Sadistic Murder Ch.9
By : Tobiagare Ryuuta
Ryuuta : "...kalian aja deh yang buka!"
All except Ryuuta : "Hello, Minna! Chapter 9 wa koko ni da yo~!"
Ryuuta : "Haah... Akhirnya bisa apdet juga!"
Ichi : "Emang selama ini lo kemana?"
Ryuuta : "Gue punya 3 alesan! 1) batre hape gue kembung! 2) pulsa gue keporot! 3) WAKTU!"
Mugen : *sweatdrop* "o-okelah, langsung aja ke sesi bales ripiu yang bejibun ini! Pertama, 2 ripiu dari Shirosaki Haruka / Kato!"
Ryuuta : "...E-etto, met Idul fitri juga! Maapin Ryuuta kalo ada salah ya! Iyaa, Unohana-san itu semi-dalang! Real-dalangnya ntu si Rukia! Oia, soal hubungan Unohana sama Rukia itu karna Hisana murid kesayangannya Unohana. Jadi dia bersekongkol ama sodara kembarnya Hisana, yakni Rukia buat ngebunuh semua murid di kelas 10 tiap 3 taun sekali! Okay, Thanks for review!"
Hichi : "next, dari guest1 a.k.a Ikki!"
Ryuuta : "Hehe, Unohana jadi semi-dalang disini! Oia, itu di chapter 2, Unohana itu ngasih isyarat korban pertama sampe korban terakhir. Okay, Thanks for review!"
Ichi : "next, dari guest2"
Ryuuta : "tenang! Rangiku-san gak akan mati kok! Soalnya... Liat aja di chapter ini! Thanks for review!"
TenZan : "next, dari guest3!"
Ryuuta : *sweatdrop + bergidik* "e-etto, gomen kalo bikin nunggu! I-iya Ryuuta tau kok Unohana matinya kenapa! Karna dia tanding ama Zaraki-taichou demi dapetin shikai-nya Zaraki-taichou 'kan? O-okay, th-thanks for review!"
Hichi : *sweatdrop* "next, dari HinaRiku mau ganti nama!"
Ryuuta : "Hehe, iya nih Hina-san! Semua itu karna Kuchiki Corp.!" *ditendang Byaku* "hehehe, alesan rangiku-san jadi pinter kaya gituh silahkan diliatin di chapter ini! Okay, Thanks for review!"
Ichi : "next, dari guest4!"
Ryuuta : "Hehe, iya nih! Rukia lagi make Shirayuki-nya! Okey, thanks for review!"
Mugen : "next, 2 ripiu dari Kitsune!"
Ryuuta : "hehe, di fict ini Rukia sama Hisana itu sebenernya kembar! Okey, thanks for reviews!"
TenZan : "next, from Hikary Cresenti Ravenia!"
Ryuuta : "Ahahahaha! Tenang Hika-san! Rangiku gak mati kok! Jadi Tite Kubo-sensei gak bakal bayar extra buat kerusakan yang dibuat Hichi! Oia, tentang hubungan Rukia n Unohana, liat aja di chapter ini! Okay, Thanks for review, Hika-san!"
Hichi : "next, from bluegirl02reini!"
Ryuuta : "Ehehe, mereka gak bakalan mati kok, Reini-san! Okey, thanks for review, Reini-san!"
Ichi : "terakhir, dari Mugetsu's Ngeresest(?) Fangirl a.k.a Uchiha Yue!"
Ryuuta : "kalo Rukia-nya langsung dibunuh gak seru donk! Tentang mitologi Yunani gue tau dari pilem Hercules! Demo, thanks for review, Yue!"
Mugen : "yosha! Semua ripiu udah dibacain, sekarang ayo kita lanjut ke sesi baca chapter! Silahkan Minna!" *senyum manis*
Sadistic Murder
By : Tobiagare Ryuuta
Rating : Sekarang mah Jadi M for Blood n Sadistic
Pairing : Ada, Tapi Gak Terlalu Serius
Disclaimer : Bleach ntu udah pasti punya Tite Kubo-senpai!
Warning : AU, OOC, Gaje ada, Garing ada, Bloody, Sadistic, Death of Chara, No Flame, and Don't Like Don't Read! Wakatta?!
Chapter 9
TRUTH
.
.
.
"Menara jam kuno St. Claustro!"
Suara itu muncul dari koridor belakang. Dan ketika sosok itu keluar, ichigo, Hichigo, Zangetsu dan Mugetsu kaget karna sosok itu adalah wali kelas mereka sendiri!
"Unohana-sensei!" Kaget mereka ber-4. Unohana-sensei hanya tersenyum dan dengan kecepatan super dia mengeluarkan pistol di tangan dan menembak perut Rangiku!"
"AH!" Ringis rangiku sambil tersungkur dan menahan sakit di perutnya yang kini mengalirkan darah segar
"K-Kaa-san?! Kaa-san!" Panik Hichigo sambil menghampiri Rangiku. "Kaa-san, da-daijoubu ka? Kaa-san!"
"Cih! Dasar albino cengeng! Karna itulah aku membencimu! Di depan orang, kau belagak mandiri. Tapi di belakang, kau anak manja yang bisanya hanya merengek ke Ibu!" Hina Rukia yang spontan membuat Hichigo dan Ichigo terkejut!
"Suara ini... Gak mungkin! Gak mungkin kau pelakunya! RUKIA!" Teriak Ichigo. Dan detik berikutnya, Rukia membuka tudung jaketnya dan memperlihatkan wajahnya yang penuh cipratan darah dengan tatapan dan senyuman ala psikopat
"Maaf, Ichigo. Tapi kenyataannya, akulah malaikat maut kepercayann Hades itu! Hahahaha! Haahahaha!"
.
.
.
"Unohana-sensei... Rukia... Kenapa?" Tanya Ichigo. "KENAPA KALIAN MELAKUKAN HAL SE-BIADAB INI?!"
"Urusai!"
BUAK!
Rukia meninju pipi Ichigo sehingga dia tersungkur ke belakang. Zangetsu dan Mugetsu hanya diam sambil membulatkan matanya karna Unohana-sensei mengarahkan pistolnya itu ke arah mereka
"...ternyata aku terlalu meremehkan lulusan SMP Hueco Mundo. Harusnya aku memerintahkan Rukia untuk memusnahkan seluruh mayat dan bukti seperti kasus 3 tahun lalu...". Ucap Unohana-sensei dengan nada yang penuh nafsu membunuh
"Jadi, jadi sensei adalah dalang dibalik 'Sadistic Murder'?!" Tanya Mugetsu seakan tak percaya
"Hahahahaha! Kau terlalu polos, Shiba. Aku hanya membantu Rukia untuk membalaskan dendam Hisana-chan!"
"Cih! Rukia! Jika kau adalah si pembunuh, berarti..." Decis Ichigo. "Berarti kau melakukan hal biadab ini sejak umurmu masih 4 tahun?!" Teriak Ichigo. Tapi Rukia hanya tersenyum dan menodongkan pedang putihnya itu ke urat nadi Ichigo
"Ckckck... Ichigo yang malang. Biar kuberitahu ya... Aku memasuki SMP yang berbeda-beda selama 9 tahun. Dan 3 tahun lalu, aku masuk SMP Karakura tepat setelah aku membunuh korban ke-96-ku! Hahahaha!"
Mendengar itu Ichigo cengo. Bagaimana tidak? Rukia yang dikenal pendiam, pemalu, dingin serta pintar itu, ternyata mempunyai sifat 'Yandere' tingkat parah! Ia pun memukul lantai dan segera bangun
"Kenapa... Kenapa kau membunuh Senna?"
Rukia hanya terdiam. Tetap menodongkan pedang putih kesayangannya yang kini terlumuri darah. Tapi tiba-tiba, dia mendengus dan tersenyum psycho
"Hahahaha! Kenapa kau bilang? Aku membunuhnya karna aku tak mau dia tahu kalau kekasih yang sangat dia sayangi itu ternyata seorang MAHO!" Jawab Rukia dengan penekanan di kalimat terakhir sehingga semua yang ada disana minus Rangiku, Rukia dan Riruka kaget!
"A-apa?! Kurosaki-san nggak normal?!" Kaget Zangetsu.
"U-uso! Kalau aku maho, mana mungkin aku mencintai Senna?! Lagipula dengan siapa aku menjalani hubungan laknat macam itu?!" Bantah Ichigo. Tapi Rukia hanya tersenyum dan tertawa sadis lagi
"Hahahaha! Haahahaha! Senna itu hanya mainanmu saja 'kan, Kurosaki? Lagipula, aku tahu semua. Bahkan sebelum semua ini terjadi, kau, sudah menjalani hubungan terlarang itu dengan albino menyedihkan ini. Ya 'kan, Shirosaki Hichigo?!" Lanjutnya yang kini menodongkan pedang ke arah Hichigo yang sedang memangku Rangiku yang pingsan akibat tembakan pistol dari Unohana-sensei
"...Unohana-sensei, kuserahkan mereka kepada anda, kecuali Kurosaki dan Shirosaki. Karna mereka akan kujadikan makan malam spesial untuk Shirayuki!" Perintah Rukia. Unohana-sensei pun maju dan segera menodongkan pistol ke arah Mugetsu!
"Maaf ya, Shiba. Tapi ini perintah dari Hades untuk menyeretmu kesana!"
DOR!
Terdengar suara tembakan yang begitu melengkingkan telinga. Namun, tembakan itu bukan berasal dari pistol Unohana-sensei. Pistolnya hancur karna ditembak oleh seseorang! Begitu mereka semua melihat ke belakang, Hichigo-lah yang paling terkejut karna orang yang menembak pistol Unohana-sensei adalah...
.
.
.
.
.
.
.
.
"...Tou-san?!"
"...Yo, lama tak jumpa ya, Hichi. Kau sudah besar sekarang!" Ucap seseorang berambut lavender bermata sipit dan selalu tersenyum seperti Hichigo a.k.a Shirosaki Gin, ayah dari Hichigo dan Toushirou juga suami dari Rangiku. "Maaf ya, Unohana. Pistolmu jadi hancur. Habisnya, kau mau membunuh mereka sih!"
"...membunuh mereka semua? Jangan-jangan..." Gugup Unohana sambil membulatkan matanya. Gin pun menghampiri Hichigo dan Rangiku.
"Ran-chan! Udah dibilang jangan pake kantong darah! Kalo Hichi nangis gimana?"
Pertamanya Hichigo sedikit bingung, tapi dia terkejut ketika Rangiku tiba-tiba bangun dari pangkuannya Hichigo dengan muka kesal kepada Gin!
"Aa~h! Kau mengacaukan sandiwara-ku Gin!" Kesal Rangiku seraya bangun dari pangkuan Hichigo dan membuang sebuah kantong darah dan lempengan besi dari dalam bajunya! Sementara semuanya cengo karna melihat sandiwara Rangiku dan kedatangan Gin yang mendadak!
"Ja-jadi Kaa-san kerjasama dengan Tou-san? Tapi, tapi katanya Tou-san lagi ada tugas kerja ke Ethiopia!"
"Hihihi... Gini nih ceritanya!"
.
.
-FLASHBACK MODE ON-
.
.
"Kalian naiklah ke mobil duluan! Aku akan menelpon Isane!"
Rangiku pun beranjak ke kamarnya dan menelpon orang bernama Isane itu. Lalu kemudian, dia memencet nomor yang dia berinama 'Gin-koi' dan mendekatkan telponnya itu ke telinga
"...Halo? Gin?"
'Ara, Ran-chan ja nee ka? 'Kan aku udah bilang kalau aku pulang ke jepang akhir tahun ini!' Balas seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Gin yang sedang berada di markas besar FBI di Amerika
"Bukan itu! Aku tahu dimana kita bisa menangkap kantong semar berdarah itu!" Kesal Rangiku sambil mengucapkan beberapa kalimat aneh karna Rangiku juga merupakan agen FBI yang sedang menyamar di Jepang!
'Hee? Tau darimana?'
"Dari Hichi, soalnya Hinamori-chan udah terjerat, dan yang kudengar dari Hichi, seekor lalat bernama Dokugamine-lah yang akan kena darahnya!"
'Hee? Sou ka?' Kejut Gin
"Iya! Karna itu bisakah kau kembali ke Jepang sebentar saja? Tempatnya bisa kau lacak dari pelacak yang kau tempelkan di HP-ku! Pleaase!" Mohon Rangiku. Gin pun hanya menghela nafas dan terdengar suara orang mengemas barang
'Baiklah, aku akan datang 3 jam lagi!'
"Gak bisa! 2 jam!"
'2 jam setengah!'
"2 jam!"
'1 jam setengah!' (Bukannya itu lebih singkat ya?)
"Baik! Ja nee!" Pamit Rangiku
'He-hee? Ma-matte Ran-chan! Ma-!'
TUUUT... TUUUT... TUUUT...
.
.
-FLASHBACK MODE OFF-
.
.
"Begitulah ceritanya!" Girang Rangiku. Sementara yang lainnya cengo ngedenger cerita yang baru aja diceritain ama Rangiku!
"Ja-jadi selama ini Kaa-san sama Tou-san itu... Agen FBI?!" Kaget Hichigo gak percaya
"Hee? Lo baru tau? 'Kan elo anak mereka! Masa lo gak tau sih?!" Kaget Mugetsu
"...Sebenarnya aku dan Ran-chan sudah menjadi anggota resmi FBI sebelum menikah. Jadi pantas kalo Hichi gak tau!" Girang Gin. Tapi di sisi lain, Unohana-sensei menatap Gin dengan tatapan haus darah dan langsung menodongkan pistolnya ke arah kepala Gin!
"Sial! Dasar FBI pengganggu! Matilah kau, Shi-!"
DAR!
Sebuah 'Headshoot' dengan kecepatan kilat dari pistol Gin berhasil melubangi jidat Unohana-sensei! Unohana-sensei pun tumbang dan kini hanya tersisa Rukia yang sedang gemetaran dengan mata membulat karna kecepatan menembak Gin!
"...Fuuh! Kau memang membuat repot ya, Unohana. Pantas saja Aizen-sama menyuruhku untuk membunuhmu dengan 'Shinsou'-ku ini, bukan menangkapmu!" Santai Gin seraya meniup pistol kesayangannya. Sementara yang lainnya cengo karna kecepatan aksi Gin yang tak terduga!
"A-anda hebat, paman Gin! Light Headshoot itu, adalah Light Headshoot tercepat yang pernah aku lihat!" Kagum Ulquiorra dengan mata bling-bling dan mulut berbentuk 'O' gede sehingga membuat OOC-nya sangat terasa!
"Hehe, Arigatou ne! Tapi itu masih belum maksimal!" Pamer Gin
"Etto, Gin! Kenapa kau menembak si Induk Kantung Semar?" Tanya Rangiku
"...Dia ini tersangka kasus pembantaian 1 kampung di sebuah kota yang harusnya dihukum penggal 15 tahun yang lalu. Tapi dia berhasil kabur dari penjara dan hilang entah kemana." Cerita Gin panjang kali lebar sama dengan angka(?). "Nah, Kuchiki... Walaupun aku tak mau melakukan ini, sebaiknya kau menyerah dan ikut denganku ke markas besar FBI sebelum aku melubangi kepalamu itu seperti Unohana!"
Rukia hanya terdiam sambil membulatkan matanya. Tapi tiba-tiba dia menyeringai dan tertawa sadis ala psikopat!
"Hahahaha! Haahahaha!" Tawa Rukia dengan lantangnya sehingga membuat Gin, Rangiku, Kokuto dan Shuren menyiapkan senjata mereka. "Aku tak perduli jika guru bodoh ini tewas! Yang kupikirkan sekarang adalah, bagaimana cara agar kalian semua lenyap dari muka bumi ini!" Ucap Rukia sambil menginjak mayat Unohana dan berbicara dengan nada ala psikopat dan tatapan membunuh yang sangat amat besar
"Kau... Kau sudah gila, Rukia!" Teriak Ichigo
"Akan kutunjukkan kegilaan yang sebenarnya! Kalian semua takkan tau perasaanku! Bagaimana perasaan kalian saat tahu bahwa saudara kembarmu sendiri, diperkosa oleh sahabatnya sendiri?!" Teriak Rukia dengan nada orang yang hampir menangis yang sukses membuat Gin cs terdiam
"Aku dendam! Dendam pada St. Claustro yang telah merenggut kebebasan Hisana! Yang telah membuat Hisana kehilangan kehormatan, bahkan membuatnya kehilangan nyawanya! Hisana selalu bilang bahwa dia akan memikul semuanya sendiri dan janganlah melakukan hal yang sia-sia dalam hidupmu. Tapi, tapi... Aku tidak tahan! Aku tak tahan lagi..." Ucap Rukia dengan suara parau sambil menundukkan kepalanya. "Tapi aku tak perduli! Nafsu dan dendam yang diberikan Hades sudah merasuki-ku sepenuhnya! Sekarang aku tak perduli lagi apa dan siapa yang akan kubunuh! Maka dari itu..."
"Berhenti disitu!" Teriak seorang berambut sebahu lebih sedikit dan memakai sesuatu bernama 'Kenseikan' sambil menodongkan pistolnya bersama para anak buah yang jumlahnya bejibun itu! Dan Rukia kaget karna orang yang menyergapnya itu adalah Aniki-nya sendiri!
"...Nii-sama?!" Kaget Rukia. "A-apa-apaan ini?! Kenapa kau menyergapku, Nii-sama?!"
"...Maaf Rukia, kau harus ditahan selama 40 tahun di Alcatraz karna telah melakukan pembunuhan sadis berantai selama 9 tahun belakangan ini! Iba! Hisagi! Bawa tersangka ke mobil tahanan!" Eksekusi orang itu a.k.a Byakuya Kuchiki. Lalu kedua anak buahnya itu menangkap Rukia dengan sigap dan memborgol tangan Rukia.
"A-apa-apaan ini?! Lepaskan aku! Kalian tak tahu kalau aku ini adik dari Byakuya-nii!" Tolak Rukia dengan kasar
"Maaf Ouna, tapi ini perintah dari Aniki anda sendiri!" Ucap seorang pria jabrik bertatoo 69 di pipinya a.k.a Hisagi Shuuhei. "Ayo, Ouna!"
Iba dan Hisagi pun menyeret Rukia ke mobil tahanan. Lalu Byakuya memerintahkan mereka untuk berhenti sebentar.
"Nii-sama! Aku tak menyangka kalau kau juga seorang anggota FBI!" Geram Rukia. Byakuya hanya diam dan tetap memasang wajah cool-nya
"Kau telah menyalahgunakan Shirayuki pemberian Hisana! Lagipula, aku maupun Hisana tak pernah mengajarimu untuk membunuh!"
"Ta-tapi, aku melakukan ini demi Hisana! Aku ingin balas dendam kepada orang yang telah memperkosa Hisana!"
Byakuya hanya terdiam. Dia pun menghela nafasnya dan menatap Imouto-nya itu
"...Kau tak perlu balas dendam. Karna yang memperkosa Hisana 9 tahun lalu... Adalah aku sendiri..."
Rukia pun kaget! Dia membulatkan matanya dan kembali menatap Baykuya dengan tatapan membunuh tingkat ultra!
"Bawa dia pergi!" Perintah Byakuya
"Baik! Ayo!" Ucap Tetsuzaemon sambil menarik Rukia yang masih menatap Byakuya dengan nafsu membunuh yang amat besar!
"...Saat aku bebas nanti, akan kubunuh kau, Byakuya!" Bisik Rukia dengan geramnya. Ia pun masuk ke mobil tahanan dan mobil-mobil itu langsung pergi kecuali Byakuya seorang
"...Anda masih hidup, Kuchiki-sama?" Tanya Rangiku. Byakuya hanya menganggukan kepalanya dan memasukkan tangannya ke dalam kantung celanyanya
"Aku selamat dari kejadian bom atom 2 tahun lalu, Shirosaki. Sejak itu aku menyamar menjadi CEO sebuah perusahaan sambil menyelidiki kasus ini diam-diam. Tapi aku tak menyangka kalau Rukia adalah orang dibalik semua ini. Maafkanlah Imouto-ku, Shirosaki!" Ucap Byakuya sambil membungkukkan badannya
"Tak apa-apa Kuchiki-san! Ini semua sudah berakhir!" Ucap Hichigo
"Oh ya, ngomong-ngomong... Apa bener kamu pacaran sama Kurosaki-san?" Tanya Mugetsu ke Hichigo yang sukses bikin Rangiku dan Gin kaget!
"E-eh?! Hi-Hichi maho?!" Kaget Gin
"E-eeeh! Bukan! Rukia itu salah sangka!" Timpal Ichigo
"Maksudmu?" Tanya Ulquiorra yang daritadi diem mulu gara-gara ketakutan
"Yah, saat perpisahan kelas 9, kelasku kebagian pertunjukkan drama, judulnya 'Kumo to Taiyou no Ma ni Kindan no Ai'! Nah, yang jadi 'Kumo'-nya itu aku! Lalu yang jadi 'Taiyou'-nya Ichigo hanya karna dia adalah satu-satunya murid di kelasku yang rambutnya oranye alami!" Jelas Hichigo
"Ooh... Begitu!" Jawab mereka semua nge-oh ria. "Tapi kenapa Rukia bisa salah sangka kalo kalian ini maho?" Heran Byakuya
"Mu-mungkin dia gak sengaja liat waktu aku sama Hichigo latihan di kelas, soalnya Rukia 'kan jadi desainer kostum!" Jawab Ichigo asal-asalan
"Tapi kalau cuma latihan, gak mungkin Kuchiki-san jadi sebrutal itu!" Ujar Mugetsu
"E-etto, soalnya pas pertunjukkannya... Glek! Ada... Ciumannya..." Gugup Ichigo yang blushing berat sambil ngelirik ke Hichigo yang juga blushing sambil bergidik karna kaget!
"HEE?!" Kaget semuanya. "Ja-jadi tuh bibir nempel beneran?!" Gugup Shuren
"Ya mau gimana lagi? Ini hukuman dari Ochi-sensei hanya gara-gara nilai kita berdua yang paling jelek di pelajaran bahasa! Tapi gak sampe kelewatan! Cuma nempel doank kok!" Heboh Hichigo
"Ya tapi itu sama aja dodol!" Heboh Kokuto
"U-udah, udah!" Lerai Gin. "Jadi itu semua cuma di drama 'kan? Aslinya mah nggak 'kan?" Tanya Gin ke anak sulungnya itu
"I-iya Tou-san! Kalo asli mah, amit-amit dah! Mendingan aku nyium kambing dah daripada nyium dia!" Jawab Hichigo dengan OOC-nya sambil bergidik lagi
"Fuuh... Syukurlah, tadinya aku bakal nge-bawa kamu ke Panti Rehabilitasi kalau kamu beneran maho! Lagipula aku percaya kok anak sulungku ini bukanlah maho!" Tegas Gin. Lalu Byakuya pun berdehem dan menepuk tangannya
"Baiklah! Ayo, kita semua pulang. Dan karna kalian sudah membantu kami dalam menangkap pelaku 'Sadistic Murder', aku akan mentraktir kalian semua makan di restoran bintang lima dekat sini!"
"Hee, beneran Kuchiki-sama?!" Kepo Rangiku seraya gak percaya
"Iya! Ayo, kita menuju mobil masing-masing sekarang!"
"Hee, tunggu!" Interrupt Ichigo. "A-aku mau pipis dulu di belakang sini! Hichigo, ayo ikut! Gue takut nih!" Paksa Ichigo sambil buru-buru narik tangannya Hichigo
"E-eeh! Kok gue mesti ikut sih?!" Protes Hichigo. Pas nyampe di belakang, ichigo melepas tangan Hichigo dan menatap mukanya
"Kenapa lo natep gue kaya gituh?" Tanya Hichigo
"...Jadi hubungan kita selama ini cuma bohong belaka?" Tanya balik Ichigo yang sukses bikin Hichigo bergidik + sweatdrop
"A-apa?! Ja-jadi lo be-bener-bener..." Gugup Hichigo. Tapi Ichigo hanya tersenyum dan menyentil dahi Hichigo
"Becanda Нi! Gue juga masih normal kali!" Cengir Ichigo yang langsung ngacir ke pohon beringin yang jaraknya 500 meter dari tempat dia berdiri dan langsung pipis
'...Kayanya emang gak mungkin kalo gue ama Нi bisa bareng selamanya...' Batin Ichigo yang pipinya kini mengeluarkan semburat merah yang samar. Ia pun segera me-resleting celananya dan menghampiri Hichigo
"Ayo Нi! Pasti yang laen udah nunggu!" Girang Ichigo sambil narik tangannya Hichigo
Malam itu bagaikan suatu video game nyata bagi Hichigo DKK. Kekasih dan sahabat mereka dibunuh, pelakunya sahabat mereka sendiri, dan beberapa hal mengejutkan lainnya. Walaupun pedih rasanya, tapi mereka ingat bahwa balas dendam hanya akan membuat orang lain sengsara
'Walaupun gue gak rela Rukia ngehilangin nyawa Momo-chan dan yang lain, tapi...' Batin Hichigo. 'Gue bakal nyoba buat relain kehilangan gue ini, sebagai satu proses menuju kedewasaan!'
.
.
.
Sadistic Murder
~Owari~
.
.
.
All : "Yokatta minna! Sadistic Murder wa owari desu yo!"
Ryuuta : "Fuaah~! Akhirnya fict ini kelar juga!"
Gin : "Horee! Gue jadi FBI!" *jingkrak-jingkrakan* "Sankyuu Ryuuta!"
Ryuuta : "douitashimashite, Ichimaru-taichou!"
Ichi : "woy! Dia 'kan bukan kapten di Gotei 13 lagi!"
Ryuuta : "gapapa donk! Tangan(?) Gue ini!"
Ichi : *baca ulang chapter* "WTH?! Gue 'Kiss' ama Hichi?! Lo pikir gue maho apa?!"
Ryuuta : "ITU 'KAN CUMA DRAMA, BAKA!" *teriak make toa-nya Pak Bandot*
Ryuuko(?) : "BERISIK!" *lempar batako ke kepala Ryuuta*
Ryuuta : "Hiyee~!" *pingsan ditempat*
All : *sweatdrop*
Hichi : *tetep sweatdrop* "...lo kemana aja?"
Ryuuko : "dipinjem di fict author lain! Tapi lumayan lah, gue dapet kawan-kawan baru! Hehe..."
Mugen : *jawdrop* "L-lo masih hidup, Ayumi?!"
Ayumi : "ya masih lah! Gue 'kan koid-nya cuma di Trapped Soul doank!"
TenZan : "kenapa OC-nya si Ryuuta jadi pada ngumpul?!"
Ryuuta : "...a-aduuuh..." *bangkit sambil megangin kepala* "e-eh, minna! Udah pada dateng?!"
Ryuuko + Ayumi : "daritadi kalii!"
Ryuuta : "e-ehehe... Gomen! Soalnya di fict gue ntar lo bedua bakal muncul!"
All Shonen Chara : "HEE?!" *pingsan berjama'ah*
Ryuuko+Ayumi+Ryuuta : *sweatdrop*
Ryuuta : "...o-okey minna. sankyuu buat Authors n Readers yang udah setia nge-baca, nge-fave, nge-follow, dan nge-review fict ini. Hontou ni Arigatou!" *bow* "and gomen Ryuuta telat banget apdetnya soalnya batre HP Ryuuta kembung + pulsa Ryuuta keporot! Makanya sebagai permintaan maap, Ryuuta panjangin chapter terakhir ini!"
Mugen : "yap, akhir kata dari kita semua..."
All : "Hontou ni Arigatou Gozaimasu! Soshite, Hoka no Fikushon de ai wo Shimashou~!" *membungkuk berjama'ah*
