Sadistic Murder Ch.3
By : Tobiagare Ryuuta
Ryuuta : "Nee, Minna! Chapter 3 wa koko ni da yo~!"
Ichi : "...Senna..."
Ryuuta : *sweatdrop* "Ckckck, beginilah ciri-ciri orang melarat. Nih! Gue bayar tuh setengah utangnya si Senna!" *ngasih duit ke Ichi*
Ichi : "Huwaa~! Arigatou, Ryuuta!" *meluk Ryuuta*
Ryuuta : "GYAAA~! Lepasin gue, Boke no Orenji-Iro Dorian!" *gaplok Ichi make sepatu*
Mugen : *sweatdrop* "noh, review jangan dianggurin! Gue aja yang baca! Nih dari Hikary Cresenti Ravenia!"
Ryuuta : "Hee? Iya juga ya, Hika-san. Demo, di chapter ini elemen kejutannya juga bakal ada looh! Cobba tebaak~! Okey, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Hichi : "and next, dari Tasya-chan."
Ryuuta : "Nee, keliatannya Tasya-chan belum tepat. Kuncinya diliat dari nama si cowok. 'Kan Senna pairingnya ama Ichigo yang marganya Kurosaki, naah sekarang diantara ntu 3 cewe siapa yang bakal jadi korban berikutnya? Ayo dijawab ya! Thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction, okay?"
TenZan : "and next, dari HinaRiku-chan buat Ichigo and Ryuuta!"
Ichi : " Haah... Gue gak rela dia mati, soalnya utangnya ke gue tuh masih bejibun tau gak, HinaRiku-san! Tapi lumayan lah, setengahnya udah dibayar ama si kebo ntu. Thanks ya Ryuu-" *digaplok Ryuuta lagi make buku*
Ryuuta : "Boke! Eh sorry. Hwaa~! Jawabannya HinaRiku-san benee~r! Omedetou! Waah, Sesama penggemar Final Destination nih! Okey, nanti Ryuuta bikin pembunuhannya yang lebih sadist kok! Semakin kesini, makin sadist! Hehehe... *ketawa jin iprit(?)* Okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Hichi : *sweatdrop* "and last, from Uchiha Yue!"
Ryuuta : "lo nge-jawab apa promosiin orang sih?! Oia, perasaan banyak yang nyangka kalo korban selanjutnya itu Hinamori. Padahal mah, bukan euy! Heheh... Okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
TenZan : *sweatdrop* "...Ryuuta, udah deh, langsung aja diceritain kelanjutannya!"
Ryuuta : "Waah, iya juga! Baiklah, selamat dinikmati chapter 3 dari Sadistic Murder ini!"
Sadistic Murder
By : Tobiagare Ryuuta
Rating : Aslinya mah T, Tapi Kadang Bisa Jadi M for Blood
Pairing : Ada, Tapi Gak Terlalu Serius
Disclaimer : Bleach ntu udah pasti punya Tite Kubo-senpai!
Warning : AU, OOC, Gaje ada, Garing ada, Bloody, Sadistic, No Flame, and Don't Like Don't Read! Wakatta?!
Chapter 3
Alibi yang Janggal
.
.
.
"Senna! Lo dimana?! Sen-!" Potong Ichigo karna melihat sesuatu yang mengerikan. Yap, dia memang melihat Senna. Tapi dengan keadaan yang cukup mengerikan. Tubuhnya menggantung karna kedua telapak tangannya tertembus suatu besi yang cukup panjang dan dikaitkan di sebuah pengait. Lehernya hampir putus dan mengalirkan darah segar yang sangat banyak. Perutnya terkoyak dan kedua bola matanya hilang entah kemana, dan keadaan Senna yang cukup tragis itu spontan membuat Ichigo lemas.
"...Senna? SENNA!" Teriak Ichigo sambil berlutut n menangis dengan kerasnya. Sementara Inoue, Hinamori dan Riruka pun berteriak dan menutup matanya. Hichigo dan Mugetsu hanya bisa membulatkan matanya melihat keadaan Senna yang sangat mengenaskan
"...Kita terlambat..." Ucap Hichigo. Lalu ekor matanya menangkap secarik kertas yang ditulis oleh darah lagi. Dia pun mengambilnya dan menyerahkannya ke Mugetsu
"Shiba-san! Gue nemu ini nih!" Kata Hichigo ke Mugetsu yang masih ngebuletin matanya. Terus Mugetsu pun kaget dan mengambil surat itu dan membacanya.
'Sayang ya, dia bener-bener hilang dari muka bumi ini. Tapi jangan santai dulu! ini hanya permulaan saja loh! Bersiap-siaplah karna nyawa dari semua teman sekelasnya akan kucabut satu persatu dengan cara yang sama sepertinya!'
"...Gak salah lagi..." Kata Mugetsu. "Sadistic Murder kali ini, akan menimpa kelas kita!"
.
.
.
"SENNA! Lepasin gue, Boke Yaro! SENNA!" Teriak Ichigo sambil menangis dan berusaha ngelepasin polisi yang menahannya. "SENNA~!"
Sementara Hinamori, yang merupakan sahabat Senna dari kelas 2 SD juga menangis terisak-isak sambil meluk Hichigo (Hwaa~! Hicchi~!). Riruka, Zangetsu, Mugetsu dan Inoue pun ikut bersedih. Walaupun baru berteman beberapa saat, tapi mereka benar-benar merasa kehilangan. Banyak siswa-siswi yang berbisik ria, ada yang menutup matanya, bahkan ada yang sampai mual-mual karna melihat jasad Senna
"...Ichigo-san!" Panggil seorang pria berpiawak tinggi dan berambut panjang. Di dahinya terdapat bekas luka memanjang sampai ke pipinya. Ichigo pun berhenti memberontak dan membulatkan matanya yang masih meneteskan air mata. "...Ganryuu, san?"
Pria yang disebut Ganryuu itu pun memberi isyarat agar si polisi melepaskan Ichigo. Tapi tiba-tiba Ichigo berlari ke arah jasad Senna yang sedang diangkut ke ambulans
"Senna! Jangan tinggalin gue Senna! SENNA!" Teriak Ichigo. Jasad Senna pun dibawa oleh ambulans untuk di-autopsi. Lalu pria bernama Ganryuu itu pun menghampiri ichigo yang terduduk lemas dan menepuk pundaknya
"Saya tahu kau benar-benar kehilangannya, Ichigo-san... Aku pun begitu. Mengingat bahwa dia adalah satu-satunya anak perempuan diantara 3 anakku..." Yap, pria bernama Ganryuu itu adalah ayahnya Senna, sekaligus kepala polri yang sudah 9 tahun meneliti kasus 'Sadistic Murder' di St. Claustro. Lalu ichigo pun mengelap air matanya dan beranjak bangun
"...Ganryuu-san, maafkan aku karna aku gak bisa jagain Senna. Padahal, padahal..." Isak Ichigo lalu bahu kirinya ditepuk oleh seseorang berambut putih tulang dan menutup satu matanya dengan balutan kain sekaligus kakak sulung Senna a.k.a Mirokumaru Kokuto
"Sudahlah, Ichigo! Memangnya kau saja yang kehilangan Senna? Aku dan Shuren pun sama sepertimu!" Kata Kokuto berusaha ngehibur Ichigo. Waloupun baru kelas 12 di St. Claustro, Kokuto berpengalaman dalam kasus seperti ini karna dia bekerja sambilan di kepolisian ayahnya bersama Shuren, si penengah yang sekarang kelas 11 di SMU Sanderia. Lalu Hichigo, Zangetsu dan Mugetsu pun menghampiri Ichigo dan berusaha menyemangati-nya
"Dahlah, Ichigo! Lo jangan nangis-nangis kaya gituh donk! Bukannya lo bilang lo pemenang lomba panjat pinang taun kemaren?" Hibur Hichigo yang kayanya salah sasaran
"APA HUBUNGANNYA, BOKE?!" Ambek Ichigo sambil ngegaplok Hichigo make sendal yang gak tau dapet dari mana. Sementara Zangetsu, Mugetsu, Kokuto, dan Shuren(loh?) Yang baru dateng cuma bisa ketawa canggung sambil sweatdrop liat kelakuan duos sohib gaje ntu.
"Oia, kudengar dari Pak Yamamoto, kepala sekolah disini. Sekolah diliburkan seminggu. Karna itu, gue sama Kokuto-nii bakal bantu kalian meng-investigasi kasus ini, karna kami gak bisa ngebiarin orang yang udah ngebunuh adik kami dengan sadis itu berkeliaran sembarangan!" Kata seorang berambut ungu kaya Senna dan ber-iris merah kecoklatan a.k.a Mirokumaru Shuren sambil ngepalin tangannya.
"Gue ikut!" Potong seseorang di ujung pintu, yang tak lain tak bukan adalah sang ketua OSIS alias Ulquiorra
"Ci-Cifer-san?! Tapi kau 'kan..." Kaget Kokuto
"Gue ketua OSIS disini, jadi gue ikut tanggung jawab atas kematian adek lo, Mirokumaru." Bales Ulquiorra pake tampang stoic khas-nya
"Baiklah, sekarang kita pergi ke rumah gue. Kebetulan laptop gue ditinggalin di rumah. Gimana?" Kata Kokuto. Dan tanpa ba-bi-bu-be-bo lagi, mereka segera pergi ke rumah keluarga Mirokumaru tanpa menyadari ada seseorang yang mengamati mereka dengan tatapan membunuh yang sangat dingin.
.
.
.
Setelah sampai di rumah keluarga Mirokumaru, Kokuto langsung ngebuka laptop-nya dan membuka koneksi ke website resmi kepolisiannya. "Hm? Cewek-cewek tadi pada kemana?" Tanya Kokuto
"Mereka masih di St. Claustro buat dijadiin saksi kasusnya Senna-chan. Emang tadi lo gak denger apa kata ayah?!" Jawab Shuren. Terus gak lama kemudian situs resmi kepolisian Mirokumaru (biar singkat) pun kebuka
"Nah, ini dia! Sekarang kita ke folder 'Sadistic Muder St. Claustro'." Kata Kokuto sambil nge-klik file bernama sama. "Nah, ini dia! Bisa kau bacakan, Shiba-san?"
"Te-tentu Mirokumaru-san! Hm... Sadistic Murder. Kasus dimulai pada tahun 2006, dimana korban pertamanya adalah seorang murid kelas 10-1 bernama Vega Ggio, yang diduga dibunuh pada pertengahan tahun 2006. Ia ditemukan di laboratorium biologi lama 2 tahun setelah ia dibunuh. Diduga Ggio mati dengan keadaan beberapa organ dalamnya menghilang, leher hampir putus, kedua bola mata hilang, dan kepala tertusuk pasak yang cukup besar." Baca Mugetsu sesuai informasi yang berada di monitor
"I-ini sama seperti Senna! Hanya saja... Kepala Senna gak ketusuk pasak!" Gugup Ichigo
"Para polisi menduga bahwa ini adalah perbuatan orang dalam, karna laboratorium itu digembok dengan kunci khusus, sehingga gak semua orang bisa masuk ke sana. Tapi setelah seluruh sekolah ditelaah, tak ditemukan petunjuk sekecil apapun! Lalu, korban kedua adalah murid yang diduga kelas 10-6 yang bernama Kira Izuru. Kerangkanya ditemukan di sisi kolam renang St. Claustro. Diduga dia mati karna belakang kepalanya ditusuk oleh samurai dan..." Belum selesai mugetsu membaca informasi di layar laptop Kokuto, Hinamori dan Riruka sudah datang ke kamar itu"
"Su-sumimasen!" Ucap mereka berdua bersama.
"Hee, kalian udah selesei ditanyanya?" Tanya Hichigo
"Yah begitulah, Shiro-kun." Jawab Hinamori sambil ngelus-ngelus palanya
"Bagaimana dengan para polisi?" Tanya Kokuto yang tetep mandangin layar laptop-nya
"Udah pada pulang." Jawab Riruka. Terus Mugetsu ngelirik ke kanan dan ke kiri. Tapi... Dia gak ngeliat inoue
"Loh? Himerin mana?" Tanya Mugetsu
"Dia ada janji ketemu orang di sisi kolam renang sekolah. Memangnya ke-"
"APA KAU BILANG?! Kita harus segera menyusul Himerin!" Teriak Mugetsu sambil buru-buru menuruni tangga. Dia mencoba menelpon Inoue tapi nomornya gak aktif!
"Sial! Himerin, kumohon jawab! Himerin!"
.
.
.
Sementara itu di sisi kolam renang, inoue sedang berdiri sambil ngutak-ngatik ponselnya. "Hm... Disini gak ada sinyal!". Tiba-tiba ekor mata Inoue menangkap kedatangan seorang siswi bertudung yang jaketnya penuh dengan darah
"Ma-maaf, A-apa kau orang yang menyuruhku dateng kesini?" Gugup Inoue. Tapi siswi bertudung itu malah tersenyum dan diam-diam mengeluarkan pisau di belakang punggungnya!
.
.
.
~T.B.C~
.
.
.
Ryuuta : "Nee, Yokatta! Chapter 3 finni~sh!"
Mugen : "jadi Inoue korban berikutnya?"
Ryuuta : "iyap! Tapi gue masih bingung, gimana enak(?)-nya ngebunuh inoue, soalnya dia terlalu imut siih!"
Hichi : "imut?"
Ryuuta : "Hoe! Gini-gini gue juga nge-fans kalee ama Inoue! Tapi gue gak suka pair IchiHime atau apapun pair yang nyangkutin Inoue ya! Cuman suka Inoue-nya doank!"
Mugen : *sweatdrop* "Y-ya udah deh. Akhir kata dari gue, silahkan review n sarannya buat fict ini! Dan juga, ada yang bisa ngasih saran ke Ryuuta gimana cara ngebunuh Inoue yang paling tepat tapi sadist? Tolong ya minna, Onegai-shimasu!" *membungkuk*
