Live To Love
Author : Fadilla Shine
Main Cast :
Kim Baek Hyun
Kim Ryeowook
Cho Kyuhyun
Kim Jong In
Do Kyung Soo
Lee Sungmin
Kris Wu
Choi Siwon
Pair: KaiBaek, kyuWook, slight! Kaisoo, KrisBaek, Kyumin, SiWook.
Rated : T
Disclaimer : all member Exo and Super Junior is belongs to God. they parents, and agency . but story and plot is mine!
Genre : Romance, Hurt/Comfort.
Warning : YAOI, OOC banget, Typo(s),sedikit Lime.*plakk
.
.
Manusia ditakdirkan untuk mencinta, karna cinta menentukan takdir manusia.
.
.
.
.
.
.
Author POV
Baek Hyun Kembali menelusuri ruangan yang berlorong panjang, seperti biasa dia selalu datang ke tempat ini, tempat yang ia buat khusus untuk seseorang.
Langkah mungil nya berhenti di sebuah kamar yang terletak di ujung lorong ini. Dibukanya perlahan , senyuman berkembang penuh dibibir pink tipisnya.
Dia melanjutkan langkahnya hingga kini dia berada di depan sebuah ranjang tempat seseorang tak sadarkan diri, dengan berbagai alat medis yang melekat ditubuhnya yang sangat mungil.
Baek Hyun menoleh ke arah benda yang mengukur detak jantung namja manis yang terlihat sedikit lebih tua darinya tak sadarkan diri tersebut,
"hm, detakannya sudah teratur."setelah bergumam lirih namja mungil itu menyeret kursi dan duduk di dekata sosok itu. Mengambil tangannya yang terdapat selang infus disana. Menggenggam nya dengan erat dan meletakkannya didepan dahinya sendiri.
"apa kabar hyung?"
"..."
"aku datang lagi, kau sehat?."
"..."
"kapan kau sadar hyung?"
Tes
Tes
"hiks hyung, bogoshippoyo, kapan kau sadar hyung? Wookie hyung, aku sangat merindukanmu hiks."
Kriiett
"tuan muda.."
"Dokter Wu.."
.
.
.
.
"Lepas! Lepaskan aku!." Yesung mengamuk mencoba melepaskan kukungan para security di kantor kyuhyun, sedangkan namja bernama kyuhyun kini tengah mencoba berdiri,
Tubuhnya penuh lebam, darah keluar dari sudut bibir dan pelipisnya, nafas nya terengah-engah, sebenarnya ,dia sudah tidak kuat berdiri karna amukan yesung, yang tiba-tiba menyerangnya saat dia sedang berada dikantor.
"lepaskan dia.."
"tapi tuan.."Kyuhyun mengelap sisa darah yang mengalir dari pelipisnya."ku bilang.. lepaskan dia."
"ba..baik."saat yesung sudah terlepas sang security keluar namun m
asih menjaga di depan pintu, takut-takut namja bernama yesung itu membantai seisi kantor, dan... kyuhyun.
Yesung menyerang kyuhyun lagi dengan mengangkat dan meremas kerah kemeja kyuhyun yang sudah kotor dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"kanapa...kyu.. kenapa?" suara yesung bergetar, namja tampan itu sangat terpukul saat ini, kyuhyun memejamkan matanya sebentar dan perlahan ia membukanya.
Deg
"hentikan.. jangan menatap ku begitu,"yesung melepaskan remasannya atas kemeja kyuhyun, dan berjalan terhuyung ke belakang, dengan mata yang yang sudah mengembun dia masih bisa melihat jelas,
Mata bening kyuhyun, mata tegas itu, terlihat sangat terluka bahkan meski tak ada satu tetes air mata pun, mata kyuhyun sudah melambangkan sebuah kehancuran, kehampaan, dan.. keputusasaan, juga.. kehilangan.
Bisa yesung lihat jelas, namja tampan didepannya ini, berjalan menujunya.
"bunuh aku hyung, bunuh aku.. raga ku sudah mati sejak Ryeowook pergi dari ku.. aku menjalani kehidupan ini penuh dengan kehampaan, aku bagaikan boneka yang selalu menuruti apa yang orang tua ku inginkan."
Yesung ternganga, tak mampu mengucapkan apa-apa, kyuhyun menangis..
Dengan sangat jelas, cairan bening pelambang kesedihan itu menetes bersatu dengan darah di bajunya,
Kyuhyun tidak pernah menangis, kyuhyun yang dikenal yesung tak pernah bersedih, ia bahkan tak pernah mengalah pada kejamnya dunia.
Bisa dia ingat dengan jelas terakhir kyuhyun menangis adalah saat dia memohon ke pada kedua orang tuanya untuk hidup bersama ryeowooknya.
Dan itu terulang kembali saat ryeowooknya meninggalkannya, sendiri.
"arrggghhh..berhenti kyu. Bukan aku yang pantas menghukummu."kyuhyun menghentikan langkahnya. Yesung pun mulai menjatuhkan tetes demi tetes air matanya, menatap kyuhyun.
Sungguh kim ryeowook, kau membuat dua namja tampan ini menangisi kepergianmu, terpukul oleh kehilangan yang begitu tiba-tiba bagi mereka, memang kyuhyun sudah lama kehilanganmu.
Hanya saja, kyuhyun sudah tak bisa membendung air mata yang ia tahan selama ini. Dia, selamatiga tahun ini ia tak pernah menangis, saat ryeowook menghilang.
Dia bagaikan boneka, tidak ada ekspresi berarti yang ia keluarkan, dia kehilangan separuh jiwanya, dia bagaikan mati,
"lalu siapa? Hyung ..siapa?"kyuhyun kembali menangis, bahkan sudah mulai terisak. Yesung menggeleng pelan.
"aku juga.. tidak tahu, kau sudah cukup mencintainya kyu.." yesung menetralkan kembali deru nafasnya.
"dan hanya dirimu sendiri yang tau apa yang harus kau lakukan.. maafkan lah dirimu sendiri kyu, jangan larut dalam peristiwa ini, aku sudah... memaafkan mu," lanjutnya.
senyuman tulus yesung menghentikan isakan kyuhyun, nafas kyu tercekat.
Kyuhyun terbelalak."h..hyung."
"aku akan mengunjungi makam ryeowook."yesung berbalik dan pergi dari hadapan kyuhyun.
Kyuhyun terjatuh berlutut. Menangis sendirian.
"Wookie Baby... saranghae, yeongwonhi."
.
.
.
.
Baek Hyun POV
"Baek Hyun." Aku menoleh ke arah sesorang yang menepuk punggung ku dari belakang. Aku tersenyum. "kyungie,"
Namja mungil dihadapanku adalah Kyung Soo,tunangan kai. Dia tersenyum, tuhan.. maafkan aku, aku tidak bisa jika harus menukarkan senyuman itu dengan kebahagian ku semata.
"kau pagi sekali." aku tersenyum manis. Memang, kyuhyun hyung mengajak ku berangkat sangat pagi hari ini, padahal tadi malam dia menyuruh ku menonton film horor tengah malam, hah, aku sangat mengantuk.
"hm, ne.. kyuhyun hyung_"
Grebb
"pagi sayang." Mataku memanas melihat namja berkulit agak kecoklatan itu memeluk pinggang kyungsoo mesra di hadapan ku. Sakit, tuhan ini begitu perih. Aku mencoba tersenyum,
Tapi, aku gagal.
"kai, kapan kau datang?" tanya kyung soo riang, dan meletakkan tangannya mengelus lengan kokoh kai. Aku memalingkan wajahku, saat kai menatapku. Tidak ada cara lain, aku harus menenangkan hati ku yang tengah bergejolak menahan rasa sakit dan marah.
"aku duluan kyungie." Aku sudah berbalik dan,
"eh? iya, sampai jumpa lagi Baek Hyun."Serunya, aku hanya tersenyum walau ku yakin dia tidak melihatnya.
aku hanya mengangkat tangan dan melambaikan nya ke arahnya tanpa berbalik. Aku tidak bisa melihat ini semua, kehilangan cinta ku, melihatnya bermesraan dengan orang lain. Dengan sangat sempurna kedua pasangan itu selalu membuat ku menahan nafas ku. Aku selalu menutupinya, tapi ku rasa aku payah.
Kyung Sooku pikir dia tau, tapi aku tidak tau kenapa dia sangat sabar.
Aku tidak bisa melihat bagaimana kai memperlakukan kyungsoo dengan sangat mesra, aku tidak suka, tapi ya ampun apa yang aku inginkan?
Merebut kai? Itu bisa saja, aku kaya, dan yang terpenting kai mencintaiku.
Hanya saja, kyung soo? Demi tuhan, dia teman terbaik yang aku miliki sejak dulu, dia yang membantu ku saat aku terpuruk.
Aku meremas buku yang ada di pelukan ku, mencoba mengalihkan rasa sedih dan sakit yang teramat di hatiku. Mencoba menenangkan detakan jantung ku yang sangat liar. Jangan memikirkan hal lain kim Baek Hyun, kau harus membantu wookie hyung untuk kembali pulih.
Aku harus mengabaikan perasaan terlarangku, untuk tetap memfokuskan diriku pada wookie hyung, aku tidak peduli sehancur apa perasaanku. Yang terpenting bagiku, adalah hyung ku yang tengah berjuang melawan komanya.
.
.
Author POV
Tanpa di sadari Baek Hyun, kai menatap Baek Hyun terluka, dan mengeratkan pelukannya pada kyungsoo.
"k..kai? ini masih disekolah, dan_"
"cukup sudah.. berhenti berakting dari ku, kau payah."gumam kai. Kyungsoo mengerutkan keningnya.
"apa maksudmu kai?" kai melepaskan pelukannya dan tesenyum pahit. Menggeleng sejenak dan berjalan duluan.
"ani, ayo kekelas." Ajaknya, kyung soo hanya menurut saja, meski dia bertanya-tanya,
'siapa yang kai maksud dengan berakting?'
.
.
.
"kyu!"
"wookie sayang, kenapa kau memakai baju setipis ini, ini kan musim dingin hm?"
"tapi aku tidak kedinginan kok,"
"hahh.. sayang sekali, tadinya aku ingin menghangatkan mu."
"eh? benarkah? Dengan apa?"
"dengan.."
Chu~
.
.
.
"kyu," kyuhyun dan sungmin sedang makan malam saat ini.
"ya, min.. kenapa?" kyuhyun menoleh ke arah sungmin, sungmin mengerucutkan bibir pinknya kesal, karna dari tadi dia bercerita sesekali bertanya tentang luka yang sangat parah dibagian pelipisnya.
"eh? kenapa min?" kyuhyun hanya bingung, apa kah tadi dia melamun? Memang sungmin bicara apa tadi? Sejak kapan dia melamun?"
"kyu~" panggil sungmin kembali, tapi terdengar lebih manja. Kyu berusaha terlihat wajar, karna kenyataannya seorang Cho Kyuhyun adalah orang yang sangat rapuh.
"ne?"
"kenapa kau tidak memanggilku 'minnie sayang' lagi?" kyuhyun tersentak, dan gelagapan namun dia menyembunyikannya dengan memainkan garpu di atas piringnya. Dan menatap sungmin kembali sambil tersenyum.
"ya, minnie sayang, ada apa?"sungmin tersenyum sangat manis. Kyuhyun pun membalas senyuman itu sangat tampan hingga membuat seorang Lee sungmin merona hebat.
"kau melamunkan apa kyu?" kyuhyun diam, sungmin menunggu dengan hawatir. Dia takut kyuhyun kembali memikirkan kim ryeowook, kekasihnya dulu yang hampir membuat pertunangannya berakhir dengan kyuhyun.
Sungmin ingin hati kyu, dia tau.. kyuhyun tidak pernah mencintainya, tapi dia begitu menuntut, kyuhyun pun hanya bisa menurut, selama kelakuan sungmin masih wajar.
Sungmin ingin kyuhyun hanya untuknya, tidak berbagi sekalipun dengan namja yang sudah meninggal sekalipun.
"tak ada.."
Sungmin tersenyum. "memang harus begitu."gumam Sungmin lirih.
.
.
.
.
"bagaimana keadaannya sekarang Dr. Wu?" Dr. Wu menoleh dan tersenyum.
"anda tidak pulang kerumah lagi tuan muda? Nyonya dan tuan menunggu anda,mereka baru saja pulang dari jepang." Orang yang tidak lain adalah Baek Hyun itu tersenyum dan menggeleng sekilas menuju sang kakak yang terbaring tak sadarkan diri.
"disini adalah rumah ku juga."jawabnya menatap ryeowook, sang kakak yang tengah tak sadar kan diri itu.
"selamat, kakak anda sudah mulai menunjukkan kemajuan yang berarti tuan muda.." Baek Hyun tercekat dan menatap dokter itu dengan tatapan tak percaya,
"be..benarkah..?"
mata indahnya berkaca-kaca dan segera saja dia bersimpuh di samping tubuh sang kakak, mengambil tangan nya dan mengecupnya berkali-kali.
"hyung.. kau dengar, aku hiks.. aku merindukanmu, hyung..."Baek Hyun mulai terisak, sekali lagi ia kecup tangan kurus sang kakak. Mengelus dahi kakak nya lembut, dan menaruh tangan kurus itu di dadanya,
Menatap penuh kasih sayang. "cepatlah sadar Hyung hiks.."
Bahu Baek Hyun bergetar hebat, terisak dan menjatuhkan banyak air mata di tangan Kurus ryeowook yang tengah tak sadarkan diri itu.
"hiks, setelah tiga tahun berlalu ini saat nya kau sadar hyung...hiks.."
Dr. Wu mengangkat Baek Hyun agar namja mungil itu kembali bangun, dengan sigap dia membalikkan tubuh Baek Hyun, mengangkup kedua pipinya,
Baek Hyun menatap Dr. Wu dengan mata berkaca-kaca membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa iba.
"Hiks.."
Baek Hyun kembali terisak, Dr. Wu menghapus aliran sungai kesedihan di pipi mulus Baek Hyun. Baek Hyun langsung memeluk Dr. Wu dengan sangat erat.
Dr. Wu mengusap kepala namja mungil yang tengah sangat rapuh itu. Kemudia mengeratkan pelukannya, dan mengusap turun ke punggung sempit Baek Hyun.
"hiks.. Kris hyung.."
"stt, uljima, kau jelek kalau menangis Baekkie." Baek Hyun tersenyum sekilas, dan mengeratkan pelukannya hangat namja yang sudah dia anggap kakak itu.
Dokter pribadi keluarganya, Kris Wu. Sangat jenius, umurnya pun masih muda, terpaut empat tahun dari umur Baek Hyun, hanya saja, karna dia adalah seorang yang sangat jenius, dia bahkan mendapat banyak penghargaan. berprestasi di dunia kedokteran dalam usianya yang masih sangat muda, yaitu 17 tahun .
Hingga akhirnya, dia bekerja melayani keluarga Kim, dengan menjadi dokter pribadi keluarga kaya raya ini.
Dan terlibat dengan dengan Baek Hyun untuk membantunya menyembunyikan kakak Baek Hyun yang mengalami pendarahan hebat karna terjatuh dari atap sekolah nya 3 tahun silam,
Baek Hyun tau, jika itu bukanlah bunuh diri, dan Baek Hyun takut jika orang itu tau kakaknya masih hidup, orang itu akan mencoba membunuhnya kembali.
Bahkan, ayah dan ibunya pun tak tau akan hal ini.
.
.
.
.
"sayang, kau kemana saja, tadi aku menghubungi kyung soo dia bilang, kau tidak bersamanya, kenapa kau tidak membawa ponsel mu sayang?" sesampai di rumah, Baek Hyun bertemu dengan kedua orang tuanya yang tengah kalang kabut mencari keberadaannya.
Dan saat sang eomma menemukan anaknya berada di ambang pintu, diberondonglah banyak pertanyaan pada sang anak , Baek Hyun lebih memilih memeluk sang eomma.
"jangan khawatir eomma, aku tidak apa-apa."Nyonya kim menghembuskan nafas nya, dan membalas pelukan yang sekarang menjadi satu-satu nya anak baginya. Tubuh nyonya kim bergetar hebat.
"eo..mma.."lirih Baek Hyun, tentu namja manis ini merasakan dengan jelas sang eomma sedang menangis. Mengingat dia lah yang berada di dekapan sang eomma, merasakan tubuh eommanya bergetar.
"aku.. takut Baek Hyun Changi, hanya kau yang eomma miliki... sayang, maafkan eomma."
"eomma.."
"hari ini eomma pulang ... untuk datang ke makam kakak mu," Baek Hyun mengadahkan kepalanya,
"eomma, jadi eomma ingat?"sang eomma tersenyum, dan menyingkirkan helaian poni tipis di depan dahi anak manisnya kecupnya penuh sayang. Baek Hyun menutup matanya merasakan kecupan sayang eommanya.
"tentu, tiga tahun sudah kakak mu meninggalkan kita," Baek Hyun berfikir karna kesibukan nya kedua orang tua nya akan melupakan hari ini, hari dimana 3 tahun yang lalu sang kakak dinyatakan bunuh diri.
'Dia masih ada eomma, dan baekkie janjji dia akan segera kembali pada kita.'batin Baek Hyun miris,
Nyonya Baek Hyun melepaskan pelukannya, "kenapa mata mu merah sayang?"
Baek Hyun tersenyum."gwaenchana eomma, "
"benarkah?" Baek Hyun mengangguk dan kembali tersenyum.
"dimana appa mu Baek Hyunnie?, tadi dia ada di sini." Bingung sang eomma, tentu saja baru sadar suaminya pergi , dia terlalu khawatir tadi pada Baek Hyun,
"appa sedang bicara dengan Dr. Wu tadi eomma."eomma Baek Hyun mengangguk, kemudian mengajak anak manisnya itu untuk segera Bangun.
"duduklah." Baek Hyun menurut,
"kenapa eomma?"
Nyonya Kim nampak sedikit ragu. "eum, kita bicarakan nanti setelah kita semua berkumpul."
"kita?" Nyonya kim mengangguk.
"ne.. kita."
.
.
.
.
"hyung!"
"baekkie, jangan lari, nanti kau terjatuh."
"tidak akan wookie hyung.!"
Brugh
"aww.."
"gwaenchana baekkie? Aigoo.."
"gwaenchana hyung! Aku kan namja sudah besar nanti aku yang akan melindungi wookie hyung!"
"aish, kau ini.. bisa berdiri?"
"ne!"
.
.
.
"kai.. sudah hentikan! Aku malu." Kyung Soo, Kai, Eunhyuk, Donghae dan Baek Hyun kini tengah makan siang bersama di sebuah restourant.
DongHae sengaja mentraktir para dongsaeng kesayangannya ini karna ini tahun ke dua dia dan EunHyuk jadian. Mereka memesan tempat duduk sendiri. Membiarkan kai dan Kyung soo menjadikan Baek Hyun obat nyamuk.
"Baek Hyunnie." Sapa Kyung Soo, Kyung soo mengerutkan keningnya.
"Baek Hyun!"ulang Kyung Soo kali ini dengan suara yang jauh lebih tinggi.
"ya!" Baek Hyun terperanjat. Membuat kai dan Kyung Soo bigung. Baek Hyun gelagapan.
"ah, maaf, ada apa?" tanya Baek Hyun tentu bukan pada kai. Kyung soo mengangkat sebelas alisnya bingung.
"kau melamun? Kau terlihat murung" kali ini kai yang bertanya. Baek Hyun berusaha bersikap tenang. Dia cemburu tentu saja, melihat kai bermesraan dengan Kyung Soo, tapi bukan itu yang membuat nya murung,
Tapi, apa yang dikatakan Appa dan eomma nya tadi.
"ahni." Kai kecewa. Ia berharap Baek Hyun cemburu, karna itu dari tadi dia menggoda Kyung Soo. Kali ini kai terlihat sangat khawatir,
"sungguh?" kyung soo mengerutkan keningnya, kenapa kai jadi perhatian sekali pada Baek Hyun.
"ne." Jawab Baek Hyun masih meladeni.
"kau yakin tida_" kyung soo memotong ucapan kai cepat. "sudahlah kai, Baek Hyun kan sudah bilang dia tidak apa-apa."
Kai menggeram kesal dalam hati. 'Apa lagi yang difikirkan oleh anak ini. Kenapa aku tidak pernah tau apa yang kau fikirkan baek hyunnie..'Geram kai dalam hati.
"aku.. akan bertunangan dengan Kris hyung kalau kalian ingin tau."
1 detik..
2 detik..
3 detik..
"MWO?" teriak kai dan Kyung Soo bersamaan. Kyung Soo sangat terkejut tapi dia senang dengan begini dia tidak perlu lagi untuk khawatir kai berpaling darinya.
"selamat kalau_" kai memotong ucapan Kyung Soo.
"lalu?" dengan sangat dingin dia berucap. Baek Hyun jadi gelagapan sendiri.
Sedangkan kai menatap tajam ke arah namja manis di hadapannya ini Baek Hyun menunduk. "maafkan aku kai_batinnya,
Drrtt
Drrtt
Getaran ponsel Baek Hyun memecah suasana tegang ini. Baek Hyun mengambil ponselnya dan beranjak, namun tangannya di cekal oleh kai.
"dari siapa?" Kyung Soo menatap Kai terluka, namun namja tampan itu tidak peduli dia masih mencekal tangan Baek Hyun, Baek Hyun menatap kai memohon.
"maaf, aku harus pergi." Katanya lagi berusaha lepas, tapi percuma.
"kai.." bahkan teguran kyung soo pun tak dia pedulikan. Tidak ada cara lain, Baek hyun menunjukan layar ponselnya di hadapan kai. Dia tidak sanggup mengatakannya.
Mata kai membulat saat tau siapa yang menghubungi Baek Hyun.
"kris?" desis kai.
"ne.." Kai mengalihkan pandangannya ke arah Baek Hyun.
"matikan." Baek Hyun sudah habis kesabaran.
"apa hak mu jong in-ssi?" ditatapnya tajam namja berkulit kecoklatan itu.
Deg
"Ba.. baek hyunnie.." Baek Hyun langsung menyentak tangan kai, dan segera mengangkat ponselnya.
.
.
.
"yeoboseo.."
"..."
"ne hyung"
"..."
"MWORAGO? Benarkah? Hyung ku sudah sadar?"
.
.
.
.
TBC
Gimana udah tau kan? Ne, wookie belum mati pemersaahh hehe xD
Tuh udah mau sadar. chapter depan pasti udah sadar tuh anak*evilsmirk
Penasaran ama cara Baek Hyun dan kris menyembunyikan kebenarannya? Sama author juga*plakk
Cast bertambah, jreng.. jreng*pakk
Pairing juga, hahaha XD
Haha, Chapter depan bakal terungkap semua.
Gomapseumnida buat : , meidi96, Guest, Bluerose, Cho, sunnie , Ryeofha2125, Ryeonggyulove, byunnieFan, viiaRyeosom,lee eun jin, Kevin Woo.
Udah ada yang author balas bukan? Nah cwesonghamnida, bagi yang belum author bales.^^
CHUU~*plettak
Semoga gak kecewa dengan Chapter yang sekarang,*amin
Review VS Stop?
