Sadistic Murder Ch.8
By : Tobiagare Ryuuta
Ryuuta : "Nee minna! Cha-"
All except Ryuuta : "CHAPTER OCTO WA KOKO NI DA YO~!"
Ryuuta : *muka kesel mode on* "... Kalian tuh maunya apa sih? Nge-interrupt pembukaan gue terus perasaan!"
TenZan : "kita pengennya lo segera berenti nyiksa kita!"
Ryuuta : "Haah, okey! Sekarang sapa yang mau bacain ripiu? Buruan! Numpuk nih! Ntar jadi bulukan loh!"
Hichi : *sweatdrop* "lu kira makanan kali bulukan! Gue aja! Dari... Haah?! Tasya-chan nge-review fict ini?!"
Ryuuta : "Hee, sou ka? Arigatou~! Ehehe, aku pun tak percaya kalo Rangiku-san itu emaknya si porselen ini!" *digebug readers* "O-okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Ichi : "And next, dari bluegirl02. reini!"
Ryuuta : "Heheh, emang sengaja diselang-seling sadist-nya, karna menurut Ryuuta, sadis yang gak ada humornya itu terlalu mainstream! Jadinya begini deh... Etto, soal mitologi Yunani, itu kebetulan aja Ryuuta keinget sama pilem Hercules. Sekalian nambahin misterinya! Kalo yang Hichi bawa mobil, itu si Rangiku-san-nya aja yang mau ngejailin dia! Okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Mugen : "And next, dari HinaRiku mau ganti nama!"
Ryuuta : "Heheh... Hina-san penggemarnya Toushirou ya? Etto... Dia emang anak mamih di fict ini! Oia, tentang tempat eksekusi, tinggal dikit lagi tuh, Hina-san! Hwaa~! Ternyata ada juga yang tau maksud dibalik susu jeruk itu!"
Hichi+Ichi : *death-glare ke Ryuuta* "KURANG ASEM LO RYUUTA! RASAIN NIH! GETSUGA TENSHOU!"
Ryuuta : "Hiyee~!" *gosong di tempat* "O-okey... Thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
TenZan : *sweatdrop* "...Dasar Author Fujoshi! And next, 2 ripiu dari Guest1 a.k.a Kato!"
Ryuuta : "Hee, sou ka? Arigatou! Emang sengaja dijadiin gituh biar lebih rame! Hehe... Riruka pasti gak selamet kok! Tenang aja!" *ditembak pake bazooka* "Oia, sarannya Kato-san Ryuuta pake ya! Okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Hichi : "And next, dari Guest2 a.k.a Ikki!"
Ryuuta : "Hwaa, kombanwa!" *gak nyambung* "Heheh, goloknya boleh Ryuuta pinjem? Buat ngebunuh Riruka nih!" *ditendang Riru* "Okay, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Ichi : "And next, dari Guest3 a.k.a Kitsune!"
Ryuuta : "hwaa, arigatou atas penjelasannya, Kitsune-san! Thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Mugen : "And next, dari Hikary Cresenti Ravenia!"
Ryuuta : "Bwaahahahaha! Iya tuh, Hika-san! Namanya juga bapak n anak!" *ditebas Hichi+Gin* "kalo bapaknya Kokuto di fict ini si Ganryuu yang di Bleach Movie 1! Okey, thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
TenZan : "...and next, dari Guest4!"
Ryuuta : "Etto, liat aja di chapter ini ya! Thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
Hichi : "And next! From Guest5!"
Ryuuta : "Heheh, nih dah apdet! Thanks for review and happy enjoying this sadistic fiction!"
TenZan : "...And next, from Guest6!"
Ryuuta : "...Etto, tengok aja di chapter ini ya! Okay, thanks for trview and happy enjo-!" *dibekep Hichi (lagi)*
Hichi : "kebanyakan omong lo! Udahlah! Ntar nih fict gak kelar-kelar! Maaf ya Readers, langsung aja baca chapter 8-nya!"
Sadistic Murder
By : Tobiagare Ryuuta
Rating : Sekarang mah Jadi M for Blood n Sadistic
Pairing : Ada, Tapi Gak Terlalu Serius
Disclaimer : Bleach ntu udah pasti punya Tite Kubo-senpai!
Warning : AU, OOC, Gaje ada, Garing ada, Bloody, Sadistic, Death of Chara, No Flame, and Don't Like Don't Read! Wakatta?!
Chapter 8
Full-Blooded Chainsaw
.
.
.
"Kaa-san?" Heran Hichigo. Rangiku pun membuka matanya. Melirik ke arah Ulquiorra(lah?) dan tersenyum seperti mengetahui persis jawaban dari teka-teki ini
"Cifer-san, kau ketua OSIS di St. Claustro 'kan?" Tanya Rangiku
"I-iya benar. Memangnya kenapa?" Gugup Ulquiorra tetap dengan tampang stoic-nya
"Apa ada ruangan yang seluruhnya berisi 'Chainsaw'?" Tanya Rangiku lagi
"I-iya, tapi ruangan itu sudah tak terpakai lagi!" Kaget Ulquiorra
"Bagus! Ayo kita kesana! Karna aku punya firasat bahwa malaikat maut Hades itu ada disana!" Ucap Rangiku. "Kalian naiklah duluan ke mobil! Aku akan menelpon Isane untuk menjaga Shiro-chan!"
Dan tanpa ba-bi-bu-be-bo lagi, mereka ber-7 langsung naik ke mobil sedan warna hitam milik Rangiku. 10 menit kemudian, Isane sang Babysitter datang dan Rangiku pun masuk ke mobil
"Sudah siap?" Teriak Rangiku
"...perasaan Hichi gak enak deh Kaa-san!" Gugup Hichigo yang duduk di kursi sebelah pengemudi
"LET'S ROCK AND ROLL!" Teriak Rangiku sambil langsung tancep gas
"Hwaa~! Bener 'kan kata Hichi juga apaa~!"
.
.
.
"A-ah..." Gumam Riruka sambil membuka matanya. "...I-ini dimana? Dimana aku? Dan- cih! Kenapa tubuhku dirantai di batangan kayu seperti ini?! Siapapun! tolong aku!" Ucap Riruka sambil berusaha melepas jeratan rantai yang mengekangnya. Tiba-tiba, terdengan suara seperti orang menyeret benda dari arah kegelapan. Dan begitu sosok itu muncul, Riruka kaget karna sosok itu adalah...
"Kuchiki-san? Kau datang untuk menolongku?" Gembira Riruka. Tapi kenyataannya Rukia cuma senyum dan ngambil sebuah pisau bedah kesayangannya. "Etto, Kuchiki-san? Pisau bedah gak bisa buat motong rantai!"
"Memang, tapi pisau ini bisa memotong rambutmu sebagai salah satu syarat untuk menjadikanmu sebagai makan malam Cerberus!" Balas Rukia penuh napsu membunuh. Riruka pun kaget dan membulatkan matanya ke arah Rukia
"Kau! Jangan-jangan kau orang dibalik semua ini?!" Geram Riruka. Tapi Rukia malah menghampirinya dan menjambak rambut Riruka yang kini terurai dan...
ZRAASH!
"KYAAAAA!" Jerit Riruka karna Rukia tak hanya memotong rambutnya, tetapi juga menggores kedua bahu Riruka cukup dalam! Dan goresan itu menyebabkan darah membanjiri seluruh permukaan punggung Riruka, juga mengalir dengan derasnya ke lantai. "Sa-sakit..." Isak Riruka
"Haa, nyanyian yang sangat merdu Dokugamine-sama! Tapi, itu belum seberapa!" Ucap Rukia. "Apa kau tahu, kenapa badanmu diikat di sebuah batang kayu yang cukup besar? Sementara tangan dan kakimu tidak?" Tanya Rukia. Riruka hanya menatap Rukia dengan tatapan kesal.
"...Inilah jawabannya..."
GROOONG!
Mata Riruka terbelakak begitu mendengar suara raungan itu. Dan begitu Rukia menunjukkan tangan kanannya, terlihatlah sebuah Chainsaw atou gergaji mesin yang cukup besar dan berlumuran oleh darah yang mulai atau bahkan sudah mengering. Rukia pun tersenyum sadis layaknya psikopat. Dan detik berikutnya...
ZRAAASH!
"K-KYAAAA~!" Riruka menjerit lagi karna kini lengan kirinya ditebas oleh Chainsaw itu dan melayang entah kemana!
"Hahahaha, Haahahaha! Lagu yang indah, Dokugamine-sama! Bahkan lagu ini lebih indah dari alunan mozart sonata yang dimainkan Nee-sama 9 tahun yang lalu!"
"N-Nee-sama? Jadi, kau membunuh semua korbanmu karna 'Nee-sama'-mu?!" Tanya Riruka sambil menahan sakit yang luar biasa di lengan dan bahunya. "Kau sudah gila, Kuchiki!"
"Ya, begitulah. Aku bermain-main sebagai siswi SMP dan SMA berturut-turut selama 9 tahun, jadi... Umurku bukan 15 tahun." Jawab Rukia. "Tapi 27 tahun!"
Riruka membulatkan matanya lagi, mendengar kenyataan yang baru saja diucapkan oleh teman barunya itu. "Jadi kau memanfaatkan perusahaan Aniki-mu? Kau ke- UAKH!" Potong Riruka karna perutnya tertembus oleh sebilah pedang serba putih dengan pita yang juga berwarna putih di ujungnya. Bahkan pedang itu menembus batang kayu tempat Riruka dirantai!
"Kh- AAAAKH!" Rintih Riruka saat pedang itu mengoyak perut Riruka dan dicabut tiba-tiba dari perutnya. "Kau terlalu cerewet, dasar wanita jalang!" Rukia pun makin menggila dan segera memakai tudung jaket yang selalu dia pakai jika sedang membunuh. Dan detik berikutnya...
ZRAASH!
"HYAAAA!" Jeritan Riruka semakin menjadi karna kini Rukia sudah memotong lengan kanan dan kedua kakinya dengan Chainsaw sekaligus! "He-hentikan... Aku mohon, hentikan kegilaan ini Kuchi-"
BUAK!
Rukia meninju pipi Riruka hingga terlihat membiru dan bengkak. Dia pun memegang mata kiri Riruka dan tanpa perasaan lagi ia langsung mencabut mata kiri dan menusuk mata kanan Riruka!
"GYAAA! TOLONG HENTIKAAN! WAAAA!" Jerit Riruka sambil tetap berusaha melepaskan diri dari jeratan rantai walaupun lengan dan kakinya sudah tak ada di tempat
"...Ucapkan selamat tinggal Dokuga-"
BRAK!
"Berhenti disitu!" Teriak Rangiku yang datang bersama ke-7 cowok yang keliatannya abis mabok karna kekebutan di jalan tadi
"...Rirucchi? RIRUCCHI!" Teriak Zangetsu karna melihat sahabat terdekatnya itu kini dirantai dengan keadaan mata terus mengalirkan darah, tangan dan kaki yang terputus, mulut yang keliatannya habis muntah darah, pokoknya keadaan Riruka sekarang sangat bersimbah darah
"...Zakkun? A-apa itu kau, Zakkun?!" Panggil Riruka yang buta dengan suara yang serak parau karna lelah berteriak
"...Rirucchi, maaf aku gak ngejawab telponmu, tapi..." Sesal Zangetsu sambil mengepalkan tangannya.
"...Zakkun, sebelum aku pergi ada yang harus aku beritahu... Bahwa orang bertudung ini adalah-!" Potong Riruka karna kini leher dan jantungnya ditusuk oleh golok dan pedang sekaligus!
"...Kuchi...ki..." Bisik Riruka sebelum akhirnya Riruka menghembuskan nafas terakhirnya
"...Riruka? RIRUKA!" Teriak Zangetsu. Sementara Ichigo dan Hichigo hanya membulatkan matanya begitu Rukia (yang masih pake tudung) mencabut pedang putih yang menusuk leher Riruka itu dengan teganya
"Hebat! Kalian bisa tahu tempat ini!" Puji Rukia sambil menodongkan pedang putihnya yang bersimbah darah
"Walaupun sulit, aku bisa menebaknya karna perumpamaanmu itu sudah menjadi makananku sehari-hari!" Ucap Rangiku
"'Penjara Eropa Kuno', berarti ruangan tempat menyimpan banyak senjata tajam karna dulu penjara eropa diisi berbagai senjata untuk menyiksa tawanannya. Salah satunya adalah Chainsaw. 'Seisi hutan akan pasrah' berarti batang kayu yang sudah ditebang dan siap diproses, 'jeritan' berarti raungan dari Chainsaw, dan 'Roda waktu' disini menunjukkan 2 faktor." Ucap Rangiku panjang dikali lebar sambil menunjukkan dua jarinya. "Chainsaw itu sendiri, dan juga jam yang terdapat di atas menara ini!"
"...jadi karna itu kau langsung kemari?" Tanya Rukia setengah kagum karna teka-tekinya terpecahkan semudah membalikkan telapak tangan
"Yap! Aku bertanya ke Cifer-san apa di St. Claustro ada tempat yang penuh dengan Chainsaw, kayu dan mempunyai jam di atasnya. Dan disinilah kita, di-"
"Menara jam kuno St. Claustro!"
Suara itu muncul dari koridor belakang. Dan ketika sosok itu keluar, ichigo, Hichigo, Zangetsu dan Mugetsu kaget karna sosok itu adalah wali kelas mereka sendiri!
"Unohana-sensei!" Kaget mereka ber-4. Unohana-sensei hanya tersenyum dan dengan kecepatan super dia mengeluarkan pistol di tangan dan menembak perut Rangiku!"
"AH!" Ringis rangiku sambil tersungkur dan menahan sakit di perutnya yang kini mengalirkan darah segar
"K-Kaa-san?! Kaa-san!" Panik Hichigo sambil menghampiri Rangiku. "Kaa-san, da-daijoubu ka? Kaa-san!"
"Cih! Dasar albino cengeng! Karna itulah aku membencimu! Di depan orang, kau belagak mandiri. Tapi di belakang, kau anak manja yang bisanya hanya merengek ke Ibu!" Hina Rukia yang spontan membuat Hichigo dan Ichigo terkejut!
"Suara ini... Gak mungkin! Gak mungkin kau pelakunya! RUKIA!" Teriak Ichigo. Dan detik berikutnya, Rukia membuka tudung jaketnya dan memperlihatkan wajahnya yang penuh cipratan darah dengan tatapan dan senyuman ala psikopat
"Maaf, Ichigo. Tapi kenyataannya, akulah malaikat maut kepercayann Hades itu! Hahahaha! Haahahaha!"
.
.
.
~T.B.C~
.
.
.
Ryuuta : "Yee, Minna! Chapter Octo complete!"
Mugen : "Lo katanya mau nampilin Special Guest ya?"
TenZan : "Siapa aja tuh Ryuuta?"
Ryuuta : " Eh iya! Okey, sesuai kata Ryuuta di chapter sebelumnya, Ryuuta ngundang 2, eh 4 Special guest! Yakni... Rangiku-san, Ganryuu-san, Kokuto dan Rukia! Tepuk tangan buat mereka!" *prok prok prok*
Ran : "Ahaha, makasih makasih!"
Gan : "Gak perlu seheboh ini, Ryuuta-san!"
Koku : "Arigatou, minna!"
Rukia : "Yah, walaupun disini gue jadi antagonis tapi... Yaudah deh. Ogenki Minna?!"
Hichi : *kaget* "WTF?! Rangiku-san?!"
Ran : "Ara, Hichi! Keliatannya kamu sehat-sehat aja ya!"
Ichi : "Heh! Ngapain lo disini Togabito laknat?!"
Koku : "Nee, Nee! Santai bro! Gue disini karna diundang sama Ryuuta-chan! Sabar! Gue gak bakal ngapa-ngapain kok! Oia lo hollownya si Ichigo ini 'kan?" *nanya ke Hichi*
Hichi : "Iya, kenapa?"
Koku : "Dicariin tuh ama Kehendak Neraka! Lo 'kan jadi buronan disana gara-gara hampir ngancurin Neraka!"
Hichi : *death-glare, Vasto-Lorde mode on, siap-siap nyero-in Koku*
All except Hichi : *merinding mode on*
Gan : "K-Kokuto-san! Apa bener hollow ini hampir ngehancurin neraka?!"
Koku : "Be-beneran! Tanya aja tuh ke Rukia-san!"
Rukia : "Be-bener Ganryuu-san! Suer!"
Hichi : "GRAAA~!" *nembakin cero*
All except Hichi : "KABUUUR~!"
Ryuuta : "Hwaa~! Hicchi-nya ngamuk~! Okey Minna, silahkan review dan sarannya buat fict ini! Ryuuta sama yang lainnya mau kabur dulu dari amukan cero-nya Hichi! Jaa~! GYAAA~!" *kocar-kacir gak tentu arah*
