"kau senang?"

"hm.."

"selamat yesung, kau mendapatkannya, benar kata orang, wookie menerima ku .. pasti karna dia jengah aku terus mengejar-ngejarnya."

"siwon-ah.."

"ahaha, aku tidak tau jika kau sebenarnya orang yang dia sukai.."

"kau hebat siwon-ah.."

"tidak juga, cinta.. memang tidak harus memiliki bukan?, jaga dia baik-baik. Setelah ini aku akan ke amerika. "

"hm, eum.. siapa dia?"

"mana?"

"itu.. namja di bawah, yang sedang berbicara dengan wookie.."

"oh.. itu Kyuhyun, Cho Kyuhyun, dia murid baru disekolah.. dia teman wookie."

"oh.."

Live To Love

Author : Fadilla Shine a.k.a Cha Yi Hyun

Main Cast :

Kim Baek Hyun

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Kim Jong In

Do Kyung Soo

Lee Sungmin

Kris Wu

Choi Siwon

Pair: KaiBaek, kyuWook, slight! Kaisoo, KrisBaek, Kyumin, SiWook.

Rated : T

Disclaimer : all member Exo and Super Junior is belongs to God. they parents, and agency . but story and plot is mine!

Genre : Romance, Hurt/Comfort.

Warning : YAOI, OOC banget, Typo(s). De el el.

A/N : annyeong^^ mau cerita dikit maaf ya.. aku suka Kyuwook, yewook, ama siwook jadi di ff Chaptered pertama ku ini aku ingin yesung, siwon, ama Kyuhyun itu pada ngejar-ngejar wookie kyakyakyak xD

Mianhae, gara-gara keserakahan author readerdeul pada pusing ama cerita nya. Haha, ga akan author ulangin deh di ff author selanjutnya. Okeh..

Check this Out!

.

.

.

Author POV

Siwon duduk dengan santainya menanti seseorang di sebuah bar, suara bising menyapa telinga sejak tadi, hanya saja namja tampan itu terlalu malas untuk mencari ketenangan di tempat lain, para gadis jalang sudah berlomba mempertontonkan paha dan dada mereka yang kurasa para namja mesum akan meresakan sesak dicelana mereka karna itu. Hanya saja dia Siwon, dan dia gay teman.. dia tidak suka gadis, apalagi gadis jalang. Baginya mereka hanya.. sampah.

"jadi..kau suka tempat seperti ini?" ucap suara berat namun merdu dari belakangnya, Siwon hanya tersenyum tanpa menoleh meneguk segelas wine yang terhitung adalah gelas ke tiganya.

"hm.. Sung, kau bilang.. Kyuhyun namja yang baik bukan?" namja yang baru datang itu tidak lain adalah Yesung,

"hm, kau mengalah.. aku pun bisa mengalah asal dia .. bahagia bersama Kyuhyun." Siwon menatap tidak suka Yesung yang kini duduk disampingnya.

"aku tanya.. Kyuhyun namja yang baik eoh?" Yesung tersenyum kecut.

"benar.. tapi dia bodoh."

"satu lagi. Kau bilang kau akan menjaga wookie bukan setelah aku ke amerika?"

"kau menyuruhku kesini.. untuk menghakimi ku?" Siwon tertawa keras dengan mata sayu, sepertinya pria tampan ini sudah mabuk.

"berhenti minum Siwon-ah.."

Siwon tersenyum sinis ke arah Yesung, Yesung hanya diam, dia tau ini juga salahnya membiarkan Kyuhyun mendapatkan Wookie, mendapatkan kebahagian yang akan dia hancurkan sendiri, pantas saja Yesung bilang bahwa kyuhyun.. itu bodoh.

"setidaknya aku bukan kalian berdua, kehilangan dan hanya bisa.. mengangis, cih."Siwon sudah benar-benar mabuk. Bahkan dia menjatuhkan wajahnya di atas meja dengan sangat keras, tidak peduli tulang pipinya akan hancur sekalipun.

"temui Kyuhyun.. maka kau akan tau kenapa aku tidak menghancurkan kepala anak itu saat aku tau wookie harus merenggang nyawa, karna saat itu aku pun tidak sedang ada dikorea.."

"saat itu wookie.. sudah memutuskan ku.. sebelum kau berangkat ke amerika, pertunangan ku dan dia hanya bertahan satu minggu.. dan akhirnya aku lebih dulu meninggalkan korea ketimbang kau...tapi yah.. aku memang tidak betah berlama-lama di negri asing,"

Yesung beranjak dan akan pergi tidak ingin berlama-lama di tempat menjijikkan ini.

"Wookie masih .. hidup."

Deg

Langkah yesung tertahan. Sangat pelan, Yesung membalikkan badannya tapi yang dia lihat hanya Siwon yang tertidur dengan kepala bertumpu diatas meja. Tidak mungkin, lagi pula Siwon mabuk. Yesung segera bergegas dari tempat itu, tapi ternyata mata Siwon tidak benar-benar tertutup. Mata tegas itu terbuka beberapa detik setelah yesung pergi, kemudian seringaian tercetak dibibir tipisnya.

.

.

.

"jangan menekuk bibir mu seperti itu.." Baek Hyun masih saja menekuk bibir kissable nya, Kyuhyun yang sejak tadi mencoba membujuk Baek Hyun akhirnya mengeluarkan ponselnya yang bergetar terus menerus.

"ne?"

"..."

"baiklah.. oh ya.. bisakah sebelum kemari bawakan es krim .. eum rasa strawberry?"mata Baek Hyun membulat senang, membuat Kyuhyun gemas dan mengacak-acak rambut Baek Hyun.

".."

"ne.."

"Baiklah.. sekarang pakai baju mu dan kita jalan-jalan, kau libur bukan?" Baek Hyun tersenyum manis, bukan menjawab pertanyaan Kyuhyun, tapi .. membayang kan es krim yang akan segera dia dapatkan nanti.

"kenapa hyung tidak bilang.. kalau appa dan eomma sudah berangkat lagi ke jepang?" Kyuhyun merenggut .. kenapa lagi anak ini, tadi dia sudah senang, kenapa diungkit lagi?

"mereka terburu-buru.. Baekkie.."Baek Hyun menghela nafas berat, seolah-olah dia benar-benar marah, Kyuhyun hanya berusaha menahan senyumannya agar tidak semakin melebar melihat tingkah imut dari Baek Hyun.

"geure.." Baek Hyun beranjak ke arah kamarnya,Kyuhyun akhirnya tersenyum dan beralih melirik ke arah sebuah figura besar diruang tamu rumah Baek Hyun. Namja manis dengan mata karamel yang menatap lucu ke arah kamera dengan senyum nya yang begitu menawan. Membuat seorang Cho Kyuhyun terpikat pada pandangan pertama. Mata Kyuhyun memanas, hatinya bergejolak..

Hingga air mata sudah tak bisa terbendung lagi.

"Hyung.." Kyuhyun menatap Baek Hyun heran, dengan cepat dia mengusap air matanya, menatap Baek Hyun dengan senyumannya tapi mata itu jelas terluka..

"wae? Cepat sekali.."

"ani.. aku tadi mendengar ada suara mobil, aku kira es krim_ eh maksudku mobilnya sudah datang." Kyuhyun terkekeh, anak ini sangat mirip dengan wookie. Pikirnya.

.

.

.

Ryeowook POV

Aku ingin keluar dari tempat ini, sedikit menyesal kenapa juga aku tidak pergi saja ke jepang atau kemana saja asal aku tidak terkurung disini. Tapi.. jauh dari korea.. jauh dari Kyuhyun.

Hah.. lagi-lagi, kau sudah disakiti olehnya, wookie. lalu untuk apa kau masih mengharapkan orang seperti dia? Tapi aku juga tidak terlalu yakin apa benar Kyuhyun.. menghianatiku?

Kenapa aku tidak memilih Yesung hyung, yang sangat jelas dia mencintaiku, dia bahkan merelakan ku demi kebaikanku, mungkin ini hukuman untuk orang seperti ku, aku juga tidak mau berkhianat hanya saja.. aku mencintai dia.. juga kyuhyun. Tapi cinta ku pada Kyuhyun jauh lebih besar. Hingga akhirnya aku harus memilih.

Kau bodoh kim Ryeowook, dengan sok nya kau mengajari kepada adikmu untuk memilih sedangkan kau saja, masih bingung dengan orang yang benar-benar kau cintai,

Terakhir, Siwon Hyung.. aku tersentak saat tiba-tiba nama itu mengingatkan ku tentang kejadian tadi malam. Kenapa otak ku makin lemah , bahkan aku tidak mengingat kejadian yang hampir saja membuat ku pingsan. Tapi aku tidak bercanda, cerobohnya aku bisa bertemu dengan salah satu orang yang tidak ingin aku temui... Setidaknya untuk saat ini, aku menyayanginya, mungkin karna itu dulu aku bahkan tidak sanggup untuk menolaknya, dia.. terlalu Baik. Baiklah apa bedanya aku dan adik ku, 'Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya' haahh.. hidup itu lucu, 'hidup untuk cinta'? Sungguh menggelikan.

Aku tidak perlu merasakan cinta jika cinta tau seberapa sulitnya untuk bertahan hidup, cinta tidak peduli dengan perasaan tulus ku untuk Kyuhyun. Cinta dengan mudahnya membuat hidup ku indah, juga dengan mudahnya dia menghancurkannya. Baek Hyun.. kuharap hanya aku, tidak dengan adik ku, jika cinta masih sebuah perasaan yang suci, ku mohon demi semua orang yang saling mencintai didunia ini .. biarkan cinta membuatnya indah pada waktunya.

Tes

Tes

"kyuhyun.. Yesung Hyung.. Siwon Hyung aku.. maafkan aku.."

.

.

.

Baek Hyun POV

"Ya! Kau menggelikan Hyung!bagaimana bisa kau takut Badut?" Kyuhyun Hyung mendengus kecil,dia menunjukkan wajah angkuhnya di depan ku yang sangat malas menatapnya. Bagaimana mungkin namja yang sudah berusia .. ah, yang penting dia bukan seorang Bayi. Bisa takut dengan badut? Dia juga manusia, atau aku buka saja kostum badut itu?, Kyuhyun Hyung tidak mau mengajak ku membeli es krim hanya gara-gara Badut itu juga sedang membeli es krim.

"Hyung.. lihat dia juga beli es krim, dia manusia Hyung." Kyuhyun Hyung sedang berfikir keras terlihat dari matanya yang terus menatap ke atas dan memutarnya sesekali. Apa diatas ada pesawat militer sedang berperang? Huuftt..

"suruh siapa mengajakku ketempat seperti ini?"ketus Kyuhyun hyung dengan ada yang sangat dibuat-buat,

"Hyung~" rengek ku lagi, astaga aku merengek? Ya tuhan, apa yang sebenarnya terjadi. Jangan salahkan aku, salahkan tulisan. 'Beli Satu gratis Satu' itu.

"guere.. geure, aku.. tunggu disanai saja okey." Dia menunjuk sbeuah bangku, Aku mencibir nya hanya saja, dia terlalu pintar mengelak dengan pura-pura bersenandung? Apa itu? Ck, menyebalkan. Dengan langkah malas aku melangkah, tapi belum sempat aku melangkah lebih dekat aku merasa seseorang menarik tangan ku. Belum sempat aku berteriak orang itu langsung membekap mulutku, ck. Aku tau ini, ini seperti film-film yang sering aku tonton! Ini namanya penculikan. Astaga berapa umur ku?

Orang ini memiliki tangan yang lebar, sepertinya dia seorang namja. Tapi apa yang dialakukan? Oh yang benar saja,dia tidak akan menculikku bukan?

"Mwo? Apa yang akan kau lakukan?" aku curiga, tentu saja. Dia ternyata namja yang memakai baju badut tadi. Kenapa aku tidak sadar?Ah, benar dari tadi aku hanya menatap seolah-olah 'tolong aku' kearah namja yang sedang asik tiduran di bawah pohon itu, di sebuah bangku, namja yang sayang nya sangat tampan bernama CHO KYUHYUN!

Untuk apa juga orang ini menarikku kesemak-semak?

"diamlah." Mata ku membulat saat namja itu melepaskan kepala bunny nya dan menatap lurus ke arahku, astaga, dia Choi Siwon, benar itu namanya? Aku lupa, karna semalam Wookie Hyung tidak mau cerita.

"hey.." aku tersentak.

"n..ne? ada.. apa?" Dia mengulurkan tangannya, dengan ragu aku menyambut uluran tangannya. Samar, senyuman itu tipis tapi sangat mempesona. Tuhan.. dia benar-benar tampan.

"Aku Choi Siwon.."

Aku tersenyum tipis.

"kita.. sudah berkenalan." Ucap ku takut-takut, Dia terlihat tersenyum canggung, dan menggaruk tengkuknya.

"ah, aku kira kau lupa padaku.." dia bercanda, bisakah aku melupakan namja dengan wajah setampan dia?

"bolehkah.. aku bertanya sesuatu?ini untukmu.."

.

.

.

Author POV

Seorang yeoja paruh baya menghentikan kegiatan anaknya yang sedari tadi bermain PSP, Kai menoleh kearah pintu yang baru saja terbuka, Kai membaringkan tubuhnya bertolak arah dengan yeoja yang merupakan ibunya itu.

"wae?" Nyonya Kim tidak menjawab dia berjalan, dan duduk di samping kasur yang sedang kai tiduri.

"setidaknya berikan eomma alasan, kenapa kau membatalkan semua ini Kai?" kai tidak menjawab, dia sudah bersiap pergi tanpa menghiraukan sang eomma.

"Kai.."

"waeyo? 'jaga sikap anakmu, jangan menjakan dia' apa itu yang namja sialan itu katakan?"

"kim jong in!" Kai mendengus, dan melanjutkan langkah nya sebelum dia mendengar seseorang tertawa lepas dengan rekan bisnisnya di lantai bawah.

"dia.. selalu bersikap begitu, aku anaknya.. tapi apa dia ayahku?" Kai menatap kembali ke arah eommanya yang sedang menunduk, dia tidak tega, tapi dia juga tidak suka, berapa usianya hingga dia harus menuruti semua yang 'kedua' orang tuanya perintahkan?

"kai.. dia ayahmu.." lirih Nyonya kim dengan suara yang sedikit bergetar.

"terserah." Kai menyambar ponselnya, dan membanting pintu dengan keras.

BLAM

.

.

.

"eunghh.."Baek Hyun merenggut, harusnya dia tidak meninggalkan orang ini sendirian, jika dia tidak mau kesulitan membangunkannya. Dia kembali berusaha membangunkan mahluk tampan yang tengah tidur dengan manis ini. kata 'manis' itu sangat menggemaskan sampai-sampai ingin author gigit -_-

"Ryeowook.. hajima.."

deg!

"Hyung.." Baek Hyun menatap nanar Kyuhyun yang sedang tertidur dibangku taman dimana dia meninggalkannya karna dengan seenaknya namja bermarga 'Choi' tadi menyeretnya.

"hiks.. Ryeowookkie...saranghae, ttonajima jebal," biarkan Baek Hyun ikut menangis menatap prihatin namja tampan yang bahkan terisak dalam tidurnya, semenderitanya dirimu hyung? Apa yang Wookie Hyung katakan.. apa itu benar-benar terjadi? Apa aku boleh meragukan Hyung ku sendri? _ Batin Baek Hyun.

"maaf Hyung, aku berjanji.. akan memberi tahumu, tidak lama lagi, kau berhutang penjelasan padaku Hyung.."Baek Hyun meremas kecil sebuah kertas yang Siwon berikan tadi dia menghapus air matanya kasar.

"HYUNG!" maaf, Baek Hyun harus berteriak, dia tidak akan membuat rasa ibanya membuat dia harus menunggu Hyung kesayangannya untuk bangun. Tidak akan pernah, karna hari sudah semakin siang, dia belum makan, dan yang terpenting dia juga belum menemui Wookie Hyung Nya, dia tentu sangat merindukan Hyung manisnya itu. Rindu selalu menyerangnya setiap kali dia jauh dari hyungnya meski hanya bebarapa menit saja.

"NE!" dengan sigap Kyuhyun Bangun, dan seperti orang bodoh dia menarik Baek Hyun kepelukannya dan menoleh kekanan kekiri.

"kau tidak apa-apa? Apa kau terluka? Ada yang ingin menculikmu?" Baek Hyun terkekeh dan melepaskan dekapan Kyuhyun dengan agak susah payah.

"ani, tadi ada yang memberiku Es Krim malah.." Kyuhyun menautkan alisnya dan menatap Baek Hyun aneh.

"kau meminta?" tanya nya santai.

"HYA!" dan dijawab tidak santai oleh namja cantik bermarga Kim itu. Kyuhyun duduk kembali, diikuti Baek Hyun disebelahnya.

"Ku bilang kan kalau aku diberi."sungutnya kesal, malipat kedua tangan nya didada,

"ne.. aku tahu, aku hanya ingin menggodamu.." jawabnya membuat Baek Hyun semakin kesal. Kyuhyun menoleh ke arah Baek Hyun, tersenyum kecil ke arah Baek Hyun, jika dalam kondisi biasanya dia akan mencubit kedua pipi Baek Hyun dengan gemas. Hanya saja kali ini lain, di tempat ini.. dulu..

"siapa yang memberikannya?"

"ng.. dia, dia seorang ahjussi."

Flasback

"jangan menggodaku.." terlihat disebuah bangku taman seorang namja manis merajuk didepan namja tampan yang sedang memegang dua es krim berjongkok didepannya.

"mianhae.. aku terjebak macet, ini untuk mu, ayolah jangan marah lagi~" Ryeowook, namja manis itu masih mempout bibirnya, tanpa memperdulikan tatapan memelas dari namja tampan itu, dia sendiri pun tidak tahan ingin es krim itu. Ryeowook menarik nafas panjang, dan kembali menatap ke arah namja itu.

"asal.. kau berjanji tidak akan terlambat lagi!" tegasnya, namja tampan itupun mengangnguk kecil dengan senyuman nya yang berkembang, sangat cerah.

"ne.."

"janji?" Ryeowook menjulurkan jari kelingkingnya pada namja itu, tanpa menunggu apapun, namja itupun menautkan jari kelingkingnya ke jari mungil dihadapannya itu.

"janji.."

"hehe.. kau tau? aku akan segera bertunangan dengan Yesung Hyung."senyum namja itu hilang sudah, dia menatap Ryeowook dengan tatapan yang sulit di artikan.

"aku senang." Bohongnya, kali ini Ryeowook yang menatap namja didepannya itu dengan tatapan yang sama.

"kajja.. kita harus segera pulang,dan ini, habiskan.. nanti keburu meleleh" seru namja itu berdiri dari posisi berjongkoknya dari tadi. Kemudian.. iamenepuk kedua pundah Ryeowook, membuatnya tersentak kaget. Ryeowook tersenyum kecil dan beranjak dari duduknya.

Grebb

"Ryeo.. wook.." namja tampan itu tersentak saat Ryeowook tiba-tiba memelukkanya erat. Dia sedikit terhuyung karna tidak siap saat Ryeowook menghempaskan tubuhnya ke arahnya .

"Ryeo.."

"Biarkan, biarkan seperti ini, hanya sebentar, aku berjanji." dengan ragu ia membalas pelukan Ryeowook,

"ne.."

"gomawo.. Kyuhyun-ah.."

.

.

.

"Hya! Kau melamun!"

"ahni!"

"kau melamun, aishh.. "Kyung Soo hendak beranjak dari duduknya sebelum lengannya dicekal oleh namja yang bertubuh sama dengannya. Hanya kulitnya saja yang sangat putih, dan senyumnnya yang indah, itu.. jika dia tersenyum, nyatanya dia tengah menatap Kyung Soo dengan tatapan memelas, dengan amat terpaksa Kyung Soo kembali duduk ke tempatnya.

"wae? Su Ho Hyung, aku tidak betah aku.. ingin pulang."jawab Kyung Soo malas, namja itu kembali menarik tangan Kyung Soo dan menggenggamnya erat.

"Kyung Soo-ah, kau berubah, apa karna namja bernama Kim Jong In itu?" Kyung Soo menggeleng, ada benarnya juga ada salahnya.. benar. Tapi salah, entah kenapa tapi Kyung Soo benar-benar sudah hampir melupakan kai, dia juga tidak tahu kenapa. Dan jangan paksa saya untuk menceritakannya.

"aku akan berjanji.. aku akan membuatmu melupakan namja itu.." Kyung Soo tertawa keras dan menatap tajam Su Ho.

"he? Benarkah..?"jawabnya meremehkan, dan dibalas dengan senyuman lembut dari Su Ho, kembali menggenggam tangan Kyung Soo hangat.

"bagaimana mungkin aku mencoba.. jika kau tidak memberiku kesempatan?" Kyung Soo menatap salah satu pengunjung Restourant, dia melihat seorang Namja berkulit gelap yang tidak lain adalah kai, terlihat kai sedang memainkan ponselnya malas, dan sesekali meminum jus orange nya.

Kyung Soo tersenyum miris, kembali menoleh ke arah Su Ho.

"begitu..baiklah."Su Ho membulatkan matanya, menatap Kyung Soo dengan binar dimatanya,

"be..benarkah?"Kyung Soo berdecak sebal, dia sudah sangat ingin pulang kerumahnya, tapi bagaimana bisa jika mahluk dihadapannya itu masih belum bisa menangkap kenyataan yang baru saja dia katakan.. sebuah kesempatan.

"kau tidak mau? Baiklah.." Kyung Soo beranjak, namun kali ini Su Ho ikut berdiri dan menggenggam tangan Kyung Soo lembut. Kyung Soo tersentak dan menoleh, entah kenapa pipinya memerah menatap Su Ho dari dekat seakan menggetarkan hatinya. Mengundangnya untuk sekedar tersenyum meski Su Ho tidak melihatnya. Kedua orang ini keluar dari restourant dengan perasaan cukup bahagia, sebenarnya, itu juga karna Kyung Soo belum menyadarinya. Betapa indahnya memiliki seseorang yang mencintai dan menyayangi kita, sebentar lagi.. dia juga akan tahu.

Tanpa mereka sadari, Kai.. namja itu tersenyum lega menatap keduanya dari jauh. Perasaan bersalah yang selama ini tertumpuk sekarang menjadi sangat ringan, perlahan... semuanya akan berakhir tanpa harus ada yang tersakiti.

.

.

.

Ryeowook menoleh kearah namja yang baru saja membuka pintu kamarnya, tersenyum simpul, membuat namja itu juga ikut tersenyum.

"Hyung..

...ayo sarapan.."lanjutnya setelah menutup kembali pintu itu.

"Kris.. Baek Hyun tidak datang hari ini?" Kris menaruh makanan yang sudah ia siapkan untuk Ryeowook.

"sebentar lagi Hyung.. dia dan Kyuhyun Hyung sedang jalan-jalan .."Ryeowook menunjukkan ekspresi sedihnya membuat siapa saja menyadarinya terutama Kris, dia sadar apa yang sedang Ryeowook rasakan. Hingga dia pun ikut duduk disamping Ryeowook, mencoba sebisa mungkin membuat perasaan Ryeowook lebih Baik, meski dia tidak yakin. Setidaknya sebelum Baek Hyun datang.

Ryeowook memperhatikan kris yang sepertinya mengirim sebuah pesan untuk seseorang.

"Kris.."panggil Ryeowook.

"ya?" Kris menghentikan gerakan tangannya dan menoleh dengan dahi berkerut.

"dia .. akan mengenalkannya padaku.."

"dia siapa?"

"namanya.. Kim Jong In.."

Deg

Wajah kris terlihat sekali tidak suka, itu wajar, Kim Jong In .. namja itu, namja yang menjadi saingannya. Saingan? Pantaskah disebut saingan? Tidak.. faktanya dia sudah kalah, perasaan Baek Hyun hanya untuk kai, untuknya? Hanya sebagai 'Hyung' dan itu tidak lebih.

"kau tidak apa-apa?"tanya Baek Hyun khawatir. Kris membuyarkan lamunannya dan tersenyum kecil ke arah Ryeowook.

"ani.. dia sudah memberiku kesempatan, itu artinya .. aku punya kesempatan, dan aku tidak akan menyianyiakannya." Ryeowook tertegun. Biasa, siapa yang tidak tertegun melihat ekspresi sakit yang bisa kita tangkap hanya dengan menatap mata orang itu. Ryeowook tahu betul, apa yang sedang ia lihat, dia bahkan sudah melihatnya beberapa kali, Siwon.. dan Yesung. Kesempatan? Kesempatan apa? Baek Hyun.. dia hanya bercanda bukan? Bagaimana dia memberi kesempatan tanpa menyadari konsekuensi nya?

"kau yakin?" Tanya Ryoewook memastikan, jika benar maka dia akan mengangguk dan jika tidak..

"ne.."Kris tersenyum

.. dia akan tersenyum.

"apa tidak apa-apa Hyung?"Ryeowook juga tidak bisa mencegah pergantian topik yang kris ganti seenaknya.

"apanya.."

"Kai.. ehemm.. maksudku Kim Jong In, apa tidak apa-apa jika dia tahu?"

"hm, tidak apa," Kris tersenyum tipis, dan beranjak dari duduknya, dengan wajah datar. Mungkin dia tidak suka jika.. kai datang, bisa saja seperti itu.

.

.

.

"ya! Aku tidak mau! Andweee!" Kyuhyun menyumbat telingannya yang terasa bergetar karna teriakan melengking Baek Hyun, dengan tanpa rasa bersalah Baek Hyun kembali melangkah masuk ke dalam mobil, hingga dia menatap Horor ke arah Kyuhyun yang kembali menghalangi langkahnya.

"aku tidak mau makan disini, aku mau.." apa? Apa diaharus mengatakan 'aku mau makan dengan RyeowookHyung!' lupakan, dan berhentilah merengek. Baek Hyun menggelengkan kepalanya sebentar, membuat Kyuhyun menatap heran ke arahnya.

"makan disini, dirumah tidak ada orang Baek Hyun, appa dan eomma mu sudah menyuruhku untuk menjagamu. Arra?" Baek Hyun menunduk lesu. Dan dengan berat hati dia menunduk.

Setelahnya mereka berdua masuk kedalam dengan Kyuhyun yang setia dengan senyum kemenangan, atau bisa disebuat senyuman evilnya, dengan gaya apapun dia tersenyum tetap terlihat menakutkan bagi Baek Hyun.

Mata Baek Hyun membulatkan matanya saat dia menangkap sosok seseorang yang tadi malam hampir membuatnya malu didepan umum. Setelah memastikan benar orang itu dan arah yang dia tuju..

"kai?" lirihnya. Kyuhyun menoleh.

"apa?"

"ak..aku ketoilet dulu. Bye!" tanpa mendengarkan apapun Baek Hyun langsung lari kearah Toilet.

Kai yang baru saja ingin masuk kedalam menghentikan langkahnya saat dia merasa ada yang mengikutinya.

"siapa itu?" tanya nya entah pada siapa? Apa pada namja cantik yang kini tengah bersembunyi dibalik tembok?

Kai berjalan mendekat dengan suara yang hampir tidak terdengar oleh telinga siapapun, sepertinya kai cukup pintar dalam hal seperti ini,

"HUWAAA!" teriak orang itu, sedangkan kai terkejut sampai lupa menutup telinganya, apa dia tidak takut gendang telinganya pecah?

"Baek Hyun?" tanyanya tidak percaya, sementara Baek Hyun masih sibuk menenangkan dirinya dengan mengelus dadanya naik turun. Setelah nya dia menatap kai, yang kini tengah menangkup wajahnya, entah kapan itu terjadi.

"nwe, inmwe akuhw.."Baek Hyun menepis kasar tangan kai, yang menangkup wajahnya sampai dia tidak bisa berbicara dengan benar.

"maaf, aku kira .. apa yang kau lakukan?" Tanya kai, dengan tangan memperangkap Baek Hyun didinding itu. Membuat Baek Hyun sedikit merona dengan posisi yang.. err sangat 'danger' ini.

"eum.. aku melihatmu tadi.. jadi.. err akumhhpp." Dan jangan tanya, Kai memang seperti itu, bibir Baek Hyun sudah menjadi candu baginya, jadi tak usah banyak penjelasan, karna kai memiliki cara tersendiri untuk mengetahui alasan Baek Hyun, ya.. dengan ciuman, memang tidak wajar. Tapi itulah kai.

Kai melumat bibir pink Baek Hyunlembut, tapi tangan nya sangat nakal mulai masuk kedalam kaos Baek Hyun membuat Baek Hyun menurunkan tangan nya untuk sekedar menepis tangan kai. Kai tersenyum dalam ciumannya, dan menarik tengkuk Baek Hyun memperdalam ciuman nya, meski dia tahu Baek Hyun juga tidak akan kabur dengan posisi seperti ini.

Akhirnya Kai melepaskan ciumannya setelah beberapa menit melumat bibir 'malaikatnya'. Kedua nya tersenyum, Baek Hyun hendak menunduk hanya saja kai malah menahan dagu runcing itu untuk tetap menatapnya, membuat sang pemilik makin merona, dengan nafas yang tersenggal. Kai menarik Baek Hyun kedalam dekapannya, membuat Baek Hyun tersenyum dan tak berfikir dua kali untuk membalas pelukan hangat 'kekasih' nya itu. Baek Hyun sedikit merasa bersalah karna bibir yang dipatenkan kai 'hanya' miliknya itu Baek Hyun serahkan pada Kris, tapi berbeda. Ciuman bisa memperjelas perasaan seseorang, Kris pasti tahu apa yang Baek Hyun rasakan saat dia mencium Baek Hyun, kehampaan.. benar,tak ada perasan yang berarti dalam ciuman itu.

Berbeda saat dengan kai, semuanya sangat berarti jika kita berciuman dengan orang yang kita.. cintai.

Baek Hyun dan kai masih berpelukan hangat.

"Bogoshippo.." bisik kai tepat ditelinga Baek Hyun.

"na_"

"ekhem!"

GLEK!

.

.

.

TBC

a/n : Ini baru aja saya edit, jeongmal gomawo bagi yang udah review .maaf jika masih ada thypo, KARNA SAYA BUKAN TUHAN SAYA HANYA AUTHOR! DAN AUTHOR JUGA MANUSIA!*lirik someone, mianhaee jongmal./nangis di kaki readers/R:najess*angkat golok/

author juga gak bisa nulis siapa aja yang review, dan juga ngebales satu-satu, jangan salahkan saya, SALAHKAN MODEM AUTHOR YANG JEONGMAL STREEESEU !/R:ngelles aja lu thor/ -_-