Sadistic Murder Ch.4

By : Tobiagare Ryuuta

Ryuuta : "Nee, Yokatta Minna! Chapter 4 wa koko ni da yo~!"

TenZan : "...Gue merinding nih, kenapa ya?"

Ryuuta : "Hee? Pasti gara-gara fict ini ganti rating jadi M!"

Hichi : *nyemburin kopi ke muka Mugen(?)* "WTF?! Rating M?! Ada yang kaya gitu-nya kagak?!"

Ryuuta : *gaplok Hichi make Sketch Book* "Dasar Otak Mesum! Rating M buat sadistic yang Hontou ni Sadisutikku! Oia, tadi lo nyemburin kopi ke Mugetsu ya?"

Hichi : *kaget mode on* "WTF?! Huwee~! Gomen Mugetsu!" *sujud minta ampun ke Mugetsu*

Mugen : *sweatdrop* "...Iya dah Нi! Gue maapin! Nah, sekarang gue mo bacain ripiu nih! Hm... Nih, dari HinaRiku-chan, Ryuuta!"

Ryuuta : "Hi-hiiy~! Sa-sadistnya... Demo, ide dari Hina-san bakalan Ryuuta pake kok! Arigatou udah ngasih idenya! Thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"

Hichi : "and next, from Mugetsu's Craziest(?) Fangirl a.k.a Uchiha Yue!"

Ryuuta : *sweatdrop* "...Etto, lo mau ngebunuh orang apa bikin makanan buat buka puasa sih?! Demo, thanks for the idea! And thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"

TenZan : "and next, from Hikary Cresenti Ravenia!"

Ryuuta : "Hi-hiyaa~! Sadist-nya... Ja-jadi bingung mo make ide yang mana... Aha! Ryuuta pake aja semuanya! Biar sadist-nya lebih kerasa! Thanks for the idea, Hika-san! Okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"

Ichi : "napa ratingnya dinaekin jadi M sih?"

Ryuuta : "soalnya mulei di chapter 4 ini, gue bakal nyeritain secara diteil gimana cara si korban dibunuh, gak kaya di chapter sebelomnya! Hahahahahaa..." *ketawa ala Hichi*

Mugen : *sweatdrop* "...ya udah lah. Silahkan diliat chapter 4 dari fict yang ganti rating ini!"

Sadistic Murder

By : Tobiagare Ryuuta

Rating : Sekarang mah Jadi M for Blood n Sadistic

Pairing : Ada, Tapi Gak Terlalu Serius

Disclaimer : Bleach ntu udah pasti punya Tite Kubo-senpai!

Warning : AU, OOC, Gaje ada, Garing ada, Bloody, Sadistic, Death of Chara (gomen gak pake yang ini di chapters sebelumnya...), No Flame, and Don't Like Don't Read! Wakatta?!

Chapter 4

A Pool of Despaired Blood

.

.

.

Sementara itu di sisi kolam renang, Inoue sedang berdiri sambil ngutak-ngatik ponselnya. "Hm... Disini gak ada sinyal!". Tiba-tiba ekor mata Inoue menangkap kedatangan seorang siswi bertudung yang jaketnya penuh dengan darah

"Ma-maaf, A-apa kau orang yang menyuruhku dateng kesini?" Gugup Inoue. Tapi siswi bertudung itu malah tersenyum dan diam-diam mengeluarkan pisau di belakang punggungnya!

"Maaf, ta-tapi motif jaketmu membuatku takut, etto... Bisa kau lepa-!" Kata-kata Inoue terhenti karna siswi bertudung itu menusuk perut Inoue! "A-aah..."

Inoue pun jatuh terduduk di samping kolam renang sambil menahan pendarahan di perutnya. Terus tiba-tiba siswi bertudung itu nengambil pedang yang disiapkannya dari awal di balik semak dan menghampiri Inoue sambil tertawa gila! Inoue yang ketakutan pun berlari tergopoh-gopoh sambil menahan sakit di perutnya

"Hah, hah, hah, Tasukete kore! Dareka, tasukete ko-!"

JLEB!

Sebilah pedang menembus jantung Inoue, dan Inoue pun tersungkur tepat di ujung kolam. Siswi bertudung itu pun menghampiri Inoue sambil membalikkan badan Inoue dan mencabut pedang berlumuran darah itu.

"Gue sengaja ngebunuh lo disini, Inoue Orihime. Soalnya, gak bakalan ada yang dateng ke kolam renang, dimana pernah ditemuin begitu banyak kerangka disini. Fufufu..." Lalu dia melirik ke arah muka Inoue dan langsung menginjak pipi Inoue berkali-kali sampai mukanya bonyok!

"Huh! walaupun mukamu polos seperti itu, bukan berarti kau bisa mencegahku untuk berbuat kejam padamu!" Lalu si pembunuh (biar singkat) itu pun mengambil pisau lagi dan mengoyak seluruh tubuh Inoue, menarik paksa seluruh organ dalamnya dan juga menggorok lehernya sehingga darah berceceran dan menyembur kemana-mana termasuk ke jaket si pembunuh. Lalu si pembunuh itu pun mengambil kantong plastik dan menyimpan organ dalam itu disana. Lalu dia menyimpannya di bawah dan menginjak-injak kantong plastik itu sampai benar-benar hancur!

"Hmph! Rasakan itu, Inoue Orihime! Tapi... Sepertinya ini belum cukup. Aha!" Lalu si pembunuh itu pun mengeluarkan pisau bedah, segelas kimia raksa, dan mengambil kembali pedang tadi. Pertama dia mengambil pedang dan menancapkannya lagi ke jantung Inoue sehingga menembus punggungnya, sehabis itu dia mengambil pisau bedah dan mengiris kedua mata Inoue! Kemudian dia mencongkel kedua bola matanya dan menghancurkannya dengan tangannya sendiri! Lalu sisa dari kedua bola mata itu pun ditaruh di sisinya

"Hm... Apalagi ya? Ah, iya! Raksa!" Kemudian dia mengambil gelas kimia berisi raksa itu dan menumpahkan semua raksa itu ke muka Inoue!

"Oh tidak! Aku sengaja menumpahkannya! Gomen ne, Inoue Orihime. Wajahmu jadi hancur seperti itu. Ahahaha!" Tertawanya sadis. Lalu dia menyeret kaki mayat Inoue dan melemparnya ke sebuah perahu karet yang sudah dipompa olehnya. Lalu perahu karet itu didayung olehnya menuju ke tengah kolam dan melempar mayat Inoue kesana! Lalu dia mengambil 4 rantai berujung paku dari tasnya. Saat mayat Inoue mengapung, si pembunuh langsung menancapkan ujung paku itu ke pembuluh nadi kedua tangan Inoue dan kedua pergelangan kakinya sampai tembus ke bagian belakang tangan dan kakinya! Lalu keempat ujung rantai itu dilempar ke ujung kolam dan ujung rantai itu pun menyangkut di masing-masing sebuah paku besi.

"Haah, capek juga ya. Tapi menyenangkan!" Helanya. "Hm... Tapi sepertinya ada yang kurang. Hm... Aha! Gue tau!" Lalu si pembunuh mengambil gunting rumput dari perahu karetnya itu dan menjambak rambut Inoue!

"Ucapkan selamat tinggal pada rambut panjangmu, Inoue!" Dan detik berikutnya, rambut panjang Inoue terputus dengan sekali guntingan sehingga hanya tersisa beberapa senti di kepalanya. Lalu guntingan rambut itu disebarkan di sekitar wajahnya agar dapat menutupi wajahnya yang hancur.

"Segini aja ya, Inoue. Sampai jumpa di neraka! Aahahahaha!" Tawanya sadis yang langsung menghilang tanpa jejak sehingga hanya mayat Inoue dan darah yang berceceran dimana-mana-lah yang kini tersisa di kolam renang itu!

.

.

.

Sementara itu, ke-7 pria dan 2 wanita yang tadi ada di rumah keluarga Mirokumaru kini sedang berlari di perapatan yang jaraknya 500 meter dari kolam renang. mereka pun lari secepat mungkin demi menyelamatkan Inoue walou mereka gak tau bahwa itu sudah terlambat

"Kemana lagi, Ulquiorra-san?!" Teriak Mugetsu

"Belok kiri! Lalu masuk ke gang luas di sebelah kanan! Disitulah kolam renangnya!" Teriak Ulquiorra. Tapi di tengah jalan, mereka bertemu dengan seseorang yang hendak menyebrang, yakni Rukia.

"Ru-Rukia! Lo abis dari mana?!" Tanya Hichigo. Spontan Rukia pun menengok dan melambaikan tangannya

"Hee, Hichigo! Gue abis beli kue cucur(?) nih! Maen yuk ke rumah gue!" Tereak Rukia yang gak kalah kenceng dari toa punyanya tukang perabotan *di-hakuren Rukia*

"Gak bisa! Kita mau ke kolam renang sekolah sekarang! Nyawa Inoue-san dalam bahaya!" Teriak Ichigo yang spontan bikin Rukia kaget!

"A-apa lo bilang?! Gue ikut! Tungguin!" Tereak lagi Rukia yang langsung lari ngikutin ke-9 orang ntu. Terus mereka belok ke gang luas dan nemu gerbang berwarna biru disana.

"Itu! Disitu kolam renangnya!" Terus mereka berhenti di depan gerbang itu.

"Hah, hah, kok sepi? Biasanya 'kan kolam renang tuh banyak orangnya!" Tanya Riruka sambil terengah-engah

"...kudengar kolam renang ini gak dipake dan gak diurus lagi karna para siswa-siswi ketakutan semenjak insiden penemuan mayat siswa bernama Kira Izuru itu. Tapi untunglah aku punya kuncinya jadi kita bisa masuk." Ucap Ulquiorra sambil ngotak-ngatik kunci gembok. Setelah gemboknya kebuka, mereka langsung berlari ke dalam dan berpencar mencari Inoue

"Inoue! Kau dimana? Inoue!" Teriak Ichigo

"Himerin! Jawablah! Hime-!" Kata-kata Mugetsu terhenti ketika ia merasa menginjak suatu cairan. Dan ketika melihat ke bawah oa terkejut karna yang dia injak adalah genangan darah milik Inoue! "GYAAA~!"

"Ka-kau kenapa, Shiba-san?" Panik Rukia

"Da-darah... Ge-genangan darah..." Gemetar Mugetsu. Dan begitu mereka melihat sekitarnya, barulah mereka sadar bahwa di sekitar mereka banyak genangan darah yang berceceran dimana-mana!

"Shi-Shiro-kun! A-aku takut!" Gumam Hinamori pelan sambil nyumput di belakangnya Hichigo. Dan begitu mereka melihat ke arah kolam paling ujung yang dalamnya sekitar 6 meter, barulah terlihat mayat Inoue yang badannya hancur terkoyak dan mengapung dengan keadaan kedua tangan dan kaki tertusuk rantai di kolam yang menjadi merah karna darahnya sendiri! Spontan Mugetsu pun membulatkan matanya dan terduduk lemas. Dan tanpa sadar, matanya mengeluarkan setitik air mata. "...Himerin..."

DAK! Hichigo menonjok dinding di sebelahnya sambil menggertakkan giginya. "Cih! Sial!"

Dan tiba-tiba Mugetsu pun memukul lantai dan sedikit gemetaran. "Sial! Pertama Mirokumaru, sekarang Himerin. Selanjutnya siapa?! Kenapa kita selalu terlambat menolong mereka? Kenapa?!"

Semua yang ada di sana pun terdiam, tak ada yang bersuara, dan semua pun menunduk untuk mendo'akan ketenangan jiwa Inoue.

"...baiklah." Ucap Kokuto. "Shuren! Cifer-san! Mari kita autopsi mayat Inoue-chan disini!"

.

.

.

~T.B.C~

.

.

.

Ryuuta : "Nee, Minna! Chapter 4 Finnii~sh!"

Mugen : "..."

Ryuuta : "napa lo? Lo bener-bener kehilangan Inoue, ya? Sabar ya, Mugetsu." *ngelus-ngelus palanya Mugen*

Mugen : "...gue sakit gigi, kebo!"

All except Mugen : *nge-gubrak ria*

TenZan : "haah, gue kira apaan! Bikin gue ikutan pundung aja!"

Hichi : "tau nih! Gue kira lo diem gara-gara sedih karna Inoue mati!"

Ryuuta : "haduuh, ada-ada aja! Oia, ada yang bisa nebak siapa korban berikutnya?"

Ichi : "wakaranai yo, Ryuuta!"

TenZan : "gak tau!"

Mugen : *ngangkatin bahu*

Ryuuta : "hm... Antara Hinamori dan Riruka nih! Siapa ya?"

Hichi : "...gue udah tau, cuma kalo dibilangin pasti gue digaplok lagi kaya tadi!"

Ryuuta : "heheh, ko' tau sih?"

All except Ryuuta : *sweatdrop*

TenZan : "haah, karna si Mugetsu lagi sakit gigi, jadinya gue yang nutupin nih chapter. Yosha! Akhir kata dari gue, silahkan review n sarannya buat fict ini! Dan ada yang bisa jawab pertanyaannya Ryuuta diatas? Tolong ya, Minna! Onegai-shimasu!"