Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Forest Of Death © Kithara Blue
Warning : Typo, OOC, weird story, ect.
Pairing : Sasuke X Sakura
Rated : T
Genre: Adventure, Mystery, Tragedy, and Horror
Summary : Sasuke, Sakura dan Naruto yang terjebak dalam penelitian mereka di hutan Konoha yang dikenal dengan "Forest Of Death", dan harus dihadapkan dengan penduduk asli hutan itu yang membawa mereka pada jurang kematian. Disini mereka akan berjuang untuk keluar dari hutan yang berusaha merenggut nyawa mereka. Apakah mereka akan berhasil?
Don't Like? Don't Read
~Yosh! Happy Reading Minna-san
Hope you like it :D And Don't Forget to Review, Ok?
~oo000oo~
Forest Of Death
"Sialan si Sakumo itu".
Berulang kali Sasuke merutuki keputusan sepihak Sakumo terhadap penelitian yang diketuainya saat ini, penelitian yang menyeret dia dan kekasihnya –Sakura— di hutan Konoha. Walaupun Sakura sebenarnya sangat bersemangat dalam penelitian ini, tapi tetap saja ini semua karena Sakumo Hatake itu. Bukan Sasuke takut berada di Hutan Konoha ini, hanya saja dia sangat tidak senang dengan keadaan Sakura yang sepertinya sangat trauma dengan kejadian tadi sore.
.
.
Sasuke berjalan memasuki ruangan dengan design klasik, bernuansa coklat yang sederhana namun tetap elegan. Ditatapnya pria paruh baya yang tengah duduk di kursi kerja, memegang cerutu kuba ditangan kanannya. Kemudian Onyxnya menangkap seorang gadis yang berdiri disamping lelaki paruh baya itu bersama seorang pemuda dengan rambut silver mencuat keatas.
Dia tau maksud gadis itu menatapnya penuh binar semangat juga berharap, dan senyum terpampang diwajahnya. "Hah.. kenapa mereka tau kelemahanku?" batin Sasuke sudah berkecamuk, dia tau gadisnya itu sangat bersemangat dengan pekerjaan kali ini, dan alhasil dia pasti ikut.
Dua hari yang lalu dia menolak mentah-mentah pekerjaan ini. Tentu saja acara liburannya dengan Sakura ke Hawaii akan batal jika dia ikut dalam penelitian ini. Tapi kali ini sepertinya acara liburannya harus batal, jika kekasihnya lebih semangat dalam penelitian daripada liburan. Dan ini sungguh menyebalkan. Mengetahui kelemahannya merupakan taktik pintar Sakumo Hatake agar Sasuke ikut dalam penelitian ini.
Pria tua itu menatap lekat Sasuke sejak pemuda itu memasuki ruangannya, lama hingga kemudian dia bersuara "Sasuke, kami sangat membutuhkan orang genius sepertimu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini," Sasuke mengalihkan pandangannya dari Sakura ke Pria tua itu.
"Aku sangat percaya misi ini akan berhasil jika kaulah ketuanya. Obat ini akan sangat membantu masyarakat dunia dan akan mencatat sejarah. Kau tau? Dengan obat ini banyak anak-anak yang terkena kanker bisa tersembuhkan. Mereka bisa menikmati hidup tanpa harus ada beban penyakit di kehidupannya. Bukan itu saja obat ini dapat memperpanjang kehidupan manusia. Dan banyak kelebihan lainnya. Aku yakin, misi ini akan sangat berhasil dengan anggota terbaik yang kami percayakan. Aku yakin sekali." Pria itu menjelaskan dengan nada yang bersemangat, "Pikirkanlah kembali Sasuke? Tumbuhan ini hanya akan tumbuh 10 tahun sekali, dan 3 minggu lagi mereka akan—"
Belum selesai Sakumo menyelesaikan penjelasannya Sakura sudah memotong "Sasuke akan menjadi ketua misi ini, Tuan Hatake." Sakura menatap Sasuke penuh harap, dia sungguh sangat bersemangat dengan penelitian ini. Sasuke hanya mampu mendesah pasrah.
"Benarkan, Sasuke-kun?" Sakura kembali bersuara untuk mendapat kepastian dari Sasuke. Sakura, Sakumo Hatake dan anaknya Kakashi Hatake hanya diam menunggu jawaban Sasuke, lama Sasuke menatap mereka bertiga.
Mulai jengah dengan keheningan Kakashi pun bersuara, "Tak ada gunanya Sasuke jika kau berlibur tanpa Sakura, Sakura pasti lebih memilih penelitian ini. Benarkan, Sakura?" Kakashi menatap Sakura yang kemudian memberikan anggukan mantab. Sasuke mendesah. Lagi. Dia tau itu. "Baiklah, aku ikut."
Senyum kelegaan pun terpampang diwajah Sakura, Kakashi, dan Sakumo. "Setelah ini, biarkan kami berlibur." Setelah mengucapkan kalimat itu, Sasuke berbalik dan melangkah keluar.
"Hah... Sakura. Kau sungguh menyebalkan!" batin Sasuke setelah keluar dari ruangan Sakumo, ujung bibirnya pun tertarik membentuk sebuah senyum kecil, dia menggelengkan kepalanya, dia tau Sakura memang selalu lebih suka meneliti dan berpetualang. "Dasar.."
.
.
"Dia sudah tertidur." Ucap Ino setelah keluar dari tenda Sakura, dilangkahkan kakinya ke arah Sasuke yang kini menatapnya.
"Ada apa sebenarnya?" Suara Sai memecah keheningan dan mewakilkan sejuta pertanyaan di benak para anggota lainnya, namun hanya gelengan lemah yang diutarakan Ino. Hening kembali menyelusup hingga Sasuke kemudian berucap, "Jika hingga pagi nanti Juugo tidak kembali, kita akan berpencar mencarinya," semua hanya menggangguk setuju dan saling bertatap. "Sekarang kalian istirahatlah."
Semua anggota sudah kembali ke tenda masing-masing, bahkan sudah banyak yang terlelap mengingat malam sudah larut sekarang. Namun Sasuke, Sai, Ino, Naruto, dan Suigetsu masih duduk dekat perapian. Tak ada yang ingin memulai berbicara, mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Sasuke, apa rencanamu? Kita mempunyai waktu yang sangat singkat dalam pencarian tumbuhan ini, tapi kita harus mencari Juugo juga, apa kau yakin kita bisa mendapatkan tumbuhan ini tepat waktu?" ucap Ino pelan.
"Jadi, maksudmu? Kita meneruskan pencarian tumbuhan ini dan meninggalkan Juugo?" geram Suigetsu.
Ino hanya menunduk, "Sudah kubilang, bukan? Besok pagi, jika Juugo tidak kembali, kita akan mencarinya. Dan jika hingga malam kita tidak menemukannya, aku akan menghubungi ke pusat." Sasuke beranjak dari tempatnya setelah mengucapkan kalimat tersebut.
.
.
.
~oo000oo~
.
.
.
"Hutan Konoha? Jelaskan apa saja yang kau ketahui tentang mitos Hutan Konoha, Hinata!"
"Hutan Konoha disebut juga Forest of Death oleh penduduk setempat. Dihutan itu ada 2 suku yang menempati, Neji." Hinata mulai menjelaskan mitos Hutan Konoha, sedangkan Neji mengangguk seraya menyimak penjelasan Hinata.
"Salah satu suku tersebut merupakan suku yang kanibal. Penduduk setempat menyebutnya suku Oto. Belum pernah ada yang melihat rupa mereka memang. Tapi mitos tersebut terbukti." Hinata menghela nafas sejenak, kemudian melanjutkan penjelasannya.
"50 tahun lalu, sekelompok peneliti datang kesana untuk mencari tumbuhan bunga Jinsei. tumbuhan itu dipercaya bisa memperpanjang umur manusia dan menyembuhkan berbagai penyakit, sayangnya hanya tumbuh di Hutan Konoha. Setelah 1 bulan tak terdengar kabar kelompok peneliti tersebut, tim pencari mencari mereka dan ternyata yang ditemukan hanya tulang." Hinata berdiri dan berjalan kearah jendela Apartement Neji.
"Aku takut, Neji. Aku takut terjadi apa-apa dengan Naruto-kun." Neji dapat melihat sorot mata yang penuh kecemasan dimata Hinata.
"Kau harus menghentikannya." Hinata menatap Neji penuh rasa harap.
"Kau ikut aku ke kantor?" Pertanyaan Neji hanya di jawab dengan 3 anggukan Hinata.
.
.
.
~oo000oo~
.
.
.
Tak ada yang terdengar lagi dari Sasuke setelah dia memperingati seluruh anggotanya untuk bersiap-siap dalam pencarian Juugo. Team dan perlengkapan sudah siap. Sasuke, Sakura, Karin, Naruto, Ino, Sai, Shikamaru, Hidan, Kabuto dan Suigetsu satu team kemudian mereka berpencar kearah berbeda dengan team lainnya.
"Sasu-"
"Tenanglah, Sakura. Kita akan baik-baik saja." Ucapan Sasuke seakan mengerti kecemasan Sakura. Setelah itu tak ada pembicaraan diantara mereka, hanya ada suara memanggil nama Juugo.
"Juugo?" teriak Karin lagi, entah keberapa kalinya. "Hah, Sasuke. Bisakah kita istirahat sekarang?" tanya Karin yang diikuti semua pandangan ke Sasuke menunggu jawaban. Sasuke hanya menggangguk mengiyakan.
Semua anggota team istirahat, sedangkan Sasuke dan Shikamaru sepertinya menyusun rencana, sedangkan Sakura duduk sendirian dibawah pohon pinus. "Hey, Saku. Kau ingin buang air, tidak?" tanya Karin mendekat ke Sakura.
"Ah, iya." Kemudian mereka berjalan menjauh dari tempat team beristirahat, mereka menuju ke sebuah aliran air sungai di dekat tempat istirahat.
Suigetsu mengikuti mereka dari awal. Tampak seringai licik di wajahnya, kemudian dia bersembunyi dibalik pohon. Dia tertawa kecil kemudian mengalihkan pandangannya kearah Sakura dan Karin di balik pohon. Seketika matanya terbelalak melihat makhluk yang bergantung dipohon tempatnya bersembunyi, menatapnya penuh rasa kelaparan.
"Aaaaa.." suara Suigetsu seketika menggema bersama burung-burung yang meninggalkan dahan pohon menimbulkan suara berisik dihutan tersebut.
.
.
TBC
Author's place..
Wokeh.. ceritanya makin gak jelas dan makin pendek.. dan saya tetap menikmatinya wehehe :3
Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan ditanyakan langsung di twitter, blog, tumblr, atau via PM FFn .
Promote fic aku yang lain boleh yaa~
1. Love-Yakuza Vs Murderer- Revenge
2. Song of the Star, cerita romance pertama aku publish di blogku, check di blog aku yah. bbeauty2354 . blogspot . com
Special thanks for :
Berlian Cahyadi, SRZ, , rexyrajak.
Terima kasih yang mau ninggalin jejak, dan juga yang menyempatkan baca walau belum sempat meninggalkan jejak, terima kasih ^^
Please respect me with your review or concrit, don't just silent :)
Akhir kata.. RnR, minna-san? ^^ Arigatou :)
