Hihihihihi…. Ketemu lagi dengan saya , dan makasih yang udah nge-Riview cerita saya yang gaje ini…

Maaf kalau publishnya agak telat dan ceritanya rada-rada aneh…

Disclaimer:Tante saya Masashi Kishimoto

Genre :Romance?Humor?

Warning :

cerita ini tidak ada di dunia nyata,hanya di dunia imajinasi dan siapkan penutup mata anda jika anda rasa fanfic saya jelek whahahaha…

Chapter 2

Ino POV

Itu kan cowok yang tadi ku tabrak, apa aku gak salah liat ya? Aduh gimana nih… malu gue mudah-mudahan itu orang kagak liat aku tadi

"Aduh, Shikamaru kamu telat lagi. Niat sekolah nggak sih?" Tanya Kurenai kesal

"Kalau ditanya niat apa nggak, saya nggak tau bu. Tapi, ya di niat-niatin aja deh." Katanya malas

"Kamu ini, aneh sekali. Ya sudah kalian berdua duduk dibangku masing-masing."

Aku dan pria berambut nanas itu beranjak dari tempat itu dan menuju bangku masing-masing, dan ternyata aku sebangku sama dia ngeri banget, tenang Ino bukan hewan buas yang bakal nerkam kamu, jadi bersikap biasa Ino.. jangan bikin keadaan ini tambah besar, okey….

"Hai, namaku Ino. Salam kenal." ucapku sambil tersenyum manis*coret* paksa tapi di manis-manisin

"Udah tau." jawabnya cuek plus datar

Sumpah, ini cowok datar amat ya.. mana mukanya kelihatan males lagi, kenalan aja kayak begitu. Memang benar kata ibu guru, dia aneh. Kata Ino dalam hati

Aku mendengarkan penjelasan bu Kurenai yang panjang lebar mengenai materi fisika yang bikin otakku pusing, dan kulihat pria yang ada disampingku ini sedang TIDUR

Wah.. enak amat ya hidupnya, semua lagi ngeliat guru ngejelasin dia malah molor

"Hei, bangun. Kalau tidak memperhatikan guru ngajar nanti kamu tidak mengerti materinya." kataku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya

"Apaan sih, bangunin orang gak jelas. Justru ini caraku menerima pelajaran baka!"

"Oh." itu saja tanggapanku, habis bingung mau nyahut apalagi

Shikamaru POV

Wanita disampingku ini bener-bener bikin kesal, huh. Kalau aja dia bukan wanita pasti udah ku omelin abis-abisan deh

Mereka pun melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Shikamaru dengan aktivitasnya seperti biasa yaitu tidur, dan Ino mengamati guru Kurenai mengajar. Ternyata diam-diam Shikamaru melirik-lirik Ino yang lagi serius memperhatikan gurunya sedang ngasih ceramah, kritik, saran, komentar, serta ocehan untuk muridnya yang pinter kagak bego iya*dikasih death glare sama murid KHS*

TENG TENG

"Anak-anak, ibu akhiri dulu pelajaran hari ini. Selamat siang."

"Siang bu."

Ibu Kurenai pergi meninggalkan kelas diikuti oleh para murid yang kecapean oleh pelajaran yang diberikan

"Ino, mau ke kantin? kata wanita berambut pink

"Tentu saja, Sakura. Aku lapar." kataku sambil menepuk-nepuk perutku

Kami pun berjalan menuju kantin, setelah sampai kulihat kantin yang sederhana tapi rapi banget plus bersih. Kalau kalian mau membayangkan bagaimana kantinku, boleh asal satu kali membayangkan bayar 5000 rupiah

"Sakura, ini kantinnya?" tanyaku sambil ngucek-ngucek mata

"Iya, kenapa? Kau tak suka?" katanya dengan nada sinis

"Hei, siapa bilang aku tak suka. Aku suka, banget malah hanya saja aku bingung kenapa kantinnya bisa serapi dan sebersih ini."

"Kantin ini dibersihkan 55 kali sehari, setiap hari lantainya selalu dipel dan disapu sampai kuman, virus, bakteri, jamur, kutu, panu, kadas, kurap semuanya menghilang dari muka bumi ini. Lalu makanan disini sangat higenis piring, sendok, gelas dicuci sampai 20 kali agar seluruh bakterinya hilang dan makanannya pun dicuci sebersih-bersihnya minimal 10 kali cuci dan mejanya i-"

"Stop, kita disini mau makan apa mau dengar penjelasanmu tentang kantin ini?"

"Hehehe… maaf."

Akhirnya kami memesan makanan dan diam seribu bahasa karena kami sedang menyantap makanan, aku yang risih dengan keadaan ini langsung memecah keheningan yang terjadi di antara kita

"Sak, aku mau tanya sama kamu. Boleh nggak?"

"Boleh, asal jangan nanya yang neha-neha ya!"

"Cowok yang duduk disamping saya namanya sapa?"

"Oh.. ntu cowok namanya Shikamaru, emangnya napa?"

"Sumpah, tu cowok jutek amat dah. Minta kenalan dia jutek begitu maknya dulu ngidam apa sih?"

"Nggak tau maknya ngidam apa, mungkin waktu itu ngidam petir kali ya?"

"Hahaha.. mungkin."

"Tapi ya, walaupun dia rada-rada jutek tapi dia baik kok, terus dia juga pinter dan juara satu mulu di kelas."

"Kok kamu tau sifatnya dia sih, apa jangan-jangan…"

"Apa? Aku apa?"

"Kamu pa-"

"INO!"

Kata-kata Ino terputus saat ia dipanggil, ia mencari asal nada sumbang itu dan menemukan sesosok alien berambut nanas mendekatinya

"APA?" tanya Ino sinis

"Kau dipanggil Kepala Sekolah." Kata Shikamaru datar

"Sakura, anterin yuk ke kantor Kepala Sekolah. Aku gak tau tampatnya." Kata Ino melas

"A-"

Kata-kata Sakura terpotong karena di potong oleh Shikamaru

"Tidak usah, kata Kepala Sekolah kau sendiri saja, arahnya dari sini lurus terus belok kanan nanti ada tulisan Kantor Kepala Sekolah." Shikamaru memberi tau secara detail

"Hn." Kata Ino malas

Ino mengumpat-umpat Shikamaru karena dia kesel banget. Udah jutek, sok cool, idup lagi coba aja dia jutek, sok cool tapi mati kan gak apa-apa, kalau nggak dia agak ramah mungkin Ino bisa berteman sama dia. Dan akhirnya dia sampai juga ke Kantor Kepala Sekolah

TOK TOK

"Masuk."

Ino masuk ke Kantor itu dan melihat sosok wanita(lebih tepatnya nenek-nenek) berambut pirang tapi kelihatan masih muda, kayak umur 3 tahunlah*muda banget ya*

"Maaf, bu. Anda memanggil saya?"

"Tidak, siapa bilang kamu saya panggil."

"Kalau tidak salah namanya sapa ya? Shotolojaru, Ka.. Kararu, Junaidi, Shi.. Shi.. Shi.."

"Shikamaru maksudmu?"

"Ya.. itu dia bu, tadi dia bilang saya dipanggil ibu."

"Hahahaha.."

"Kenapa ibu ketawa, apa ada yabg lucu?"

"Kamu itu kena tipu anak itu, kalau aku mau memanggilmu. Aku akan memanggilmu dengan speaker yang ada di kantor. Sudah lebih baik kamu lanjutkan istirahat kamu."

"Baik, bu. Permisi."

Ino keluar dari Kantor itu dengan teramat sangat kesal, ia berjalan cepat untuk mencari manusia yang bikin dia malu di depan Kepsek. Dan akhirnya ketemu juga, ia ketemu makhluk itu di atas atap yang sedang melihat awan

"Heh.. maksud kamu tuh apa sih? Nyuruh orang dateng ke Kantor Kepsek trus pas udah nyampe Kepsek bilang dia gak manggil, kamu ngerjain saya kan? Emang dalam rangka apa kamu ngerjain saya? Hellowin? April Mop? Oh.. apa jangan-jangan kamu jealous sama saya ya?" kata Ino panjang lebar

"…."

"Hei, jawab aku. Kau tuli ya?"

"Tidak, aku tidak tuli. Telingaku masih normal." Katanya santai

"Lalu, apa maksudmu melakukan hal sekeji itu?" kata Ino sinis

"Itu bukan perbuatan keji tau, itu hanya pembalasan buatmu." Kata Shikamaru sambil nguap

"Pembalasan? Maksudnya?" kata Ino tak mengerti

"Itu pembalasan karna kau membangunkanku saat tidur. Troublesome" kata Shikamaru ketus

"Hei, hanya masalah begitu saja kau melakukan hal nista seperti itu. Manusia merek dan tipe apa kamu hah?" tanya Ino lebih ketus dari Shikamaru

"Aku manusia merek nokia tipe 6303 classic." Kata Shikamaru ngeledek pertanyaan Ino

"Kau menyebalkan."

"Troublesome."

"Nanas."

"Pony tail."

"Pemalas."

"Hiperaktif."

"Kau benar-benar menyebalkan, aku benci kau."

Lalu Ino meninggalkan Shikamaru di atas atap sendirian

'Apa benar aku menyebalkan?' tanya Shikamaru dalam hati

TBC

Yehhh chapter keduanya udah selesai, maafkan saya kalah ceritanya lebih gaje. Takdir kalau memang ceritanya nggak bagus

Sing penting review to.. review…review…