Hai! Author kembali lagi setelah pingsan kena *Rapunzel Tangled NYARIS melempar panci nya ke arah Author* CUKUP! (Rapunzel Tangled: Baik *Nangis*) Oke, ini dia Chappie 3! Selamat membaca~

Readers: Pingsannya yang katanya 100000000000000000000000 abad itu gak jadi?

Author: Perasaan "0" nya banyak banget! Gak jadi, habis kalian suruh Author tulis kILAT

Readers: Oooooo...

Author: kenapa? Pengen Author pingsan? Rapunzel Tangled *lambai-lambai tangan*! Lemparkan panci itu ke arah ku!

Readers: Eh, gak gak gak! Lanjut lanjut lanjut!

Author: Te..lat..udah..keburu...pingsan *3 detik kemudian pingsan*

Readers: Ya elah malah pingsan! Terus Nih Chappie tiga kayak mana? Ya udah deh terpaksa nunggu satu hari *Yang satu hari ini betulan TER-JA-DI*


Satu Hari Kemudian...

Readers: WOI! AUTHOR! BANGUN! UDAH JAM 4 SORE TAHU!

Author: Eh, apa!? *Baru siuman*

Readers: Cepet bikin Chappie 3

Author: Iya iya (Nih orang maksa banget sih!)

Readers: *Mendengar isi hati Author* Jelas lah MAKSA! Lu mati suri selama 1000 Abad!

Author: Bukannya 24 jam ya?

Readers: Udah ah, cepetin bikin tuh Chappie 3

Author: Iye iye sabar!

Woooookeeeyyy Readers, Author mempersembahkan...

.

.

Team Nashi: First Mission

.

.

.

Disclaimer of Fairy Tail

Hiro Mashima

.

.

.

.


"APA!?" seru Nashi dan Regret berbarengan. Mereka kaget karena disatukan dalam sebuah Team yang terlebih lagi anggotanya Alex Redfox dan Titania Iblis Generasi ke-2, Miya Fernandes. "Iya, dan kalian WAJIB mengikuti MISI ini" kata Miya memberikan Death Glare kepada Nashi dan Regret. "APA!? WAJIB!?" seru Nashi dan Regret berbarengan lagi. "Emang MISI nya apa? Ampe WAJIB gitu!?" tanya Regret. "Etto..." Miya berpikir sejenak, "Tidak tahu".

GUUUUUUUUUUUUUUBBBBBBBBRRRRRRRRAAAAAAAAAAAAAKKKKKK KKKKKK!

"APA!? LU GAK TAHU MISI APAAN MI!? GILA LU!" teriak Regret.

"Kalau mau tahu, ya tanya Mama lah! Mama yang kasih nih Misi!" seru Miya.

Ke-empat anak itu melihat ke arah Bibi Erza yang sedang memakan Strawberry Cake. Merasa di perhatikan, Bibi Erza menoleh ke arah Putri Sulung nya. "Adha Apha?" tanya Bibi Erza.

"Tentang Misi itu" jawab Miya.

Bibi Erza menelan kue-nya, "oh, tentang Misi itu"

Mereka hanya mengagguk-angguk.

"Hentikan Eisenwald"

"Eisenwald?" ke-4 remaja itu tidak mengerti.

"Erza! Bukannya kita sudah mengalahkan mereka?' tanya Lucy.

"Generasi selanjutnya Lucy" jawab Bibi Erza melahap Strawberry Cake nya.

Lucy mengangguk-angguk, "jadi siapa pemimpinnya?"

"Goar, dan mereka memegang Bellaly, semacam Lullaby"

"Kok bisa ada ya?"

"Zeref masih ada, benda itu masih ada"

Lucy hanya mengaguk-angguk. Bibi Erza melihat ke arah 4 remaja yang dia kasih suatu misi, "cari tahu tentang Eisenwal di perpustakaan".

"Aye!" seru ke-4 remaja itu.

~{SKIP TIME}~

"Oh...jadi itu toh yang namanya Eisenwald!" seru Alex membaca buku tentang Eisenwald. "Tapi itu Eisenwald yang lama bukan?" kata Nashi. "Iya sih, cuman kata Bibi Erza generasi selanjutnya! Jadi pasti rada-rada mirip!" kata Alex. "O~~~" Nashi ber-oh ria.

"Kenapa aku harus se-team sama si Flame Prince itu sih?" keluh Regret.

"Karena aku memerlukan kalian berdua"

"Kan ada yang lebih hebat, kayak...Janny-neechan!"

"Mereka sedang pergi menjalankan Misi"

"Asuka-nee?"

"Sama Janny-neechan"

"Kan juga ada Hilda-neesan"

"Hilda-nee sedang sibuk bersama Paman Freed"

"Kan juga ada..."

"AKU HANYA MEMERLUKAN KALIAN! Mengerti!?" Miya memberikan Death Glare kepada Regret.

"Me..mengerti.."

Nashi berjalan menuju pintu perpustakaan. "Mau kemana Nashi?" tanya Miya. Nashi menoleh ke arah Miya, "aku haus". Nashi berjalan keluar dari perpustakaan dan menuju Bar dimana bibi Mira sedang mengelap gelas. "Bibi Mira~" seru Nashi duduk di salah satu kursi. Bibi Mira menoleh, "Hai Nashi! Mau minum apa?". "Milkshake rasa Vanilla!" jawab Nashi. "Maaf Nashi cantik, tapi Milkshake sedang habis" jawab Mira. Nashi sedikit kecewa karena Milkshake adalah minuman kesukaannya, "kalau gitu Es Jeruk!". "Oke.." Bibi Mira mengambilkan Nashi Es Jeruk. "Jeruk nya yang banyak ya Bi Mira!" seru Nashi. "Iya~" jawab bibi Mira.

Minuman itu pun siap. Nashi meneguknya, "hah...segar~". "Suatu keberuntungan ya bisa menjalankan misi bareng Miya, Nashi" kata Bibi Mira.

"Iya sih, cuman..."

"Cuman apa?"

"Kenapa harus ada si Ice Brain sih?" Nashi memajukan bibir nya dan mengembungkan pipinya.

"Masih mending Regret kan daripada Paman Boxer yang bajunya hilang kemana"

"Hei! Aku mendengar itu Mira!" teriak si Paman Boxer (Kalimat ini adalah sebuah angin lewat, jangan di perdulikan. #PRAK #Author di keroyok sama Paman Boxer)

"Iya sih, cuman masa sih sama si Ice Brain itu! Kan banyak yang lain"

"Tapi Miya memerlukan kamu, Nashi sayang, juga Regret"

"Iya iya aku tahu! Aku bukan anak kecil lagi Bibi Mira"

"Hei! Nashi Dragneel! Kau mau pulang tidak!?" teriak Natsu dari luar Guild. Nashi menoleh ke arah Papa bodoh nya itu, "kenapa dia tidak memanggilku Nashi saja?". "Mungkin dia mencari perhatian mu, Nashi sayang" jawab Bibi Mira. "Hah, baiklah, aku pulang dulu ya Bi Mira!"" kata Nashi turun dari tempat duduk nya dan berjalan menuju Papa bodoh itu. "Hei Nashi, tunggu!" panggil seseorang.

Nashi menoleh, "Miya! Ada apa?"

"Begini, besok kita berangkat"

"Apa!? Besok!?"

"Iya, jadi bersiaplah"

"Besok? Itu cepat sekali!"

"Iya, kita harus secepatnya sampai di Hormanic, tempat Eisenwald akan beraksi!"

"Hah, baiklah"

"Aku tunggu di Stasiun Magnolia"

"Eh, Stasiun? Kita naik kereta?"

"Iya, kita naik kereta, masa jalan kaki"

"Itu yang ku pikirkan, jalan kaki ke Hormanic!", "Oke, aku pulang dulu ya, Ja ne~"

"Ja ne~ Nashi-san! Jangan lupa besok PA~Gi~"

"Iya"

Nashi berlari menuju keluarganya. Seperti biasa, saat perjalanan pulang, banyak orang yang menggoda Mamanya dan dirinya juga Sakiko. Jadi, Nashi memakai Death Glarenya dan tatapan Iblis Titania. Natsu juga mengeluarkan Death Glare dan kobaran api nya. Dan mereka tepat berjalan di samping Lucy dan si kembar. Jadi kesannya mereka adalah seorang Body Guard keluarga itu.

~{SKIP TIME}~

Sesampainya di rumah, Nashi langsung membereskan seluruh barang yang diperlukannya. Dia menyimpannya di sebuah tas coklat yang ukurannya sedang (ta sselempang). Itu tas sihir yang dia temukan di halaman belakang. Mengapa tas sihir? Karena tas itu bisa menyimpan banyak barang. Pernak-pernik, Aksesoris, Baju-baju, Buku-buku bahkan Sofa dan Kulkas.

Setelah semua siap, Nashi turun menuju ruang makan. Dia sudah melihat keluarganya asyik makan. Dia duduk dan mulai melahap makanannya. "Hati-hati ya Nashi terhadap misi mu yang stau ini! Karena dulu Mama dan Papa juga pernah mengalami nya!" kata Lucy. Nashi hanya mengangguk-angguk. "Dhan jhanghan dhekhat-dhekat sahma si ahnak Phamahn Bohxer ihtu" kata Natsu dengan banyak ayam goreng di mulut nya. "Iya iya, lagi pula siapa yang mengharapkan si Ice Brain di dalam team!" seru Nashi, "oh ya, kalau lagi makan jangan bicara". Nastu menelan semua ayam goreng itu, "oke" Natsu mengancungkan jempolnya, "LUCE! TAMBAH!". "Hah...dasar!" Lucy menjitak Natsu dan mengambilkannya ayam goreng di kulkas. "Itulah keluarga Dragneel".

~{SKIP TIME}~

"Nashi-nee kenapa gak ngajak Sakiko? Sakiko juga kan mau ikut!" kata Sakiko. Dia berbicara selayaknya anak berumur 6 tahun. "Yang ngajak kan Miya, bukan nee-san! Jadi, kamu gak bisa aku ajak Sakiko" kata Nashi mengelus-elus kempala adik perempuannya itu. Sakiko memajukan bibir nya. "Nee-san! Bawa oleh-oleh ya pulang dari misi!" seru Sakiko. "Oleh-oleh apa!?" seru Nashi sedikit kaget dengan perkataan adik bodoh nya itu. "Ng..." dia berpikir, "apa aja boleh! Pokoknya khas Eisenwald!" (emang masakn daerah pake 'khas'). "Iya iya terserah! Nanti nee-san terlambat dan bakal kena marah sama Titania 2, jadi nee-san berangkat dulu ya" kata Nashi menggosok kepala si kembar.

"Ma, Pa, Nashi pergi dulu ya~" kata Nashi dari luar rumah. "Iya" kata Lucy yang sibuk di dapur. "Jangan lupa pesan Papa!" seru Natsu dari dalam kamar mandi. "I~YA~" teriak Nashi. Nashi lalu berlari menuju ke stasiun.

Di Stasiun...

"Miya!" seru Nashi. Dia segera berlari menuju Miya, "maaf terlambat". "Tidak kok! Kedua orang disana aja baru datang!" kata Miya menunjuk ke arah Regret dan Alex. "Oh..." Nashi ber-oh ria.

Lalu datang kereta yang akan mereka tumpangi. "Oke, semua sudah siap?" tanya Miya. Semua mengangguk, "oke, ayo kita berangkat!" Miya menarik (kira-kira) 32 kopernya menuju dalam kereta dan mengangkat tangan kiri nya. "Ayo!" seru semuanya.

Okey cemuanya, sampe sini dulu Chappie 3 nya. Dan ternyata AUTHOR gak jadi PINGSAN selama SATU hari. Ternyata hanya 1 jam aja.

#PLAK

#PRANG

#TUING

#Author di keroyok ama para Readers *beruntung ada para alien Yopple yang bantu*

Oh ya, pemenang Perang Antar Galaksi 1 (PAG 1) di menangkan oleh Author+Yopple *Berpesta ria*

Oke cemua, sampai ketemu di Chappie slanjutnya~ *Tirai di tutup*

*Suara dari balik Tirai* "Chipachipachipabrasbrusbras (ada Reader yang kabur!)". PRANG PRANG DUK BRAK Hancur lah sudah di balik Tirai itu. Sekerumunan alien Yopple mengejar satu Reader yang kabur. Author? Menikmati teh dengan nyaman dan tenang...PRANG! Panci si Rapunzel Tangled itu mendarat lagi di kepala Author dan Author jatuh pingsan selama 12345678901234567890 detik. Setelah itu Author mengejar si Rapunzel Tangled itu. Dan kali ini TIRAI BENAR-BENAR di TuTuP. Eh, Review belum dibalas! Tirai akan dibuka untuk membalas Review, oke langsung saja yang pertama:

~ nshawol56

Hehe...sori ya Bel, aku gk baca! Aku cuma liat 3 itu aja. Okey! Ini dia Chappie 3! Gk jadi nunggu 1 hari, kelamaan!

~ Rhikame

Iya dong liat Review *jarang-jarang dpt Review dri para Readers* Ya seperti itulah Teresa, seorang PEREMPUAN yang JANTAN *Pengaruh hebat dari Kelas Jantan Elfman-sensei* Iya, yg penting Bir! Udh 1000000000 tong habis ma Cana (Emang apa masalah mu Author #Cana# #Mabuk#) Oke, ini dia Chappie 3~

~ Kazuka Kujyou Tsania-chan

Weleh! Hebat bgt tuh Author sampe Matahari meledak! Gak, Authornya mati lebih LAMA lagi. Iya iya ku lanjutin! Nih Chappie 3 dah siap! Senyum licik itu tidak bisa dipake lagi, soalnya Authornya udh mati *KENYATAAN dlm CERITA* Hehe...

RyuuKazeKawa

Hehe...sori ye! Pas mau balas Reviewnya cuman liat 3 org itu aja! Oke, akan saya usahakan soal 'Enter-Enter' itu. Soalnya saya terbiasa menulis cerita seperti itu. Udh Update nih Chappie 3~

Oke, sekian dulu untuk balasan Review! Bersabar untuk Chappie 4 nya! Soalnya ada tawanan kabur dan juga si Author lagi pingsna gara-gara panci Rapunzel Tangled, sekian dan terima kasih *Yang bales semua Review adalah Asisten Author* Tirai Di TuTuP SE-KA-RANG

Sampai ketemu di Chappie slanjutnya~