Best Friend, Enemy, or Love

Rate : T++ (Udah M ye..)

Warning : Fanfic ini yaoi(boyxboy), Crack Pair, Typo (s) bertebaran dimana-mana dan maaf banyak flashbacknya

Disclaimer : Di SM cast punya Soman Ahjussi tapi di fanfic ini cast punya saya :p

a/n : Author minta maaf karena lama updatenya coz baru dapet inspirasi heheh…


Chapter 3

Sehun and The Past

.

.

.

"Menyebalkan." Dumel Jongin dalam perjalanannya menuju kantin.

Tiba-tiba ada yang mencegat Jongin.

"Hey Kau." Ucap orang yang mencegatnya yang sudah berdiri di hadapan Jongin.

"…"

Dengan santainya Jongin tetap berjalan melewati orang yang mencegatnya yakni si Trouble Maker Kris dkk. Kris yang merasa dicueki pun segera ingin memukul Jongin namun sebelum hal itu terjadi Chanyeol sudah menahan lengan Jongin yang sedang berjalan tanpa diperintah Kris.

"Kau ingin kemana? Kau tidak bisa kabur begitu saja." Ucap Chanyeol sembari menggenggam erat lengan Jongin.

"Bawa dia." Perintah Kris yang kemudian berjalan diikuti Tao dan Chanyeol yang membawa Jongin. Selama dalam perjalanan banyak siswa yang memperhatikan Kris dkk dengan tatapan 'pasti orang itu sudah membuat masalah dengan Kris' dengan cuek Kris tetap berjalan tanpa peduli tatapan siswa-siswa yang memperhatikannya.

BUGH..

Sesampainya di markas Kris yakni gudang atap sekolah yang tak terpakai , Kris memukul perut Jongin.

"Rasakan itu." Ucap Kris pada Jongin.

"Kenapa kau hanya diam saja, kau takut karena tidak ada yang membantumu." Ucap Kris meremehkan karna melihat tak ada reaksi dari Jongin.

BUGHH..

Kris memukul wajah Jongin, Chanyeol dan Tao yang melihatnya memukuli Jongin hanya diam tanpa ada niat untuk menolong.

"Kau tahu kenapa aku memukulmu?" tanya Kris pada Jongin yang sekarang sudah bersandar pada tembok menahan tubuhnya tetap berdiri.

"Karena kau sudah mengganggu kesenanganku." Lanjut Kris sembari menarik Kerah seragam Jongin.

"Kau pikir hal itu adalah sebuah kesenangan. Kalau kau berpikir seperti itu maka kau hanyalah seorang bajingan…cuihh" Ucap Jongin menantang sembari meludah ke muka Kris.

"Beraninya kau.."

"Jongin!" panggil Sehun yang tiba-tiba saja datang sembari berlari kearah mereka.

Kris yang awalnya memegang kerah kemeja Jongin pun melepasnya.

"Kau tidak apa-apa kan?" tanya Sehun pada Jongin dan memapah Jongin.

"Nae." Jawab Jongin.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Sehun pada KrisYeolTao.

"Bukan urusanmu, Oh Sehun." Jawab Kris santai.

"Lagian untuk apa kau menolongnya bukannya kau tidak pernah peduli pada temanmu." Lanjut Kris meremehkan tindakan Sehun.

Sehun menatap Kris "Kau tidak tahu apapun soal aku, Kris."

"Ayo kita pergi!" ajak Sehun pada Jongin sembari memapah Jongin pergi dari tempat itu.

"Tunggu." Pinta Jongin pada Sehun.

BUGH..

"Itu adalah balasan atas perbuatanmu pada Sehun kemarin. Dan ingat jangan pernah sekalipun kau menyentuhnya bahkan untuk seinchi pun atau aku akan menghabisimu." Ucap Jongin setelah memukul wajah Kris.

DEG..

Perasaan de javu tiba-tiba saja muncul dalam ingatan Sehun.

#Flashback On#

"Wah tadi itu seru ya Kai." Ucap Sehun riang.

"Biasa saja." Ucap Jongin sembari berjalan terus meninggalkan game center.

"Kai, jangan tinggalin." Ucap Sehun manja sembari berlari menuju Jongin yang sudah cukup jauh.

Pletak..

Sehun menjitak kepala Jongin ketika ia sudah berada disamping Jongin.

"Hahh..hahh..Kenapa kau meninggalkanku, Kai." Keluh Sehun diselingi tarikan nafas pada Jongin.

"Karena kau lambat seperti siput." Ucap Jongin.

"Yack, Kai kau.."

Tiba-tiba terdengar suara dari iphone Jongin, ia pun segera mengangkatnya.

'Nae.'

'…'

'Arraseo, aku akan segera kesana.'

Itulah kalimat yang didengar Sehun ketika Jongin menerima telpon dari seseorang yang tidak Sehun ketahui.

"Mianhae, Hun. Aku tidak bisa mengantarmu pulang." Ucap Jongin setelah ia usai menerima telponya.

"Yasudah tak apa. Lagipula aku juga bukan anak kecil lagi." Ucap Sehun.

"Kalau begitu aku pergi dulu ya.." ucap Jongin sembari mengacak rambut Sehun dan pergi meninggalkan Sehun.

"Kebiasaan." Dumel Sehun pada Jongin yang selalu mengacak rambutnya dan berjalan kembali menuju rumahnya.

"Huh..sepi sekali sih tempat ini." Ucap Sehun yang melihat sekelilingnya sangatlah sepi.

Dalam perjalanannya menuju rumahnya, Sehun bertemu dengan segerobolan preman yang sedang nongkrong (?) di sebuah gang sepi yang diantaranya ada Taecyeon.

"Waah..wah lihat ada kucing kecil disini." ucap salahsatu dari gerombolan itu dengan tatapan pervert.

"Ayo kucing kecil kemarilah.." ucap salahsatu dari gerombolan itu lagi sembari mendekati Sehun.

Sehun yang sedang didekati olehnya pun mundur namun tanpa ia sadari dibelakang Sehun sudah ada Taecyeon.

"Hmm..aromamu sangat wangi, Sehun." Ucap Taecyeon melingkarkan tangannya di leher Sehun sembari menghirup aroma tubuh Sehun.

"Kemana malaikatmu, Chagi?" tanya Taecyeon sarkatis.

"Enghh~.." desah Sehun ketika telinganya dijilat Taecyeon.

"Desahanmu membuatku sudah tak tahan untuk memakanmu." Ucap Taecyeon yang tangan kanan sudah mulai masuk ke dalam baju yang dikenakan Sehun.

"Enghh~..hen..hentikan Taec..enghh~..ahh" ucap Sehun diselingi desahan ketika tangan kanan Taecyeon memainkan nipple Sehun.

"Kau bilang hentikan? Bukannya kau menikmatinya." Ucap Taecyeon sembari meremas bokong sehun dengan tangan kirinya.

Seakan menikmati apa yang ia lakukan pada Sehun, Taecyeon tidak menyadari ada seseorang yang berdiri dibelakangnya.

BUGH..

Sebuah pukulan melayang ke muka Taecyeon. Orang yang memukuli Taecyeon menarik baju Taecyeon dan membalikkan badannya untuk menghadap dirinya. Dan terlihat seorang namja tan yang sudah dikenali Taecyeon.

"Jongin." Ucap Taecyeon mengetahui siapa yang memukulinya.

BUGHH..

Lagi-lagi Jongin memukul Taecyeon kali ini perutnyalah yang dipukuli. Gerombolan yang melihat Taecyeon dipukuli pun tak tinggal diam, mereka segera mengepung Jongin.

"Sehun, pergilah." Perintah Jongin pada Sehun yang dari tadi diam.

Sehun pun segera menuruti perintah Jongin, Sehun berlari ke tempat yang aman dan bersembunyi disana.

BUGH..

BUGH..

BUGH..

Jongin memukuli gerombolan itu dengan sangat cepat seperti sudah terbiasa berkelahi. Ia menangkis tendangan yang dilakukan oleh gerombolan akan tetapi dengan mudahnya Jongin menghindarinya.

"Sehun.." panggil Jongin pada Sehun yang setelah ia selesai memukuli mereka .

"K..K..Kai." Balas Sehun denga terbata –bata sembari keluar dari persembunyiannya.

Jongin berlari menuju tempat persembunyian Sehun.

"Kau baik-baik saja kan, Hun?" tanya Jongin khawatir melihat keadaan Sehun yang bajunya sudah acak-acakan.

"Ak..ak..aku takut Kai, aku benar-benar takut." Ucap Sehun gemetar dengan tangan yang sudah memeluk dirinya sendiri.

"Jangan takut,Hun. Ada aku disini." ucap Jongin menenangkan.

"K..Kai dibela.."

BUGH..

Sebelum Sehun meyelesaikan ucapannya, Jongin sudah memukul Taecyeon yang ingin menyerang dari belakang.

Sreek..

Jongin menarik baju Taecyeon "Dengar ini baik-baik Taec, jangan pernah sekali lagi kau menyentuhnya bahkan untuk seinchi pun atau aku akan menghabisimu." Ancam Jongin.

"Ayo, Hun." Ajak Jongin sembari menggandeng tangan Sehun.

Merekapun meninggalkan Taecyeon dan kawan-kawannya yang sudah babak belur.

#Flashback Off#

"Kenapa kau meninggalkanku tadi?" Tanya Sehun pada Jongin di ruang UKS.

"Aku lapar Pabo." Jawab Jongin sembari menahan rasa sakit dibibirnya yang terluka.

"Sini aku obati lukamu." Ucap Sehun sembari mengobati luka Jongin.

"Tidak perlu." Tolak Jongin.

Namun sehun mengabaikan ucapan Jongin, ia mulai mengobati luka Jongin.

Awww..

"Pelan-pelan pabo." Ucap Jongin.

"Segitu saja sakit." Ucap Sehun.

"Kau tidak tahu apapun tentang rasa sakit Oh Sehun." Ucap Jongin ketus sembari menepis tangan Sehun yang sedang mengobatinya.

"Sebaiknya kau pergi dari sini. Aku ingin sendiri." Ucap Jongin sembari menidurkan dirinya di ranjang

"Mianhae.." gumam Sehun yang tanpa sadar meneteskan air matanya.

Akhirnya Sehun pergi meninggalkan Jongin sendirian di UKS.

'Kau tidak tahu apapun tentang rasa sakit Oh Sehun.'

Kata-kata itu teringat jelas di pikiran Sehun.

"Aku tahu Kai, aku tahu rasanya sakit bahkan sakitku mungkin lebih sakit daripada dirimu Kai." Gumam Sehun sembari memegang jantungnya yang terasa amat sakit mengingat masa lalu yang tak ingin diingatnya.

#Flashback On#

"Aku mohon jangan hyung.." ucap Sehun pada seseorang yang berada dihadapannya.

"Kau bilang apa Sehun-ah." Ucap seseorang dengan wajah pervert terpampang jelas diwajah cantiknya.

"Enghh~…ahh..H..Hyung..jebal..ahh~.." ucap Sehun disertai desahan ketika seseorang itu meremas Juniornya.

"Keraskan lagi desahanmu, Chagiya.." ucap orang itu masih dengan meremas junior Sehun.

"Enghh~..ahh.." desah Sehun makin keras ketika orang itu mengocok Juniornya

#Flashback Off#

.

.

.

Gudang Atap Sekolah..

"Kris, kenapa tadi kau diam saja?" tanya Chanyeol yang bingung dengan tingkah Kris.

"Tatapannya berbeda." Ucap Kris tidak jelas.

"Apa maksud.."

"Yack Kris kenapa kau meninggalkan kami." Omel Chanyeol yang melihat Kris pergi.

"Tatapanmu juga berbeda, Ge." Gumam Tao.

"Kau bicara apa Tao?" tanya Chanyeol yang samar-samar mendengar gumaman Tao.

"Ani. Kajja kita susul Kris." Ucap Tao mengalihkan pembicaraan.

"Hey Tao kenapa kau juga meninggalkanku." Omel Chanyeol lagi.

"Aku sebenarnya tahu apa yang kau katakan Tao." Batin Chanyeol sembari pergi menyusul mereka.


"Sehun-ah disini." ucap Baekhyun yang melihat Sehun sedang mencari tempat untuk makan.

"Sehun bukankah tadi kau bersama Jongin, lalu sekarang dimana Jongin." Tanya Suho pada Sehun yang saat ini sudah duduk disamping Baekhyun.

"Dia sedang sakit." Jawab sembari memakan makanannya.

"Benarkah?" tanya Baekhyun.

"Nae." Jawab Sehun.

"Kupikir namja seperti itu tidak akan pernah sakit." Ucap Baekhyun enteng.

"Jaga bicaramu Baekhyun." Tegur Do yang mendengar perkataan Baekhyun.

"Bagaimana kalau setelah makan kita menjenguknya." Lanjut Do memberi usul.

"Setuju." Ucap mereka kecuali Sehun yang sibuk dengan makanannya.

"Sekalian kita bolos pelajaran matematika." Ucap Xiumin senang.

"Teman-teman sepertinya aku tidak bisa ikut, aku harus menyelesaikan tugas dari Kyu Seonsangnim." Ucap Chen pada yang lain.

"Benarkah Chen? Kupikir kau sudah mengerjakan." Ucap Baekhyun.

"Nae, ada beberapa soal yang belum kukerjakan." Ucap Chen.

"Baiklah kalau begitu. Ayo teman-teman." Ucap Suho.

Mereka pun pergi meninggalkan Chen di kantin.

.

.

.

"Jongin-ah…" panggil Xiumin yang baru saja masuk ke ruang UKS sembari memeluk Jongin.

"Iiih apa-apan sich.." omel Jongin yang tak ingin dipeluk-peluk si Bakpau.

"Yah..Jongin aku kan kangen sama kamu." Ucap Xiumin sembari mengedipkan matanya genit.

"Pergi..pergi kau banci kaleng." Ucap Jongin mengusir Xiumin karena tingkah laku Xiumin yang menjijikkan.

"Ahh..sayang kenapa aku diusir?" tanya Xiumin masih sembari mempoutkan bibirnya.

"Yack..kau ini mau kubunuh yaaa!" ucap Jongin yang sudah tak tahan dengan tingkah laku Xiumin.

"Sudah hentikan actingmu Xiumin"Ucap Suho yang dari tadi melihat mereka.

"Baiklah." Ucap Xiumin yang sudah kembali menjadi Xiumin yang biasanya (?)

"Jadi, Jongin kau sakit apa?" tanya Suho pada Jongin yang sedang berbaring di ranjang UKS.

"Aku tidak sakit apa-apa." Jawab Jongin ketus.

"Benarkah?" tanya Suho tak percaya.

"Sudahlah, jangan urusi urusanku. Sebaiknya kalian pergi dari sini." Ucap Jongin ketus.

"Tidak, kami tidak akan pergi dari sini. Sebelum kau jujur pada kami." Ucap Do pada Jongin yang berada disamping ranjang Jongin.

"Sudah kubilang aku baik-baik saja, aku hanya ingin tidur." Ucap Jongin.

"Benarkah? Lalu kenapa mukamu babak belur?" tanya Do yang melihat muka Jongin yang terluka.

"Diam kau." Perintah Jongin sembari menarik kerah kemeja Do.

"Sudah hentikan, sebaiknya kita pergi dari sini." Ucap Sehun yang dari tadi diam saja.

"Sudah cepat bawa teman-teman bodohmu ini keluar." Ucap Jongin pada Sehun sembari mendorong kasar Do.

"Dasar kau tak tau diri." Hina Baekhyun yang tak terima dihina.

"Apa kau bilang, kuntet?" ucap Jongin sembari menatap tajam Baekhyun.

"Sudah-sudah, lebih baik kita pergi. Jongin sepertinya tidak ingin diganggu sekarang." Ucap Suho bijaksana.

.

.

.

"Huh..si Jongin itu tidak tau diri sekali sih." Dumel Baekhyun.

"Sudahlah tidak usah bahas itu lagi. Mungkin ia sedang dalam keadaan bad mood." Ucap Do.

"Tapi dia itu memang benar-benar menyebalkan. Kau lihat tadi dia mendorongmu padahal kau kan hanya tanya kondisinya." Ucap Xiumin kesal.

"Aku tahu tapi mungkin ia hanya tidak ingin diganggu." Ucap Do bijaksana.

"Kau ini terlalu baik Do." Ucap Baekhyun.

"Suho." Ucap Do malu.

"Sudah-sudah jangan menunjukkan kemesraan kalian pada kami." Ucap Baekhyun yang iri melihat kemesraan Suho dan Do.

"Kenapa kalian iri ya?" ledek Suho.

"Kata siapa kami iri." Elak Baekhyun.

"Benar kata siapa kami iri. Kalian saja yang kepedean." Ucap Xiumin.

"Benarkah?" Tanya Suho.

"Nae." Jawab Baekhyun dan Xiumin.

"Yasudah kalau begitu tapi kupikir kau cocok dengan Chen,Min." goda Suho pada Xiumin.

"Dan kau cocok sekali dengan si Chanyeol." Lanjut Suho pada Baekhyun.

"Yack SUHOOO.." Teriak Baekhyun dan Xiumin sembari mengejar Suho yang sudah kabur dari amukan mereka berdua.

Do yang melihat tingkah laku mereka hanya bisa menggelengkan kepala sembari tersenyum. Namun senyum itu hilang ketika ia melihat raut muka Sehun.

"Kau baik-baik saja,Hun? Tanya Do khawatir.

"Nae." Jawab Sehun sembari pergi meninggalkan Do dan yang lainnya.

.

.

.

Hari sudah sore siswa-siswa Star High School sudah harus kembali kerumahnya. Begitu juga kelas yang dihuni Sehun yang saat ini sudah sepi dikarnakan siswa-siswanya sudah pulang pada saat bel pulang baru berbunyi.

"Ayo, Kai." Ajak Sehun pada Jongin.

Jongin yang diajak hanya diam mencueki ajakan Sehun, ia lebih memilih pulang sendiri tanpa ditemani Sehun.

"Kai." Panggil Sehun pada Jongin yang sudah pergi meninggalkannya di kelas sendirian.

Jongin yang dipanggil pun tak bergeming, ia tetap berjalan pergi meninggalkan Sehun. Sehun tak tinggal diam ia tetap mengikuti Jongin. Jongin yang dari tadi diikutin Sehun pun tak peduli ia tetap berjalan keluar dari area sekolah.

"Sini aku bawakan." Tawar Sehun pada Jongin yang sudah berada disamping Jongin sembari mengambil tas ransel yang dibawa Jongin.

Tanpa jawaban dari Jongin, Sehun sudah membawakan tas ransel Jongin.

" Sehunn…" panggil Baekhyun tiba-tiba yang berlari menuju Sehun dan Jongin.

"Loh kenapa kau membawa tas dia? Apa kau disuruh-suruh olehnya?" tanya Baekhyun pada Sehun yang melihatnya membawa tas Jongin.

"Aniya." Jawab Sehun.

"Lalu untuk apa kau membawakan tasnya?" tanya Xiumin yang berada disamping Baekhyun.

"Aku hanya sedang membantunya." Jawab Sehun sekenanya.

"Memang dia tidak bisa membawanya sendiri?" tanya Baekhyun sembari memberikan tatapan tajam pada Jongin.

"Itu.."

"Wah..wah sepertinya ada yang cemburu." Ucap Seseorang yang tiba-tiba saja menghampiri mereka.

"Tiang Listrik, ngapain kau ikut campur." Ucap Baekhyun ketus pada seseorang yang dipanggil tiang listrik yang tidak lain Si Chanyeol.

"Tentu saja aku ikut campur karena aku cemburu padamu." Goda Chanyeol didepan muka Baekhyun yang membuat pipi Baekhyun bersemu karena malu akan perkataan Chanyeol.

"Apa maksu.."

"Kajja kita pulang, Chagiya." Ucap Chanyeol memotong omongan Baekhyun sembari merangkul pundak Baekhyun.

"Apaan sih kau." Protes Baekhyun yang tidak suka dengan perilaku Chanyeol sembari menghempaskan tangan Chanyeol dari pundaknya.

"Sudahlah ayo ikut." Ucap Chanyeol dengan pemaksaan ia membawa Baekhyun meninggalkan Sehun, Jongin dan Xiumin.

"Baekhyun, kau ingin kemana?" tanya Xiumin pada Baekhyun yang sudah pergi dengan Chanyeol.

Baekhyun tak bisa menjawab pertanyaan Xiumin karena ia sudah dibawa paksa Chanyeol pergi jauh.

"Yasudah kalau tak ada Baekhyun masih ada Sehun yang menemaniku. Ya kan, Hun?" ucap Xiumin pada Sehun yang ternyata sudah pergi dengan Jongin.

"lak kemana Sehun?" tanya Xiumin pada dirinya sendiri sembari melihat sekelilingnya.

Namun ia tak menemukan keberadaan Sehun yang ia temukan malah Chen yang sedang berjalan sendirian dengan muka yang lesu. Tanpa pikir panjang Xiumin berlari menghampiri Chen.

"Chen." Panggil Xiumin yang sudah berada disamping Chen.

"Ehh..Xiumin ada apa?" tanya Chen.

"Ani, bukan apa-apa." Jawab Xiumin.

"Chen, kau belum dijemput?" tanya Xiumin yang melihat Chen masih menunggu jemputannya.

"Nae, mungkin Ummaku sedikit sibuk jadi dia agak telat menjemputku." Jawab Chen.

"Kalau begitu aku akan menemanimu." Ucap Xiumin.

"Tidak perlu, Min." Tolak Chen.

"Tidak apa-apa kok." Ucap Xiumin.

"Yasudah kalau itu maumu." Ucap Chen mengalah.

Mereka pun akhinya menunggu sampai hampir setengah jam mereka menunggu tapi Umma Chen tak kunjung datang. Sampai pada akhirnya sebuah mobil memasuki area sekolah.

CKITTT..

Mobil itu berhenti didepan Chen dan Xiumin.

"Chen, ayo pulang" ajak seseorang dari dalam mobil itu yang ternyata adalah Umma Chen.

"Nae." Ucap Chen.

"Yasudah Xiumin, aku pulang dulu. Gomawo karena sudah menemaniku." Ucap Chen pada Xiumin.

"No Problem." Balas Xiumin memberikan cengiran khasnya.

Chen dan Umma Chen pun meninggalkan area sekolah meninggalkan Xiumi n yang masih berdiri disana.

"Bisakah kau berhenti mengikuti." Ucap Jongin yang lelah diikuti Sehun.

"Kata siapa aku mengikutimu, ini kan jalan menuju rumahku juga." Ucap Sehun.

"Terserah kau lah." Ucap Jongin yang kemudian berjalan kembali diikuti Sehun yang berjalan dibelakangnya dengan sebuah senyum manis yang terulas diwajah Sehun yang jarang dilihat orang lain. Mereka pun akhirnya sampai didekat rumah Jongin.

"Jongin-ah." Panggil seorang yeoja yang sedang berada di pintu gerbang rumah Jongin.

"Nunna." Ucap Jongin melihat yeoja yang memanggilnya adalah sang Nunna.

Sehun yang mendengar Jongin dipanggil pun menoleh ke sumber panggilan dan terlihatlah seorang yeoja yang membuat bulu kuduk Sehun merinding merasakan ketakutan yang kembali muncul pada dirinya.

"Dia." Batin Nunna Jongin aka Luhan melihat Sehun yang berdiri dibelakang Jongin

"Lulu." Batin Sehun dengan raut muka ketakutan.

"Nunna sedang apa disini?" tanya Jongin yang sudah berada didekat Luhan.

"Aku sedang menunggumu, Pabo." Jawab Luhan sembari menjitak kepala Jongin.

"Appo." Keluh Jongin sembari memegang kepalanya yang dijitak.

"Rasakan itu." Ucap Luhan pada Jongin.

"Nunna jahat." Ucap Jongin pada Luhan.

Sehun yang sedari tadi diam pun akhirnya membuka suaranya.

"Kai, Aku pulang dulu." Ucap Sehun pada Jongin sembari melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Jongin dan Luhan

"Sehun" gumam Jongin yang melihat Sehun pergi.

"Sehun-ah, akhirnya aku kembali bertemu denganmu, Chagiya." Batin Luhan sembari menampilkan smirk yang sudah lama tak terlihat.

"Jongin masuklah, Nunna mau pergi dulu ada urusan sebentar." Ucap Luhan sembari pergi meninggalkan rumah.

"Nae." Balas Jongin yang kemudian masuk kedalam rumahnya.

.

.

.

Sehun berjalan dengan lemasnya menuju rumahnya.

"Kenapa ia kembali?" tanya Sehun pada dirinya sendiri.

TAP

TAP

TAP

Sebuah langkah kaki terdengar dari arah belakang Sehun.

"Sehun-ah.." panggil seseorang dari belakang.

Deg

"Suara itu." Batin Sehun mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.

Ia pun berbalik dan melihat orang yang memanggil yang ternyata..

.

.

.

ToBeContinue

a/n : Mari kita main tebak-tebakan di chap ini. Siapakah yang memanggil Oh Sehun? Siapakah yang melakukan hal 'itu' pada Sehun? Silahkan dijawab reader…

Thanks to

Mitatitu| | |Milky|ChoEunHye12|Oh Jizze|evilfish1503| | nin nina|askasufa|

Oh Jizze| |Cho Ai Lyn|marvinaoct|rinie hun|Lala|GLux99| zizihunbi|