Dead at Heart
Cast:
Cho Kyuhyun (namja)
Lee Sungmin (yeoja)
Jungmo (namja)
Eunhyuk (yeoja)
Donghae (namja)
Seohyun (yeoja)
Rate : T
.
.
.
Chapter Sebelumnya
"Semenjak kejadian itu, aku selalu mimpi buruk. Semakin hari aku semakin merasa bersalah kepadamu Kyu. Sudah lama aku ingin menemuimu, namun aku belum cukup berani untuk menjelaskannya.." ujar Seohyun panjang lebar.
Mendengar itu Kyuhyun terdiam, ia terlalu bingung dengan semuanya.
"Bukankah Jungmo menyuruhmu untuk tidak tinggal di Seoul? Lalu kenapa kau masih berada disini?" tanya Donghae seketika.
"Sampai detik ini Jungmo tidak tahu aku masih tinggal disini. Uang pemberiannya pun masih aku simpan baik-baik... Entahlah,,aku tidak tahu dengan perasaanku ini, dari awal aku bertemu dengan Jungmo sepertinya aku sudah menyukainya.."
.
Next chapter,,
Enjoy your reading...
.
.
.
"Oh,,kau menyukai Jungmo lalu mematuhi apa yang ia mau dan setelahnya kau merasa dibuang karena Jungmo hanya mencintai Sungmin, dan akhirnya kau sadar akan kesalahanmu lalu kau berniat menemuiku dan, dengan mudahnya kau meminta maaf padaku? Cihh,,! Dengar baik-baik Seohyun-ssi, aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau bisa memperbaiki semuanya..!" Kyuhyun akhirnya angkat bicara. Ia sudah terlalu kesal dengan kenyataan yang harus diterimanya saat ini.
"Apapun akan aku lakukan Kyu,. Apapun itu..!" ujar Seohyun meyakinkan.
"Hae-ahh,,eotteoke?" Eunhyuk nampak cemas, saat menyaksikan Seohyun dan Kyuhyun bersitegang.
"Tenanglah chagy, aku yakin kita bisa merebut Sungmin kembali.." ujar Donghae sembari mengusap air mata dipipi Eunhyuk.
Eunhyuk hanya bisa mengangguk pelan, benar apa yang dikatakan Donghae ia harus yakin agar Sungmin bisa kembali.
Namun entah mereka sadari atau tidak, seorang pria asing yang sedari tadi duduk didekat mereka nampaknya tengah asik mendengarkan pembicaraan mereka berempat. Setelah dirasa cukup, pria itu beranjak dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan mereka, dan begitu sampai dipintu keluar pria tersebut terlihat tengah menghubungi seseorang lewat ponselnya.
.
.
.
Kenyataan sepertinya akan segera terkuak, namun tidak menjamin masalahnya akan selesai. Akan ada masalah-masalah lain yang masih ingin mengganggu kehidupan mereka sepertinya... Yahh,,lihat saja wanita cantik berambut pirang yang sekarang sedang duduk ditaman ini, matanya memandang datar tanpa ekspresi sama sekali. Pernikahannya dengan Jungmo yang dijadwalkan 1 bulan lagi, nyatanya berubah menjadi 1 minggu. Bukan, bukan karena keputusan mereka berdua, ini keputusan mutlak Jungmo. Keputusan sepihak ini dikarenakan ada sesuatu yang mendesak yang membuat Jungmo ingin cepat-cepat menjadikan Sungmin 'milik'nya.
Sungmin bukannya tidak setuju, ini karena sebuah 'keterpaksaan' yang memaksanya untuk menuruti kemauan Jungmo. Ada hal yang akan merugikan dirinya dan orang lain apabila Sungmin menolak permintaan Jungmo.
"Tuhan,,Apa salahku? Apa kau belum puas membuatku menderita, eoh? Kau kejam sekali..Tuhan, kau Kejam..!" Sesekali Sungmin mengusap air mata yang memaksanya jatuh dikedua pipi chubbynya itu. Sungmin dilema saat ini. Ia merasa Tuhan tidak adil, disaat kebahagaiaannya sudah hampir didepan mata, disaat yang bersamaan pulalah ia diberi pilihan yang sulit.
.
.
Suasana jalanan kota Seoul dipagi hari yang biasanya selaludikerumuni oleh para pengguna jalan nampak sepi, terlihat hanya beberapa orang saja disana. Ini memang hari minggu, tapi bukan karena itu, ini dikarenakan udara di Seoul saat ini sangat dingin, mereka lebih baik berada didalam rumah atau dibalik selimut hangat mereka ketimbang mesti ber'dingin-dingin' ria diluar sana. Berbeda jauh sekali dengan suasana ditempat ini, disebuah gereja yang megah terlihat para pengunjung tengah berdatangan, pakaian mereka terlihat sangat rapih. Hari ini memang hari minggu, tapi tujuan mereka bukan karena rutinitas mereka disetiap hari minggu, ini dikarenakan ada sebuah pesta pernikahan yang akan dimulai beberapa saat lagi.
Disebuah ruangan rias, sang calon pengantin wanita terlihat sangat menawan, dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, rambut yang sengaja digerai indah dan make-up tipis yang natural, membuatnya terlihat sempurna. Namun sayang, wanita cantik tersebut sedang menatap pantulan dirinya dicermin. Terlihat gurat kesedihan begitu jelas diwajah cantiknya itu. "Kau sangat mengkhawatirkan, Min.." ujarnya pada diri sendiri. Ya, wanita yang tengah bersedih itu bernama Sungmin, ia memang sangatlah mengkhawatirkan karena perkawinannya saat ini bukanlah yang ia inginkan.
CKLEK..
Terdengar pintu ruangan yang didiami Sungmin terbuka, dengan segera Sungmin menghapus sedikit air matanya. Beruntung saat itu Sungmin sedang sendirian, jadi tidak ada yang tahu jika Sungmin tengah 'sedikit' menangis. "OMO,,kau cantik sekali..Chagy..!" sang pembuka pintu yang sudah kita ketahui pasti bernama Jungmo itu terkejut dengan kecantikan Sungmin, ia dengan segera menghampiri sang calon istrinya itu. "Gomawo Jungmo-ah.." ujar Sungmin dengan kepala sedikit tertunduk.
"Eishh,,kau menyebalkan, sebentar lagi kita akan menikah tapi kenapa wajahmu sedih seperti itu hemm, kau tidak senang?"
"Anhi,,aku..akuu senang, aku senang akan menjadi istrimu.." ujar Sungmin dengan senyum yang dipaksakan. Jungmo memang sudah tahu jika Sungmin tengah berbohong, jadi dengan cepat Jungmo langsung mengalihkan pembicaraanya, ia tidak ingin hari bahagianya diliputi oleh kesedihan..
"Ah,,sepertinya acara akan segera dimulai, aku akan menunggumu didepan, Ne..?
"Ne,," Sungmin mengangguk.
"Saranghae nae chagiya.. Cupp..!"
Jungmo berlalu meninggalkan Sungmin setelah sebelumnya mengecup kening halus Sungmin. Sungmin hanya bisa pasrah, dia hanya berharap akan ada keajaiban yang segera menghampirinya.
.
.
"Kim Jungmo, apakah kau bersedia menerima Lee Sungmin menjadi istrimu, selalu menjaga dan menyayanginya dalam suka ataupun duka?"
"Ne,,saya bersedia.." Jawab Jungmo mantap.
"Dan Lee Sungmin apakah kau bersedia menerima Kim Jungmo menjadi suamimu, selalu menjaga dan menyayanginya dalam suka ataupun duka?"
"Aku..ber..."
BRAKK...
Ucapan Sungmin terhenti karena pintu gereja yang semulanya tertutup rapat tiba-tiba terbuka lebar. Seorang pria sengaja mendobrak pintu tersebut secara paksa. Dengan memasang wajah penuh amarah pria tersebut berjalan menuju altar dimana Sungmin dan Jungmo sedang berdiri disana. Semua tamu undangan terlihat saling berbisik sembari menatap aneh kearah pria tersebut.
Begitu sampai dialtar, pria yang bernama lengkap Cho Kyuhyun itu segera meraih tangan Sungmin, yang tengah digenggam Jungmo dengan paksa.
"Hentikan pernikahan ini, aku tidak akan membiarkan Sungmin menjadi milikmu Kim Jungmo..!" teriak Kyuhyun.
"Kajja, Min kita pergi dari sini.." ajak Kyuhyun kepada Sungmin.
"Shirreo..!" Kyuhyun begitu terkejut, karena tanpa disangka Sungmin malah melepaskan genggaman Kyuhyun. Sungmin menolak ajakannya..
"Min,,kau?"
"Apa yang kau lakukan? Pergi dari sini, kau telah merusak acara pernikahanku...!" bentak Sungmin.
"Aku menyayangimu Min, aku sangat menyayangimu..."
"Aku bilang pergi! Atau perlu ku panggil keamanan untuk memaksamu keluar dari sini?"
Kyuhyun melemah, ucapan Sungmin barusan membuat hatinya terkoyak. Diliriknya wajah Jungmo yang sedang menyeringai menatapnya. Tatapannya seolah-olah mengatakan 'Aku Menang, Cho Kyuhyun.!'. Tangan Kyuhyun mengepal, dengan berat hati Kyuhyun pergi meninggalkan acara sakral tersebut. Ia masih tidak percaya atas tindakan Sungmin tadi, seperti ada sesuatu yang ganjil. Karena Kyuhyun tahu Sungmin tengah mengetahui yang sebenarnya.
.
.
.
Flashback
Siang itu saat Sungmin baru saja membuka pintu hendak keluar dari apartmentnya, ia dikejutkan oleh seorang wanita yang sudah ia kenal dan tentunya sangat ia benci. "Anyeong,,Sungmin-ssi.." wanita yang bernama Seohyun itu sedikit membungkuk saat mengucapkan salamnya kepada Sungmin. Namun sudah pasti kalian tahu Sungmin yang berkepala batu akan bersikap seperti apa pada wanita yang ada dihadapannya sekarang inikan?
"Mau apa kau kemari?" Ujar Sungmin ketus..
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Tidak! Aku cukup sibuk hari ini, kau pulang saja..!" dengan angkuhnya Sungmin segera meninggalkan Seohyun yang masih tetap berada didepan pintu aparmentnya, namun baru beberapa langkah Sungmin dikejutkan oleh ucapan Seohyun. "Jungmo-lah dalang dari semua ini, Min!"
"Apa maksudmu?" Sungmin tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya kearah Seohyun.
"Kyuhyun tidak salah Min, Jungmo yang membayarku agar melakukan itu semua.."
"Jungmo katamu? Cihh! berapa yang Kyuhyun bayar untuk mengarang cerita seperti itu, eoh...?"
"Jebal, Min.. percayalah.. ini buktinya.." Seohyun menghampiri Sungmin dan memberikan sebuah kertas perjanjiannya dengan Jungmo.
Isi perjanjian itu adalah Seohyun bersedia meninggalkan Seoul dan tidak akan kembali lagi setelah ia menyelesaikan tugas yang diberikan Jungmo. Dan sebuah cek dengan jumlah yang sangat besar,,diperkirakan jumlah cek tersebut bisa untuk membeli sebuah mobil Audi keluaran terbaru.
Tiba-tiba tubuh Sungmin merosot kebawah, matanya sudah tidak sanggup menahan butiran-butiran kristal yang tengah berlomba untuk segera keluar.
Dengan sigap Seohyun merengkuh tubuh Sungmin, rasa bersalahnya semakin besar saat melihat reaksi Sungmin saat ini.
"Mianhae,,Min..Jeongmal mianhae..aku akan menanggung semuanya Min.."
"Lepaskan!" bentak Sungmin. Seohyun seolah tidak mendengar permintaan Sungmin, ia tetap berusaha merengkuh tubuh Sungmin. "Uljima, Min.. Jeball.." Dengan sekuat tenaga Seohyun terus menahan tubuh Sungmin yang tengah histeris itu. Akhirnya, setelah hampir 15 menit tangisan Sungmin mereda, dengan sedikit tertatih Seohyun menuntun Sungmin kembali ke apartementnya. Begitu sampai, Seohyun mendudukan Sungmin diatas sofa, dan dengan segera ia mengambil segelas air minum untuk Sungmin, berharap dengan air minum Sungmin bisa sedikit tenang. Sungmin yang tengah lemah tersebut hanya diam dan tanpa penolakan sedikitpun ketika Seohyun memberikan perhatian kepadanya.
Beberapa saat kemudian, begitu Sungmin terlihat tenang dengan hati-hati Seohyun menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya terjadi, dari awal pertemuannya dengan Jungmo hingga terakhir saat bertemu dengan Kyuhyun.
Sungmin terisak saat mendengar penjelasan Seohyun. Dan Seohyun pun tidak habis-habisnya meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki semuanya. Meskipun memaafkan itu tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi dengan ia mau bertanggung jawab semoga Sungmin dapat memaafkannya.
Sebelum meninggalkan Sungmin yang tengah kalut tersebut, Seohyun berpesan agar Sungmin mau membuka lagi hatinya untuk Kyuhyun.
.
.
Malam harinya, dengan panik Jungmo mengunjungi apartment Sungmin. Bagaimana tidak panik, seharian ini Sungmin tidak bisa dihubungi. Semua pesannya tidak Sungmin balas, dan teleponnya pun tidak Sungmin jawab padahal Jungmo yakin ponsel Sungmin masih benar-benar aktif.
"KLIK" pintu apartement Sungmin terbuka sesaat setelah Jungmo memasukan password yang sudah ia hafal diluar kepala. "Chagy,,neo eodiga?" teriak Jungmo. Ia terkejut saat melihat Sungmin tengah tidur lelap, namun bukan itu yang membuatnya terkejut, Jungmo melihat kedua mata Sungmin sembab.
Tangan kanannya ia letakan diatas dahi Sungmin. "Panas.." batin Jungmo.
"Chagy,,ireona.." Jungmo berusaha membangunkan Sungmin.
"Enghhh.." merasa ada yang telah menyentuhnya, Sungmin-pun terbangun. "Badanmu panas sekali, aku panggilkan dokter Ne?" tawar Jungmo. Namun tanpa diduga Sungmin malah melepaskan genggaman Jungmo. "Chagy,,gwenchanayo?" tanya Jungmo khawatir. Sungmin bukannya menjawab ia malah menangis. Jungmo bingung atas perlakuan Sungmin kepadanya barusan. Sedikit berspekulasi, Jungmo merasa ada hal buruk yang akan menimpanya.
"Kenapa kau tega melakukannya, eoh?" tanya Sungmin tiba-tiba.
"Apa maksudmu Chagy? kau kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Kau kenal dengan Seohyun'kan?" tanya Sungmin lagi.
"Seo,,Seo,,Seohyun? Ahh,,bukankan dia yeoja yang tengah berselingkuh dengan Kyuhyun'kan?" Jungmo sedikit berpura-pura, takut kedoknya terbuka.
"Sudahlah Jungmo-ssi, jangan berpura-pura, aku sudah tahu semuanya.. "
DEG,,
Seketika tubuh Jungmo kaku, wajahnya sedikit memerah menahan amarah.
"PERGI..!" usir Sungmin.
"Tidak Min,,aku tidak mau pergi..Aku mencintaimu..!" Ujar Jungmo keukeuh.
PLAK! Satu tamparan keras hinggap dipipi kiri Jungmo. "Mencintaiku kau bilang? dengan cara seperti itukah kau mencintaiku?"
"Min, aku mencintaimu sudah sejak lama, dari semenjak kita masih sama-sama berada di SM High School. Kau tahu, saat aku berniat menyatakan perasaaanku padamu disaat itu pulalah aku mendengar kau telah menerima pernyataan cinta dari Kyuhyun, aku begitu tersiksa Min. Setiap melihatmu tengah bermesraan dengan Kyuhyun, rasanya aku ingin melenyapkannya dari dunia ini. Hingga akhirnya kesabaranku telah habis, dan hanya cara seperti itulah agar aku bisa mendapatkanmu, Min.."
Sungmin tidak habis pikir Jungmo tega melakukan hal bodoh seperti itu kepadanya. Ia begitu menyesal tidak pernah mendengar dan mempercayai Kyuhyun saat itu.
"Lebih baik kau pergi dari sini, aku kecewa padamu!" ujar Sungmin geram..
"Dengar Min, aku sangat mencintaimu, jadi apapun akan kulakukan agar kau bisa kembali lagi padaku, apapun itu.."
"Kau gila, Jungmo-ssi..!"
"Yah, aku memang gila,,gila karena sangat mencintaimu.."
"Pergi ku bilang!"
"YA! Kau tidak dengar eoh, aku bilang aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah sekalipun melepaskanmu. Apapun akan aku lakukan, agar kau tetap menjadi milikku, termasuk melenyapkan orang-orang yang menghalangi hubunganku denganmu terutama Kyuhyun!"
"Apa maksudmu?"
"Silahkan kau putuskan sendiri, tetap menikah denganku dan mereka akan aman atau kau pergi dariku tapi aku tidak menjamin dengan nyawa mereka?!"
Seketika Sungmin membeku mendengar pernyataan kejam Jungmo. Sungmin tahu betul watak Jungmo, segala cara akan Jungmo lakukan sekalipun ia harus menghilangkan nyawa seseorang agar keinginannya terwujud.
Pilihan yang sulit bagi Sungmin, jika ia menikah dengan Jungmo nyawa orang-orang yang Sungmin cintai akan aman, sedangkan jika Sungmin menolak dan lebih memilih Kyuhyun, nyawa orang-orang yang Sungmin cintai akan terancam.
"..."
Lama Sungmin tidak menjawab, Jungmo sedikit kesal melihatnya. "Baiklah, jika itu maumu jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa pada mereka! Aku pergi..!"
Begitu Jungmo melangkahkan kakinya hendak ke arah pintu, tiba-tiba langkah Jungmo terhenti saat mendengar pernyataan Sungmin. "Aku akan menikah denganmu, Jungmo-ssi.." Seketika Jungmo balik arah dan memeluk erat Sungmin.
"Jinjja? Kk..kkau a..aakkan mmee..nniikkaahh ddenggankku, Min?"
"Emphh.." Sungmin mengangguk lemas, dengan terpaksa Sungmin memilih menikah dengan Jungmo, ia tidak mau orang yang Sungmin cintai ada yang tersakiti sedikitpun.
"Gomawo, nae chagiya.. Ahh,,aku rasa pernikahan kita harus secepatnya dilaksanakan, kau tidak usah khawatir aku akan mempersiapkan semuanya,ne?"
"Ne.." Jawab Sungmin dengan sedikit terisak. "Biarlah aku yang akan menanggung semuanya.." ucapnya dalam hati,.
Flashback Off
.
.
TBC or END,,?
Halo,,halooo,,halllooo.. Akhirnya chapter selanjutnya udah author update, jeongmal mianhae kelamaan update.. Hehheee.
Di chapter ini author sengaja pengen bikin kalian tambah gak suka sama Jungmo,, hehee..
sesuju gk sama author?
Makasih,,makasih buat yang udah ngereview,,yah walaupun masih sedikit.. Hikss..hikss...
