Hai semuanya, disini Asist.R! Asist.R baru dapet kiriman Cerita untuk Chapter selanjutny! Oke, waktu nya untuk membalas Review! Langsung saj ayang pertama...eh! Ada Author!
Author: Hai Asist.R *tersenyum ala Gin Ichimaru*
Asist.R: Ha..hai Thor! Bagaimana dengan PAG 2 nya?
Author: Baiiikkkk sekaliiiiiii! Semua berjalan dengaaaan mulus
Asist.R : Oooo (Ada yang tidak beres nih!) Jadi, bagaimana kalau Author membalas Reviewnya?
Author: Oke, langsung saja yang pertama~
~ nshawol56
Thanks ya Bel! Oho~ Naksir ma Regret ya? Hati-hati aja, nanti Author masukin karakter Yandere yang naksir ama Regret *kelakuannya mirip Juvia dulu* So, hati-hati aja ya Bel! Romance? Hmm...ada, cuman di cerita lain! Rencananya Author mau bikin beberapa seri tentang hari-hari Team Nashi. Oho~ Ya, seperti itulah rencananya. Oke, ini dia Chappie 5~
~ Yamato Kikyo
Update Chappie 5? 9 Abad lagi #Plak #Kena tendang Kikyo-san #Melayang ke Neptunus (Akhirnya mendarat di Neputunus! bUkan Pluto *nangis bahagia*)
Oke, gak sabar nunggu nih si Kikyo-san, jadi ini dia Chappie 5~
~ Ayane75
Thanks Aya-chan! Oke, tapi mungkin ada sedikit mirip-mirip dengan anime. Oho~ suka 'Author Vs Readers' ya? Jangan salah sangka, itu adalah kenyataan~ Ohohoho
~ Himiki-chan
Iya dong! Kalau gak ada Asist.R, gak bisa update dong nih cerita! Kan Author lagi sibuk-sibuknya nih, hehehe...Oke, ini dia Chappie 5~
Author: Oke, semua Review dah di balas, Asist.R update Chappie 5 ya
Asist.R: Eh, kenapa gak Author aja?
Author: Akuuu sibuuuuukk (memasuki ruang kantor)
Asist.R: *Penasaran* (mengendap-endap membuka pintu kantor Author)
Author: *dari dalam kantor* HUAAA MAMA~ KENAPA AKU KALAH DARI READERS SIALAN ITU!? HUAAAAAAA~
Asist.R: *sweatdrop* Sudah ku duga
Oke semua! Karena Reviewannya dah dibalas, waktu nya membaca Chappie 5! Ini dia~
.
.
Team Nashi: First Mission
.
.
Disclaimer of Fairy Tail
Hiro Mashima
.
.
"Bagaimana caranya kita keluar dari sini!?" seru Nashi. "Aku juga tidak tahu!" jawab Miya sambil berpikir. "Cih! Dasar!" keluh Alex. "Sialan!" seru Regret.
"Ice Make: Death Scythe!" Regret meluncurkan serangannya, tapi tidak berhasil.
"Ice Make: Lance!" Tidak berhasil.
"Ice Make: Bow!" Tetap Tidak berhasil.
"Ice Make— Ouch! Sakit tahu!" seru Regret memegang Kepalanya yang sehabis di pukul oleh Nashi.
"Usaha mu sia-sia saja, Ice Brain!"
"Apa Maksudmu, Flame Head?"
"Kamu tidak akan pernah bisa merobohkan Wind Wall itu! kau hanya membuang-buang tenaga!"
"Aku kan berusaha! Daripada kamu diam tidak ngapa-ngapain!"
Nashi diam mendengar ucapan Regret, "Bodoh!" dia memukul kepala Regret lebih keras dari tadi.
"Aduh, sakit tahu Flame Head!"
"Siapa peduli? Urusan mu itu!"
"Dasar Flame Head sialan!"
"Ice Brain!"
"Flame Head!"
"Ice Brain!"
"Flame Head!"
"Ice Brain"
"Flame Head!"
"CUKUP!" teriak Miya. Nashi dan Regret pun diam. "Ini bukan waktunya untuk berantem! Dunia sedang dalam bahagia tahu!". "Ba..hagia?" tanya Nashi dan Regret bingung. "Umm..Ma..maksudku Bahaya, jadi kita harus berpikir bagaimana cara nya keluar dari sini!". "A..aye!" seru kedua remaja itu.
Mereka berpikir bagaimana cara keluar dari situ. Tiba-tiba Nashi teringat sesuatu. Ia ingat cerita Mama nya saat melawan Erigor. Saat itu umurnya 5 tahun, dia sangat suka mendengarkan cerita misi Mama-nya sewaktu kecil. "Aku tahu!" seru Nashi membuat semuanya melihat ke dirinya. "Apa?" tanya Miya. Nahsi merogoh kunci Virgo yang dia bawa, "Ku panggil kau...Virgo!".
Lalu muncul sosok gadis sekitar berumur 17 tahunan dengan baju Maid dan rambut pendek berwarna ungu. Tangannya di rantai. "Apakah ini waktu nya untuk hukuman, Hime?" tanya gadis maid itu yang tak lain Virgo. "Mmm...buatlah terowongan keluar dari sini! Itu hukuman mu!" jawab Nashi. "Baik" Virgo mulai menggali menuju keluar gedung itu. "Kenapa tidak dari tadi sih, dasar Flame Head, Baka!" seru Regret. "Aku baru ingat Ice Braon!" seru Nashi.
"Hime, terowongannya sudah aku selesaikan!" kata Virgo. "Terima kasih Virgo, kembalilah!" seru Nashi dan Virgo kembali ke dunia Spirit. Ke-4 remaja itu bersama satu kucing keluar dari gedung angin itu. "Jadi, kemana dia pergi?" tanya Miya. "Alice!" Nashi melihat ke arah Partner nya itu. "Dia menuju Clover Town!" jawab Alice. "Clover Town?" tanya Miya, Regret dan Nashi. "Kota dimana Para Master dari Guild-Guild Fiore berkumpul" jawab Alex. "Oooooo~" Miya, Regret dan Nahsi ber-oh ria. "Ayo! Goar masih belum sampai di Clover Town! Dia masih berada di rel kereta, dekat jurang!" kata Alice. "Itu cukup jauh, kita tidak mungkin lari kan menuju kesana?" kata Nashi. Miya melirik ke sebuah mobil yang bertenaga sihir, "aku tahu" dia tersneyum nakal. Semua melihat ke arahnya dengan bingung.
~{SKIP TIME}~
"A..ku..ti..dak..ta..han..la..gi..." seru Alex yang kepalanya sudah di luar jendela. "Berapa..lama..lagi..Mi..ya?" tanya Nashi yang sudah tidak tahan lagi. "Aku tidak, tahu! Tapi dengan kecepatan ini mungkin sebentar lagi" jawab Miya. "Syukurlah..." seru Nashi bersyukur. Tiba-tiba Miya mengerem mendadak dan membuat isi mobil tercampur aduk. "Aduh!" Nashi memegang kepalanya. "Ada apa sih Miya?" seru Regret. "Hah..." pintu mobil terbuka seketika dan Alex mabuk terjatuh ke tanah. Regret dan Nashi keluar dari mobil, "itu Goar!". "Akan ku cegah dia, Ice Make: Lance!" seru Regret mencoba mencegah Goar.
Goar pun menghindar dan melihat ke belakang, "jadi kalian bisa bebas? Itu cukup bagus!" kata Goar terkekeh. "Cih, Karyu no Hoko!" Nashi menyemburkan Api ke arah Goar. Tapi Goar bisa menghindari nya, "itu cukup bagus, saynagnya tidak bisa mengenai ku!". "Angin sialan!" seru Nashi. Nashi berlari menuju Goar. "Magic Wind Palm!" seru Goar. Tapi Nashi bisa menghindari nya, "Karyu no Yokugeki!". Tapi Goar menahannya dengan angin-anginnya.
Mereka terus menyerang dengan kekuatan sihir masing-masing. "Apakah kita harus membantunya?" tanya Alex yang sudah siuman. "Sepertinya tidak, itu hanya menyusahkannya saja!" jawab Miya. "Eh! dulu!" Alice kaget dan mengetik-ngetik di komputernya. "Ada apa Alice?" tanya Miya. "Bellaly tidak bersamanya!" seru Alice. "Apa!?" seru semuanya kaget. "La..lalu..Bellaly itu..dimana?" tanya Miya sedikit panik. "Tunggu..." Alice mencoba mencari keberadaan Bellay. "Jadi..bagaimana...Alice?" tanya Miya lagi. "Bellaly itu berada di salah satu Mage terkuat Eisenwald dan DIA HAMPIR SAMPAI DI CLOVER TOWN!" seru Alice. "Apa!? Kita harus kesana!" seru Regret. "Tapi, bagaimana dengan Nashi?" tanya Alex. "Masa bodoh! Emang aku peduli sama Flame Head itu?" seru Regret.
BRAAAAAKKKK, Nashi menghantam rel kereta karena serangan Goar. Semua melihat ke arah Nashi dan Goar. "Aku takut meninggalkan mereka!" seru Alex. "Tapi kita juga harus ke Clover Town sekarang!" seru Miya. "Jadi, bagaimana?" tanya Alex.
Sekarang kita beralih ke Nashi dan Goar. "Ugh...sialan!" Nashi bangkit. Dia melompat, tangannya dipenuhi api yang berkobar besar, "Rasakan ini!" Nashi memukul Goar. Goar terhempas, tapi dia mempunyai angin. "Storm Mail!" serunya. "Hyaaaaaa!" Nashi dengan tangan penuh kobaran api memukul angin itu. "AAAAA" Nahsi terhempas dan membentur rel kereta lagi. Dia mencoba bangkit.
Regret, Alex, Miya dan Alice hanya bisa melihat. "Bagaimana ini!? Kita harus membantu nya! Sekarang juga! Miya" Alex terlihat panik. "Tapi itu hanya menyusahkannya Alex" kata Miya. "Tapi Miya..." seru Alex. "Aku yakin dia bisa! Karena dia adalah keluarga Dragneel!" kata Miya melihat ke arah Nashi. "Hei, apa kita harus pergi ke Clover Town sekarang?" tanya Regret. "Hm..." Miya berpikir, "kau dan Alice pergi ke Clover Town! Kami disini bersama Nashi!". "Baik!" Regret dan Alice segera pergi menuju Clover Town.
Kita kembali pada Nashi. Nashi mencoba bangkit. Dia sudah berdiri di atas rel kereta. "Kau masih belum menyerah?" tanya Goar. "Tentu! Karena aku adalah anggota Fairy Tail! Aku adalah keluarga Dragneel! Dan Kami tidak pernah lari dari rintangan!" seru Nashi. "Oh...jadi kalian tidak pernah lari dari rintangan" Goar manggut-manggut. Nashi bersiap karena dia mempunyai firasat buruk tentang ini.
"Terima ini Dragneel, Storm Bringer!" Lalu datang Tornado dari bawah kaki Nashi. Nashi lalu berputar-putar dalam pusaran angin itu. Angin itu berhenti dan Nashi terlempar ke dalam jurang. "NASHI!" teriak Alex. "NASHI!" teriak Miya. "Rasakan itu, Dragneel!" Goar tersenyum penuh kemenangan. "Brengsek!" seru Alex penuh amarah. "Aku yakin kamu tidak apa Nashi! Aku yakin!" ucap Miya dalam hati.
Regret dan Alice sudah terbang cukup jauh dan hampir dekat dengan Clover Town. Mereka menoleh ke belakang, "aku harap Nashi baik-baik saja" ucap Alice. "Kau tahu Nashi! Harusnya sekarang dia baik-baik saja, pasti..." kata Regret mengecilkan suaranya saat membilang 'pasti'. "Aku tahu kau mengkhawatirkannya Regret!" Alice memasang senyum jahil-nya. "Apa!? ..tidak! Siapa yang peduli pada Falme Head itu?" seru Regret blushing. "Jangan berbohong, aku tahu itu~" seru Alice. "Kucing sialan! Cepat! Nanti kita terlambat!" seru Regret. "Ha'i!" Alice terbang lebih cepat.
Whoaaaa akhirnya Chappie 5 selesai juga, tapi, kayaknya dikit ya? Hahaha...itulah yang dikasih Author sama Asist.R! Oke, Asist.R lagi banyak pekerjaan nih! Sampai ketemu di Chappie slanjutnya~ *tirai ditutup*
