Disclaimer: Masih tetep milik Om Konomi Takeshi. Om, bagi-bagi ikemen ke saya donk om, satuu juga gapapa~ *pasang puppy eyes*
Note: Setelah sekian lama akhirnya~ *elap ingus* Jadi mba2 kantoran, susah cari waktu buat nulis (;_;)
Tapi karena hari ini hari yang sangat super duper spesial, daku sempetin begadang buat update~! Yeay
Masih tetep tentang BuntaXOC dan belum menyimpang ke arah yang diharapkan *apa dah*
Sore ja, tanoshimi ni shite ne ^^
~GakuPuri~
Akhirnya tanggal yang kutunggu-tunggu tiba. Kesempatan yang tidak mungkin aku lewatkan. Menjadi panitia festival bersama klub tenis berarti bisa bersama-sama dengan Marui setiap hari. Aku melangkahkan kakiku menuju gedung pertemuan.
"Selamat pagi" sapaku begitu memasuki ruang rapat
Kulihat anggota klub tenis reguler telah berkumpul, semua terdiri dari 7 orang. Semuanya merupakan siswa kelas 3 SMP Rikkai, kecuali Kirihara Akaya yang sama sepertiku, masih duduk di kelas 2. Wajah mereka terlihat begitu serius. Aku melihat Marui sedang mengunyah permen karet dengan wajah serius pula, duduk tepat di sebelah kusadari, aku jadi sedikit gugup.
"Kelihatannya semua anggota sudah lengkap," ujar laki-laki berwajah 'agak' dewasa seraya melirik orang-orang di sekitarnya
"Baiklah, kita mulai rapat hari ini. Pertama-tama, ada yang ingin aku perkenalkan kepada kalian" lanjutnya
"Dia Izumi Rina, dia yang akan membantu kita dalam festival sekolah kali ini" ucapnya memperkenalkan diriku ke semua anggota yang ada di situ
Aku yang masih gugup berusaha untuk menenangkan perasaanku. Aku melirik ke arah Marui, kulihat dia tersenyum lembut seolah menyemangatiku.
"Saya Izumi Rina, kelas 2. Mohon bantuannya" ucapku sedikit mantab setelah menarik nafas sejenak
Kulihat anggota klub lain hanya menggangguk mendengar perkenalan dariku 'Uwaa mereka serius kali' pikirku dalam hati, tentu saja aku tidak berani mengatakan hal ini
Seperti tersadar dari tidurnya, akhirnya Kirihara memecahkan kesunyian, "Ah, kamu yang kemarin makan cake bareng Marui senpai, ya kan?" tanyanya
"Makan cake bareng?" tanya laki-laki bertopi biru dongker yang tadi membuka rapat ini
"Eh? Ah," balasku bingung karena ditanya tiba-tiba seperti ini
Kemudian Marui yang sedari tadi mengunyah permen karet, akhirnya memecahkan gelembung permen karetnya, "Akaya, pertanyaan kamu tidak penting deh. Sanada langsung saja dimulai rapatnya" ujar Marui kepada Sanada Genichirou, sang wakil ketua klub tenis
"Ehem, jadi sesuai ide awal acara ini, kita berlomba untuk membuat stand makanan, minuman, maupun permainan. Stand yang paling banyak mendapat keuntungan akan menjadi pemenangnya. Acaranya dimulai tanggal 3-4 September, dan kita diberikan waktu kurang lebih dua minggu untuk persiapan" jelas laki-laki yang bernama Sanada
"Cih, ada-ada saja sih ketua klub tenis Hyoutei, kurang kerjaan" keluh Kirihara
Sanada yang mendengar keluhan juniornya langsung melirik Kirihara "Meskipun ini bukan pertandingan tenis, tapi kita, klub tenis Rikkai tidak boleh kalah, mengerti Akaya?" ujarnya tegas
"Glek! Mengerti!" jawab Kirihara kelabakan
Laki-laki berambut perak yang sedari tadi diam memperhatikan kami, akhirnya angkat bicara "Trus, rencananya kita mau bikin stand apa?" tanyanya datar
"Hm benar juga kau Niou, ada masukan mau buat stand apa?" tanya Sanada sambil melirik anggotanya yang bernama Niou Masaharu
Tanpa basa-basi, Marui langsung mengangkat tangannya "Kita buat stand makanan manis saja!" usulnya bersemangat
"Ah, itu mah memang hobi kamu" sahut Kuwahara
"Tapi itu khas Marui senpai!" balas Kirihara membela seniornya
Laki-laki yang sedari tadi menulis di papan tulis akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah kami "Hm~ aku pikir ide itu bagus juga, kemungkinan 83% pengunjung yang datang adalah perempuan dan anak-anak, stand makanan manis pasti laku"
"Sama seperti Yanagi kun, aku juga setuju dengan ide Marui kun, musim panas memang cocok dengan makanan" jelas Yagyuu Hiroshi, laki-laki berkacamata dan berambut coklat yang berdiri di samping Niou menambahi
"Yosha! Yanagi, Yagyuu! Ayo kita buat stand makanan manis" cetus Marui semangat '45
Sanada masih berpikir, "Karena kita memiliki anggota yang lumayan banyak, bagaimana kalau kita buat satu stand lagi? Ada usul?" tanyanya
Kali ini Kirihara mengangkat tangannya dengan nafsu "Fukubuchou! Kita buat stand permainan saja. Kalau stand makanan atau minuman kan sudah pasti, tapi stand permainan jarang ada kan?" jelasnya bersemangat
"Kalau buat stand permainan, bagaimana kalau buat stand melempar dengan bola tenis?" usul Niou
"Melempar dengan bola tenis?" tanya Kuwahara tak mengerti
Niou mengalihkan pandangannya kepada Kuwahara "Jadi ini semacam permainan dart, ada papan terdiri dari 9 kotak, sistemnya seperti permainan bingo, pengunjung diharapkan bisa membuat garis horizontal, vertikal, atau diagonal dengan memecahkan kotak tersebut menggunakan bola tenis" jelas Niou
"Wa! Menarik~ kalau begitu kita namakan permainan ini Dash de Bingo saja?" usul Kirihara
"Sepertinya menarik, aku ikut stand ini saja" sahut Kuwahara menambahi
"Boleh juga. Kalau begitu aku ikut bergabung di stand permainan" ujar Sanada
Kirihara dan Kuwahara yang mendengar perkataan Sanada langsung membeku "Fu, fukubuchou ikut di stand ini?" tanya Kirihara takut-takut
"Tentu saja, aku harus mengawasi apa yang akan kalian lakukan di stand ini. Ada masalah Akaya?" balas Sanada
"Glek! Ti, tidak!" sahut Kirihara ketakutan
"Kayaknya aku ikut stand makanan manis saja" ujar Kuwahara berusaha menghindar
Sanada melirik tajam ke arah Kuwahara, "Hoo.." ucapnya menanggapi
"Ti, tidak jadi deh, aku tetap ikut stand permainan" balas Kuwahara ketakutan
Kali ini Yanagi angkat bicara "Sepertinya soal stand sudah disepakati, sekarang aku akan menjelaskan tentang jadwal persiapan acara. Persiapan dimulai besok tanggal 22 sampai tanggal 1, hari minggu tanggal 28 libur. Khusus hari Rabu, tanggal 31 diliburkan karena mengingat pastinya ada orang yang belum menyelesaikan PR musim panas" ujar Yanagi sambil melirik Kirihara, Marui, dan Niou
"Glek!" cetus Kirihara, Marui, dan Niou berbarengan
"Tanggal 2 persiapan akhir, aku akan pastikan kita hanya tinggal mengecek saja, dan tanggal 3-4 adalah hari H-nya. Ada pertanyaan?" lanjut Yanagi menjelaskan
Semua hening. Sepertinya semua sudah mengerti betul penjelasan Yanagi. Seperti teringat sesuatu, Yanagi menepuk pundak Sanada "Genichirou, kabarnya Yukimura sudah keluar rumah sakit, apa dia akan datang ke sini?"
"Ah, benar. Sekarang dia sedang perawatan di rumah, tapi kondisinya sudah membaik" jawab Sanada dengan senyum sumingrah
"Lalu, apakah Yukimura kun akan datang ke sini?" tanya Yagyuu
Sanada pun menoleh ke arah Yagyuu, "Dia akan datang kalau dia merasa enakan"
"Hehe khas Yukimura" sahut Niou yang kemudian diiringi anggukan Kirihara dan Kuwahara
Aku yang sejak tadi terbengong-bengong mendengarkan pembicaraan mereka akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, "Ano.. Yukimura san itu.."
"Yukimura Seiichi adalah ketua klub kami, mungkin kamu belum pernah bertemu dengannya, kalau dia datang ke sini akan kukenalkan kepadanya" balas Marui
Aku hanya mengangguk mendengarkan penjelasan Marui, kemudian aku bergegas untuk pergi, "Ah, baiklah. Sekarang saya akan melaporkan hasil rapat hari ini kepada ketua panitia" ujarku
"Izumi, tolong sekalian mintakan izin kepada ketua panitia soal rencana kedatangan Yukimura ke sini" ucap Yanagi sebelum aku pergi
"Saya mengerti" sahutku, kemudian aku meninggalkan ruangan tersebut
Aku berjalan menuju aula utama, dan bersiap untuk rapat gabungan. Seperti yang Marui dan Kirihara katakan, Atobe Keigo, ketua panitia ini sangat menonjol. Gayanya yang flamboyan dan eksentrik ditambah dengan rasa percaya diri yang tinggi serta haus perhatian, terlihat sangat mencolok. 'Aku percaya kalau acara heboh ini adalah idenya' pikirku dalam hati
"Selanjutnya, perwakilan dari Rikkai" panggil Atobe
"Ah, baik" balasku seraya bangkit dari kursi
Aku menjelaskan detail kesimpulan hasil rapat tadi, serta meminta izin untuk Yukimura. Di luar dugaan, Atobe langsung menyetujui dan sepertinya dia juga sangat menantikan kedatangan Yukimura. Kemudian rapat berakhir, dan kami pun meninggalkan ruangan. Saat aku keluar dari ruangan, aku terkejut melihat Marui yang sedang mengunyah permen karet berdiri di samping pintu.
"Yo" sapanya
"Ah, Marui senpai.." ujarku antara bingung dan kaget
Dia menepuk-nepuk kepalaku, "Masih gugup kah?" tanyanya sambil tersenyum
'Mungkinkah Marui senpai menungguku di sini karena khawatir?' tanyaku dalam hati
Bagian kepalaku yang disentuhnya terasa hangat, rona merah di pipiku muncul seketika, membuat jantungku berdetak lebih cepat.
"Hari pertama sih ya, apalagi tiba-tiba kamu berada di antara kumpulan laki-laki berwajah 'serius' yang belum kamu kenal sebelumnya" ucapnya sambil mengajakku meninggalkan ruang rapat
"Tapi.. semuanya baik-baik. Aku.. ingin berjuang sekuat tenaga untuk membantu mensukseskan stand klub tenis Rikkai" balasku sambil menoleh ke arahnya
Marui tersenyum simpul, kemudian dia kembali menepuk kepalaku lembut "Bagus, bagus. Kamu benar-benar pekerja keras ya?" pujinya
Uwaaa jantungku rasanya mau copot~! teriakku dalam hati
"Ne, Marui senpai.." panggilku
"Hm?" balasnya singkat
"Senpai selalu mengunyah permen karet, apakah senpai sangat menyukai permen karet?" tanyaku
Marui tersenyum kecil, kemudian dia menghentikan langkahnya, "Kamu tahu? Permen karet memiliki efek relaksasi dan dapat membantu meningkatkan daya konsentrasi" jelasnya
"Eh? Yang benar? Aku baru tahu. Tenyata senpai tahu banyak hal ya" ucapku terkejut
Kemudian Marui kembali melangkah, "Yah, sebenarnya sih, aku hanya mengucapkan apa yang dikatakan Yanagi kepadaku"
"Tapi senpai tetap mengingat apa yang dikatakan orang lain, itu adalah hal yang luar biasa" pujiku sungguh-sungguh diiringi ketawa renyah Marui "Bukan hal yang besar kok" jawabnya singkat
"Lalu, karena itu, senpai selalu mengunyah permen karet?" tanyaku sambil mengikuti langkahnya
"Ya.. terutama saat bertanding. Kalau makan permen karet aku pasti langsung bersemangat. Tapi sejujurnya sih, karena aku memang suka permen karet" balasnya sambil tersenyum lebar
Aku kembali menatapnya, "Terutama saat bertanding? Itu berarti senpai juga merasa gugup saat bertanding?" tanyaku polos
Marui terlihat terkejut, "Uwaa, kata-katamu menohok banget" ujarnya kaget
"Eh? Benarkah? Senpai juga pernah gugup? Habis senpai selalu terlihat santai dan tenang sih" ucapku tak percaya
Dia tersenyum kepadaku, "Yah, setiap orang pasti pernah gugup lah.. Tapi, aku berhasil menutupi rasa gugupku dengan ketensaianku kan?"
"Haha, ternyata senpai memang tensai" balasku memujinya
"Ya kan? Ya kan?"ucapnya senang
Aku hanya bisa tertawa kecil melihat kelakuan Marui, kemudian aku teringat sesuatu, "Ne, senpai.. Senpai suka permen karet rasa apa?"
Dia menatapku heran, "Kenapa?" tanyanya
"Untuk masukan saja, siapa tahu suatu saat nanti aku mau kasih senpai permen karet" jawabku sambil tersenyum usil
Laki-laki di sebelahku mengembangkan senyumnya, "Oh,kamu memang anak baik! Aku suka segala rasa sih. Apple, anggur, strawberry, cranberry, blueberry, dll. Kalau yang lagi aku makan sekarang rasa apple hijau. Oh iya, kalau kamu mau kasih aku permen karet, mereknya yang ini ya?" jelas Marui bersemangat sambil menunjukan bungkus permen karet kepadaku
"Ok. Kalau aku berminat, aku akan kasih senpai permen karet suatu saat nanti" balasku
Marui mengacak-acak rambutku, "Kalau begitu, aku akan menunggu tanpa berharap banyak" ucapnya sambil tersenyum lembut padaku
Tanpa kusadari, kami sudah sampai di pintu gerbang gedung yang rencananya akan menjadi tempat berlangsungnya festival nanti. Kulihat Kuwahara dan Kirihara telah berdiri menunggu di sana.
"Marui senpai~ cepatan jalannya!" teriak Kirihara sambil melambaikan tangannya ke arah Marui
Melihat juniornya sudah tidak sabar menunggunya, Marui sedikit berlari menuju tempat juniornya berada, "Ou! Akaya, Jackal, lama nunggu ya?" ujarnya begitu sampai
"Marui senpai lama! Aku sudah lapar~" balas Kirihara sedikit merajuk
Marui mengetuk kepala juniornya pelan, "Dasar, ya sudah ayo kita segera ke Mc B!" ajaknya
Sebelum pergi, Marui menoleh ke arahku, "Kalau begitu, sampai besok ya, Izumi" ucapnya sambil melambaikan tangan ke arahku
"Sampai besok, Izumi" timpal Kuwahara
"Ya, sampai besok" balasku sambil melambaikan tanganku melihat sosoknya yang mulai menghilang
Aku tersenyum senang, "Hari ini aku banyak berbincang-bincang dengan Marui senpai!" gumamku sambil melompat kecil
"Hm, sesuai dugaan. Kemungkinan kamu bersedia menjadi panitia karena tertarik oleh Marui adalah 78%" terdengar seseorang berbicara di belakangku
Begitu aku menoleh ke arah asal suara, kulihat Yanagi sedang tersenyum ke arahku, "Uwaa! Ya, yanagi senpai?" cetusku kaget
"Izumi Rina, anak terakhir dari 4 bersaudara, kelas 2E, nomor absen 12, pelajaran favorite matematika dan bahasa inggris, pelajaran yang tidak disukai ips, tidak ikut klub apapun, suka membuat kue, ukuran sepatu 38, ukuran badan bagian atas-" ujar Yanagi senpai menyebutkan profilku
Mendengar ucapan Yanagi senpai, buru-buru aku menghentikan kalimatnya, "Uwaa! Stop, stop" ucapku kalang kabut
"Dan, sekarang sedang tertarik oleh Marui, betul kan?" tambahnya sambil tersenyum jahil
Wajahku memerah tak karuan, aku menyerah, pasrah.
"Ya, yanagi senpai.. Tahu dari mana semua data tentangku?" tanyaku takut-takut
Dia tersenyum lembut, "Aku hanya penasaran tentang siapa yang disarankan oleh Marui untuk menjadi panitia, makanya aku menyelidikimu"
"Me, menyelidiki?" cetusku kaget
"Yanagi kun terkenal sebagai data man di klub tenis, untuk urusan mencari data, Yanagi kun adalah ahlinya" susul suara di belakang Yanagi
Kulihat Yagyuu sedang membenarkan letak kacamatanya, "Yagyuu senpai, sejak kapan ada di situ?" tanyaku super duper terkejut
"Sejak kamu melompat-lompat kegirangan" balas Yagyuu singkat
"Ja, jadi senpai mendengar semuanya?" tanyaku ragu
Mereka berdua menganggukan kepalanya bersamaan. Yagyuu kembali menatapku, "Begitulah. Jadi benar kamu tertarik pada Marui kun?" tanyanya to the point
Glek! Aku semakin terpojok, tidak ada pilihan lain, aku harus mengambil jalan terakhir, yaitu ambil langkah seribu,
"Yanagi senpai, Yagyuu senpai, sampai besok!" teriakku buru-buru kabur sebelum diintrogasi macam-macam
"Ah, Izumi san! Awas di depan ada tiang!" panggil Yagyuu
Namun sudah terlambat. DUAG!
"Adududuh" celetukku kesakitan sambil memegangi kepalaku
Yagyuu berlari menghampiriku, "Kamu tidak apa-apa?" tanya Yagyuu khawatir
"A, aku tidak apa-apa! Sampai besok ya?" ucapku buru-buru seraya berlari meninggalkan mereka dengan wajah malu
'Uwaa malunya. Sudah kepergok, kejedot tiang pula!' pikirku dalam hati, membuat pribahasa baru
Yagyuu hanya terdiam menatapku pergi, "Apakah benar-benar tidak apa-apa?" gumam Yagyuu cemas
Yanagi tertawa kecil, "Menarik ya? Aku tidak sabar menunggu kelanjutan kisah mereka" ujar Yanagi pelan
"Benar-benar ahli strategi Rikkai, menakutkan" ucap Yagyuu menanggapi perkataan temannya
~GakuPuri~
Chapter kali ini suangattt spesial~ kenapa? kenapa?
Jerererenggggg~! Ha~ppy~ Birth! Day! Bunta senpai~~!
Moga Bunta senpai bisa tambah tinggi, makin ganteng, makin tensai, makin gendut~ *kena lemparan bola tenis*
*celinguk2* Siapa yang lempar nih? Kurang asin cih.. *ngedumel*
Abis itu.. eh tadi lg ngomong apa ya? *tiba2 jd bego*
Yah pokoknya semoga tahun ini pun Bunta senpai semakin berkilau diantara pangeran2 tenis lainnya~
Doaku menyertai kegantenganmu, pai *plak*
Sonja, mata ne (^^)/
