Author : ImHyo
Tittle : Dongsaeng?
Genre : Brothership
Rating : Fiction K
Cast : YeWon!Bro
Disclaimer : hanya cerita milik saya, sedangkan castnya saya cuman minjam sebentar.
Warning : Miss Typos, alur kecepatan
Happy Reading untuk semuanya
Lagi
Kejadian in terjadi lagi, seperti rutinitas, yang selalu dilakukan dan dijalaninya. Yesung menyentuh lebam berwarna biru yang kini yang menghiasi pipinya.
Sakit
Tentu saja, siapa yang tidak sakit bila mendapatkan bogeman mentah dari anak yang berpostur lebih besar darinya, walaupun berumur sama dengannya hingga dirinya terduduk diatas salju putih yang dingin.
"sudah kusuruh kau membawa permen untukku tetapi kenapa kau tidak membawanya?"teriak namja itu kesal, dia melemparkan tas putih Yesung –yang sudah diacak-acaknya, semua peralatan sekolah Yesung kini sudah berserakan diatas salju putih-
"sudah kubilang, aku tidak punya".desah Yesung perlahan, dia menunduk tak berani menatap namja itu. Mata onixnya memilih menatap hamparan salju didekat kakinya.
"dasar namja menyebalkan".namja itu mengepalkan tangannya bersiap memberikan Yesung yang kini berdiri dihadapannya. Tubuh Yesung bergetar hebat, bukan akibat dari suhu dingin yang minus itu tetapi lebih kepada wajah keras yang kini tepat berada dihadapannya. Dengan ekor matanya, Yesung dapat melihat namja itu sedang marah. Namja itu menyeringai, dia mengangkat tangannya bersiap memberi Yesung "hadiah" yang sama tetapi sebelum itu terjadi..
"kyyaa, apa yang kau lakukan?" derap langkah kaki itu terdengar halus diantara salju putih itu. Yesung tahu siapa namja yang kini telah berada disampingnyawalaupun tanpa melihatnya. "hyung, kau tak apa?" yah itu adiknya, Yesung mengangguk perlahan tetapi dia tak berani menatap wajahnya adiknya itu dan memperlihatkan wajahnya yang lebam itu.
"apa yang kau lakukan pada hyung?" wajah Siwon tampak mengeras, membuat namja dihadapannya itumelangkah mundur.
"Siwon-ah, dia kakakmu, eoh? Mianhe, aku tidak tahu". Namja membungkukkan badannya, setelah itu dia berlari meninggalkan Siwon dan Yesung. Yesung yang daritadi menunduk kini menyadari bahwa namja bertubuh besar yang beda sekolah dengannya itu telah pergi menyisakan berbagai pertanyaan diotaknya.
Yesung menatap adiknya yang kini sibuk memasukkan semua pelaratan sekolah miliknya yang berceceran. "dia dan aku satu tempat latihan taekwondo tapi aku satu tingkat diatasnya". Katanya ketika melihat wajah bingung di wajah Yesung. Yesung sendiri menganggukkan kepalanya lalu mengambil ransel yang disodorkan Siwon. Tak mengherankan kalau namja itu lari ketika mlihat adiknya.
Siwon menarik tangan Yesung, mengajaknya berjalan bersama menuju sekolah mereka. "nanti kalau sampai di sekolah kita ke UKS dulu, ne? Dan minta Jung songsaengmin menyobati lukamu, hyung?"
.
.
.
Siwon baru saja tiba dikelas ketika kelasnya itu terlihat ramai, ada satu bangku yang menjadi pusat perhatian disana. Siwon tahu bangku siapa itu, pasti itu bangku Ryeowook, teman sekelasnya. Siwon berjalan pelan tanpa memperdulikan namja-namja sunbaenyayang kini mengkerumuni meja Ryeowook. Dia meletakkan ransel ketika sudah sampai di mejanya, tepat dua meja dari depan. Disana sudah duduk dua namja yang merupakan temannya sejak TK dulu.
"Siwon-ah, kau sudah datang?" kata seorang namja bergummy smile yang sepertinya baru saja sadar kedatangannya. Siwon hanya mengangkat alisnya, matanya kini tertuju pada Ryeowook yang terlihat tidak baik-baik saja.
"oh, seperti biasanya". Sambung seorang namja berada didepan mereka, dia memutar badan untuk bisa melihat Siwon yang kini telah duduk dibangkunya.
"sama sepertiku berarti". Dua namja itu mengerutkan dahinya, bukankah itu suatu yang mustahil?
"Yesung hyung menolongmu dari anak nakal juga". Namja bergummy smile ber-name tag Lee Eunhyuk itu memandang sahabat seperjuangnya itu dengan tatapan tak percaya.
"wah itu keajaiban". namja bernama Lee Donghae itupun terlihat percaya, dia membesarkan bola matanya.
"bukan begitu". Siwon mengibas-ngibaskan tangannya didepan kedua wajahnya, sedangkan kedua temannya mengangguk mengerti.
"lagi-lagi seperti itu kan". Donghae mengambil komik yang terselip dilaci bangkunya lalu membaca beberapa halaman yang tadi malam belum sempat dia baca.
"sebenarnya aku bingung".perkataan Eunhyuk mampu membuat kedua temannya itu mendongak, "sebenarnya posisi hyung diantara kalian dimiliki oleh siapa?" Donghae menutup mulutnya menahan tawa yang kini siap keluar dari mulutnya, tapi sebenarnya ini rutinitas yang mereka bertiga selalu jalani, bukan? Dan Donghae tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?
"tentu saja aku". Siwon berteriak marah, dia memandang Eunhyuk dengan pandangan kesal.
"tetapi kenapa selalu kau yang melindunginya?" sedangkan Donghae –yang telah berhasil menahan tawanya- kini membalikkan badannya, sepertinya dia sudah bosan juga melihat pertengkarang rutinitas itu. Matanya itu kembali serius menatap komik ditangannya.
"itu karena aku jago taekwondo". Eunhyuk memutar bola matanya bosan, bukankah jawaban itu selalu didengarnya setiap hari?
"tetapi aku juga". Donghae berbalik, dia dan Eunhyuk langsung menatap Siwon dengan tatapn bingung. "terkadang aku juga ingin seperti Ryeowook yang selalu dilindungi Kangin sunbae".
"aku tahu caranya". Donghae menutup komiknya lalu menyeringai menatap kedua temannya itu.
.
.
.
.
.
"Yesung hyung gawat". Yesung baru saja keluar dari kelasnya ketika kedua sahabat Siwon –Donghae dan Eunhyuk- menarik tangannya.
"waegeure?" Yesung menatap bingung dua namja itu, tetapi dia membiarkan tangannya terus diseret oleh kedua makhluk itu.
"Siwon dalam bahaya hyung". Donghae berujar dengan napas yang tersengal-sengal membuat hati Yesung makin khawatir.
"Sungmin hyung menganggunya". Yesung mengeringitkan dahinya tidak mengerti, sejak kapan Sungmin, hoobaenya yang dikenalnya sangat baik itu mengganggu adiknya.
""tidak mungkin". Kata Yesung yang membuat Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan sepertinya mereka salah mengeluarkan jurus.
"tadi Siwon tidak sengaja merusak bunny milik Sungmin hyung". Kata Eunhyuk sepertinya dia berhasil membuat Yesung mempercayai kata-kata mereka.
"tunjukkan aku dimana mereka?"
"ne hyung".
.
.
.
.
Siwon menatap namja berumur setahun darinya dengan wajah cemas, sesekali dia melirik kedepan, melihat apakah targetnya sudah datang? Sudah sekitar 20 menit, dua namja tak kembar itu menyusul hyungnya tetapi mereka belum kembali juga.
"kapan Yesung hyung datang?".kata namja manis itu, dia melirik kearah jam pink kecil yang melingkar ditangannya. "aku sebentar lagi harus pulang".desah namja itu sambil menatap Siwon.
"sebentar lagi, Sungmin hyung. Kau kan sudah janji mau menolongku". Siwon memelas, dia menatap sunbaenya itu dengan tatapan mengiba. "eh, sudah datang". Katanya ketika melihat tiga orang namja datang dengan wajah cemas –atau lebih tepatnya hanya Yesung yang berwajah cemas-
Siwon berkedip memberikan tanda kepada Sungmin, Sungmin mengangguk mengerti, dia bersiap menjalankan skenario yang sudah dipersiapkan ketiga orang hoobaenya itu.
"kau keterlaluan". Rahang Sungmin mengeras, dia menatap Siwon penuh dengan amarah.
"mianhe hyung".kata Siwon perlahan, dia seperti anak kucing yang tertangkap mencuri ikan sekarang. Tangan Sungmin terangkat keatas, seperti tahu apa yang yang terjadi selanjutnya, Yesung berlari lalu memeluk tubuh Siwon erat. Sungmin menahan tangannya diudara, menatap bingung reaksi Yesung yang diluar rencana mereka.
Siwon mengedip-ngedipkan matanya bingung, bukan seperti ini, bukan ini yang dia harapkan. Seharusnya Yesung hyungnya menahan tangan Sungmin seperti Kangin sunbae menahan tangan anak-anak nakal yang menganggu Ryeowook –dia tahu cerita lengkapnya dari Eunhyuk dan Donghae, jangan lupakan dramatisir yang selalu dibuat mereka ketika menceritakan sesuatu-
Eunhyuk dan Donghae berlari menghampiri Sungmin lalu menyeret tubuhnya yang terlihat kaku menjauh dari dua kakak beradik ini. Siwon mendesah perlahan membuat Yesung melepaskan pelukkannya.
"kenapa reaksimu seperti itu?" Yesung memiringkan kepalanya tak mengerti dengan perkataan adiknya itu. "seharusnya hyung mengambil tangan Sungmin hyung lalu membantingnya seperti Kangin sunbae yang menghajar anak-anak nakal itu untuk menolong Ryeowook".kata Siwon dengan wajah kesal, Yesung yang kini mengerti apa yang dimaksud adiknya itu tersenyum renyah. Siwon menyeringitkan dahinya bingung tanpa sadar sudah membongkar rahasianya.
"kajja kita pulang". Yesung menggandeng tangan adiknya, seolah membiarkan Siwon yang kini terlihat bingung.
"hyung". Siwon berkata takut-takut, tidak lucu bukan? Persaudaraan mereka hancur gara-gara ide konyol dari bocah nemo itu.
"aku itu bukan seperti Kangin yang kuat dan akupun bukan kau yang jago taekwondo untuk dapat melindungimu. Tapi Siwon-ie aku punya cara khusus untuk melindungi dongsaengku". Yesung tersenyum renyah, dia melirik lampu lalu lintas, ketika nyala merah itu menyala terang, Yesung mengeratkan genggamannya lalu membawa Siwon menyebrang jalan.
"aku tidak mengerti hyung"
Yah! Setiap orang memiliki cara sendiri untuk melindungi seseorang yang mereka sayangi. Dan Yesung akan selalu melindungi dongsaengnya itu walaupun Siwon tak sadar akan hal itu
A/n hallo saya balik lagi :D
Saya terharu sekali ada yang mau reviev dan baca FF saya #lebay
terima kasih buat Kim Raein , wonnie, rafiz sterna, Nierin dan semua silent readers #bow
Mind to Review?
