Hai semua! Author disini~ Sorry Author jarang muncul soalnya sibuk ma tuh Readers sialan! Oke, semuanya, ayo kita baca Chapter 6! Sebelumnya, Author balas dulu Review yang ada, langsung saja yang pertama...

~ Himiki-chan

Oke! Lanjut! Ini dia Chappie 6! Silahkan dibaca~

~ nshawol56

Nerima gak ya? Gak tahu, liat aja nanti! Oke, ini lanjut, Chappie 6~

~ pidachan99

Gpp, yang penting dah review kan? Iya dong, mereka Couple, tapi nanti Author kasih saingan si Nashi buat dapetin Regret, eaaa~
Oke, ini dia Chappie 6!

Okey, Author udah baca semua Review-an nya (yang kebaca ama Author aja) Sekarang waktu nya membaca Chappie 6~

.

.

Team Nashi: First Mission

.

.

Disclaimer of Fairy Tail

Hiro Mashima

.

.


Nashi POV

Aku terjatuh. Iya, aku terjatuh ke dalam jurang karena angin-angin sialan itu. Aku bisa merasakan angin-anginnya menjatuhkan ku, mendorongku hingga ke dasar jurang. Atau, memang tidak ada dasar nya nih jurang. Karena aku sudah lama terjatuh. Apakah, ini akhir hidup ku?

Bangkitlah Nashi! aku mendengar seseorang memanggil ku. Mata yang tadi ku pejamkan, ku buka dan mencari asal suara itu. Ini bukanlah akhir hidup mu Nashi! suara itu lagi! Aku terus mencari asal suara itu. Gunakan sihir angin itu! gunakan? Maksudnya? Aku sangat tidak mengerti! Makanlah sihir angin itu! Dan gunakan kekuatannya! Apa? Memakan angin-angin sialan itu? Tidak mungkin! Aku tidak akan memakannya! Pakai kekuatan itu Nashi! Untuk mengahancurkan Goar! Hah!? Menghancurkan Goar? Tidak mungkin! Itu kan angin-angin nya! Emang bisa angin melawan angin? Gabungkan dengan sihir yang kau punya Nashi! Tidak akan pernah! Aku tidak akan menggabung kan kekuatan ku dengan angin sialan itu! Nashi, dunia sedang dalam bahaya! Kau harus cepat kalah kan dia! Aku tahu dunia dalam bahaya, tapi...Nashi! Dunia bergantung pada mu! Apa boleh buat, aku memakan angin-angin itu. Menghirupnya lewat mulut.

Lalu, aku merasakan ada yang aneh dengan tubuh ku. Tubuh ku terasa lebih ringan dari biasanya. Apakah ini pengaruh kekuatan itu? Iya! betul! Pengaruh nya! Dengan sihir itu bercampur sihir mu, kau bisa kalahkan dia Nashi! Betulkah? Jadi aku bisa terbang? Iya, gunakan kekuatan itu untuk mengalahkan Goar! Dunia bergantung pada mu, Nashi! Baiklah, aku akan mengalahkan Goar!

Aku melesat terbang ke atas dengan angin-angin itu. Sangat kuat! Iya, angin-angin yang mendorong ku sangat lah kuat! Mungkin dengan kecepatan ini, aku bisa sampai di atas dalam waktu 5 menit. Mungkin kurang, bisa saja 4 menit, atau 3 menit atau...aku bisa melihat rel kereta lagi, dan Goar yang di serang oleh Alex dan Miya. Aku muncul di atas, menghadap ke arah Goar!

Normal POV

"I..itu Nashi!" seru Alex. Miya merubah zirah nya menjadi zirah yang biasa ia pakai, "aku tahu itu". Mereka kembali ke tempat semula. "Tapi ada yang aneh dengan Nashi!" seru Alex menyadari ke anehan Nashi, "kenapa matanya berwarna putih ke abu-abuan gitu ya?". "Apa mungkin dia memakan angin Goar itu?" tebak Miya. "Eh?" Alex menoleh ke arah Miya. "Lihatlah! Dia terbang dengan angin-angin ribut itu! Layak nya Goar! Arti nya dia memakan angin-angin milik Goar itu!" jawab Miya. "Tidak kusangka, dia lebih pintar dariku!" batin Alex dalam hati. "Kau tahu, senyumannya itu mengerikan!" seru Miya. "I..iya, mengerikan!" seru Alex.

"Bagaimana..kau..bisa..." Goar melihat ke arah Nashi.

"Terkejut hah!? Thanks untuk angin mu itu!" kata Nashi.

"Apa yang kau lakukan pada angin-angin ku ahah!?"

"Memakannya"

"Apa!? Jangan macam-macam sama angin kau dasar!"

"Emang kenapa? Masalah buat lo!?"

"Masalah lah, itu angin gua tahu!"

"Iya? Setahuku angin bukan milik siapa-siapa tuh"

"Dasar Dragneel sialan..."

"Oho, si angin marah! Bagaimana jadi nya dunia ini?"

"Dasar kau Dragneel sialan!"

"Ah, takut..hahaha (laugh evil)..."

Goar sekarang sedang marah tingkat dewa(?) Disekeliling nya terdapat angin ribut atau tornado. "Wuhuuu ada tornado! Miya, Alex, lebih baik kalian mundur!" seru Nashi kepada kedua teammate nya. Alex dan Miya berlari menuju belakang mobil. "Haruskah kita bersembunyi? Titania tidak pernah bersembunyi!" seru Miya. "Kau tidak lihat tornado itu!?" seru Alex. "Tentu aku...oh..iya, kali ini aku harus bersembunyi, tapi aku juga ingin melihatnya!" seru Miya melihat ke arah Nashi dan Goar. "Aku pun!" seru Alex melihat ke arah Nashi dan Goar.

"Emera Baram!" seru Goar mengaktifkan sihirnya. Lalu datang tornado yang cukup dahsyat ke arah Nashi. "Nashi! Bagaimana dengan Nashi, Miya!?" seru Alex. "Kau bodoh! Nashi sekarang memiliki kekuatan angin! Sekarang seharusnya dia baik-baik saja!" jawab Miya memperhatikan serangan Goar terhadap Nashi. Setelah serangan itu terdapat kabut yang cukup tebal. Lama kelamaan kabut itu memudar. Dan terlihat jelas sebuah tornado api melindungi Nashi. "Apa..tidak mungkin!?" seru Goar tidak percaya.

Lalu tornado api itu menghilang. "Hello! Aku disini juga punya sihir angin kaleeee...hahahaha..." tawa Nashi. Alex dan Miya memandang ngeri teammate nya yang berubah 180 derajat. "Nashi seperti tokoh antagonis!" seru Alex memandang ngeri Nashi. "Dan Goar layak nya teammate kita!" lanjut Miya. "Pengaruh dari sihir Goar!" kata Alex. "Seperti nya..." kata Miya.

"Dragneel sialan!" geram Goar. "Oho~ Seperti nya teman ku yang satu ini sudah menyerah rupa nya! Terlalu Le-Mah!" seru Nashi. "Dasar kau Dragneel sialan! Rasakan ini, Thunder Overcast!" seru Goar meluncurkan serangannya. Tapi Nashi berhasil mem-block serangan Goar dengan tornado api nya. "Cih, dasar...Wind Blast!" seru Goar. Tapi Nashi berhasil menghindar. "Ugh, BLACK TORNADO!" lalu datang Tornado hitam sangat dahsyat ke arah Nashi.

"Nashi...dia selamatkan?" tanya Alex. "Aku tidak tahu, kali ini lebih kuat dari tadi!" jawab Miya. Terdapat kabut lagi. Tapi lama-kelamaan kabut itu menghilang. Lalu muncul sosok gadis dengan senyuman licik nya. Lalu di sekelilingnya terdapat tornado api. "Nashi...dia selamat!" seru Alex. "O-ow..." kata Miya yang mendapat firasat buruk. "Kenapa?" tanya Alex. "Ayo kita cepat lari dari sini!" seru Miya menarik tangan Alex untuk menjauh. "Eh, ke..kenapa Miya?" tanya Alex bingung bercampur penasaran. "Aku punya firasat buruk tentang itu! Lebih baik kita menjauh!" jawab Miya. "Ba..baiklah.." kata Alex.

Kembali lagi ke Nashi. "Sepertinya serangan mu sia-sia saja, Goar..." Nashi tersenyum licik. "Apa!?" Goar tidak percaya. "Waktu nya mengakhiri ini!" Seketika tornado api yang mengelilingi Nashi semakin besar. Mata nya yang semula berwarna putih berubah menjadi merah api. "Flame Wind explosion!" lalu ada angin api (mirip-mirip Wind Blast gitu spell yang satu ini) menghantam Goar. Goar bisa menahannya, tapi tidak terlalu lama. Tubuh nya terhempas ke rel kereta api. Aneh bin ajaib nya, tuh rel kereta gak rusak-rusak (ckckck...keren). "Dragneel Sialan" Goar bangkit. "Belum menyerah juga?" tanya Nashi. "Kalau begitu terima ini, Karyu no Hoko!" Nashi menyemburkan tornado api dari mulut nya. Goar bisa menahannya walaupun sedikit bergerak mundur. "Oho~ Jadi kau bisa menahannya!" seru Nashi. "Api sialan!" seru Goar. "Final Attack!" seru Nashi. "Final Attack?" tanya Goar bingung, dia mendapat firasat buruk. "Faiātorunēdo!" lalu muncul sebuah tornado api yang sangat super duper dahsyat menghantam Goar. Goar tidak bisa menahannya dan terhempas. Efek nya juga terkena pada Miya dan Alex. Untung saja Miya langsung mengganti zirahnya dan melindungi dirinya dan Alex.

Debu bertebaran dimana-mana. "Uhuk..uhuk...jadi..bagaimana?" tanya Alex. Debu nya mulai menghilang. Lalu di lihatnya sosok gadis yang tengah berdiri di rel kereta dan seorang laki-laki yang terkapar tidak berdaya. "Dia..berhasil...!" seru Miya. "Wuhuuuu Nashi! Kau hebat!" seru Alex berlari menuju Nashi yang diikuti oleh Miya.

Nashi berubah menjadi diri nya sendiri. "Nashi! Kau hebat sekali! Kau mengalahkan Goar!" seru Alex riang gembira. "Aku..mengalahkan...Goar? Wuhuuuu!" seru Nashi girang, "ternyata suara itu benar! Tapi...siapa dia?". "Jadi, ayo kita menyusul Regret dan Alice yang sudah ada di Clover Town!" kata Miya. "Eh, kenapa kesana? Kan aku sudah mengalahkan Goar!" seru Nashi bingung. "Bellaly tidak bersama-nya!" jawab Miya. "Eh, la..lalu...Bellaly nya...sama...siapa?" tanya Nashi panik. "Sama salah satu Mage di Eisenwald yang sudah ada di Clover Town! Makanya Regret dan Alice ada di sana!" jawab Miya. "Ka..kalau begitu ayo cepat ke Clover Town! Kita harus menghentikannya!" seru Nashi. "Tapi kita tidak mungkin berlari kan?" tanya Alex. "Bagaimana kalau naik mobil itu?" tanya Miya menunjuk ke arah mobil yang mereka naiki. "Tidak akan pernah!" seru kedua Dragon Slayer itu menyilangkan tangannya. "Jadi...bagaimana?" tanya Miya.

"Aku tahu!" senyuman merekah di wajah Nashi. Lalu matanya berubah menjadi warna putih ke abu-abuan (kiri) dan merah api (kanan). "Mengerikan!" tutur Alex. "Kau memakai sihir itu lagi?" tanya Miya sedikit khawatir. "Tidak apa" kata Nashi. Lalu muncul sayap api di belakang punggungnya. Sayap itu cukup besar, "karena aku hanya ingin terbang!". "Baiklah..." kata kedua teammate nya itu. Nashi memegang kerah kedua nya dan terbang menuju Clover Town.


~{SEMENTARA ITU DI CLOVER TOWN}~


"Ugh! Sialan!" seru Regret. "Regret, kau tidak apa?" tanya Alice. "Aku baik!" kata Regret bangkit. "Kau hanya pengganggu! Waktu nya pertunjukan!" Mage itu memainkan Bellaly. "O-ow..." seru Alice. "Hei! Hentikan! Ku bilang hentikan!" seru Regret. Tapi sudah terlambat. Lalu muncul monster Bellaly (mirip-miripin aja kayak monster Lullaby itu). "Regret...bagaimana ini?" tanya Alice. "Aku...tidak...tahu..." Regret mematung melihat monster itu. "Tapi kita harus melakukan sesuatu, Regret!" seru Alice. "Kalau begitu, kita coba hentikan dia!" seru Regret bersiap, "kuharap kalian segera datang! Miya, Alex,...Nashi!".

Whoaaaaaaa~ Akhirnya selesai juga Chappie 6! Sudah mendekati garis akhir cerita ini! Jadi, tolong Review nya! Author pamit dulu, sampai jumpa~ *Tirai di tutup*