Live To Love

Author : Fadilla Shine

Main Cast :

Kim Baek Hyun

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Kim Jong In

Do Kyung Soo

Lee Sungmin

Kris Wu

Choi Siwon

Pair: KaiBaek, kyuWook, slight! Kaisoo, KrisBaek, Kyumin, SiWook.

Rated : T

Disclaimer : all member Exo and Super Junior is belongs to God. they parents, and agency . but story and plot is mine!

Genre : Romance, Hurt/Comfort.

Warning : YAOI, OOC banget, Typo(s),sedikit Lime.*plakk

.

.

Manusia ditakdirkan untuk mencinta, karna cinta menentukan takdir manusia..

.

.

[Chapter 3]

Baek Hyun berlari secepat mungkin menuju tempat kakak nya, tempat kakak yang sangat dia rindukan, tempat kakaknya yang sudah.. sadar kan diri.

Baek Hyun bahkan tidak meminta kai atau siapapun mengantarnya, dia juga sedikit menyesal tidak membawa mobil tadi, karna mereka semua 'menumpang' pada mobil kai. Termasuk HaeHyuk sebagai sang pentraktir.

Sesekali Baek Hyun berhenti dan kembali berlari, dia lelah, tapi dia tidak mau kalah dari kata 'lelah' ia sudah tidak sabar bertemu dengan kakak yang sudah rindukan selama 3 tahun ini.

Tap

Tap

Tap

Hingga saat ini, dia berada tepat di sebuah rumah kecil yang cukup sederhana, membukanya perlahan, dan menuju sebuah ruangan sempit di sana, dibawah kakinya terdapat sebuah pintu yang menghubungkan rumah ini ke lantai bawah tanah, yang berlorong-lorong.

Baek Hyun melewati lorong-lorong ini dengan tergesa-gesa, dan disini lah dia sekarang,

Di sebuah pintu, pintu yang selalu dia buka setiap hari, namun hari ini berbeda.. membuat Baek Hyun merasakan sesuatu yang ingin meledak dari hainya entah apa itu.

Baek Hyun menghela nafasnya perlahan dan dia membuka pintu itu perlahan.

Kriett.

"Baekkie-ah.."

Deg!

.

.

.

"kai!" Kai menoleh, dia saat ini tidak sendiri, kai memutuskan mengejar Baek Hyun, tapi lari anak itu sangat cepat, hingga dia berhenti si sebuah taman, tanpa ia duga Kyung Soo mengikutinya.

"mwo?" Jawab kai, Kyung Soo menatap kai terluka, dia mencintai kai, apa perasaan tulusnya tak bisa tersampaikan pada kai?

"aku.. ingin meminta penjelasan."Kyung Soo masih meminta penjelasan? Bukan kah semua nya sudah jelas? Tapi kyung Soo ingin berpura-pura tidak melihatnya, tidak memahaminya, karna dia tidak mau kehilangannya.

"semuanya sudah jelas.. aku mencintai Baek Hyun." Kyung Soo terdiam, namja manis ini masih merasa ini benar-benar hanya mimpi, dia jelas tidak mau, dia ingin segera bangun.

"kau bercanda kai.. KAU BERCANADA" kai menggeleng lemah, dan menatap mata besar yang tengah menatapnya tajam.

"maaf.."

"tidak..jangan minta maaf." Kyung Soo mundur beberapa langkah, menggeleng kan kepalanya lemah, dan menutup kedua telinganya. Kai menatap Kyung Soo terluka.

"kyung Soo Hyung.."

Deg

"KITA AKAN SEGERA MENIKAH KAI! JANGAN BERCANDA LAGI!" Kyung Soo berteriak, membuat semua orang yang lewat menatapnya heran, kai hanya menghembuskan nafas nya lelah,

"maaf.."

"KU BILANG JANGAN MINTA MAAF!" Kyung Soo akhirnya sudah tidak bisa membendung air matanya lebih lama.

Inikah akhir dari semuanya? Apa ini salahnya yang selalu menekan kai, dan membiarkan Baek Hyun terus berada di dekat mereka.

Seluruh anggota tubuh Kyung Soo bergetar.

"ku mohon.. demi keluarga.. ya, anggap saja demi keluarga kita. Jika kau tidak bisa menerima cintaku."

Kai kembali menggeleng, berdiri dari duduknya, ingin menyentuh pipi Kyung Soo membersihkan air mata itu, dan bicara baik-baik dengan namja manis itu, tapi di tepis dengan Kasar oleh Kyung Soo.

"aku sudah.. tidak peduli dengan keluarga... aku hanya ingin mendapatkan kebahagiaanku, hanya itu." Kai beranjak dari tempatnya, sempat berhenti sebentar,

"kau mencintai ku bukan..."

"hiks.. kai.. hiks.." Kyung Soo lebih sibuk menangis.

"maaf kalau aku egois, tapi jika benar kau mencintaiku, maka biarkan aku bahagia Kyung Soo... maaf aku tidak menemukan kebahagiaan ku saat aku.. bersama mu."

Deg

"aku.. pergi, jaga dirimu baik-baik Kyung Soo .. Hyung."kai kembali melanjutkan langkah kakinya, meninggalkan Kyung Soo yang masih terisak, dengan tubuh bergetar hebat,

Puk

"hay, kau tau.. tidak baik menangisi kekasih mu itu anak kecil. Karna hanya menangis saja tidak akan mengembalikannya kepelukanmu." Sebuah suara menginstrupsi tangis Kyung Soo, namja mungil itu tersentak dan segera menoleh ke belakang,

"eoh? Siapa anda?"

.

.

.

"wookie Hyung.." Seru Baek Hyun berlari ke arah namja yang tak kalah mungil darinya, kini namja mungil diseberang sana tersenyum, dan terduduk lemas di atas ranjang tempat dia dirawat selama ini.

"Baekkie.." namja manis ini menyambut pelukan adik nya, adik yang sangat ia rindukan, sudah banyak yang ia dengar dari Dr. Wu tadi. Juga berita mereka akan segera bertunangan. Dia merasakan tubuh adiknya bergetar hebat, dadanya terasa basah, membuat dia, Kim Ryeowook tersenyum lembut mengusap surai blonde adiknya ini.

Jika saja dia masih belum pulih mungkin dia yang akan berlari dan memeluk adik kesayangannya ini.

"hiks.. hyung, Baekkie sangat merindukanmu.." Ryeowook tersenyum,

"ne, kau fikir Hyung tidak merindukanmu eoh?" Baek Hyun mengadahkan wajahnya, dan disambut dengan senyum hangat kakak yang sudah ia rindukan selama ini.

Baek Hyun menangkup kedua pipi tirus kakaknya, dan ikut tersenyum, ini memang bukan sebuah mimpi, ini nyata kakaknya memang sudah sadar, dan ini berkat Dr. Wu dan dirinya yang selalu menjaga dan merawat Ryeowook.

"hyung.." Ryeowook terus saja tersenyum.

"apa.. Hyung ingat apa yang terjadi..?" wajah Ryeowook menjadi sedikit muram, dan Baek hyun hanya bisa menunggu kalimat-demi kalimat dari bibir pucat kakaknya.

"aku.. tidak ingat Baek Hyunnie, hanya satu yang Hyung ingat saat itu.."Ryeowook nampak berkaca-kaca,oh tuhan dia baru saja bangun, dia tidak boleh menangis,

"sudah.. Hyung jangan cerita jika itu membuatmu tersiksa."Ryeowook menatap Baek Hyun dengan sangat lekat, dan tersenyum, tangan nya terangkat hanya sekedar menggapai pipi adiknya,

Kemudian menggeleng pelan."tidak..gwaenchana" selalu saja, Ryeowook tidak pernah berubah, dia sangat keras kepala, dan selalu memaksakan diri, juga tidak bisa membuat seseorang kecewa.

"waktu itu.."

Flash back.

Ryewook POV

.

.

Aku pulang sangat malam, karna banyak sekali tugas yang aku tinggalkan saat keluarga ku mengajak liburan, dan Choi Songsae menyuruhku menyelesaikan tugas itu cepat, jika tidak maka aku tidak bisa mengikuti ujian semester akhir.

Pada awalnya kupikir Choi songsae akan mengerti, karna dia masih muda seperti anak SMA pada karna kejeniusannya, dia bahkan sudah menyelesaikan kuliahnya diumur dimana seseorang baru saja masuk SMA.

Tapi, begitulah.. aku harus menyelesaikannya sekarang juga. Atau nasib buruk menunggu ku didepan pintu rumah.

Hhh, padahal hari ini aku akan mengajak Baek Hyun menemaiku ke rumah kyu... ck, Choi Songsae sialan.

Langkah ku berhenti, ku lihat masih ada dua orang siswa yang masih ada di yang mereka lakukan? Bukankah seharusnya mereka sudah pulang berjam-jam yang lalu?

Apa mereka juga mendapatkan hukuman? Aku semakin mendekatkan langkah ku, oh tuhan, mereka fikir di sini tempat apa? Hey! Di sini sekolah bukan tempat prostitusi, ku lihat namja yang lebih pendek itu mendekat dan melumat bibir namja yang jauh lebih tinggi darinya, namja itu seakan tidak asing di mataku.

Deg!

"kyu.. hyun.." aku menutup kedua mulut ku tak percaya namja itu tidak lain adalah namja Chingu ku Cho Kyuhyun, dan namja itu.. dia mantan tunangan Kyuhyun, Lee.. sung min.

Deg

Deg

Tess

aku merengkuh dadaku yang terasa perih, Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan? Kau sudah membuat ku percaya saat kau memohon kepada kedua orang tuamu untuk membatalkan pertunangan mu dengannya di hadapanku. Aku beranjak dan berlari menjauh..

Tapi sekarang kau sendiri yang menghampiri namja itu, kau menghampiri mantan tunangan mu sendiri?

Kau penipu Cho Kyuhyun..

Kau pembohong!

Sungmin menyeringai ke arah ku, cih!

Aku terus berlari.. air mata sudah lama membanjiri wajah ku, aku tidak peduli aku terus berlari tanpa arah, hingga..

Deg

Atap sekolah, tempat Cho Kyuhyun menyatakan cinta nya padaku, aku mendekat.. ke pagar pembatas hingga aku bisa melihat seluruh penjuru sekolah, aku terus saja menangis, karna memang hanya itu yang bisa aku lakukan,

Bagaimana jika aku terjun ke bawah? Sakitkah? Aku harap aku langsung.. meninggal jika aku masih sekarat maka aku akan menyesal sudah terjun.

Tapi, appa, eomma,.. baekkie, tegakah aku meninggalkan mereka semua hanya karna Cho Kyuhyun, aku menghela nafas ku, ku gigir bibir bawah ku kuat-kuat meredam tangisku,

Jawabannya adalah.. tidak, tidak mungkin. Aku mencoba berfikir jernih jika aku pergi, maka orang yang aku sayangi .. mereka akan..

Belum sempat aku berfikir lebih jauh, aku merasa ada sebuah dorongan atas tubuhku dari belakang, membuatku terhuyung dan terjatuh, tapi aku masih berpegangan pada pagar pembatas,

Orang itu menatapku.. dia..

Flasch back and Ryeowook POV end.

.

Author POV

"ARRGHHH..." ryeowook menjerit merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya yang diperban. Baek Hyun panik, dan langsungberlari keluar mencari Dr. Wu.

Setelah beberapa saat Baek Hyun kembali dengan Dr. Wu,

"Hyung... kau tidak apa-apa?"

Dr. Wu menyuruh Ryeowook untuk kembali berbaring, Baek Hyun tidak bisa.. dia tidak bisa untuk tidak menangis melihat keadaan sang kakak yang mengiris hati nya.

"sakit..hiks.. sakit sekali.."

Tangis Ryeowook pecah, kris Wu menyuntikkan obat penenang pada permukaan kulit Ryeowook.

Kris menghela nafas berat, dan menatap Ryeowook, yang sudah agak tenang.

"kau.. tidak boleh Banyak bergerak, dan berfikir. Luka di kepala mu adalah yang terparah, jadi.. jangan berfikir terlalu keras. Itu akan merusak fungsi otak mu."

"tapi.. kris.. aku tidak akan pernah mengingatnya jika aku tidak mencoba untuk.."

"ingatan mu akan segera kembali dengan sendirinya Wookie Hyung, jadi jangan hawatir." Kris tersenyum, dan menoleh pada Baek Hyun yang menangis dalam diam.

Kris menarik tangan Baek Hyun dan memeluknya, membuat Ryeowook hanya bisa menahan senyumannya. Baek Hyunterisak di dalam pelukan hangat Kris.

"Hahaha,aku tidak menyangka kalian akan segera bertunangan, dulu kalian hanya lah anak ingusan yang selalu saja bertengkar." Ryeowook berusaha mencairkan keadaan, dengan membuat bualan yang sukses membuat wajah kris memerah menahan malu.

Baek Hyun hanya diam, tapi Ryeowook sukses membuat dirinya berhenti terisak.

"kris.." lirih Baek Hyun yang sudah melepaskan pelukannya, tapi kris masih melamun dan entah kemana pikirannya saat ini, kris tersentak dan tertawa aneh.

"bisa.. kau lepas"

Damn! Kris semakin salah tingkah, kedapatan memeluk Baek Hyun dengan wajah merah , dan segera melepaskan pelukannya, setelahnya dia menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

Salah kan kenapa tubuh mungil itu begitu enak di peluk? Itu hanya alasanmu saja Kris Wu.

Ryeowook tertawa kecil. Namun kembali murung mengingat kejadian dimana Kyu.. dan sungmin ..

Baek Hyun mengernyit bingung melihat sang kakak kembali murung. Dia menghampiri kakaknya, duduk di tepi dan menggenggam tangan kakaknya.

"Hyung.. kau ingin menemui .. Kyu Hyung..?" Ryeowook menggeleng pelan dan menatap lurus manik hitam kelam adiknya dengan manik caramel miliknya. Baek Hyun hanya diam.

"aku sudah banyak merepotkanmu baekkie, tapi..boleh hyung minta satu hal lagi pada mu?" Baek Hyun mengangguk pasti.

"tentu saja.."

.

.

.

'sembunyikan hyung lagi, sampai... aku bisa mengingat wajah orang itu, dan.. aku butuh bantuanmu.. mau kah kau menolong ku?'

"Baek Hyunnie.." Baek Hyun membuayar kan lamunannya, dan menoleh ke arah Kyuhyun.

"ne, Hyung?" Kyuhyun hari ini mengantar kannya seperti biasa kesekolah,

"Hyung ingin mengajak mu makan malam dengan sungmin, kau bisa membawa kris kalau kau mau,"Baek Hyun diam sejenak,

Ryeowook Bilang Kyuhyun lah yang menghianatinya, tapi apa benar? Jika benar kenapa Kyuhyun selalu bersikap baik padanya? Apa dia ingin menebus kesalahan nya pada Ryeowook dengan menjaga adiknya dengan baik.

Atau, Kyuhyun benar-benar belum bisa melupakan Ryeowook ? dan selalu bersama Baek Hyun agar bisa dengan mudah menatap wajah persis dengan nama berbeda dengan orang yang ia cintai?

Tidak hanya Baek Hyun, Kyuhyun pun sedang berusaha keras .. untuk melupakan bayangan Ryeowook karna jika tidak dia akan segera diusir oleh keluarga Cho, dan perusahaan keluarga Lee dengan senang hati menarik kembali dana yang dulu di sumbangkan untuk membantu perusahaan Cho yang terancam Bangkrut.

Menukarnya dengan .. Kyuhyun.

Kyuhyun tidakbisa melakukan itu, dia menyayangi ryeowook, tapi dia juga menyayangi keluarganya, sudah cukup dia membantah saat dia masih berhubungan dengan ryeowook dulu.

Jika saja ryeowook masih hidup dia akan dengan rela menjadi kyuhyun yang keras kepala dan egois seperti dulu, demi ryeowook, karna ryeowook adalah semangatnya, tanpa dia kyuhyun tak memiliki motifasi apapun dari hidupnya, karna ryeowook adalah hidupnya_batin kyu.

"kenapa hanya diam? Kau tidak mau?" Baek Hyun tersentak dan segera menggeleng saat kyu menatap nya dari samping, dan kembali menatap lurus ke depan.

"aku mau.. aku akan datang.. sendiri"

"eoh? Kenapa? Baiklah.. hyung akan menjemput mu nanti malam."

Sampai, Baek Hyun segera keluar seperti biasa Kyuhyun selalu mencium kening Baek Hyun, Baek Hyun tersenyum dan melambaikan tangannya.

Saat dia berbalik. "kai.."

Namja bermarga sama dengannya itu mendekati Baek Hyun, semakin mendekat, hingga Baek Hyun mengangkat tangannya untuk menghentikan Kai,

Kai malah menangkap tangan itu, dan mendekatkan wajahnya,"pulang sekolah nanti..ikut aku.. sebentar."

Baek Hyun merasakannya, jantung yang berdegup cepat, rasa gugup yang tidak pernah ia dapatkan dari kris, ia hanya dapatkan dari kai,

"aku.."

.

.

.

.

"kris.."

"iya hyung?"

"nanti kau jemput baekkie.. aku ada rapat mendadak. Kau kan tunangnnya."

"tapi_"

"tutt..tutt..

.

.

"kai.. apa yang kita lakukan disini?" kai membawa Baek Hyun keapartemennya.

"aku.. ingin bicara sesuatu, duduklah dulu." Baek Hyun hanya menurut, dia mendapatkan banyak kejutan hari ini dari namja tampan itu, pertama berakhirnya hubungan kai dan kyung soo, dia juga tak dapat menghubungi kyung soo, tapi dengan begini..

Dia tidak perlu khawatir tentang Kyung Soo akan tiba-tiba marah padanya jika mengetahui dirinya di seret 'mantan tunangannya' ke apartemen nya.

.

.

Sementara di luar sana, namja tampan berwajah blasteran menatap nanar apartemen itu, meremas kemudinya kasar. Dan mengumpat dalam hati.

Namja tampan itu menoleh ke arah ponsel yang bergetar di samping nya.

KLIK

"ne.. hyung.."

"kris.. kau sudah menjemput Baek Hyunnie?"

"ne.. tapi dia masih ingin menemui temannya dulu."

"mwo? Apa kau mengenal siapa temannnya?"

"ne.. jangan hawatir hyung, aku mengenalnya dengan sangat .. baik."

.

.

.

.

Malam ini seperti yang siwon katakan tadi pagi, dia akan menjemput Baek Hyun ke sebuah restourant untuk makan malam.

"ne..ikuti kami dari belakang, kris hyung pastikan wookie hyung cukup 'baik' untuk membuntuti kami,"baek Hyun segera mematikan poselnya saat kyuhyun mendekatinya.

"Baek Hyun, ayo cepat naik." Baek Hyun tersenyum, meletakkan kembali ponselnya ke saku, ponsel yang baru saja ia gunakan untuk menghubungi seseorang.

"Baek Hyun duduk dengan ku ne?" Sungmin menawar kan diri agar Baek Hyun mau duduk dengannya, dengan senyum kecut, Baek Hyun mengangguk.

Setelahnya Kyuhyun pun ikut masuk.

"min, aku dengar siwon hyung sudah kembali ke korea," perasaan Baek Hyun saja atau memang raut wajah sungmin berbeda dari tadi yang tersenyum 'sok' manis padanya.

"be.. benarkah kyu?" Lihatlah bahkan cara bahasanya pun berantakan. Kyuhyun mengangguk ringan. Baek Hyun sedikit berfikir siwon, oh.. dia adalah guru yang yang pernah Ryeowook ceritakan, guru muda yang sangat tampan.

Drrtt.. drttt..

Baek Hyun mengambil kembali ponsel dalam sakunya.

From : kris Hyung

Bagaimana ? kalian sudah berangkat?

.

.

To : kris Hyung

Ne..

Baek Hyun menghela nafasnya lelah, saat pulang dari apartemen kai, Baek Hyun dikejutkan dengan permintaan 'sederhana' dari kakaknya, yaitu menatap wajah Kyuhyun dari jauh.

Drrtt.. drtt

Kembali Baek Hyun mengeluarkan ponselnya.

"kai..?" lirih Baek Hyun. Baek Hyun tersenyum saat pesan balasannya untuk kai terkirim, dia dan kai resmi menjalani hubungan diantara mereka, dan setelah makan malam ini dia akan bicara pada kris, karna appa atau eomma nya memang tidak memaksanya,

Hanya dia dan kris yang bisa menghentikan acara pertunangan itu. Dan setelahnya, sudah banyak hal-hal indah yang ingin dia lewatkan dengan kai. Sangat banyak.

Kai berusaha sekuat tenaga memohon padanya saat Baek Hyun di bawa ke apartemennya tadi. Berbagai cara dan ucapan juga tak lupa janji , yang membuat Baek Hyun bungkam dan memberi kai kesempatan.

Apa salahnya memberikan sebuah kesempatan? Toh Baek Hyun juga mencintai Kai. Jadi tidak masalah.

Atau malah.. awal dari .. masalah.

.

.

.

"hyung.." Ryeowook mengalihkan pandangannya. Ke arar kris. Ryeowook masih setia duduk didalam mobil memperhatikan dari jauh, Kyuhyun.. dan sungmin.

Sedikit tersenyum, menyadari adiknya berusaha duduk di sebelah kyu, agar Kyuhyun tidak bersebelahan dengan sungmin.

"kau.. tidak kedinginan kan?" Ryeowook tersenyum,

"ahni." Kembali dia toleh kan wajah manisnya ke arah orang-orang yang tampak sedang bahagia itu. Tak sadar dia, jika adiknya sedang berakting, untuk terlihat wajar..

Tapi sebenarnya dia juga membenci namja berperawakan mirip kelinci itu.

'Kau tidak berubah kyu, masih sangat tampan, tapi .. ini seperti bukan kau, kenapa aku melihat ketidak tulusan di matamu kyu? Sebenarnya apa yang terjadi kyu?..

...Jika benar seperti yang aku lihat, apa benar kau sudah menghianatiku kyu?'

Kris terus memandang tajam ke arah Baek Hyun, senyum Baek Hyun meski hanya sebuah akting mengapa terlihat sangat manis? Dia juga sedikit terkejut kenapa setelah keluar dari apartemen kai, wajah Baek Hyun berseri-seri? Senyumannya menjadi lebih lembut, dan..

Meski dia tutupi, Kris melihat ada satu tanda kepemilikan mutlak pada leher namja mungil itu di tempat yang terlihat.

"damn you jong In..." lirihnya.

.

.

.

.

"kyung Soo.. jebal keluar nak.."

".." eomma Kyung Soo kewalahan membujuk anaknya yang dari kemarin mengunci diri di dalam kamar. Apa dia tidak lapar?

Kyung Soo sangat berantakan saat ini, kamarnya sudah tidak tertata rapi, dia adalah anak pecinta kerapian tapi, karna kai.. lihatlah dirinya sekarang?

Bahkan rambut nya acak-acakan, rambut yang biasanya disisir rapi itu tak kalah berantakan dengan kemeja nya yang kusut.

Kyung Soo menoleh ke arah meja, satu-satu nya tempat yang masih berada di tempat yang seharusnya, mengembil secarik kertas disana.

Choi Siwon

Sebuah kartu nama dari seseorang yang kemarin dia temui di taman.

'aku akan membantu mu... merebut kekasih mu kembali, karna aku juga memiliki sedikit urusan dengan namja cantik yang telah merebut kekasih mu itu..'

"harus kah aku...?" kyung soo dengan sedikit ragu, mengambil ponselnya,mengetik nomor ponsel yang tertulis di secarik kertas itu.

Menghapus perlahan air matanya, dan menaruh ponsel itu ketelinganya.

Tut..tutt.. klik!

Tersambung!

.

.

.

.

TBC

a/n : its finally, akhirnya aku punya waktu untuk nyelesein lanjutan FF ini.

eum, author mau nanya dikit, ini mau long chapter apa yang short atau yang sedang*pakk* aja?

Maaf updatenya lama, Biasalah..mencoba menjadi istri yang baek bagi wookie oppa .. belajar masak ^^

Namun kenyataanya, goreng telor aja malah berakhir sakit mata kecipratan minyak panas -_-

Hedeeuhh untung ga parah/diketawain Wook oppa/sumbat mulut wook oppa/ diarak ryeosomnia keliling jerman(?)/curhat/pakk/

Review ne? Serius deh, harga in saya, 2 ribu perak*pakk.

Ini buatnya dari tadi pagi bokk, pas baru bangun ampek siang bolong(?) begene belum selesai juga, eh salah.. baru selesai. Ah, tadinya mau update besok aja. Tapi. Kasian ama yang udah sedia nge-review :') makasih banget*elap ingus/R: author jorok ah-_-/

Gomawo for : *kalau salah penulisan review ne?*modus -_-

Cho,UmeWookie,*ini juga*pakk,ryeofha2125,meidi96, Kevin Woo, lee eun jin,bluerose,Alif ryeosomnia, ByunnieFan,Keepbeef Chiken Chubu*nah ini juga*-_-,enchris.727,yoosushipper729,cuteangel*makasih udah review dari awal*wink/plettak/BekiYeollo.*kalau yang ini, author kasih cium*pakk