Hueeeee...Ulang lagi! Hueeee dasar Google Chrome sialan! Kasih gue kesempatan untuk save napa!? Dasar Google Chrome sialan! Ah! Kehapus semuanya TT^TT

Tapi tidak apa! Semangat 45! Oke, langsung saja balas Review yang pertama...~

~ Himiki-chan

Oke! Lanjut! Ini dia Chappie 7~

~ nshawol56

Iya dong Regret khawatir sekali sama Nashi. Nashi kan Ci— #Langsung di keroyok ama Regret
Hah, dasar! Iya dong Regret khawatir ma Nashi, namanya juga teman satu team, iya gak Regret? (Regret: Itu baru bener)

~ Rhikame

Ohhhhh~ Gitu toh...Nashi ma Regret jadiannya masih 6 tahun lagi! Oke, ini dia Chappie 7~

~ Kyria Tsukiyo

Oh, kalau Author kurang suka membaca Fanfic Inggris, hehehhe...Thanks ya Kyria-san~

~ pidachan99

Iya dong! Kan ini cuman cerita tentang Misi Pertama mereka. Iya, nanti Author bikin sequel nya, tapi bukan Second Mission. Lihat aja nanti, hehehe...Oke, ini dia Chappie 7~ Inilah kunci penasaran pida-chan ^^

~ Yamato Kikyo

Jelas dong, Oke-oke, nih dia Chappie 7~

Oke semuanya...sekarang waktu nya membaca Chappie 7! Tapi, komputer Author rusak gara-gara tadi Author potong pake gergaji gara-gara tuh Google Chrome. Jadi, ada yang liat Lacki gak ya? Lacki! Where Are You!? Oh itu dia! Di ruang makan(?) Okey semuanya! Waktunya membaca Chappie 7~~~

.

.

Team Nashi: First Mission

.

.

Disclaimer of Fairy Tail

Hiro Mashima

.

.


"Ice Make Lance!" Regret meluncurkan serangannya kepada Monster Bellaly itu. Kena! Cuman tidak efektif. "Ugh...dasar!" keluh Regret. Monster Bellaly itu menyerang dan Regret menyempatkan diri untuk menghindar. "Rasakan ini monster jelek! Ice Make: Knuckle!" seru Regret mengeluarkan serangannya lagi. Sayangnya tidak efektif. "Ih, mereka kemana sih!? Dari tadi gak nyampe-nyampe!" seru Regret sewot. "Jangan sewot, perhatikan di depan mu!" seru Alice.

Monster itu menyerang lagi, tapi Regret dan Alice berhasil menghindar. "Ice Make: Arrows!" lalu panah-panah es itu menyerang Monster Bellaly. Yah, cukup berhasil! Monster itu meringis. "Bagaimana sih cara menghancurkan Makhluk Brengsek ini!?" seru Regret sewot. "Iya,ini aku lagi cari!" seru Alice mengotak-atik komputernya. "Kalu begitu cepat lah!" seru Regret. Monster itu menyerang. Tapi Regret berhasil mem-block nya. "AAAAAAAAAAAA!" teriak Alice. "Ada apa Alice?" tanya Regret melihat ke arah Alice. "Komputerku...terkena...VIRUS!" teriak Alice lagi. "Ka..kalu gitu, simpan aja tuh komputer, nanti kalau ada apa-apa aku kena marah sama si Nashi pula!" perintah Regret. "Memang!" seru Alice menyimpan komputer nya. "kucing sialan!" batin Regret. "REGRET! AWAS!" teriak Alice. Regret yang tadi melamun sebentar segera sadar dan melihat tangan Monster Bellaly ingin melemparnya.

SRINGGG...tangan Monster Bellaly itu terbelah menjadi dua. "He!? Ba..bagaimana bisa!? AKu tidak melakukan apapun!" batin Regret kaget. "Regret! Kau tidak apa?" tanya Alex yang berlari ke arah nya. "A..aku..baik-baik saja" jawab Regret sedikit kaget. "Syukurlah..." Alex menghela napas lega. "Kalian darimana aja sih!? Aku udah lama nunggu tahu! Ampe sekarat!" seru Regret. "Tapi kamu baik-baik saja" kata Alex memperhatikan Regret. "Bukan itu maksudku" Regret sweatdrop. "Maaf lama! Habis Nashi bilang, dia udah semaksimal mungkin kecepatannya!" kata Alex. "Nashi?" tanya Regret bingung. "Ntuh!" Alex menunjuk ke arah Nashi yang sedang terbang dengan senyuman evil merekah di wajahnya. "Eh..i..itu..Nashi!?" tanya Regret tidak percaya. "Iya! Dia sedang memakai sihir Flame Wind Magic!" jawab Alex. "Mengerikan...senyumannya itu...sangat sangat mengerikan!" seru Regret ngeri melihat Nashi. "Ya, begitulah, mengerikan..." kata Alex memandang Nashi.

"Kalian disini untuk mengalahkan monster ini! Bukan nge-rumpi!" seru Miya. "Siapa yang ngerumpi?" batin Regret dan Alex. "Hoi! Kalian! Kalau kalian disini hanya untuk main-main, mending aku kirim kalian ke neraka!" seru Nashi. "Eh, ng...nggak kok! kami disini untuk membantu!" seru Alex. "I..iya! Be..betul itu!" lanjut Regret, "dia sangat mengerikan!".

Mereka semua menyerang monster Bellaly itu. "Flame Blast!" seru Nashi. "Hyaaaa!" Miya menyerang dengan pedang nya. "Karyu no Hoko!" seru Alex. "Ice Make: Hammer!" seru Regret. Mereka terus menyerang, tapi tetap tidak bisa mengalahkan monster Bellaly itu. "Hah...hah...hah...bagaimana..caranya..kita...meng alahkan...monster...itu?" tanya Alex yang sudah kecapek-an. "AKu tidak tahu, tapi pasti ada cara!" seru Miya yang menyembunyikan kelelahannya. "Ayo! Jangan berhenti! Kita pasti bisa mengalahkannya!" seru Nashi memberikan semangat. "Tapi...kita..sudah mengeluarkan semua tenaga kita!" seru Regret. "Jadi..maksudnya...kalian menyerah?" tanya Nashi tidak percaya. "Eh?" Miya, Alex dan Regret menatapnya bingung. "Maksudnya...kalian menyerah?" tanya Nashi lagi. "Tidak! Bukan itu Mak—" ucapan Miya terpotong. "Itu bukanlah kalian yang ku kenal!" Nashi berpaling dari teman-temannya. "Tapi tidak ada gu—" omongan Regret dipotong lagi. "AKu tidak akan menyerah" Nashi menoleh ke arah teman-temannya, "karena aku anggota Fairy Tail". Matanya yang tai putih, sekarang berubah menjadi merah api.

"Faiātorunēdo" Nashi meluncurkan tornado api nya. "Karyu no Hoko!" lalu menggabungkan kedua sihirnya itu. "Dia...mengabungkan...kedua sihirnya..." Alex berdecak kagum tidak percaya. Miya yang melihatnya tersenyum, "kalau begitu, ayo kita ikut serta!". "Eh!?" Alex dan Regret memandang Miya bingung. "Miya lalu mengganti armor Black Wing nya dengan armor Purgatory. "Ayo kita kalahkan monster itu!" Miya berlari maju dan menyabet monster itu dengan pedang duri nya yang besar. "Kalau gitu, aku juga ikutan!" seru Alex, " Tetsuryukon!" Alex mengubah tangan kanannya menjadi besi dan menghajar Monster Bellaly. "Yes! Berhasil! Ayo Regret!" seru Alex memasuki arena lagi. "Baiklah, Ice Make: Battle Axe!" ser Regret.

Nashi yang terbang melihat teman-temannya bergabung kembali. "Minna..." dia tersenyum. Alice yang menepi sedang memperbaiki komputernya dari serangan VIRUS yang dia bilang 'mematikan'. "Hah...akhirnya selesai juga..." Alice lega karena komputer nya kembali normal. Tiba-tiba dia mendapat firasat buruk. Dia melihat ke arah Nashi, "Nashi, ku harap kau baik-baik saja...". Alice memejamkan matanya, lalu membukanya lagi, "aku yakin kau bisa Nashi! Berjuanglah!".

Mereka terus menyerang walaupun lelah. Monster itu pun menyerang dengan cairan hijau lengket yang keluar dari mulutnya. "Iu...apa itu?" tanya Regret memandang jijik cairan hijau itu. "Tidak tahu, tapi yang pasti MEN-JI-JI-KAN!" seru Alex. "Hyaaaaa!" Miya menyerang dengan pedangnya itu. Monster Bellaly lalu mengeluarkan cairan hijau lengket itu lagi dan mengenai Miya. Miya dan cairan lengket itu melekat pada sebuah pohon. "Ugh..ugh.." Miya mencoba melepaskan diri, tapi tiada hasil. Cairan hijau itu terlalu lengket, SANGAT SANGAT SUPER DUPER LENGKET.

"Cih, dasar kau monster jelek!" seru Alex. "Terima ini, jelek!" seru Alex melompat ke arah Monster itu, "Tetsuryuso: Kishin!". Panah-panah besi berterbangan menuju monster Bellaly. Ya! Kena! Kena sasaran! Tapi, Monster Bellaly tidak mau kalah. Dia mengeluarkan cairan lengket hijau itu ke arah Alex. Dan Alex terjepit di cairan hijau itu. Di sebuah pohon, tepat di sebelah Miya. Lalu ada mantar sihir di bawah mereka dan mengeluarkan cahay ungu.

Monster Bellaly itu menatap ke arah Regret. "O-ow...aku punya firasat buruk tentang ini..." Regret bersiap-siap dengan datangnya serangan berikut drai Monster itu. Lalu Monster itu mengeluarkan serangannya terhadap Regret. Serangan itu mirip Karyu no Hoko (versi Flame Wind) tapi lebih besar, besar dan lebih besar. Sangat Dahsyat! Regret berdiam diri tidak tahu harus apa. "Regret!" seru Miya. "Regret!" seru Alex. "REGRET!" teriak Nashi. "Apa...apa yang harus ku lakukan? Inikah akhir hidupku?" batin Regret.

Okay! Akhirnya Chappie 7 selesai! Dikitkan? Iya, soalnya Author berencana untuk menyelesaikan ceritanya di Chappie 8. Jadi dikit eh, hehehe...sori ya semuanya! Oke, semua Author pergi dulu sebelum kena panci nya Asist.R gara-gara hancurin komputer, ja ne~~

Asist.R: Hoi! Author! Sini! Kau harus bayar ganti nya!

Sampai ketemu di Chappie slanjutnya~

*Tirai di tutup*