Best Friend, Enemy, or Love

Warning : Fanfic ini yaoi(boyxboy), dan juga Crack Pair. Di chap ini ada sedikit rate M-nya tapi ini tetap Rate T kok.

Disclaimer : Di SM cast punya Soman Ahjussi tapi di fanfic ini cast punya saya :p

Author's Note :

-) Fanfic ini terinsipirasi dari drama Korea "School 2013" tapi ini versi yaoi-nya kekeke. Oh ya kalau gak tau "School 2013" lebih baik liat di youtube atau gak beli

aja CD-nya. Aslinya School 2013 itu cerita kehidupan anak sekolah disitu ada scene Brothership and Sistership*Promosi* tapi kalau untuk para fujoshi pasti

dah mikir Seme n Uke/ Butchy(?) n Fame dari para pemainnya.*itu sih pikiran authornye*

-) Jongin/Kai itu sama, ada alasan kenapa Author menggunakan nama Jongin dan Kai secara bersamaan.


Chapter 2

Kai and The Past

.

.

.

Jongin's House

"Kenapa aku harus bertemu dia?" ucap seorang namja berkulit tan itu sembari memandang fotonya dengan seorang namja berwajah putih dan manis.

#Flashback On#

5 tahun yang lalu..

Disebuah gudang sekolah tak terpakai terdapat sekumpulan namja sedang mengepung seorang namja manis.

"Cepat buka bajumu,Manis." perintah seorang namja pada namja manis yang ada dihadapannya.

"Ak..ak..aku.."

"Lama sekali..srek." omelnya sembari merobek kemaja yang dipakai namja manis itu itu.

Alhasil sekarang kemeja namja itu sudah robek sehingga memperlihatkan perutnya yang rata dan terlihat mulus.

"Tidak salah juga aku memilihmu ternyata selain wajahmu yang manis kau juga mempunyai perut yang indah. Bagaimana kalau aku mencoba tubuhmu ini." ucapnya dengan tatapan pervert sembari tangannya mengusap perut namja manis itu .

"Jangan Sunbae.." mohon namja manis itu.

Sebelum namja pervert itu akan memperkosa namja manis itu ada seorang namja tan yang memukulnya.

BUGH..

"Lepaskan dia, Taecyeon." perintah namja tan itu pada namja yang akan memperkosa namja manis itu yang dipanggil Taecyeon.

"Hei Kalian, apa yang akan kalian lakukan?" tanya seorang Seonsangnim yang tiba-tiba saja datang.

Melihat kedatangan Seonsangnim, Jongin segera menutupi namja manis itu dengan tubuhnya yang tinggi.

"Ka..kami tidak sedang apa-apa kok Seonsangnim." kilah Jongin mewakili mereka yang ada digudang.

"Benarkah itu?yasudah cepat kembali ke kelas kalian." ucap Seonsangnim sembari keluar dari gudang itu.

"Awas kau Jongin." ancam Taecyeon yang kemudian pergi diikuti dengan anak buahnya meninggalkan Jongin dan namja manis itu.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Jongin khawatir melihat namja manis itu yang sedang menahan tangisnya.

"Hiks..hiks nae." jawabnya disertai isak tangis.

"Sudah jangan menangis lagi" ucap Jongin menenangkan namja manis itu sembari memeluk tubuh yang gemetar itu.

"Kau pasti siswa baru. Aku Kim Jongin tapi untuk kau cukup panggil aku Kai." lanjutnya setelah melihat keadaan Namja itu yang sudah mulai tenang.

"Aku Oh Sehun." ucapnya.

"Baiklah Sehun, ayo kita pergi dari tempat ini." ajak Jongin yang sudah menarik tangan Sehun.

Akan tetapi Sehun tetap diam tak beranjak dari tempatnya.

"Kenapa?" tanya Jongin.

"E. bajuku sudah robek." jawab Sehun disertai dengan pipinya yang bersemu karena malu.

"Ah..aku lupa." ujar Jongin yang baru ingat kalau baju yang dikenakan Sehun sudah robek.

"Pakailah." lanjut Jongin sembari memakaikan Sehun jaketnya.

"Gamsahamnida." ucap Sehun berterima kasih.

"Kajja, aku akan mengantarmu kekelasmu." ucap Jongin

"tidak perlu, aku bisa sendiri."

"Kau yakin?bagaimana kalau kau diapa-apain lagi?" ucap Jongin menakuk-nakuti

"eh..itu.."

"Kajja" ajak Jongin tanpa peduli apa yang akan diucapkan sehun.

Kai menarik tangan Sehun dan membawanya pergi dari gudang sekolah itu. Selama dalam perjalanan ke kelas tidak ada yang mengeluarkan satupun suara. Sampai pada akhirnya Sehun bersuara.

"Bisakah kau lepaskan tanganku?" tanya Sehun melihat tangannya masih digenggam oleh Kai.

"Mianhae." ucap Kai sembari melepaskan genggaman tangannya.

"Gomawo." ucap Sehun setelah sampai dikelasnya yang ternyata kelas Kai juga.

#Flashback Off#

Jongin tersenyum mengingat masa lalunya dengan dia.

"Jongin-ah ayo makan." ajak seorang yeoja cantik berdiri di pintu kamar namja itu.

"Nae, Nunna." Balas namja itu.

"Baiklah. Kami tunggu di meja makan, nae?" ucap yeoja cantik itu yang dipanggil dengan sebutan Nunna oleh namja itu.

"Hn."

.

.

.

"Bagaimana kau sudah memanggilnya?" tanya seorang yeoja paruh baya yang masih kelihatan awet muda sampai sekarang pada putrinya.

"Nae, Umma." Jawab putrinya itu yang kemudian duduk di kursinya.

"Umma, apa tidak apa kita kembali lagi kesini? Bukankah Jongin.." ujar Putrinya itu pada Ummanya.

"Tidak apa-apa Lulu, yang perlu kau khawatirkan bukan Jongin tapi dirimu sendiri." Ucap Yeoja paruh baya itu yang berstatus sebagai Umma-nya.

"Kenapa Umma berbicara seperti itu, aku tidak.." protes Putrinya itu yang bernama Kim Luhan atau biasa dipanggil Lulu, ia adalah Nunna Jongin.

Namun sebelum Luhan menyelesaikan protesnya, Jongin sudah keburu datang.

"Selamat Malam, Umma Nunna." Sapa Jongin.

"Kau sudah datang, Jongin-ah. Ayo kita makan" ucap Umma Jongin memulai acara makan malam mereka yang tenang.

Perlu kalian (reader) tahu daripada nanti ada tanda tanya di kepala kalian, dimana Appa Jongin dan Luhan ini. Appa mereka sudah 2 tahun yang lalu pergi meninggalkan mereka untuk selamanya, karena sebuah kecelakaan pesawat yang meninggalkan 1 anak laki-laki yakni Kim Jongin, 1 anak perempuan yakni Kim Luhan dan istri yang cantik yakni Kim Kibum (Key). Appa mereka bernama Kim Jonghyun, ia adalah pengusaha sukses di Korea Selatan namun karena kecelakaan itu membuat perusahaan yang dikelolanya bangkrut karena tak terurusi. Jongin yang satu-satunya namja di keluarga itu pada waktu itu sedang dalam keadaan yang buruk, Jongin mengalami depresi akibat ditinggalkan oleh Appanya dan karena impian yang diingikan tidak terwujud akibat suatu hal. Dan berakhirlah mereka sekarang disebuah rumah sederhana di pinggiran kota Seoul.

"Jadi, bagaimana kau sudah lihat sekolahmu, Jongin-ah? Tanya Umma Jongin memulai pembiraan ringan mereka.

"Nae, Umma." Jawab Jongin.

"Baguslah kalau begitu berarti kau sudah siap untuk bersekolah besok." Ucap Umma Jongin sembari tersenyum lembut.

"Lalu, bagaimana denganmu Lulu? Kau sudah mendapatkan pekerjaan disini?" tanya Umma Jongin yang sekarang bertanya pada anak perempuannya yang cantik itu.

"Nae, Umma. Besok aku sudah akan mulai bekerja di sebuah café di daerah sini." Jawab Luhan.

"Umma senang mendengarnya, Umma juga besok akan mencoba mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Umma." Ucap Umma Jongin.

Keesokkan harinya

"Jongin-ah, irreona" ucap Luhan membangunkan Jongin yang sedang tertidur lelap.

"engh..aku masih ngantuk Nunna." Keluh Jongin sembari menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.

"Dasar pemalas, cepat bangun hari inikan hari pertamamu masuk sekolah." Ucap Luhan sembari menarik selimut yang dipakai Jongin.

"Nae..Nae." ucap Jongin malas yang sembari bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian menuju kamar mandi.

.

.

.

"Nunna akan menjemputmu seusai sekolah." Ucap Luhan.

"Nunna tidak usah menjemputku, aku sudah besar lagian apa Nunna bisa menjemputku dengan pekerjaan Nunna sekarang." Protes Jongin.

"Baiklah, kau menang Jongin-ah." Ucap Luhan mengalah.

"Sampai Jumpa." Ucap Jongin sembari turun dari bis.

"Nae." Balas Luhan sembari melambaikan tangannya.

TAP

TAP

TAP

Setelah sampai di Sekolah barunya, Jongin segera menuju ruang Kepala Sekolah. Namun dalam perjalanannya ia berhenti di sebuah taman sekolah.

#Flashback On#

5 Tahun yang lalu

Disebuah taman sekolah terdapat dua Siswa SMP(?) yang sedang mengistirahatkan diri mereka di sebuah pohon rindang.

"Kai apa benar yang kudengar dari anak-anak kalau kau ingin mendaftar menjadi pemain basket sekolah kita." Ujar Sehun pada Kai yang sedang memejamkan matanya menikmati sejuknya udara.

"Nae." Ucap Kai singkat.

"Kenapa kau tidak bilang dulu padaku?" tanya Sehun.

"Itu tidak terlalu penting, jadi untuk apa aku beritahu kau Sehunnie." Jawab Kai sembari mengacak-ngacak rambut Sehun.

"Ihh..Kai jangan mengacak-ngacak rambutku nanti tidak akan ada yeoja yang naksir aku." Omel Sehun sembari mempoutkan bibirnya.

"Nae..Nae Sehunnie sayang. Tapi kau tahu, .bukan Yeoja yang naksir kau tapi namjalah yang akan naksir kau. HAHAHA." Ucap Kai disertai dengan tawanya.

"Kau menyebalkan Kai." Ucap Sehun ngambek dan pergi meninggalkan Kai sendirian.

"Kau memang benar-benar lucu Sehunnie, tidak salah aku meyukaimu." Gumam Kai yang kemudian menyusul Sehun.

#Flashback off#

"Jongin-Shi" panggil seseorang yang membuyarkan lamunan Jongin.

"Nae" ucap Jongin.

"Sedang apa kau disini? Kajja kita ke kelasmu." Ucap orang itu.

"Nae, Boa-Shi." Ucap Jongin pada orang itu yang ternyata sang Kepala Sekolah Boa.


"Sehun-ah aku merindukanmu." Ucap Baekhyun yang baru saja masuk kelas.

"Kenapa kau tidak menungguku kemarin, kita kan bisa pulang bareng." Lanjut Baekhyun yang sekarang sudah berada dihadapan Sehun yang sedang tidur-tiduran.

"…."

"Sehun-ah ayo jawab kenapa?" paksa Baekhyun.

"Sudahlah Baekki, kau kan sudah tahu sifat Sehun jadi jangan memaksanya." Ucap Do menasehati.

"Bisakah kalian diam, kalian berisik sekali." Omel seorang namja yang sedang belajar.

"Terserah kami. Itu bukan urusanmu Lay" Ucap Baekhyun cuek pada namja tersebut yang dipanggil Lay atau bernama asli Zhang YiXing sembari terus mengganggu Sehun, sedangkan Sehun yang diganggu hanya diam.

"menyebalkan." Dumel Lay.

"Pagi, Semuanya." Sapa Do yang baru saja datang bersama dengan namjachingunya Suho.

"Sehun-ah aku membawakan kue untukmu." Ucap Do sembari memberikannya pada Sehun.

"Ini untukku." Ucap Seseorang merebut Kue yang harusnya diberikan pada Sehun.

"Kris, apa yang kau lakukan. Itu kan untuk Sehun." Protes Do.

"Bodo amat." Ucap Kris cuek yang kemudian pergi ke tempat duduknya.

"Sudahlah Hyung, biarkan saja. Sebenarnya aku tidak suka kue." Ucap Sehun pada Do.

"Begitukan, yasudah kalau begitu besok aku bawakan makanan yang lain." Ucap Do tetap semangat.

Suho yang melihat kelakuan namjachingunya itu hanya bisa tersenyum sembari mengelengkan kepalanya.

"Kalian cepat duduk, bel masuk sudah bunyi." Perintah Suho pada teman-temannya.

Mereka pun duduk ditempatnya masing-masing, tak selang berapa lama Sungmin Seonsangnim datang tapi ia tak sendirian.

"Pagi Semuanya." Sapa Sungmin Seonsangnim.

"Pagi." Balas mereka.

"Hari ini sebelum kita memulai pemilihan Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas, Seonsangnim akan memperkenalkan Cho Kyuhyun, dia adalah Guru pembimbing khusus mata pelajaran Matematika. Dia adalah seorang ahli Matematika di Korea Selatan." Ucap Sungmin Seonsangnim menjelaskan.

"AnnyeongHaseyo, Naneun Cho Kyuhyun imnida." Ucap Kyuhyun Seonsangnim singkat dengan muka yang terlihat jutek membuat siswa-siswa yang ada disini diam membisu.

"Aku senang kalian datang sebelum bel berbunyi." Ujar Sungmin Seonsangnim sembari memandang Kris, Tao dan Chanyeol.

"Baiklah seperti yang kukatakan kemarin kita akan melakukan pemilihan Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas. Jadi Seonsangnim harap kalian sudah mempunyai kandidat untuk dicalonkan.

"Nae, Seonsangnim. Kami memilih Suho menjadi calon Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas." Ucap Do mewakili teman-temannya yang mendukung Suho.

"Adakah yang lain ingin mencalonkan diri lagi?" tanya Sungmin Seonsangnim.

"Aku.." ucap Kris yang membuat mata semua siswa (kecuali TaoYeollHun) memandangnya dengan penuh ketakutan.

"Aku mencalonkan Oh Sehun sebagai calon Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas." Lanjut Kris yang membuat mata semua siswa memandang Sehun yang sedang tiduran di meja.

Sehun yang merasa namanya dibicarakan mengangkat kepalanya dan menatap sekelilingnya dengan tatapan polos.

"Kyeopta." Batin siswa yang melihat tatapan Sehun.

"Jadi Sehun kau bersedia menjadi Calon Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas." Ucap Sungmin Seonsangnim mengkonfirmasi.

"Itu.."

"Pokoknya aku memilihnya 100% jadi.." ucap Kris yang lebih seperti perintah untuk yang lain, Kris memandang teman-temannya dengan pandangan 'pilih dia atau kalian akan kubunuh'.

"Ka..kami juga memilih Sehun sebagai Calon Ketua Kelas dan Wakil Ketua Kelas." Ucap mereka termasuk Suho yang dicalonkan oleh Do.

"Karena banyak yang memilih Sehun, maka Seonsangnim tetapkan Oh Sehun sebagai Ketua Kelas dan Suho kau akan menjadi Wakil Ketua Kelas." Ucap Sungmin Seonsangnim.

"Mwo? Andwae." Protes Sehun tak terima.

" Kau tidak bisa menolak Oh Sehun, kau tidak boleh menolak permintaan teman-teman kelasmu." Ujar Kyuhyun Seonsangnim bijaksana*Tumben*.

Akhirnya Sehun pasrah mau tidak mau, suka tidak suka. Sehun harus menjadi Ketua Kelas.

Tokk…Tokk..Tokk

Terdengat ketukan suara pintu kelas diketuk, tak selang berapa lama masuklah Kangta-Shi.

"Maaf Sungmin Seonsangnim Kyuhyun Seonsangnim. Saya mengganggu kalian." Ucap Boa-Shi yang sekarang sudah berada di hadapan siswa kelas.

"Nae." Ucap Kyu-Min Seonsangnim.

"Anak-anak hari ini kalian akan mendapatkan teman baru, dia adalah pindahan dari Mokpo. Dan saya harapkan kalian bisa berteman baik dengannya termasuk kau Kris." Ucap Boa-Shi yang pada akhir kalimatnya memandang tajam Kris.

"Silahkan masuk Jongin-Shi." Lanjut Boa-Shi.

Dan masuklah Jongin yang disambut dengan berbagai pandangan ada yang kagum, kare na keeksotisannya, ada yang benci karena sikapnya yang sepertinya sombong dan ada juga yang cuek.

"AnnyeongHaseyo, Kim Jongin imnida." Ucap Jongin memperkenalkan diri.

"Baiklah Jongin-Shi kau bisa duduk didepan Xiumin. " ujar Sungmin Seonsangnim.

Jongin pun melangkahkan kakinya ke bangkunya.

"Oh ya Sehun-Shi tolong nanti istirahat kau antar Jongin-Shi melihat-lihat dan menjelaskan sekolah ini." Lanjut Sungmin Seonsangnim.

"Nae." Ucap Sehun mengiyakan.

"Tidak perlu, saya sudah melihat sekolah ini kemarin." Tolak Jongin.

"Tapi kau hanya melihatnya saja Jongin-Shi. Kau tidak tahu untuk apa tempat itu." Ujar Kyuhyun Seonsangnim.

"Baiklah." Ucap Jongin mengalah.


TETT…TETTT..TEEEEEETTTT (Bunyi bel istirahat)

"Kajja" ajak Sehun pada Jongin yang sedang mendengarkan music.

"…"

"Kai-ah" ucap Sehun memanggil Jongin sembari menarik-narik lengan bajunya.

Deg…

#Flashback On#

"Sehun, ingat hanya kau yang boleh memanggil Kai karena itu adalah panggilan khususku dan untuk panggilan khusus untukmu adalah Hunnie. Arreseo?" ucap Kai.

"Nae, tapi kenapa panggilan untukku Hunnie itu terlalu girly." Protes Sehun sembari mempoutkan bibirnya.

"Karena wajahmu memang seperti yeoja." Ucak Kai sembari mencubit pipi Sehun.

"Kai kau menyebalkan." Ucap Sehun ngambek.

"Ayolah Hunnie itu hanya panggilan kita saat berdua saja." Bujuk Kai sembari mengacak rambut Sehun.

"KAI-AHHH" omel Sehun marah karena Kai sudah mengacak rambutnya.

#Flashback Off#

Tiba-tiba Jongin berdiri yang membuat Sehun kaget tapi langsung tergantikan oleh senyuman.

"Kajja." Ajak Sehun sembari menarik tangan Jongin.

Jongin yang ditarik hanya pasrah saja.

.

.

.

"Baiklah, Kai ini adalah tempat terakhir yang kutunjukkan yaitu lapangan basket." Ucap Sehun sembari menunjukkannya pada Jongin.

"Hm..pasti kau bertanya-tanya kenapa lapangan ini sepi." Ujar Sehun yang melihat raut muka kebingungan Jongin.

"Tid.."

"Karena Tim Basketnya sudah dibubarkan." Lanjut Sehun memotong omongan Jongin.

"Kena.."

"Ayo main!" ajak Sehun yang sudah memegang bola basket.

"Tidak." Tolak Jongin.

"Ayolah Kai!" ajak Sehun sembari mengeluarkan jurus Puppy Eyesnya.

Duk

Duk

Duk

"Ayo Kai!" ajak Sehun lagi.

"…"

"Kai!"

Tanpa Sehun sadari Jongin sudah meninggalkannya.

"Mianhae Kai." Gumam Sehun.

#Flashback On#

5 tahun yang lalu..

Sepulang sekolah tidak seperti biasanya ia sendiri, biasanya ia akan ditemani oleh Jongin tapi untuk kali ini tidak.

"Kalian ingat kepung dia nanti di gang." Ucap seseorang di sebuah kelas sepi.

"Nae, Taecyeon." Ucap anak buah Taecyeon.

"Bagus." Ucap Taecyeon sembari menampilkan smirknya.

"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Sehun yang berada di pintu kelas itu yang mendengar percakapan Taecyeon.

"Oh..kau Hunnie. Kau sudah datang rupanya." Ucap Taecyeon menghampiri Sehun yang masih ada diambang pintu.

"Jadi apa yang kau pilih, Chag?" Tanya Taecyeon sembari merangkul pinggang ramping Sehun.

"Baiklah, aku memilih menghancurkan masa depan Kai." Jawab Sehun sembari melepaskan rangkulan Taecyeon.

"Pilihan yang tepat, tapi kau ingatkan perjanjiannya." Ucap Taecyeon sembari mengambil sebuah tongkat besi.

"Pakailah ini." Perintah Taecyeon pada Sehun sembari member tongkat besi.

"Ini?"

"Itu akan mempermudah menghancurkan masa depannya,Hunnie." Ucap Taecyeon yang tanpa disadari Sehun sudah berada dibelakang Sehun.

Sluurp..

"Kau masih manis, Chagi." Ucap Taecyeon setelah ia menjilat leher Sehun.

"Enghh.."

"Ayo kita mulai Chagi." Ucap Taecyeon sembari menggandeng Sehun keluar dari kelas diikuti anak buah Taecyeon.

#Flashback Off#

"Menyebalkan." Dumel Jongin dalam perjalanannya menuju kantin.

Tiba-tiba ada yang mencegat Jongin.

"Hey Kau." Ucap orang yang mencegatnya.

.

.

.

ToBeContinue

a/n : Ayo tebak siapa yang mencegat Jongin dan apa tujuan orang itu. Oh ya mian kalo di chap ini banyak flashback Jongin dan Sehun karena ada sesuatu diantara mereka.*Sok rahasia nih author* Kalau yang capek melihat flashback, author anjurkan untuk tidak membaca fic ini lagi karena jika kalian melewatkan sedikit saja scene flashback kalian tidak akan tau rahasia dibalik cerita fanfic ini. Dan terima kasih yang sudah sukarela menyumbangkan waktu dan tenaganya(?) untuk membaca dan mereview fanfic ini. Satu lagi mian kalo fanfic ini crack pair dan mian udah lama updatenya.