Sadistic Murder Ch.2
By : Tobiagare Ryuuta
Ryuuta : "Nee, Nee! Yokatta Minna~! Chapter 2 wa koko ni da yo~!"
Ichi : "tumben lo apdet-nya cepet. Biasanya selang 2 hari baru apdet lo!"
Ryuuta : "yeeh, lo gak tau ya kalo sekarang gue lagi libur?! Gue masuk lagi tanggal 31 sama tanggal 1, abis itu libur lagi deh ampe tanggal... Tanggal berapa ya? Gue lupa lagi euy!"
All except Ryuuta : *gubraak*
Mugen : "Me-mendingan lo bales aja deh tuh review, Ryuuta!"
Ryuuta : "Hee, sou desu yo! Woke, sapa yang mo bacain, angkat jemuran(?) Lo!"
TenZan : *sweatdrop* "Nih, gue aja! Dari fangirl-nya si Mugetsu a.k.a Uchiha Yue!"
Ryuuta : "Hayoo, siapa hayoo? Kalo tau, mending lo diem aja deh! Kalo gak tau mending lo pelototin(?) Terus deh fict sadist ini nyampe tamat!"
Hichi : "And next, dari Hikary Cresenti Ravenia!"
Ryuuta : "Huwaa~! Arigatou gozaimasu, Hika-san! Hiyaa~! Jawaban Hika-san benee~r! Omedetou! Hehe, sebenernya ini ide asli-nya Ryuuta kok gara-gara ahir-ahir ini Ryuuta kebanyakan nonton kaset film horror punya bapak. Oia, tadinya Ryuuta juga mo nge-pair-in Ichi sama Ruki, tapi karna sebelum ngetik fict ini Ryuuta gak sengaja nonton 'Memories of Nobody' di HP-nya Ryuuta, jadinya IchiSenna deh! Heheh..." *ditimpuk IchiRuki FC*
Mugen : "and next, dari Tasya-chan!"
Ryuuta : "Huwee~! Aku lagi gak ada ide nih buat Atarashii Ruumumeito no Higeki, Tasya-chan! Oia, sebenernya aku juga gak mau Hicchi sama Hina, tapi... Karna gak ada cewek lain (Nel : lah gue apaan?!), jadinya ama Hina deh. Tapi bakal ada elemen kejutan looh di chapter ini! Oia, asalkan Tasya-chan gak kebawa mimpi n sering nonton pilem horror, it's okay aja kok! Yang penting ada keberanian. Okey?" *ngacungin jempol*
Ichi : "And next, dari HinaRiku-chan!"
Ryuuta : "Huwaa~! HinaRiku-san jangan pingsan! Ntar dikasih kaos kaki(?) Loh ama Hichi! Oia, tentang kenapa mayatnya gak bau busuk, bakal dibahas pas si 'Murderer'-nya udah ketauan. Arigatou udah nge-favorite list and nge-follow fict sadist ini, ya! Okey, salam kenal dari Ryuuta disini!"
TenZan : *sweatdrop* "baiklah, daripada kelamaan, silahkan dibaca chapter 2 dari fict sadist ini ya!
Sadistic Murder
By : Tobiagare Ryuuta
Rating : Aslinya mah T, Tapi Kadang Bisa Jadi M for Blood
Pairing : Ada, Tapi Gak Terlalu Serius
Disclaimer : Bleach ntu udah pasti punya Tite Kubo-senpai!
Warning : AU, OOC, Gaje ada, Garing ada, Bloody, Sadistic, No Flame, and Don't Like Don't Read! Wakatta?!
Chapter 2
Kenyataan Pahit
.
.
"...ngomong-ngomong, kenapa kalian gak masuk kelas? Kulihat kalian ber-8 masuk kelas yang sama, kelas 10-3."
"Hee? Sou ka, Ulquiorra-san? Kalou begitu, kami semua pamit ke kelas dulu ya. Jaa, Ulquiorra-san!" Pamit Zangetsu dan yang lain sembari pergi dari aula disusul Ulquiorra yang pergi ke ruang BK. Sementara itu, di balik sebuah pilar di aula terlihat seorang siswi menatap ke-8 murid baru itu dengan nafsu membunuh yang amat besar.
"Target berikutnya, 10-3! Hahahahahaa!"
.
.
.
"Nah, anak-anak. Perkenalan cukup sampai disini. Silahkan kalian keluar dan istirahat sampai jam 12. Paham?" Instruksi seorang guru biologi sekaligus wali kelas 10-3 a.k.a Unohana-sensei sambil membereskan buku-buku di mejanya dan tersenyum ramah. Tapi, jangan salah. Waloupun keliatannya ramah, dia bisa menjadi kejam jika ada murid yang nggak ngerjain tugas pelajarannya loh!
"Ba-baik! Terima kasih, sensei!"
"Sama-sama. Saya harap kelas ini tetap seperti ini ya..." Ucap Unohana-sensei sembari keluar dari kelas. Lalu kemudian ia melihat seorang siswi bertudung dan memberi suatu isyarat. Gadis bertudung itu pun mengangguk dan segera berpisah dengan Unohana-sensei
"Waah, kita beruntung euy! Wali kelasnya ramah abies!" Girang Ichigo sambil ngeregangin badannya
"Jangan salah loh, Icchi-koi! Kudenger dari kakak kelas kalo Unohana-sensei itu waloupun keliatannya ramah, tapi dia salah satu guru ter-killer loh di St. Claustro!" Kata Senna sambil nepukin pundak Ichigo
"Nee, Mirokumaru-san! Kok kamu mau-maunya sih pacaran ama orang kaya dia?" Tanya Riruka yang lagi duduk di atas mejanya ke Senna sambil nunjuk-nunjuk ke arah Ichigo
"Setiap orang 'kan punya penilaian masing-masing! Nee, Icchi-koi?" Jawab Senna sambil meluk Ichigo di sebelahnya yang sukses bikin semua murid 10-3 pada nyorakin IchiSenna
"CIEEE~! Ternyata Mirokumaru tuh pacarnya Kurosaki, ya? So swee~t!" Ledek seorang remaja berambut merah dan diiket kaya nanas a.k.a Abarai Renji sambil makan pisang(?) Favoritnya
"Heh! Lo maniak pisang! Ngajak ribut ya lo?! Gue liat daritadi lo makan pisang mulu kerjaannya. Lo gak tau ya?! Gue tuh alergi(?) sama yang namanya pisang, Monkey!" Ambek Ichigo sambil nunjuk-nunjuk ke Renji. Spontan Renji pun tersungging(hee?), Maksudnya tersinggung dan narik kerah baju-nya Ichigo
"Waah, lo ngajak ribut ya, duren?!" Tantang Renji
"Hayo! Sapa takut, dasar nanas!" Bales Ichigo. Tapi sebelum mereka sempet adu tonjok, mereka udah dipisahin sama Mugetsu yang langsung nyelak(?) Ke tengah-tengah mereka
"Nee, jangan berantem donk! Ini tuh sekolah, bukan ring tinju! Kurosaki, ayo ke kantin bareng-bareng!" Lerai Mugetsu sambil narik tangannya Ichigo
"He-Hee, matte Shiba-san! Senna! Porselen! Momo! Sama lo tuh yang cebol siapa ama pacarnya yang rambut merah diiket dua sama lo yang rambutnya ikel! Lo pada mo ikut gak?!" Tereak ichigo yang sukses bikin dia dihajar rame-rame
"Gue punya nama, Boke! Nama gue Tensa Zangetsu!"
"Gue Dokugamine Riruka! N gue sohibnya Zakkun! Bukan pacarnya!"
"Nee, Kurosaki-kun manggil gue?" Tanya Inoue dengan watados-nya.
"Aaah, udahlah! Ayo kita bareng-bareng ke kantin!" Kata Ichigo. Senna pun mengikuti ichigo tapi tali sepatu-nya lepas di jalan.
"I-Icchi-koi! Ma-!" Tereak Senna yang belum selese ngomong karna dia dibius dari belakang! Si pembius itu pun tersenyum sinis dan sempat mengiris jari Senna untuk meninggalkan jejak. Kemudian dia menyeret Senna yang pingsan dibius dan melempar Senna ke laboratorium biologi yang udah gak kepake lagi.
"Lo bakal nyesel di alam sana karna masuk ke sekolah ini, Mirokumaru Senna!"
.
.
.
Sementara itu, Ichigo sama sekali nggak menyadari kalo Senna gak ikut. Dia terlalu asik ngobrol ama Hichigo, Mugetsu dan Zangetsu tentang penilaian mereka terhadap St. Claustro. Hinamori yang memang merasakan firasat buruk terhadap Senna baru menyadari bahwa Senna menghilang dan memberitahukan itu kepada Ichigo
"Nee, Ichigo! Senna hilang!"
"A-apa?! Bukannya dia tadi bareng sama lo, Momo?" Kaget Ichigo. Terus Mugetsu(kok?) Ikutan kaget dan langsung lari ke arah kelas. "Hoe, Shiba-san! Lo mau kemana?!"
"Gue punya firasat buruk! Ayo kita ke kelas!" Teriak Mugetsu. Terus yang lain pun ikutan nyusulin Mugetsu ke kelas 10-3, tapi gak ada siapapun disana. Terus Mugetsu pun nyelidikin seluruh kelas. Mulai dari kolong meja, papan tulis, nyampe ke bawah aquarium kelas(?) Dia periksa. Terus dia nemu secarik kertas di kolong meja-nya Senna. Dan setelah membaca tulisan itu, matanya langsung membulat!
"Udah gue duga! Sadistic Murder, sudah dimulai!" Panik Mugetsu
"Ma-maksud lo?" Tanya Hichigo. Lalu Mugetsu pun menunjukkan secarik kertas yang ia temukan. Ichigo sempet bergidik karna kertas itu ditulis bukan dengan tinta, melainkan dengan darah!
'Merasa kehilangan seseorang? Cobalah ikuti gembok merah yang kuulurkan khusus untuk kalian. Tapi, karna gembok itu samar kuberi waktu 5 menit untuk menemukan jejak itu. Jika tidak, maka 'seseorang' itu akan benar-benar hilang dari sini!'
Lantas, mata ichigo pun membulat dan dia hampir menangis! Pasalnya, koibito-nya itu sekarang dalam bahaya. Jika dia gak nemuin Senna dalam waktu 5 menit, nyawa Senna-lah bayarannya
"I-ini gawat! Kita harus menemukan 'gembok merah' itu secepetnya! Kalo nggak, nyawa Mirokumaru-san bakalan melayang!" Panik Zangetsu
"Tapi mana mungkin kita dapat menemukan 'gembok merah' dalam waktu kurang dari 5 menit di tempat seluas St. Claustro ini?!" Kata Inoue. Terus Mugetsu samar-samar mencium sesuatu dari arah luar. Dan begitu keluar, dia melihat jejak darah yang samar dan terputus di lantai!
"...mungkin kata 'merah' disitu menunjukkan jejak darah ini!" Kata Mugetsu sambil nunjuk ke arah jejak samar itu. "Tapi, maksud dari 'gembok' itu apa? Sial! Kalo dalam 5 menit kita gak memecahkan teka-teki sialan ini, nyawa Mirokumaru terancam!". Lalu tiba-tiba Riruka pun menjentikkan jarinya
"Mungkin aku tau maksud dari 'gembok' itu, Mugetsu!" Kata Riruka. "Di sekolah elit seperti St. Claustro, gembok sering digunakan untuk mengunci suatu ruang yang nggak terpakai, 'kan? Sepengetahuanku, hanya ada satu ruangan gak dipakei yang digembok di St. Claustro, yaitu..."
"Laboratorium biologi lama yang katanya gak dipake karna disitu tempat Kuchiki Hisana ditemukan bunuh diri! Ayo kita kesana!" Tegas Hichigo. Terus mereka segera berlari ke tempat yang dibilang Hichigo tadi, yakni lab. Biologi lama. Ketika mereka ber-7 sampai disana, mereka memang melihat sebuah gembok berwarna merah. Tapi, bukan merah karna dicat, melainkan merah karna dilumuri oleh darah!
"...ini tempat menyembunyikan orang yang strategis. Sebab yang kudengar, sejak peristiwa ditemukannya Kuchiki Hisana tak ada seorang pun yang berani lewat kesini!" Kata Mugetsu. Terus dia nengok ke arah inoue n ngulurin tangannya. "Minjem jepit rambut lo donk, Himerin!"
"Hee, buat apa? Aku gak mau jepit rambut kesayanganku ini dilumuri darah!" Tolak Inoue sambil nyembunyiin jepitnya
"Ini lebih penting! Lo lebih milih jepit rambut itu bau darah apa nyawa Mirokumaru hilang?!"
Akhirnya dengan berat hati inoue minjemin salah satu jepit rambutnya ke Mugetsu. Terus Mugetsu pun ngutak-ngatik gembok itu dan gak lama kemudian, gembok itu kebuka dan Mugetsu langsung ngedobrak pintu laboratorium itu
"Senna! Lo dimana?! Sen-!" Potong Ichigo karna melihat sesuatu yang mengerikan. Yap, dia memang melihat Senna. Tapi dengan keadaan yang cukup mengerikan. Tubuhnya menggantung karna kedua telapak tangannya tertembus suatu besi yang cukup panjang dan dikaitkan di sebuah pengait. Lehernya hampir putus dan mengalirkan darah segar yang sangat banyak. Perutnya terkoyak dan kedua bola matanya hilang entah kemana, dan keadaan Senna yang cukup tragis itu spontan membuat Ichigo lemas.
"...Senna? SENNA!" Teriak Ichigo sambil berlutut n menangis dengan kerasnya. Sementara Inoue, Hinamori dan Riruka pun berteriak dan menutup matanya. Hichigo dan Mugetsu hanya bisa membulatkan matanya melihat keadaan Senna yang sangat mengenaskan
"...Kita terlambat..." Ucap Hichigo. Lalu ekor matanya menangkap secarik kertas yang ditulis oleh darah lagi. Dia pun mengambilnya dan menyerahkannya ke Mugetsu
"Shiba-san! Gue nemu ini nih!" Kata Hichigo ke Mugetsu yang masih ngebuletin matanya. Terus Mugetsu pun kaget dan mengambil surat itu dan membacanya.
'Sayang ya, dia bener-bener hilang dari muka bumi ini. Tapi jangan santai dulu! ini hanya permulaan saja loh! Bersiap-siaplah karna nyawa dari semua teman sekelasnya akan kucabut satu persatu dengan cara yang sama sepertinya!'
"...Gak salah lagi..." Kata Mugetsu. "Sadistic Murder kali ini, akan menimpa kelas kita!"
.
.
.
~T.B.C~
.
.
.
Ryuuta : "Hiyee~! Yokatta Minna! Chapter 2 finnii~sh!"
Ichi : "SENNA~!" *nangis mode on*
Ryuuta : *sweatdrop* "Lah, kok lo nangis sih, Chi?"
Ichi : "Gimana gue kagak nangis, Kebo! Dia tuh masih punya utang ke gue! Utang buat beli pita rambut lah, buat makan malemnya lah, pokonya dia masih punya utang ke gue!"
All except Ryuuta : *sweatdrop*
Mugen : "Kok, kayanya gue pinter nyelidikin kasus beginian ya disini?"
Ryuuta : "Lo 'kan ceritanya lulusan SMP Hueco Mundo yang IQ-nya pada diatas 170! Jadi lo sama Zangetsu tuh termasuk jenius!"
TenZan : "Gue sohib-an nih ama Riruka?"
Ryuuta : "Iyap! Soalnya gak pantes tau lo yang cebol pacaran ama Riruka yang tinggi!" *dipentung TenZan*
Hichi : "...Lo nonton film apaan sih? sadist amat perasaan!"
Ryuuta : "Hm... Apa ya? Paling cuman Final Destination 1-5, SAW 3D, SALT, Resident Evil, sama filem Chaky si boneka pembunuh itu. Cuma itu doank kok!"
Mugen : *jawdrop* "What?! Cewek kaya lo ko' suka nonton pilem Final Destination?! Tuh filem 'kan sadistic banget!"
Ryuuta : "Makanya gue kebal nonton Bleach! Hehehe... Oia, ada yang bisa nebak siapa 'korban' selanjutnya?"
Mugen : "Yang pasti bukan gue!"
TenZan : "Gak mungkin gue dah!"
Hichi : "Kaya yang lo tega ngebunuh gue aja!"
Ichi : "Ooh, gak mungkin gue donk!"
Ryuuta : "Bukan diantara kalian berempat, Boke! Antara Hinamori, Riruka, sama Inoue!"
Hichi : *menghela napas mode on* "Fuuh, itu sih gue gak peduli. Oia, akhir kata dari gue, silahkan review n sarannya buat fict ini! Sama sekalian jawab tuh pertanyaannya Ryuuta kalo bisa! Onegai-shimasu!" *membungkuk*
