Hai hai semuanya! Walau sedang lebaran, Author USAHA-IN nulis nih fanfic karena PAKSAAN para Readers. #Plak #DIbakar hidup-hidup #Dimakan para Readers *SADIS*. Masa yang memberatkan T^T. Okey semuanya, Author mau balas beberapa Review nieh...
~ Saitou Asuka
Iye iye, ini lagi di proses! Sabar, proses memerlukan waktu 10000000000000 abad #plak #ditendang ampe ke matahari #jadi sosis bakar *Sadis banget hidup Author T^T* Tidak bisa super kilat, soalnya memerlukan Titik dan Koma. Soooooorrryyyyy bgt gk bisa, sebagai tanda maaf, Author mempersembahkan...
Jeng Jeng Jeng...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
CHAPTER DUA! #plak #kena penggorengan #ADA GUNUNG DI KEPALA AUTHOR! (Cuma itu gak usah pake JENG JENG KALE!)
~ Kazuka Kujyou Tsania-chan
Okey deh, nih dia Chapter 2 nya udah selesai di buat. *SADIS BANGET SIH HIDUP AUTHOR T^T* Di merkurius dingin banget #PLAK (DI MERKURIUS ITU PANAS, BEGO!) Oke, bakal Author lanjutin, tapi 10000000000000 abad lagi #PLAK #DITENDANG AMPE KE GUNUNG KRAKATAU
~ Pidachan99
Makasih Pida-chan~ Oke, nieh dia Chappie slanjutnya~~~
Okay cemuanya, nih dia Chappie 2
.
.
.
.
Team Nashi: First Mission
.
.
.
Disclaimer of Fairy Tail
Hiro Mashima
.
.
Nashi POV
Hoamm...pagi hari telah datang. "Hah..." aku memandang ke luar jendela. "Hm...udah pagi ya...?" gumamku. Aku berjalan menuju keluar kamar, mengambil handuk dan mandi. Setelah itu kembali ke kamar dan memakai baju. Yup! Aku akhirnya segar! Aku segera turun menuju ruang keluarga. Aku melihat adik kembar ku berantem hanya gara-gara film di TV. Yang satu Sakaki (laki-laki), yang satu lagi Sakiko (perempuan). Umur mereka 9 tahun. Umurnya denganku hanya beda 5 tahun. Aku tidak memperdulikan mereka, aku segera pergi menuju dapur. Aku berjalan menuju meja makan. Aku hanya melihat piring-piring kotor. AKu melihat remah-remah dan mengikuti jejak itu.
Saat ku melihat jejak terakhir, aku melihat Papa-ku yang bodoh tengah tertidur di kursi goyang. "Papa..." aku memasang Death Glare kepada Papa bodoh itu. Papa kaget dan melihat ngeri ke arah ku. "AMPUNI AKU NASHI! AMPUNI AKU!" seru Papa terus memohon. Bahkan memasang Puppy-Eyes. Biasanya itu berhasil, tapi tidak kali ini. Karena kejadian ini SERING KALI terjadi. "Aduh...ada apa sih? Ribut sekali!" seru Mama keluar dari kamar tidurnya. "Ini Ma! Papa menghabiskan sarapan lagi!" omelku. "Ampuni aku T^T" seru Papa. "Natsu..." Mama memasang Death Glare kepada Papa. "AMPUNI AKU LUCE!" seru Papa memohon. "Hah, Nashi! Tolong kamu masak sarapan!" kata Mama kepadaku. "Baik Ma, DAN..." kataku menatap Papa, "tidak ada jatah untuk Papa!" aku berjalan menuju dapur. "AAAA MAAFKAN AKU NASHI!" seru Papa memeluk kaki ku. "Papa...Lepasin! Lepasin gak!" serku berusaha lepas pelukan Papa. Papa terus saja membilang "MAAFKAN AKU". "Natsu! Lepaskan!" seru Mama membantuku dengan menarik kaki Papa. Tetapi, pelukannya semakin erat. "Ugh~" seruku sebal, "menyebalkan!".
Aku menghadap ke arah Papa. "Jika Papa tidak lepaskan! Jatah Papa akan ku kasihkan pada Sakaki!" seruku. "Ah, iya aku lepaskan!" kata Papa melepaskan pelukannya. "Ugh! Dasar" aku berjalan menuju dapur. Aku mendengar Mama mengomeli Papa ku yang bodoh. Di dapur, aku memasnag celemek dan menguncir kuda rambutku. Rambutku cukup panjang, jadi aku bisa menguncir nya. Aku mulai memasak.
~{SKIP TIME}~
Masakan siap! Aku memanggil keluarga ku untuk Sarapan. Aku melihat Papa-ku dan Sakaki makan dengan cepat dan lahap. Itu mah udah biasa. Aku sebal dengan keluarga ku ini, terutama terhadap Papa dan Sakaki. Papa dan Sakaki selalu membuat masalah. Papa tiap pagi selalu telanjang dan menanyakan "DIMANA BAJU KU LUCE!?". Dan teriakan itu berhasil jitakan spesial Mama. AKu tertawa kecil mengingat kejadian itu. Lalu, saat jalan-jalan ke taman, Papa membakar pusat belanja. AKu hanya menggeleng-gelengkan kepala ku mengingat itu. Lalu aku melihat ke arah keluarga ku. Sebenci apapun aku kepada mereka, ada hal yang aku suka. Yaitu Papa terlalu meng-khawatirkan keluarganya. Aku senang mempunyai Papa sepertinya walaupun bodoh-nya minta ampun. Aku tersenyum melihat ke arah keluargaku. "Ada apa Nashi?" tanya Mama. "Sekesal apapun kamu pada mereka, kamu pasti mempunyai suatu hal yang tidak bisa membenci mereka! Itulah..." aku menengok ke arah Mama, "keluarga Dragneel". Mama hanya tersenyum, "Oke, nanti kita bakal ke Guild! Jadi bersiaplah!" seru Mama. "Okay!" seru semuanya.
~{SKIP TIME}~
Selama perjalanan...
"Pagi Lucy!". "Lu-chan! Hari ini kamu cantik sekali!". "Hai Lucy-chan! Walaupun kamu sudah punya anak, aku tetap mencintai mu! I Love You~". Semua orang menggoda Mama-ku. Aku benci akan hal itu! Rasanya aku pengen bakar mereka hidup-hidup dan mengirim mereka ke NE-RA-KA. "Cantik sekali~ Sayangnya sudah punya anak!" seru seorang Pria yang SANGAT SUPER DUPER JELEK-NYA! Gak sudi punya bapak kayak dia, mendingan Papa-ku sekarang, Idih! "Wah! Anaknya sama cantik nya dengan Ibu mereka~ I Love you~" seru PRIA SSD JELEK itu. AKu mengepal tanganku tidak tahan.
Langsung saja aku menonjok Pria itu, TEPAT SEBELUM Papa-ku. "Diam kau Pria Jelek! Jangan ganggu keluarga Dragneel, atau hidup-mu akan ku akhiri sekarang juga, detik ini juga dan pergilah ke neraka!" seru ku memasang Death Glare paling menyeramkan. Pria SSD JELEK itu ketakutan dan langsung lari terbirit-birit. "Bagus Nashi!" seru Papa. "Itu karena aku sudah muak dengan semua GODAAN itu! MEN-JI-JI-KAN!" seruku.
Selama perjalanan, aku memasang Death Glare dan memasang tatapan IBLIS milik Bibi Titania. Death Glare dan tatapan Iblis Titania itu ampuh sekali. Tidak ada yang berani mengganggu Mama ku. Soalnya saat itu ada orang yang menggoda Mama ku langsung aku keroyok HABIS-HABISAN dan NYARIS membuatnya MENINGGAL! Harusnya dia mati aja, aku rela! Orang seperti dia tidak boleh HIDUP di DUNIA INI!
Normal POV
BRAKK...Natsu dan Sakaki mendobrak pintu Guild. "Ohayou~" seru keluarga Dragneel. "Ohayou, Lu-chan!" sahut Bibi Levy. Lucy langsung saja bergabung dengan geng nya. "Ohayou Nashi-neechan" seru seseorang. Nashi menoleh ke arah kanan, "Ohayou Vivi-chan". "Ini buku yang aku pinjam! Cerita nya cukup menarik! Tapi aku membenci tokoh Satoshi dan lebih suka tokoh Yamato! Makasih atas pinjamannya" kata Vivi lalu berlari menuju Ui dan Sakiko. "I..iya.." ucapannya terlalu menusuk bagi Nashi, "malahan aku membenci Yamato dan lebih suka pada Satoshi!" . "Oi! Ice Princess!" seru Natsu. Nashi langsung saja melihat Papa nya yang seperti nya akan berkelahi dengan Paman Boxer (Gray). "Apa Flame-head?" seru Paman Gray. "Ayo kita bertarung!" seru Natsu. "Ayo!" seru Paman Gray.
Pertempuran pun dimulai. "Dasar bapak-bapak tidak tahu usia!" batin Nashi dalam hati. "Oi! Flame Prince!" seru seseorang. Nashi menoleh ke belakang, "Apa mau mu Ice Brain!?" seru Nashi. Lah, Ice Brain? Bukannya tadi berantem ama Papanya Nashi? Eh tunggu, ini bukan Gray! Ini...
"Woi Regret! Papa mu sudah berkelahi luar biasa menghancurkan Guild di sana! Jangan kau lagi dengan Nashi!" seru Wern, anaknya Warren. "Aku harus mengalahkannya demi keluarga Fullbuster!" seru Regret. "Demi...keluarga...full..buster?" batin Nashi dalam hati bingung. "Ayo kita berkelahi Nashi! Rasakan ini!" seru Regret mengeluarkan Ice Magic nya. Nashi dapat menghindar sangat cepat, "hah...apa boleh buat!".
Nashi dan Regret bertempur sama seperti Papa mereka. "Ya ampun, Papa anak sama aja..." Cana meneguk segelas bir nya. "Oho~ Begitulah keluarga Dragneel dan Fullbuster!" seru Bibi Mira mengelap gelas di bar. "Ma! Aku pergi menjalankan misi dengan Asuka dan Fely ya!" kata Janny, anak sulung Bibi Mira dan Paman Freedie. "Iya~" kata Bibi Mira, "jadi Cana, kamu tidak cari pacar?". "Hah? Apa maksudmu? Aku sedang bersama pacarku!" seru Cana menunjukan segelas bir yang ia minum. "Itu bir bukan manusia!" seru bibi Mira.
"Argh!" Regret terjatuh telungkup ke lantai Guild. "Makanya, jari laki-laki itu harus JANTAN kayak aku!" seru Teresa. "Kamu perempuan Teresa!" seru Regret memandang anak Paman Jantan dan Bibi Peri Hijau. "Tapi, aku terlahir sebagai seseorang yang JANTAN!" seru Teresa memainkan rambutnya. "Pengaruh Paman Elfman!" batin Regret. "Kau sudah selesai Regret?" tanya Nashi yang berdiri pada pegangan balkon. Regret bangkit dan menghadap ke arah Nashi, "Tentu tidak Flame Prince!". "Menyebalkan" ucap Nashi pelan.
Plak! Sebuah bola terkena kepala Nashi. Karena tidak ada keseimbangan, akhirnya dia terjatuh ke bawah. Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...
Tapi...#Plak (Tapi apa Author!?)
Tapi...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
REGRET BERHASIL MENANGKAP NASHI! W-O-W! Suatu kebetulan. Mereka saling tatap. Wajah keduanya menjadi merah. BRAK...Regret melepas gendongannya. "WUAAA" alhasil Nashi jatuh tapi tidak terlalu sakit. "Hei Ice Princess! Jauhkan anak mu dari anak ku! Anak mu bisa menyebarkan virus!" seru Natsu membantu Nashi berdiri dan menarik nya menjauh dari Regret. "Virus apa!?" batin Regret dan Nashi. "Harusnya aku yang bilang begitu Flame-head! Jauhkan anak ku yang ganteng dan kuat dari anak mu yang lemah itu!" seru Paman Gray menarik kerah jaket Regret menjauh dari Nashi. "APA MAKSUDMU AKU LEMAH PAMAN BOXER!?" teriak Nashi tidak terima akan perkataan Paman Boxer ehm...Paman Gray (Author sukanya panggil Paman Boxer soalnya baju nya hilang entah kemana! Paman Boxer: Apa maksudmu baju ku hilang entah kemana!? #Keroyok Author. Author: I..itu kenyataan! Lihat saja dirimu hanay memakai BOXER! Paman Boxer melihat dirinya, lalu menutup badannya dengan menyilangkan tangan dan berjalan jinjit menuju Juvia agar di belikan baju baru. Hadeuh...BACK TO THE STORY~!)
"IYA! NASHI TELAH MENGALAHKAN REGRET SELAMA 100 KALI!" teriak Natsu berapi-api. "Tapi kami baru bertarung 10 kali Papa Bodoh" kata Nashi melirik Papa nya. "Udah masa bodo" kata Natsu melirik Nashi, "YANG PENTING KAU MENGALAHKANNYA!" serunya berapi-api lagi. "Ya ampun..." Nashi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ng...Nashi, Regret" ucap Miya menghampiri keduanya bersama Alex. "Ada apa Miya?" tanya Nashi penasaran. "Begini, aku perlu bantuan kalian terhadap misi ini, jadi kalian WAJIB ikut dengan ku sebagai Team!" kata Miya. "Team?" tanya Nashi dan Regret serempak bingung. "Ya, kalian berdua bergabung bersama kami menjadi Team" kata Alex. Nashi dan Regret saling pandang, "APA!?".
Oke, sampe sini dulu smuanya~
RnR Please (WAJIB)
#Plak
#PRANG
#TUING
#Author di tonjok, di lempar pake panci Rapu Tangled Tangled itu, ama di tendang menuju luar angkasa sehingga dikira ROKET (Author: KENAPA HIDUPKU SESADIS INI SICH T^T)
Para Readers berpesta ria akan perginya Roket Author menuju luar angkasa.
Sementara itu roket Author...
"Ternyata alien Yopple baik juga, makacih!" #Menerima makanan khas alien Yopple, PISANG+APEL+TOMAT+BAYAM+UDANG+MENTEGA+BUBUR+BESI. Selamat makan Author~
Dan~~~~
Sampai ketemu di Chappie selanjutnya, #PRANG# Kena lempar panci Rapunzel Tangled itu. "AKU GAK ADA APA-APAIN KOK MALAH LEMPAR!?" seru Author sewot. "Oh, sori sori, Chappie slanjutnya akan hadis 100000000000000000 abad lagi!" kata si Rapunzel Tangled itu. Kenapa 100000000000000000 abad lagi? Karena ada peperangan antara Author+Yopple melawan Para Readers.
Sampai ketemu di Chappie selanjutnya~ (ITU TERUS KALIMATNYA! YANG LAIN DONG!)
Ya udah, Chappie selanjutnya akan diusahakan cepat UPDATE~~
Author menyepi, "Capek sumpah bikin Chappie yang satu ini". PRANG! Panci Rapunzel Tangled mendarat di atas kepala Author. Dan Author pingsan selama 1234567890 Abad.
