apa-apa.. Ini adalah masalahku, jadi kau pergilahh.." wanita tersebut akhirnya angkat bicara.

"Kau bilang kau tidak apa-apa, tapi raut wajahmu seperti ketakutan. Apa masalahmu terhadap pria tui ini, nona?"

"Aku..aku..."

"Sudah 3 bulan dia tidak membayar hutangnya, dia berjanji akan melunasinya hari ini. Tapi, sampai detik ini tidak ada sepeserpun yang ada dikantungnya.. Cihh, tau seperti ini aku tidak akan memberinya pinjaman..!" potong pria tua itu.

"Berapa? Berapa hutang yang harus dibayar agar kau tidak menyakiti wanita ini lagi? Jangan lupa hitung dengan bunganya..!" pemuda itu sudah kehabisan kesabarannya, ia memang tidak tega melihat seorang wanita disakiti. Jadi meskipun pemuda tersebut tidak mengetahui latar belakang wanita itu, ia tetap harus membantunya.

Nampak pria tua itu sedang menghitung seluruh hutang yang dipinjam wanita itu. Namun, saat pemuda tersebut akan mengambil dompet disaku celananya, ia sedikit terkejut karena barang yang ia cari tidak ada. Beruntung saat merogoh saku-saku yang lain ia menemukan kartu namanya.

"Saat ini aku lupa tidak membawa dompetku, jadi kau bisa menemuiku dikantor. Dan ini kartu namaku.." ujar pemuda itu sembari memberikan kartu namanya.

"Bagaimana kalau kau sama pembohongnya dengan wanita ini?" pria tua tersebut nampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan pemuda itu.

"Apa wajahku terlihat seperti orang pembohong?" Tanyanya kesal.

"Aish,,baiklah pukul 10 pagi aku akan mengunjungi kantormu. Lihat saja kalau kau berbohong, kuhabisi kau..!" Dengan sedikit mengancam kemudian pria tua itu berlalu meninggalkan keduanya..

Begitu pria tua tersebut pergi, pemuda itu langsung menanyakan keadaaan wanita yang berada disisinya sekarang ini.

"Kau yakin tidak apa-apa?"

"Ne.." wanita itu menjawab dengan sedikit mengangguk.

"Oh iya,,siapa namamu?" Tanya pemuda tersebut.

"Seo..Seo..Seohyun Imnida,." jawabnya sembari membungkuk.

"Aku Kim Jungmo, panggil saja aku Jungmo.. "

"Ne, Oppa,, Gomawooo.."

"Bisa kau jelaskan mengapa pria tua tersebut bisa berlaku seperti itu padamu?"

"Ahh,,itu..ituu.."

"Sudahlah katakan saja, tak usah sungkan padaku. Anggap saja aku adalah temanmu.."
"Oppa, udara diluar semakin dingin sebaiknya kuceritakan didalam saja. Akanku buatkan kau teh hangat, bagaimana?"
Pemuda yang bernama Jungmo pun meng-iyakan, dan lalu masuk kedalam rumah Seohyun.

"Aku terpaksa meminjam uang kepada seorang renternir untuk melunasi hutang kakakku.." Terang Seohyun.

"Lalu, dimana kakakmu sekarang?"

"Dia sudah mati.."

"Maksudmu?"

"5 bulan yang lalu aku menemukannya sudah tergujur kaku dikamar mandi, sepertinya ia mati karena over dosis mengingat dimulutnya banyak busa.."
"Ahh,,mianhe. Tidak seharusnya aku bertanya seperti itu.."
"Gwenchana, Oppa. Aku senang kau mau menganggapku teman, karena selama ini tak ada satupun yang mau berteman denganku.. " Seohyun menarik nafas dalam-dalam sebelum menceritakan semuanya kepada Jungmo.

"Semua ini berawal dari kakakku. Saat aku baru berumur 10 tahun, ayah dan ibuku meninggal karena kecelakaan.

Semenjak itulah aku dan kakakku tinggal berdua. Sebelum kedua orang tuaku meninggal, kami berempat hidup serba berkecukupan karena ayah adalah orang kepercayaan diperusaahan tempatnya bekerja. Namun itu hanya masa lalu, kakakku tidak pernah sedikitpun bekerja. Hobinya hanya berjudi dan mabuk-mabukan. Ia bilang warisan orangtuaku masih banyak jadi kita tidak usah repot-repot bekerja. Dan akhirnya, karena sering kalah berjudi hutang kakaku ada dimana-mana. seluruh harta peninggalan orang tuaku pun semuanya disita. Beruntung saat pegawai asuransi mengunjungi rumahku, kakakku sedang tidak ada. Uang asuransi tersebut ku simpan hingga akhirnya kugunakan untuk membeli rumah ini.."

"Apa pekerjaanmu sekarang?" tanya Jungmo

"Aku bekerja siang malam karena harus menanggung semua hutang kakakku. Siang hingga sore hari aku mengajar privat, dan malam harinya aku menjadi penyanyi disebuah Bar.."

"Begitu.." Jungmo hanya mengangguk-angguk sembari mengusap dagunya. Seperti ada yang sedang difikirkan.

"Oppa,, terimakasih untuk bantuannya dan aku janji aku akan melunasinya secepat mungkin..!"

"Kau tidak perlu membayarnya Seohyun-ssi, asal kau mau membantuku.."
"Apa itu, Oppa.."
"Bantu aku untuk menghancurkan hubungan Kyuhyun dan Sungmin, mudahkan?"

"Maksud, Oppa?"

"Aku sudah muak melihat mereka selalu pamer kemesraan.." wajah Jungmo seketika memerah, menahan amarah yang terpendam. Seohyun terdiam..

"Ini semua untuk kebaikanmu juga Seohyun-ssi. Agar kau tidak dikejar-kejar oleh para penagih hutang lagi. Jika kau mau menerima tawaranku, datanglah ke kantorku.."
Setelah sempat menulis alamat kantornya, Jungmo pun pamit untuk pulang.
Sudah hampir 1 jam semenjak Jungmo pulang namun Seohyun masih terduduk ditempatnya, ia nampak sedang menimang-nimang kembali tawaran dari Jungmo..

.

.
Tokk..Tokk..Tokk..
"Ne,,masuklahh" Ujar Jungmo tanpa melihat sedikitpun ke arah pintu.
"Permisi, Oppa.." Begitu mendengar suara yang ia kenal, Jungmo langsung berdiri dan menghampiri wanita yang memanggilnya Oppa tersebut..

"Ah,,Seohyun-ssi, silahkan duduk.."
Seohyun mengangguk, dan duduk berhadapan dengan Jungmo disofa.

"Sudah kau pikirkan baik-baik?" Tanya Jungmo langsung.

"Ne, Oppa. Sepertinya tawaranmu aku terima.."

Jungmo tersenyum mendengarnya, ia memang sudah yakin Seohyun akan menerima tawarannya. Dan terbukti, pagi ini Seohyun mengunjungi kantornya dan menyetujui tawarannya.

"Baiklah, kau hanya perlu mendekati Kyuhyun. Terserahmu bagaimana caranya, yang jelas rayu dia sampai dia balik menyukaimua.."
"Tapi,,apa ini tidak keterlaluan, Oppa?" tanya Seohyun sedikit cemas.

"Menurutku tidak..!" ucap Jungmo yakin.

"Kau tidak usah khawatir begitu kau berhasil, kau tidak perlu menemui siapapun lagi termasuk aku. Aku sudah menyiapkan tempat dimana selanjutnya kau akan tinggal, dan aku akan tanggung semua biayanya.." tambahnya lagi.

Setelah Seohyun dan Jungmo membuat sebuah 'rencana' yang menurut Jungmo akan berhasil 100%, akhirnya Seohyun pamit pulang. Sebenarnya Seohyun ingin menolak tapi apa boleh buat, mengingat ia harus segera melunasi hutang kakakknya mau tidak mau ia harus menerima tawaran ini.

.

.

1 Minggu Kemudian Jungmo dan Seohyun bertemu disebuah Cafe, mereka tidak datang berdua, tapi berempat. Dua pria itu adalah asisten Jungmo, mereka tampak serius sekali. Ya bagaimana tidak serius, mereka harus merencanakan matang-matang agar hasilnya sesuai dengan keinginan sang 'Raja', siapa lagi kalo bukan Kim Jungmo. Namun jauh diujung sana, tampak seorang wanita sedang memperhatikan mereka. Dan kalian tahukan siapa wanita itu? Ya, wanita itu adalah Eunhyuk. (masih ingetkan di chapter 1?)
Esok harinya, Seohyun mengunjungi kantor Kyuhyun, ia menyamar sebagai seorang sekretaris sebuah perusahaan. Maksudnya adalah ia ingin mengajak Kyuhyun bekerja sama dengan 'perusahaan' atasannya itu.

Kyuhyun tidak curiga sama sekali, malah ia sedang serius membaca proposal yang dibawa oleh Seohyun.

Ketika itu, disaat yang bersamaan Sungmin baru saja turun dari mobilnya. Seperti biasa saat siang hari ia mengantarkan makan siang untuk Kyuhyun. Dan tanpa Sungmin sadari 2 pria sedang mengamati Sungmin dari kejauhan, pria yang satu segera mengambil ponselnya..

Seketika itu ponsel Seohyun berdering.

"Yeoboseoo.."

"….."

"Ne,,saya sudah bertemu dengan direkturnya..."

"….."

"Ne,,baik Sajangnim.."

Piip..

Setelah Seohyun menutup teleponnya, ia segera 'beraksi'.

Didekatinya Kyuhyun yang memang sedang serius mengamati proposal tersebut.

Tanpa disadari Kyuhyun, tiba-tiba Seohyun duduk dipangkuan Kyuhyun.

"Kau? Apa yang kau lakukan Seohyun-ssi?" ucapnya terkejut.

"Oppa, kau tampan sekali.. Maukah kau menemaniku hari ini?" rayu Seohyun tanpa memperdulikan Kyuhyun yang berusaha melepas pelukannya.

Disaat yang bersamaan Sungmin membuka pintu ruangan Kyuhyun. Dan...
"KYU?" Sungmin terkejut melihat pemandangan yang tidak wajar dihadapannya. Tanpa berfikir panjang makanan yang ia bawa tadi ia lempar dan langsung berlari sekuat tenaganya.

"Ming,,tunggu Ming aku bisa jelaskan semuanya.. Lepaskan aku Seohyun-ssi..!" Bentak Kyuhyun.

Segera setelah Seohyun melepaskan pelukannya, Kyuhyun mengejar Sungmin. Nampak senyum terpancar diwajah Seohyun, sepertinya rencananya ini berhasil.

Begitu Kyuhyun sampai dilobi, ia melihat Sungmin sudah masuk kedalam mobil dan segera berlalu.

Kyuhyun mencoba menghubungi Sungmin namun sayang ponsel Sungmin tidak aktif.

"Argghhhh...!" Kyuhyun menjerit kesal.

Didalam mobil Sungmin menangis, sejadi-jadinya. Ia tidak habis pikir Kyuhyun akan berbuat setega itu kepadanya. Mobilnya melaju kencang, ia tidak tahu akan kemana yang jelas ia ingin sejauh mungkin dari Kyuhyun.

Flashback Off

.

.

.

"Semenjak kejadian itu, aku selalu mimpi buruk. Semakin hari aku semakin merasa bersalah kepadamu Kyu. Sudah lama aku ingin menemuimu, namun aku belum cukup berani untuk menjelaskannya.." ujar Seohyun panjang lebar.

Mendengar itu Kyuhyun terdiam, ia terlalu bingung dengan semuanya.

"Bukankah Jungmo menyuruhmu untuk tidak tinggal di Seoul? Lalu kenapa kau masih berada disini?" tanya Donghae seketika.

"Sampai detik ini Jungmo tidak tahu aku masih tinggal disini. Uang pemberiannya pun masih aku simpan baik-baik... Entahlah,,aku tidak tahu dengan perasaanku ini, dari awal aku bertemu dengan Jungmo sepertinya aku sudah menyukainya.."

TBC-or-END?


Mian, lama updatenya abis lagi ada sedikit problem..

Hehheee..
Dichapter ini author sengaja bikin "flashback" supaya kalian tau permasalahannya seperti itu, menurut kalian kelanjutan ceritanya seperti apa ya, setelah Seohyun mengakui perasaannya ke Jungmo?

.

.

Emph,,makasih banyak buat semua yang udah ngreview,,mian kalo banyak typo...

Next, author sepertinya akan update agak lama lagi, jadi author minta maaf dulu sebelumnya..